HENTIKAN AKTIVITAS UNTUK MENJAWAB ADZAN

🕌🔊🕌🔊🕌🔊🕌🔊🕌🔊🕌🥀🥀 REALITA YANG PERLU DIRUBAH...

✏️ Dari Jabir Bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قـال حين يسمع النداء :

“Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan,

اللهم رب هـذه الدعـوة التامـة والصـلاة القائـمة آت محمـداً الوسـيلة والفضـيلة وابعـثه مـقاماً محمـوداً الـذي وعـدته،

Allahumma Rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaaman mahmuudanil ladzi wa’adtah.

حَـلَّتْ لـه شـفاعتي يـوم القيامـة.

Maka dia akan mendapat syafa’atku pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari : 579)

✏️▪️ Dan sabda beliau,

“إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ …”

“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku…”
(HR. Muslim: 577)

▪️▪️▪️▪️▪️

✏️ Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

وهـذا ثـمن قـليل لعـوض كـثير ، وهـو أن يُـدرك شـفاعة النـبي صـلى الله علـيه وعـلى آلـه وسـلم ، كـثير مـن الـناس تجـده يـؤذن وهـو لا يُبـالي ، يتحـدث ، يقـرأ ، يُراجـع ، ولا يجـيبُ المـؤذن ، وهـذا حـرمانٌ كـبير.

☝🏻 “Ini adalah harga yang sedikit untuk meraih ganti yang banyak, yaitu mendapatkan syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

💦 Namun banyak manusia kamu dapati (mendengar) adzan tapi dia tidak peduli, tetap berbicara, tetap membaca, muroja’ah, dan tidak menjawab muadzin, dan ini adalah kerugian yang besar.”
(Syarah Misykatil Mashabih : 1/519, channel telegram @zaadelmaad)

✏️ Dan al-‘Allamah Muhammad Aman al-Jami rahimahullah mengatakan,

أسباب الشفاعة كثيرة و بعضها سبب هين جدا و ميسور على من يسره الله عليه، لكن ما أكثر غفلتنا عن هذا السبب العظيم !

“Sebab-sebab Syafa’at itu banyak sekali, sebagiannya ringan sekali, dan sangat mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah.

💦 Tetapi banyak sekali kelalaian kita dari sebab agung ini.

تسمع المؤذن و تتابعه و تقول كما يقول، ثم تصلي على النبي -صلى الله عليه و سلم- و تطلب لرسول الله الوسيلة و الفضيلة، من فعل ذالك وجبت له شفاعته -صلى الله عليه و سلم-.

Kamu mendengar muadzin adzan, kamu ikuti dia, kamu ucapkan seperti apa yang dia ucapkan, kemudian kamu shalawat kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kamu (berdo’a) memintakan untuk beliau al-Wasilah dan al-Fadhilah.

Barangsiapa yang melakukan hal itu, maka dia akan mendapat syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

سهل ميسور،و لكن الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم، فيأتي يشغلك، هذا يسألك، هذا يتكلم معك…

Sangat mudah sekali, tetapi setan terus bergerak di dalam aliran darah tubuh Bani Adam.

Maka dia datang menyibukkanmu, ini bertanya kepadamu, dan yang ini mengajak bicara kamu.”

(Syarah Syuruth La Ilaha Illallah : 54-55, cet. Maktabah Dar an-Nashihah Madinah)

https://t.me/ahlussunnahmalang

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.con
🖥 Https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

MEMBOIKOT PRODUK NEGERI KAFIR YANG MENGHINA NABI

⚠️ MEMBOIKOT PRODUK NEGERI KAFIR YANG MENGHINA NABI

✍🏻 Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

📭 Pertanyaan:

ما الواجب علينا تجاه دولة الدنمارك التي تكرر منها الاستهزاء برسول الله صلى الله عليه وسلم وهل تنصحنا يا شيخ بمقاطعة منتجاتهم؟

Apa kewajiban kita terkait peristiwa yang tejadi di negara Denmark yang mengulang perbuatan melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula apakah Anda menasihati kami untuk memboikot produk-produk mereka?

🔓 Jawaban:

الواجب علينا مع الكفار عموما ومع من تطاول على نبينا وشريعتنا خصوصا أن نرد عليهم وأن نبطل شبيهاتهم وأن نذكر ما عندهم من المعايب لا نعيب دينهم لكن نعيب ما أحدثوه وما غيروه وما بدلوه

“Kewajiban kita terhadap orang-orang kafir (secara umum) dan orang-orang yang lancang terhadap nabi kita dan syariat kita (secara khusus) adalah kita membantah mereka, mematahkan syubhat mereka, dan menyebutkan tentang kejelekan-kejelekan mereka.

👉🏻 Maksudnya, kita tidak menghina agama mereka. Namun, kita mencela perkara baru yang mereka ada-adakan, hal-hal yang mereka ubah, dan perkara yang mereka ganti (dalam agama mereka).

●> Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلۡ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِۚ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ ٱلۡقِرَدَةَ وَٱلۡخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّٰغُوتَۚ أُوْلَٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ٦٠

“Katakanlah, ‘Apakah aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu orang yang dilaknat dan dimusuhi Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera atau babi, dan orang yang menyembah taghut.’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”
(al-Maidah: 60)

فنحن نرد عليهم بما عندهم من المخازي التي هم لا ينكرونها والتي تفضحهم لا نكذب عليهم وإنما نذكر ما عندهم من المخازي التي ذكرها الله في القران عنهم وذكرها الرسول صلى الله عليه وسلم والتي أنكرها عليهم أنبياءهم وعلماءهم حتى يفتضحوا

Kita membantah mereka dengan menyebutkan perbuatan-perbuatan hina yang mereka sendiri tidak mengingkarinya. Hal itu akan mempermalukan mereka sendiri. Kita tidak boleh berdusta tentang mereka. Kita hanya menyebutkan kehinaan perbuatan mereka yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an dan yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam, demikian pula yang diingkari oleh nabi-nabi mereka sendiri dan ulama-ulama mereka sampai mereka merasa malu karena tersingkap aibnya.

