💎AISYAH BINTU ABU BAKR: BELAHAN JIWA RASULULLAH💎

Bismillaah…

🔰22 jumadal ula 1436/ 13 maret 2015🔰

IMG-20150313-WA0000

🌸Mengenal Ummul Mukminin

💎AISYAH BINTU ABU BAKR: BELAHAN JIWA RASULULLAH💎

Oleh: Al Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran

👆Dialah ‘Aisyah bintu Abi Bakr ‘Abdillah bin Abi Quhafah ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay al-Qurasyiyyah at-Taimiyyah al-Makkiyyah Radhiyallahu ‘Anha.  Continue reading

💎MENGENAL UMMUL MUKMININ💎 UMMU SALAMAH RADHIYALLAHU ‘ANHA

IMG-20150306-WA0023

🔰💐🔰💐🔰

💎MENGENAL UMMUL MUKMININ💎

UMMU SALAMAH RADHIYALLAHU ‘ANHA

(ditulis oleh al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu ‘Imran)

 

🌸Kecantikan dan kemuliaan berpadu dalam dirinya. Cinta, kesetiaan, dan ketaatannya pada pendamping hidupnya membawanya untuk memperoleh sebentuk doa. Doa yang berbuah keindahan hidup tiada tara, bersisian dengan hamba Rabb-nya yang paling mulia. Continue reading

