TANBIHÃT YANG SANGAT PENTING BAGI PARA PENGGUNA HANDPONE

catatanmms400

~~~~~~~~

 TANBIHÃT YANG SANGAT PENTING BAGI PARA PENGGUNA HANDPONE 

 

Apabila kita lihat dari kaidah ushul, maka handpone termasuk sesuatu yang pada asalnya tidak memiiki hukum tersendiri pada zatnya, sampai jelas apa tujuan menggunakannya. Jika untuk kebaikan maka dia dihukumi sebagai washilah kepada kebaikan. Namun jika digunakan untuk kejelakan, kemungkaran dan permusuhan maka hukumnya haram.

Continue reading

NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP (WA)

catatanmms299

Adab Dalam Menukil/Copas :

NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP (WA)

 

__________________

🔎Kepada ikhwah pengguna WA semoga Allah Ta’ala merahmati antum, melihat sering terjadi kesalahan dalam menukil dan meyebarkan berita atau faidah ilmu, di sini penulis ingin memberikan sedikit nasehat terutama bagi penulis terlebih dahulu kemudian bagi para pengguna WA terkhusus bagi antum yg suka menukil, copas atau share berita dan faidah ilmu. Continue reading

TIDAK SEMUA FITNAH DIJAUHI DAN DIHINDARI

catatanmms295

TIDAK SEMUA FITNAH DIJAUHI DAN DIHINDARI

 

Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rahimahulloh berkata -sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa 7/363 – :

 

________________

”Dengan senang hati aku sampaikan kepada kalian, bahwa hadits-hadits tentang fitnah dan tahdzir (peringatan) dari bahayanya menurut ahli ilmu dibawa maknanya kepada FITNAH YANG BELUM DIKETAHUI padanya siapa yang di atas al-Haq dan siapa yang di atas kebatilan.

 

Fitnah seperti ini yang disyariatkan untuk setiap mukmin adalah waspada darinya. Fitnah inilah yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dalam sabdanya,

”Yang duduk padanya lebih baik daripada yang berdiri. Yang berdiri padanya lebih baik daripada yang berjalan. Yang berjalan lebih baik daripada yang berlari.”**

〰〰

 

🔵Adapun FITNAH YANG DIKETAHUI padanya siapa yang di atas al-Haq dan siapa yang di atas kebathilan, diketahui siapa yang zhalim dan siapa yang terzhalimi maka itu TIDAK TERMASUK dalam hadits-hadits tersebut.

 

🔵Bahkan dalil syar’i dari al-Kitab dan as-Sunnah menunjukkan WAJIB MEMBELA PIHAK YANG DIATAS AL-HAQ dan terzhalimi terhadap pihak yang memusuhi dan menzhalimi.”

〰〰

 

 

Tambahan (dari kami) :

)** Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda

 

سَتَكُوْنَ فِتَنٌ القاعِدُ فِيْها خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ والقائمُ فيها خيرٌ من المَاشِي والماشِي فيها خير من السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَها تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذاً فَلْيَعِذْ بِهِ

 

“Kelak akan ada banyak fitnah dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi fitnah tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung.”

(HR. Al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886)

 

________________________

 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد

 

🌏 WA Forum Berbagi Faidah. Dikutip dari WA Miratsul Anbiya.

 

.

 

BOLEHKAH SYARAT “BARANG TIDAK BOLEH DIKEMBALIKAN DAN TIDAK BISA” DITUKAR DALAM JUAL BELI

catatanmms282

~~~~👛👛~~~~

BOLEHKAH SYARAT “BARANG TIDAK BOLEH DIKEMBALIKAN DAN TIDAK BISA” DITUKAR DALAM JUAL BELI

 

Pertanyaan:

Apa hukum syari’at menulis ungkapan “Barang yang dibeli tidak boleh dikembalikan atau ditukar” yang ditulis oleh sebagian toko di faktur yang mereka keluarkan, dan apakah syarat semacam ini boleh menurut syari’at, dan apa nasehat Anda tentang perkara ini?

 

Jawaban:

 

🔹Menjual barang dengan syarat tidak boleh dikembalikan dan tidak boleh ditukar adalah tidak boleh, karena itu merupakan syarat yang tidak sah karena mengandung tindakan merugikan pihak lain dan tindakan menyembunyikan cacat barang yang dijual, juga karena tujuan dari penjual dengan membuat syarat semacam ini adalah mengharuskan pembeli untuk menerima barang walaupun barang tersebut memiliki cacat, sementara penentuan syarat semacam ini tidak bisa membersihkan cacat yang ada pada barang tersebut.