وأما المقاطعة التجارية فهذه من السياسة الشرعية ترجع إلى ولي الأمر فإذا أمر ولي الأمر بمقاطعتهم قاطعناهم هذه من صلاحيات ولي الأمر لتكون المقاطعة جماعية أما إذا كانت المقاطعة فردية فإنها لا تضر فلا تؤثر

⚠️ Adapun pemutusan perekonomian, itu termasuk as-Siyaasah asy-Syar’iyyah yang perkaranya dikembalikan kepada pemerintah.

•••> Apabila pemerintah memerintahkan hal tersebut, kita boikot mereka. Ini adalah wewenang pemerintah, agar pemboikotan bisa dilakukan secara serempak.

••> Adapun jika pemboikotan hanya dilakukan secara individu saja, itu tidak merugikan mereka sehingga tidak ada pengaruhnya.”

📚 Sumber || http://alfawzan.af.org.sa/ar/node/1960

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/memboikot-produk-negeri-kafir-yang-menghina-nabi/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.con
🖥 Https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

PARA NABI ‘ALAIHIMUS SALAM BUKANLAH MANUSIA YANG BERPANGKU TANGAN

📘📍📘📍📘📍📘📍📘📍📘✏️ PARA NABI 'alaihimus salam BUKANLAH MANUSIA YANG BERPANGKU TANGAN ...

📜 ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

كان آدم عليه السلام حراثا، و نوح نجارا، و إدريس خياطا، و إبراهيم و لوط زراعين، و صالح تاجر، و داود زرادا، و موسى و شعيب و محمد -صلوات الله عليهم- رعاة.

1️⃣. Nabi Adam ‘alaihissalam dahulu seorang pengolah tanah.

2️⃣. Nabi Nuh tukang kayu.

3️⃣. Nabi Idris ahli jahit.

4️⃣. Nabi Ibrahim dan Luth seorang petani.

5️⃣. Nabi Shalih seorang pedagang.

7️⃣. Nabi Dawud ahli pembuat baju zirah.

8️⃣. Nabi Musa, Syu’aib dan Nabi Muhammad shalawaatullah ‘alaihim adalah para penggembala.

(Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 52, cet. Dar Ibnil Jauzi Kairo)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.con
🖥 Https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

NASEHAT UNTUK TENAGA KESEHATAN AGAR BERDAKWAH

❓Pertanyaan:
Mohon nasehat untuk para dokter, paramedis dan tenaga kesehatan agar memiliki semangat dan harapan pahala yang yang besar di sisi Allah dalam menunaikan tugas dan profesi kemanusiaannya.

📍 Dijawab oleh Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal hafizhahullah:

🏷️ Diriwayatkan dalam hadits-hadits yang sahih, dalam peperangan Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan sebagian shahabat atau shahabiyat untuk mengurusi pasukan yang terluka dalam pertempuran.

🩺 Tidak diragukan bahwa mengobati dan merawat orang-orang yang sakit serta membantu mereka memenuhi hajatnya untuk makan, minum dan hajat-hajat lainnya adalah amalan yang masyru’ (disyareatkan) dan dicintai Allah ta’ala.

👉🏻 Siapa yang menunaikannya dengan keikhlasan dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah صلى الله عليه وسلم maka dia akan mendapatkan keutamaan yang besar di dunia dan di akhirat.

🍶 Jangankan berbuat baik kepada manusia, berbuat baik kepada hewan pun seorang akan mendapatkan pahala.

🏷️ Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Seekor anjing berputar-putar di sekeliling sebuah sumur, dalam keadaan dia hampir mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur dari kalangan Bani Israil melihatnya. Kemudian wanita itu melepas sepatunya lalu memberi minum anjing tersebut. Karena itu, dia diampuni oleh Allah.”
(HR. al-Bukhari (4/216 [2467]) dan Muslim (2245).)

☝🏻 Hadits yang mulia ini membimbing kita agar bersemangat berbuat baik dan tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun.

🔬 Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan
👉🏻 harapkanlah pahala yang besar di sisi Allah saat anda mendiagnosa penyakit seorang pasien,
👉🏻 harapkan pahala saat anda memberikan obat,
👉🏻 harapkanlah pahala Allah ketika membersihkan luka, memasang perban pada pasien, memasang jarum infus atau transfusi darah atau tindakan medis lainnya.

✋🏻❌ Jangan remehkan kebaikan saat memberikan obat kepada pasien atau ketika membantu makan dan minumnya.

☝🏻☝🏻 Itu semua adalah kebaikan, ketika anda lakukan dengan keikhlasan dan penuh harap kepada Allah.

🕌 Berdakwah di Rumah Sakit 🕌

Ada perkara lain yang lebih dibutuhkan pasien daripada tindakan tindakan medis, obat, makan dan minum. Kebutuhan itu adalah bimbingan syar’i, Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salaful ummah.

💉 Pasien yang anda rawat, sesungguhnya membutuhkan bimbingan agar selalu memurnikan tawakkalnya hanya kepada Allah. Mereka membutuhkan bimbingan dan nasehat agar selalu memurnikan ibadah hanya kepada Allah. Karena untuk itulah manusia dan jin diciptakan.

🧫 Boleh jadi, disaat anda menjalankan profesi sebagai dokter atau paramedis, menjumpai pasien mengucapkan kalimat yang mengandung kesyirikan, maka bimbinglah dia agar selamat dari kesyirikan dalam ucapan.

🧫 Atau anda dapatkan ada pasien yang tampak memakai jimat atau sejenisnya untuk kesembuhan penyakitnya, sungguh kebutuhan dia untuk selamat dari kesyirikan lebih besar dari kebutuhannya terhadap obat untuk penyakit badannya.