🌸KHADIJAH ISTRI TELADAN🌸

safar

~~~~💐~~~~

🌸KHADIJAH ISTRI TELADAN🌸

 

Ditulis Oleh Ustadz Kharisman

 

Khadijah bintu Khuwailid, istri Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam yang pertama. Dari beliaulah Nabi mendapatkan anak. Seluruh anak Nabi berasal dari Khadijah kecuali Ibrahim.

 

✔Beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam. Continue reading

Ummu Misthah Radhiyallahu ‘anha

bunga9
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Berita keji terdengar, menggunjingkan rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seorang wanita yang mulia, Ash-Shiddiqah bintu Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anha, dibicarakan dan diragukan kemuliaannya. Seorang wanita dari kalangan Quraisy, anak bibi sahabat yang mulia, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memberikan pembelaan pada ‘Aisyah Ummul Mukminin dari berita bohong yang tersebar. Continue reading

Khadijah Istri Teladan

flowers14
Ditulis Oleh Ustadz Kharisman

Khadijah bintu Khuwailid, istri Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam yang pertama. Dari beliaulah Nabi mendapatkan anak. Seluruh anak Nabi berasal dari Khadijah kecuali Ibrahim.

Beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam. Beliaulah yang mendukung, menghibur, dan menguatkan hati Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam di masa-masa awal kenabian. Dukungan diberikannya secara penuh dalam segala hal, termasuk harta. Itu adalah masa-masa sulit penuh perjuangan, di saat sedikitnya dukungan dari sekitar, justru yang terbanyak adalah orang-orang yang menentang dakwah beliau. Continue reading

Ummu Darda’ Ash-Shughra


(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Seorang anak perempuan yatim diasuh oleh Abud Darda’ ‘Uwaimir Al-Anshari. Hujaimah bintu Huyai Al-Washshabiyah rahimahallah namanya, berasal dari Washshab, salah satu kabilah di Himyar.

Selama dalam asuhan Abud Darda’, Hujaimah kecil biasa diajak oleh Abud Darda’ menghadiri shalat berjamaah di tengah shaf laki-laki dengan mengenakan burnus, sejenis pakaian yang mempunyai penutup kepala, dan duduk bersamanya di halaqah-halaqah  para pembaca Al-Qur’an untuk mempelajari Al-Qur’an. Ketika mulai beranjak besar, Abud Darda’ menyuruh Hujaimah untuk bergabung dengan shaf para wanita.

Tumbuh dalam asuhan seorang sahabat yang mulia, dengan keutamaan Allah, Hujaimah menjadi seorang wanita yang berilmu. Kemudian Abud Darda’ meminang Hujaimah kepada keluarganya kemudian menikahinya. Berkunyahlah Hujaimah dengan nama Ummud Darda’ Ash-Shughra.1 Continue reading

Ummu Khalid Bintu Khalid

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Dari Sang Raja Najasyi tersampaikan ucapan salam bagi Rasulullah yang mulia, melalui para muhajirin yang tiba dari negeri seberang. Di antara mereka, ada seorang gadis kecil yang kelak mendapatkan kemuliaan dari Rasulullah, dipakaikan sehelai baju hadiah dari Sang Najasyi. Gadis kecil yang kelak turut meriwayatkan ilmu dari Rasulullah.

Dia bernama Amah bintu Khalid bin Sa’id ibnul ‘Ash bin Umayyah bin ‘Abdi Syams, namun dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Khalid. Ibunya bernama Humainah bintu Khalaf bin As’ad bin ‘Amir bin Bayadhah bin Subai’ bin Ju’tsumah bin Sa’d bin Malih bin ‘Amr bin Khuza’ah. Continue reading

Ummu Habibah Pengantin Rasulullah di Negri Seberang

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu ‘Imran)

Mungkin tak pernah tersirat di dalam hati Abu Sufyan, akan ada seseorang dari kalangan Quraisy yang akan menentangnya, sementara dia adalah tokoh Makkah yang ditaati. Namun putrinya telah memorak-porandakan keyakinannya ini, manakala sang putri mengingkari sesembahan ayahnya dan beriman kepada Allah semata, membenarkan risalah Nabi-Nya Muhammad bin ‘Abdillah.

Dia bernama Ramlah bintu Abi Sufyan Shakhr bin Harb bin Umayyah bin ‘Abdi Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushay al-Qurasyiyyah al-Umawiyyah yang berkunyah dengan Ummu Habibah. Dia lahir tujuh belas tahun sebelum kenabian. Ibunya bernama Shafiyyah bintu Abil ‘Ash bin Umayyah bin ‘Abdi Syams. Continue reading

Ummu HakimBintu Al-Harits

Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran

 

Ramadhan, tahun ke-8 hijriyah. Pertolongan dan kemenangan dari sisi Allah telah datang. Dulu, Rasulullah dan kaum muslimin pergi dari tanah air mereka dalam keadaan terhina dan tertindas. Kini, dengan segenap kemuliaan, Allah buka negeri Makkah untuk mereka.

Pasukan muslimin datang bak gelombang yang menggoncangkan nyali. Dengan sepenuh tawadhu’ dan ketundukan kepada Rabbnya, Rasulullah memasuki negeri Makkah, diiringi pasukan Muhajirin dan Anshar. Sembari mengenakan sorban hitam, beliau menunduk dalam-dalam hingga dagu beliau hampir-hampir menyentuh punggung tunggangannya.

Penduduk Makkah kocar-kacir. Sebagian menutup dan mengunci pintu rumahnya, sebagian lagi berlindung di Baitul Haram, untuk mendapatkan keamanan sebagaimana jaminan Rasulullah. Continue reading

Ummu Haram Bintu Milhan

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran)

 

Bak kemuliaan raja-raja di atas singgasana, mereka hendak muliakan kalimat Rabbnya. Di antara mereka, seorang wanita menyimpan sebuah asa. Bukanlah dunia yang dia inginkan, melainkan menggapai ketinggian di sisi Rabbnya.

Tak ubahnya seperti saudari kandungnya, Ummu Sulaim bintu Milhan, dia pun seorang wanita yang begitu mendambakan kemuliaan. Dia begitu dimuliakan oleh Rasulullah dengan mengunjunginya, tidur siang di rumahnya1, dan mendoakannya agar meraih syahadah. Dia bernama Ummu Haram bintu Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundab bin ‘Amir bin Ghanam bin ‘Ady bin An-Najjar Al-Anshariyah. Ibunya bernama Mulaikah bintu Malik bin ‘Ady bin Zaid Manat bin ‘Ady bin ‘Amr bin Malik bin An-Najjar. Continue reading

Ummu ‘Aiman

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran)

Perjalanannya dalam mengiringi kehidupan Rasulullah tak dapat diabaikan. Kemuliaan yang disandangnya di sisi Rasulullah tak layak dilupakan. Hingga manusia paling mulia itu pun berkata tentangnya, dialah ibu setelah ibuku….

Wanita yang mulia ini bernama Barkah bintu Tsa’labah bin ‘Amr bin Hishn bin Malik bin Salamah bin ‘Amr bin An-Nu’man Al-Habasyiyah. Namun dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Aiman.
Semula Ummu Aiman adalah seorang budak milik ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib, ayah Rasulullah. Di kemudian hari, setelah ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib meninggal, Ummu ‘Aiman diwarisi oleh Rasulullah. Dialah yang mengasuh Rasulullah semenjak kecil. Continue reading

Umaimah Bintu Ruqaiqah At-Tamimiyah

Sebenarnya dia adalah Umaimah bintu ‘Abd bin Bijad bin ‘Umair bin Al-Harits bin Haritsah bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib. Adapun Ruqaiqah adalah nama ibunya, Ruqaiqah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza, saudari Khadijah bintu Khuwailid, istri Nabi.

Umaimah disunting oleh Habib bin Ku’aib bin ‘Utair Ats-Tsaqafi.

Dia adalah salah satu wanita yang beriman kepada Rasulullah dan berbai’at pada beliau. Para wanita itu pun menyatakan, tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, dan tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, serta tidak akan mendurhakai Rasulullah dalam perkara yang ma’ruf. Continue reading

Shafiyah bintu Abdil Muthalib

Seorang wanita di kalangan bangsawan Quraisy. Dia sambut ajakan anak saudaranya tatkala menyeru manusia untuk meninggalkan penyembahan berhala. Dengan keimanannya dia berhijrah, serta menjalani kemuliaan.

Dia bernama Shafiyyah bintu ‘Abdil Muththalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf bin Qushay Al-Qurasyiyah Al-Hasyimiyah. Ibunya bernama Halah bintu Wahb bin ‘Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Dia saudari kandung Hamzah bin ‘Abdil Muththalib. Continue reading