 

🔹Jadi seandainya barang tersebut memiliki cacat, maka pembeli boleh untuk meminta ganti dengan barang yang tidak memiliki cacat, atau dia boleh meminta kompensasi dari cacat yang ada tersebut.

 

🔹Juga karena harga yang sempurna merupakan imbalan bagi barang yang bagus kwalitasnya, dan tindakan penjual mengambil pembayaran dalam keadaan barang yang dia jual memiliki cacat merupakan perbuatan mengambil tanpa hak.

 

🔹Dan karena syariat menegakkan syarat yang telah dikenal di tengah-tengah manusia (seperti tidak boleh menjual barang yang cacat –pent) sama seperti syarat yang terucap, dan hal itu tujuannya adalah agar barang yang diperjualbelikan bebas dari cacat, sehingga boleh baginya untuk mengembalikannya jika ternyata didapati ada cacatnya.

 

🔹Hal ini merupakan penerapan bagi pensyaratan bebasnya barang yang diperjualbelikan dari cacat yang telah dikenal di tengah-tengah manusia, walaupun syarat tersebut tidak diucapkan.

 

Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’

 

Tertanda:

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

Shalih Al-Fauzan

Abdul Aziz Alus Syaikh

Bakr Abu Zaid

 

Sumber artikel: Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’, XIII/187-198, fatwa no. 13788

 

Alih Bahasa: Abu Almass

Kamis, 22 Dzulhijjah 1435 H

WSI/ http://forumsalafy.net/?p=7415

 

~~~~👛~~~~

SERINGAN ITUKAH ENGKAU MENCERAIKANKU

IMG-20140929-WA0019

SERINGAN ITUKAH ENGKAU MENCERAIKANKU

 

Ada seseorang suami yang mempunyai empat orang istri, namun sang suami ini mempunyai akhlak yang buruk. Suatu hari dia masuk ketempat mereka yang sedang berkumpul disana, ternyata mereka sedang bertengkar, maka dia berkata: “Sampai kapan pertengkaran ini terjadi” menurutku semua ini sebabnya adalah kamu (dia menunjuk salah satu istrinya)”, ‘pergilah kamu dengan terthalaq (tercerai)’ istri yang kedua berkata : “Kamu terburu-buru menceraikannya, kenapa tidak kamu didik dulu dengan cara yang lain niscaya ia akan menjadi lebih baik”. Maka sang suami berkata : “Kamu juga tertalaq (tercerai).” Istri ketiga berkata : “Semoga Allah memburukkan mu, keduanya selama ini telah berbuat baik kepadamu”. Dia berkata : “Kamu juga wahai penghitung kebaikkan mereka berdua, tertalak (tercerai)”. Istri keempat berkata: “ Kamu tidak puas selain menididik para istrimu dengan cara mentalak.” Dia berkata : “kamu juga tertalak.” Continue reading

BOLEHKAH MENGERASKAN BACAAN SHALAT SIRRIYAH ATAU SEBALIKNYA DAN BIMBINGAN MENGGUNAKAN PENGERAS SUARA DI MASJID

IMG-20140927-WA0005

🔈BOLEHKAH MENGERASKAN BACAAN SHALAT SIRRIYAH ATAU SEBALIKNYA DAN BIMBINGAN MENGGUNAKAN PENGERAS SUARA DI MASJID🔈

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

 

Pertanyaan:

Pendengar yang bernama Muhammad Khair dari Suriyah mengatakan dalam suratnya: “Apakah disyaratkan untuk mengeraskan suara pada shalat-shalat jahriyah semuanya, dan apa hukumnya jika seseorang mengeraskan suara pada rakaat pertama dan melirihkan pada rakaat kedua?” Continue reading

HARUSKAH MENERIMA PINANGAN PRIA YANG BAIK AGAMANYA

IMG-20140122-WA0004

HARUSKAH MENERIMA PINANGAN PRIA YANG BAIK AGAMANYA

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

 

📂 Pertanyaan:

Saya seorang gadis berusia 16 tahun, ada seorang pemuda yang baik agamanya meminang saya, dia adalah seorang muadzin di salah satu masjid, hanya saja saya tidak mau menikah dengannya karena saya tidak menyukainya, bahkan saya sudah tidak tertarik kepadanya sebelum dia meminang saya. Apakah saya berdosa karena menolak pinangannya, dalam keadaan dia termasuk orang yang diridhai agamanya? Kami memohon fatwanya, semoga Allah memberi Anda pahala. Continue reading