🧫 Pasien yang anda rawat juga butuh bimbingan untuk menunaikan ibadah yang Allah wajibkan sesuai dengan bimbingan Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Mereka perlu bimbingan untuk bersuci, berwudhu atau bertayammum.

Mereka sangat membutuhkan bimbingan agar bisa menunaikan ibadah shalat di saat sakit serta bimbingan lainnya.

Terlebih jika anda dapatkan pasien anda adalah seorang Yahudi, Nasrani, ajaklah dia untuk keluar dari kekafiran menuju cahaya Islam.

🩺☝🏻 Walhasil, tunaikanlah profesi anda dengan penuh keikhlasan, bersungguh sungguhlah anda dalam mengemban misi kemanusiaan dan juga misi yang lebih besar dari itu yaitu dakwah ila lloh, mengajak manusia untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah.”

Sumber:
https://problematikaumat.com/nasehat-untuk-tenaga-kesehatan-agar-berdakwah/

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

NASEHAT BAGI YANG INGIN MEMBUAT CHANNEL YOUTUBE

📲📝📲📝📲📝📲📝📲📝

https://t.me/syarhussunnahlinnisa

📝 Transkrip Tanya Jawab
•••••••••••••••••••••••••••
Sumber audio:@nasihatimamnawawi📝📲 NASEHAT BAGI YANG INGIN MEMBUAT CHANNEL YOUTUBE 🖥️📹

❓ Pertanyaan:

Apakah seseorang boleh menjadi seorang YOUTUBER? Dimana di videonya tidak ada gambar makhluk bernyawa disitu. Mohon jawabannya Ustadz. Jazakallahu khairan Barakallahu fiikum

✒️ Dijawab oleh Ustadz Muhammad bin Umar As Sewed حفظه الله تعالى (Pada sesi Tanya Jawab Untaian Mutiara Nasehat Imam Nawawi, Pertemuan ke 21, Radio Indah Siar)

“Masalahnya bukan hukum boleh, atau tidak boleh secara larangan. Secara pasti begitu yaa.

👉🏻 Tetapi masalahnya adalah kehati-hatian. ⚠️

Karena ketika kita memiliki (apa istilahnya) memiliki channel youtube, itukan biasanya mesti ada iklan (satu), bahkan tentunya apalagi kalau engkau sudah (masya Allah) itu hak mereka.

Hak youtube untuk memasukkan iklan, dan kamu tidak bisa protes.
Dan itu tentunya uang yang untuk membayar kamu nantinya.

✋🏻❌ Maka sungguh tidak pantas ketika ada, sesuatu acara pengajian misalnya atau acara sesungguhnya baik, tidak ada gambar makhluk hidup, hanya ada suara dan tulisan² al Qur’an, bahwa ini ayat begini, ayat begitu, diterangkan tafsirnya, tapi sebelum dan sesudahnya atau ditengah²nya ada iklan seorang wanita yang
عاريات كاسيات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة المائلة،
💦 Ini wanita-wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang.

📍 Ini wallahu ta’ala a’lam, SEBAGAI KEHATI-HATIAN, SAYA TIDAK MENGANJURKAN UNTUK MEMBUKA CHANNEL YOUTUBE.

Barakallahu fiikum

(Durasi 1:55)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Ditranskrip pd tgl 10 Dzulqodah 1441 H
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

👇👇

https://t.me/syarhussunnahlinnisa/28460

MEMBANTU KEBUTUHAN SEORANG MUSLIM

✈🏠⏳🍹✈🏠⏳🍹✈⏳🏠🍹🤝🏻 MEMBANTU KEBUTUHAN SEORANG MUSLIM

🖍 (ditulis oleh: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc hafidzhahullah)

🥀 Adalah sikap tercela manakala seseorang hanya memikirkan maslahat dirinya sendiri tanpa peduli dengan nasib saudaranya. Bahkan, seseorang tidak akan dikatakan sebagai mukmin yang sempurna imannya apabila tidak menyukai kebaikan bagi saudaranya seperti apa yang ia suka untuk dirinya. 

●> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak beriman salah seorang kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu)

👉🏻 Hal itu karena masyarakat muslimin seperti satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, anggota tubuh yang lainnya akan ikut merasakannya. Seorang muslim yang baik niscaya akan bahagia ketika muslim yang lainnya berada dalam keadaaan yang baik. Sebaliknya, apabila mengetahui saudaranya berada dalam kondisi kesulitan, dia bersedih dan ikut memikirkan upaya melepaskan penderitaan saudaranya.

Sungguh, apabila seseorang bisa menyuguhkan kebaikan bagi saudaranya seiman berarti dia telah mengukir kemuliaan dalam hidupnya yang kelak akan senantiasa terkenang. Dia juga akan meraih predikat sebaik-baik orang. 

●> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik orang adalah yang paling berguna bagi orang lain.”
(HR. al-Qudha’i dan dinyatakan hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 426)

🧉 Usaha orang seperti ini tidak akan sia-sia, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.”
(al-Muzzammil: 20)

🚿 Bantuan dari Allah subhanahu wa ta’ala akan terus mengalir kepadanya selama dia mau membantu saudaranya karena balasan itu sesuai dengan perbuatan.

┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈
MEMBERI SYAFA’AT
┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈

Di antara kebaikan yang dianjurkan dan besar keutamaannya tersebut adalah memberi syafaat untuk seseorang di hadapan orang lain.

💬 Yang dimaksud dengan syafaat di sini adalah permohonan kebaikan untuk orang lain. Artinya, seseorang menjadikan dirinya sebagai perantara untuk mengemukakan hajat/ kebutuhan saudaranya di hadapan orang lain untuk mewujudkan tujuan saudaranya.

Syafi’ (pemberi syafaat/perantara) ini biasanya orang yang terpandang di tengah-tengah masyarakat sehingga kemungkinan besar permintaannya untuk saudaranya akan dikabulkan oleh penguasa dan semisalnya.

●> Hendaknya kedudukan yang dimiliki seseorang bisa dimanfaatkan untuk memperjuangkan nasib saudaranya-saudaranya seiman. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اشْفَعُوا فَلْتُؤْجَرُوا

“Berilah syafaat niscaya kalian akan diberi pahala.”
(Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu’anhu)

👉🏻 Hadits ini mengandung faedah yang besar, yaitu seorang hamba seyogianya berusaha dalam perkara-perkara kebaikan. Sama saja, apakah usaha ini akan membuahkan hasil yang maksimal atau sesuai yang diharapkan, atau sebagiannya atau bahkan hasilnya nihil. Di antara usaha tersebut adalah memberi syafaat bagi orang lain di hadapan penguasa, pembesar, dan orang-orang yang memiliki kebutuhan terkait dengan mereka.

Umumnya, orang malas untuk memberi syafaat/ menjadi perantara bagi orang lain apabila dia belum yakin akan diterima syafaatnya. Sikap ini menyebabkan seseorang melewatkan kebaikan yang besar, yaitu pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Selain itu, ia juga melewatkan kesempatan untuk berbuat baik kepada saudaranya. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah para sahabat untuk membantu tercapainya kebutuhan saudaranya agar mereka bersegera meraih pahala di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

●> Syafaat yang baik itu dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya,
“Barang siapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) darinya.”
(an-Nisa: 85)

Dengan syafaat ini, seseorang telah bersegera meraup pahala dari Allah dan bersegera menyuguhkan kebaikan bagi saudaranya. Bisa jadi, syafaatnya menjadi sebab tercapainya seluruh kebutuhan saudaranya atau sebagiannya, dan seperti itu memang kenyataannya. Dengan syafaat ini pula, seseorang telah menutup pintu yang mengarah kepada sikap pesimis, karena mencari dan usaha adalah pertanda adanya harapan tercapainya tujuan.
(Lihat Bahjatul Qulub karya asy-Syaikh as-Sa’di syarah hadits ke-14)

┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈
TIDAK MEMBERI SYAFA’AT PADA URUSAN YANG HARAM
┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈

Anjuran untuk menjadi perantara agar tercapainya kebutuhan seorang sebagaimana disebutkan di atas, hanyalah pada urusan kebaikan dan yang tidak mengandung pelanggaran syariat. Oleh karena itu, apabila seseorang memberi syafaat untuk orang lain di hadapan penguasa, misalnya agar orang tersebut diberi izin membangun tempat-tempat maksiat, syafaat ini haram hukumnya dan dia ikut menanggung dosanya. 

●> Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,

“Dan barang siapa yang memberi syafaat yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) darinya.”
(an-Nisa: 85)

💥 Termasuk syafaat yang haram adalah yang mengandung bentuk pemudaratan. Misalnya, kita merekomendasikan seseorang kepada pemegang kebijakan agar orang tersebut menduduki jabatan tertentu yang telah dipegang oleh orang yang mumpuni. Apabila kita melakukan hal ini, berarti kita telah ikut menzalimi hak saudara kita dan ikut andil meretakkan sendi-sendi ukhuwah (persaudaraan) di tengah-tengah umat.

💥 Di antara syafaat lain yang haram adalah syafaat yang mengandung satu bentuk perlindungan kepada pelaku kriminal yang layak dihukum agar dia tidak dihukum.

●> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُوْنَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهِ فَقَدْ ضَادَ اللهُ

“Barang siapa syafaatnya menghalang-halangi suatu had (hukuman yang ada ketentuannya dalam syariat) Allah subhanahu wa ta’ala, dia telah menentang Allah subhanahu wa ta’ala.”
(HR. Abu Dawud, dll. Asy-Syaikh al-Albani menyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 6196)

Dahulu ada seorang wanita dari Bani Makhzum mencuri. Hukuman potong tangan akan diberlakukan terhadapnya. Keluarga wanita itu lalu menemui sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, orang yang dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka meminta Usamah radhiyallahu ‘anhuma untuk menyampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau menggugurkan hukuman tersebut. Usamah radhiyallahu ‘anhuma pun menyampaikannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

💬Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menegurnya dengan mengatakan, 
“Apakah kamu akan memberi syafaat pada salah satu hukum had Allah?!”

🎙 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berdiri dan menyampaikan ceramahnya (yang artinya), 
“Wahai manusia, hanyalah yang menjadikan orang sebelum kalian tersesat adalah karena apabila ada orang yang berkedudukan mencuri, mereka membiarkannya, sedangkan apabila yang mencuri adalah orang biasa, mereka menegakkan (hukuman) atasnya. Demi Allah, andaikata Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya Muhammad akan memotong tangannya.”
(Lihat Shahih al-Bukhari no. 6788)

📝 Ulama mengatakan bahwa larangan memberi syafaat dalam perkara seperti ini berlaku apabila pelaku kejahatan tersebut telah dihadirkan di hadapan penguasa. Adapun apabila belum sampai dihadirkan dan diupayakan adanya mediasi untuk tidak dipotong atau korban pencurian memaafkan, hukuman bisa gugur dari pencuri tersebut. Lebih-lebih apabila si pencuri itu menyesal dan bukan orang yang terkenal jahat.”
(Lihat Fathul Bari 12/87-96 cetakan pertama, terbitan as-Salafiyah)

📝Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata, 
__“Adapun orang yang terus-menerus melakukan kejahatan dan terkenal kebatilannya (baca: residivis, -red.) tidak boleh diberi syafaat (pembelaan agar tidak dihukum). Hal ini untuk memunculkan efek jera.”__ 
(Fathul Bari 10/451)

┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈
APABILA SYAFAAT DI TOLAK
┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈

Orang yang memberi syafaat saudaranya akan meraih pahala meski syafaatnya tidak diterima. Dengan syafaat ini dia telah membuktikan kecintaan dan kepeduliannya terhadap problem saudaranya. Adapun urusan keberhasilan usahanya tidak menjadi tanggung jawabnya.

Orang yang ditolak syafaatnya tidak perlu kecewa, apalagi memendam kebencian kepada pihak yang menolaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun, pemimpin seluruh manusia, pernah tidak diterima syafaatnya.

Dahulu Barirah dan suaminya, Mughits, menyandang status sebagai budak. Lalu Barirah dimerdekakan oleh tuannya. Ketentuannya, apabila seorang istri telah merdeka dan suaminya masih berstatus budak, wanita itu punya pilihan. Dia diberi kebebasan untuk memilih, melanjutkan hubungan rumah tangga atau bercerai/berpisah dengan suaminya. Barirah memilih berpisah dengan Mughits. Mengetahui hal ini, Mughits tidak kuasa menahan air mata. Dia begitu berat berpisah dengan Barirah karena sangat mencintainya. Mughits, sambil menangis, mondar-mandir di belakang Barirah. Melihat hal itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam iba kepada Mughits. Beliau pun memanggil Barirah seraya memberi tawaran kepadanya untuk kembali kepada Mughits.

Barirah bertanya, 
“Wahai Rasulullah, apakah ini perintah dari Anda kepadaku?”

Beliau menjawab, 
“Saya hanya memberi syafaat.”

Barirah mengatakan, 
“Aku tidak ingin kembali kepadanya.”
(Lihat Shahih al-Bukhari no. 5283)

✒ Di antara faedah kisah tersebut adalah:

1⃣. Bolehnya seseorang tidak mengikuti saran orang lain, dalam urusan yang bukan wajib.
2⃣. Disunnahkan memasukkan perasaan bahagia pada diri seorang muslim.
3⃣. Orang yang memberi syafaat mendapat pahala meskipun permintaannya tidak dikabulkan.
(Fathul Bari 9/414)

✒ Disebutkan dalam biografi al-Imam Muhammad bin Ahmad bin Qudamah  rahimahullah bahwa ia banyak menuliskan syafaat bagi orang-orang yang datang (meminta) kepadanya untuk disampaikan kepada penguasa.

💬Pada suatu hari, petugas yang mengurusi (permohonan-permohonan) mengatakan kepada Ibnu Qudamah rahimahullah, 
“Sesungguhnya Anda menulis kepada kami (permohonan) orang-orang yang kami tidak ingin menerima syafaat bagi mereka, namun kami (juga) tidak kuasa menolak tulisanmu.”

🔊 Ibnu Qudamah  rahimahullah berkata, 
“Saya telah membantu keinginan orang yang datang meminta bantuan kepada saya, tapi itu terserah Anda. Jika Anda ingin mengabulkan permohonan saya (maka terimalah), dan jika tidak, juga tidak mengapa.”

💬Petugas tersebut mengatakan, 
“Kami tidak akan menolaknya selama-lamanya.”
(Dinukil dalam kitab Ma’alim fi Thariqi Thalabil Ilmi hlm. 161 dari kitab Dzail Thabaqat al-Hanabilah)

┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈
BERZAKAT DENGAN KEDUDUKAN
┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈

Membantu orang lain tak selamanya harus dengan harta atau tenaga, bahkan kedudukan yang kita miliki bisa kita manfaatkan untuk memperjuangkan nasib saudara kita.

Dahulu ada seorang alim bernama al-Hasan bin Sahl rahimahullah. Seseorang menemuinya untuk meminta syafaat darinya dalam satu keperluan. Al Hasan  rahimahullah mengabulkan keinginannya. Lalu orang tersebut datang mengucapkan terima kasih kepadanya.

•> Al-Hasan bin Sahl rahimahullah lalu mengatakan, 
“Mengapa engkau berterima kasih kepada kami, padahal kami memandang bahwa kedudukan (juga) ada zakatnya seperti harta!”

💬 Lalu al-Hasan menyebutkan syairnya yang artinya kurang lebih sebagai berikut:

“Diwajibkan atasku memberi zakat yang dimiliki tanganku

sedangkan zakat kedudukan adalah dengan membantu dan memberi syafaat.

Apabila engkau punya (harta) maka berdermalah,

dan jika belum mampu, curahkan segala daya dan upayamu untuk memberi manfaat.”
(al-Adab asy-Syar’iyyah)

✒ Disebutkan dalam biografi Abdullah bin ‘Utsman (‘Abdan) rahimahullah, syaikh (guru) al-Imam al-Bukhari rahimahullah bahwa ia mengatakan, 
**“Tidaklah seorang meminta suatu kebutuhan kepadaku melainkan aku membantunya dari diriku sendiri. Apabila tidak terpenuhi, aku bantu dengan hartaku. Ketika belum terpenuhi juga, aku meminta bantuan teman-temanku. Apabila belum terpenuhi pula, aku meminta bantuan kepada penguasa.”**

✒ Al-Imam Ibnu Muflih  rahimahullah menyebutkan bahwa al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, 
“Adalah Harun ar-Raqqi telah berjanji kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk tidak menolak seorang pun yang meminta syafaat kepadanya melainkan ia menuliskannya. Seorang lelaki pernah menemuinya dan mengatakan bahwa anaknya tertawan di Romawi. Dia meminta Harun untuk menulis kepada Raja Romawi agar melepaskan anaknya. Ar-Raqqi mengatakan,
‘Aduh kamu, dari mana raja Romawi mengenalku? Jika ia bertanya tentang aku, dan dijawab bahwa aku seorang muslim, bagaimana dia akan mengabulkan hakku?!’

Orang tersebut mengatakan,
‘Ingatlah janjimu kepada Allah subhanahu wa ta’ala.’

Akhirnya, ar-Raqqi menuliskan syafaat untuknya kepada Raja Romawi. Tatkala Sang Raja membaca tulisannya, ia bertanya,
‘Siapa orang ini?’

Dijawab bahwa ia adalah orang yang telah berjanji kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwa tidaklah dia diminta menuliskan syafaat melainkan ia akan menuliskannya, kepada siapa pun.

Sang Raja berkata,
‘Orang ini berhak dikabulkan. Lepaskanlah tawanannya….’.”
(al-Adab asy-Syar’iyah 2/172)

Sumber:
https://asysyariah.com/membantu-kebutuhan-seorang-muslim/

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com

📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

DI ANTARA HAK SEORANG GURU

📢📑✏ 📢📑✏📢📑✏📝 DI ANTARA HAK SEORANG GURU

✍🏻 Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

و إذا أخطأ المعلم في شيء فلينبهه برفق ولطف بحسب المقام
ولا يقول له أخطأت أو ليس الأمر كما تقول، بل يأتي بعبارة لطيفة يدرك بها المعلم خطأه بدون أن يتشوش قلبه. فإن هذا من الحقوق اللازمة، وهو أدعى للوصول إلى الصواب، فإن الرد الذي يصحبه سوء الأدب وانزعاج القلب يمنع من تصور الصواب ومن قصده

“Apabila seorang guru melakukan kesalahan dalam suatu hal, ingatkanlah dia dengan lembut dan halus sesuai kondisi.

✋🏻❌ Jangan berkata kepadanya,
“Engkau salah”
atau “Yang benar bukan seperti yang anda katakan”.

Akan tetapi, hendaknya dia menggunakan ungkapan halus yang membuat guru menyadari kesalahannya tanpa membuat kacau hatinya.

☝🏻 Ini merupakan hak guru yang harus ditunaikan.

Cara ini lebih mampu mengembalikannya kepada hal yang benar.

Sebab, bantahan yang disertai dengan adab yang jelek dan membuat hati menjadi kacau, akan membuat guru tidak mampu mendapatkan gambaran permasalahan yang benar dan tidak mampu menuju ke sana.”

📚 Adabul Muallimin Wal Muta’allimin hlm. 23

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/di-antara-hak-seorang-guru/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

JANGANLAH TERGESA-GESA MENINGGALKAN TEMPAT SHALATMU !!

🗳️🎀🗳️🎀🗳️🎀🗳️🎀🗳️🎀🗳️🕯️⏱️ JANGANLAH TERGESA-GESA MENINGGALKAN TEMPAT SHALATMU !!

📝▫️Berkata asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah  

“Duduk setelah salam pada shalat-shalat yang fardhu, merupakan waktu yang paling utama dari waktu-waktu yang ada yang padanya turun rahmat Allah azza wa jalla.

🚧 MAKA JANGANLAH ENGKAU TERGESA-GESA UNTUK BANGKIT !!

👉🏻 Beristighfarlah !! (Meminta ampun kepada Allah)

👉🏻 Bertasbihlah !! (Mengucapkan Subhanallah)

👉🏻 Dan bertahmidlah !! (Memuji Allah, dengan mengucapkan Alhamdulillah)

👉🏻 Dan bertahlillah (Mengucapkan kalimat “La ilaha ilallah”)

👉🏻 Serta bertakbirlah !! (Mengucapkan Allahu Akbar)

••••

📝 Berkata Ibnu Bathol rahimahullah :

“Barangsiapa yang banyak dosanya dan ia menginginkan agar Allah menghapus dosanya, tanpa harus bersusah payah;

✔️ Maka hendaknya ia memanfaatkan untuk tetap di tempat shalatnya, yang shalat padanya.

👉🏻 Agar supaya para malaikat memperbanyak doa untuknya dan memintakan ampun untuknya.”

📚Syarh Ibnu Bathol (3/114).

🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN

🎡❌🎡❌🎡❌🎡❌🎡❌🎡❌🎡❌🎡🔥 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN 🔥

🎙Oleh: Al-Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah

📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi’ul Awwal 1437 H – 27 Desember 2015 M l Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon

🅾 [durasi 03:43- 1,1 MB]

🔌 (TRANSKRIP)

“..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya….

INI MASA-MASA HURA – HURA…

Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini… acara bergadang segala macam..

SEHINGGA ANAK – ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA – MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN – AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA..

Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam…Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN….. !**

Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na’udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN…** BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian… sekarang sekian..

Ikhwani fiddiin a’azzakumullah…

Apakah itu patut dirayakan…???

SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA… LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI’LISH SHAHABAH, WA LAA TABI’IN, WA LAA TABI’IT TABI’IN, WA LA AIMMAH….

Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam… APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI…KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.

Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi… Namanya masehi…

Ikhwani fiddin a’azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al ‘izzah..

INI PERKARA YANG BETUL – BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..”
[QS. at-Tahrîm/66:6]

••••
http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 http://www.alfawaaid.net

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com
📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

SSLN

FAKIR ATAUPUN KAYA ADALAH COBAAN, MAKA BAGI YANG FAKIR JANGANLAH BERSEDIH DAN YANG KAYA JANGANLAH SOMBONG

🖍️📍🖍️📍🖍️📍🖍️📍🖍️📍🖍️📍🖍️🚗🚲 FAKIR ATAUPUN KAYA ADALAH COBAAN, MAKA BAGI YANG FAKIR JANGANLAH BERSEDIH DAN YANG KAYA JANGANLAH SOMBONG

📍berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah

“Fakir dan kaya adalah cobaan dari Allah kepada hambanya.

••> Sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu Allah memulyakannya dan memberinya kesenangan, maka dia akan berkata: “Rabbku telah memuliakanku”.
Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata:
“Rabbku menghinakanku”
(Al-Fajr 16-17)

Yaitu maksudnya :

👉🏻✋🏻 Tidaklah setiap orang yang Aku (Allah -red) meluaskan rezekinya dan memberi nikmat kepadanya, karena Aku memulyakannya.

👉🏻✋🏻 Dan setiap orang yang Aku sempitkan rezekinya dan membatasi nikmatnya, karena Aku menghinakan.

☝🏻 Karena kemulyaan adalah jikalau Allah memulyakan seorang hamba dengan mudahnya ia melakukan ketaatan kepada-Nya, beriman kepada-Nya, cinta kepada-Nya, serta mengenal diri-Nya.

☝🏻 Dan kehinaan adalah jikalau yang demikian itu terampas darinya (tidak seperti yang di sebutkan di atas).”

(Madarijus Salikin Ibnul Qayyim 2/751)

http://t.me/faedahislamiyahslogohimo

🇸🇦 Arabic

الفقر والغنى ابتلاء من الله ، فلا تحزن أيها الفقير ، ولا تغتر أيها الغني

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :

🔸والفقر والغنى ابتلاء من الله لعبده . كما قال تعالى *:(فأما الإنسان إذا ما ابتلاه ربه فأكرمه ونعَّمه فيقول ربي أكرمن * وأما إذا ما ابتلاه فقدر عليه رزقه فيقول ربي أهانن )*

أي : ليس كل من وسَّعت عليه وأعطيته : أكون قد أكرمته ، ولا كل من ضيَّقت عليه وقتَّرت : أكون قد أهنته ، فالإكرام : أن يكرم الله العبد بطاعته ،والإيمان به ، ومحبته ومعرفته ، والإهانة : أن يسلبه ذلك.

📓[مدارج السالكين لابن القيم (٧٥١/٢)‏
https://goo.gl/IoFp59
https://goo.gl/R6br7a

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com
📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

KEBAIKAN ISTRI LEBIH BANYAK, DARIPADA KEJELEKANNYA

🚦🚧🚦🚧🚦🚧🚦🚧🚦🚧🚦🚧🚦🏡 KEBAIKAN ISTRI LEBIH BANYAK, DARIPADA KEJELEKANNYA

📍 Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:

●> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang istri:

✋🏻❌ “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/ perangainya yang lain.”
(HR. Muslim no. 1469)

●> Dan Beliau juga mengkhabarkan bahwa:

“Para istri banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami ketika engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata,
‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.”
(HR. al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

👉🏻💦 Namun sekarang menjadi sebaliknya, para suami sebagian mereka memposisikan diri seperti wanita, ketika terjadi dari istrinya perkara yang membuatnya marah sekali saja, dia pun mematahkan hati istrinya dan menceraikannya.

Kemudian setan membuatnya menyesal dan dia pun datang kepada setiap ulama untuk bertanya: apakah dia berhak merujuk❓

Yakni setelah dia jatuh dalam jebakan setan, dia datang dan bertanya: apakah dia berhak merujuk❓

⚖️ Seandainya seseorang menimbang antara kejelekan dan kebaikan istri yang dijadikan Allah ta’ala sebagai penenang bagi seseorang dan menjadikan antara keduanya rasa cinta dan kasih, yakni seandainya suami menimbang antara kejelekan dan kebaikan istri, niscaya dia mendapati bahwa kebaikan yang biasa ada pada istri itu berlipat banyaknya, bahkan pada mayoritas istri, sehingga wajib mempergauli istri dengan baik.”

💻🔍
http://www.sahab.net/home/?p=748

@ukhwh

🇸🇦

قال عنها النبي عليه الصلاة والسلام: ( لا يفرك مؤمن مؤمنة، إن كره منها خلقاً رضي منها خلقاً آخر ) وأخبر أيضاً: ( أن النساء يكثرن اللعن ويكفرن العشير -أي: الزوج- إذا أحسنت إلى إحداهن مدى الدهر ثم رأت سيئة واحدة، قالت: ما رأيت خيراً قط ) أصبح الآن بالعكس، صار الرجال بعضهم بمنزلة النساء، إذا حصل من زوجته ما يغضبه مرة واحدة كسرها وطلقها، ثم يُندِّمه الشيطان ويأتي إلى أبواب العلماء يسأل: هل له من رجعة؟ بعد أن وقع في فخ الشيطان يأتي ويقول: هل له من رجعة؟ ولو أن الإنسان قارن بين السيئات والحسنات في الزوجة التي جعلها الله عز وجل ليسكن الإنسان إليها، وجعل بين الزوجين مودة ورحمة، لو قارن بين السيئات والحسنات، لوجد أن الحسنات أضعاف أضعاف في غالب النساء بل في أكثر النساء، فالواجب المعاشرة بالمعروف.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com
📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QALBU

🗒️☀️🗒️☀️🗒️☀️🗒️☀️🗒️☀️🗒️

TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QALBU

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📍 TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QALBU
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✒️ Saudaraku…
Hari demi hari penyebaran virus corona (Covid-19) semakin laju. Data jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah setiap waktu.

💦 Namun sayang seribu sayang, masih ada di antara kita yang tak mau tahu. Seakan ancaman virus corona ini hanya dongeng orang tempo dulu. Continue reading

HARUSKAH TAAT BERDIAM DIRI DI RUMAH ? BAGAIMANA EKONOMI SAYA ?

💰📌🏘️🧇✍️
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📝 HARUSKAH TAAT BERDIAM DIRI DI RUMAH ? BAGAIMANA EKONOMI SAYA ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
❓Pertanyaan:
Afwan Ustadz ana minta bimbingan terkait himbauan pemerintah untuk tetap tinggal dan beraktifitas di rumah. Ana mau meminta faidah terkait jualan keliling. Apakah kalau kita berjualan keliling makanan termasuk ke dalam tidak taat kepada pemerintah sedang saat ini kalau tidak berjualan keliling belum ada alternatif usaha yang lain Ustadz, dan juga semisal bekerja di lain daerah yang setiap hari pulang bagaimana Ustadz.
Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum Continue reading

AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH

🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑📝 AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH

Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona & Lainnya (Bagian 8️)

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang amalan-amalan yang memiliki keutamaan untuk mencegah penyakit dan berbagai kemudaratan. Di antara amalan tersebut adalah:

1️⃣. Menutup Bejana/Wadah Air Atau Makanan

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ. وَفِي رِوَايَةٍ : فَإِنَّ فِي السَّنَةِ يَوْمًا يَنْزِلُ فِيهِ وَبَاءٌ

“Tutuplah bejana-bejana dan ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air minum. Sebab, setiap satu tahun sekali ada satu malam yang wabah penyakit turun padanya. Tidaklah wabah penyakit tersebut melewati bejana atau tempat air yang tidak ditutup, kecuali akan masuk ke dalamnya.”

Dalam riwayat yang lain,
“Sebab, setiap satu tahun sekali ada satu hari yang wabah penyakit turun padanya.”
(HR. Muslim no. 2014, dari sahabat Jabir bin Abdillah)

Pada hadits di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk menutup tempat-tempat makanan dan mengikat (menutup) wadah-wadah air minum.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga menyebutkan sebabnya, yaitu bahwa setiap satu tahun sekali ada satu malam atau satu hari yang wabah penyakit turun padanya. Tidaklah wabah penyakit tersebut melewati bejana atau tempat air yang tidak ditutup, kecuali akan masuk ke dalamnya.

●> Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ، فَإِنَّ الشَّيْطاَنَ لاَ يَحُلُّ سِقَاءً، وَلاَ يَفْتَحُ بَابًا، وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إلَّا أنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا، وَيَذْكُرَ اسْمَ اللهِ، فَلْيَفْعَلْ، فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ.
وَفِي رِوَايَةٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ:  وَأَكْفِئُوا الْإِنَاءَ، أَوْ خَمِّرُوا الْإِنَاءَ

“Tutuplah bejana-bejana dan ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air minum, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah api penerangan. Sebab, setan tidak mampu membuka ikatan (penutup) tempat minum, pintu, dan penutup bejana. Jika kalian sama sekali tidak mendapatkan suatu apapun untuk dijadikan sebagai penutup, kecuali dengan sekadar membentangkan sebatang kayu di atas bejana tersebut dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Sungguh, tikus dapat membakar pemilik rumah dengan menyulut rumahnya (akibat api penerangan yang tidak dimatikan).”
(HR. Muslim no. 2012, dari sahabat Jabir bin Abdillah)

Pada hadits di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk menutup tempat-tempat makanan dan mengikat (menutup) wadah-wadah air minum.
Bahkan, apabila kita tidak mendapatkan sesuatu pun untuk dijadikan sebagai penutup, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbingkan untuk tetap menutupnya walau hanya sekadar membentangkan batang kayu di atas bejana tersebut, dengan menyebut nama Allah (dengan mengucapkan: bismillah).

2️⃣. Menutup pintu dan mematikan api jika penerangan kita masih menggunakan api.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa ketika kita menutup wadah-wadah makanan, mengikat (menutup) wadah-wadah minum, menutup pintu-pintu, dan mematikan api; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing untuk menyebut nama Allah (mengucapkan bismillah).

●> Beliau bersabda,

وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ شَيْئًا

“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah. Matikanlah api penerangan dan sebutlah nama Allah. Ikatlah (tutuplah) wadah air minum dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana dan sebutlah nama Allah. (Apabila engkau tidak mendapati sesuatu untuk menutup,) tutuplah walaupun hanya dengan membentangkan sesuatu di  atasnya.”
(HR. al- Bukharino. 3280 dari Jabir bin Abdillah)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Apabila kita menutup pintu dan menyebut nama Allah (mengucapkan “bismillah”), setan tidak akan mampu membuka pintu tersebut.

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (mengucapkan ‘bismillah’). Sungguh, setan tidak akan mampu membuka pintu yang ditutup.”
(HR. al-Bukharino. 3304, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu)

3️⃣. Tidak lupa membaca doa setiap keluar rumah

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

BISMILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya dan tidak ada daya upaya serta kekuatan, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.”

(Barang siapa yang membaca  doa ini ketika keluar rumah) dikatakan kepadanya,

هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“{Kamu telah diberi petunjuk , diberi kecukupan (atas urusan-urusanmu), dan dijaga (dari segala keburukan).”

(Hal ini) membuat setan menjauhinya. Bahkan, setan akan berkata kepada setan yang lain, “Bagaimana mungkin kamu bisa menggoda orang yang telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, dan dijaga?”
(HR. Abu Dawud no. 5095, dari sahabat Anas bin Malik. Hadits ini dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5095)

4️⃣. Demikian pula setiap keluar rumah membaca doa ini

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْأَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ  عَلَيَّ

ALLAAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA AN ADHILLA AU UDHOLLA AU AZILLA AU UZALLA AU UZHLIMA AU UZHLAMA AU AJHALA AU YUJHALA ALAYYA

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dalam kesesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, bodoh atau dibodohi.”
(HR. Abu Dawud dari Ummu Salamah, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani; lihat Shahih Abi Dawud dan Misykah al-Mashabih 2/783)

••> Makna أّنْ أَضِلَّ ialah menyimpang dari al-haq (kebenaran), berasal dari kata الضَّلَالُ yang bermakna lawan dari petunjuk dan hidayah.

••> Makna أَوْ أُضِلَّ ialah ‘aku disesatkan oleh orang lain atau aku menyesatkan orang lain’.
(Lihat ‘Aunul Ma’bud, 14/296 no. 5083)

5️⃣. Ketika singgah di suatu tempat membaca doa ini,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ

“Barang siapa singgah di suatu tempat, kemudian dia mengucapkan:

أَعُوذُ بكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِن شَرِّ ما خَلَقَ

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ

لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ.

“Niscaya tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya hingga ia meninggalkan tempat persinggahan tersebut.”
(HR. Muslim no. 2708, dari sahabiyah Khaulah bintu Hakim radhiyallahu anha)

Ketika menjelaskan hadits di atas, Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah membawakan kisah Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr al-Anshari al-Qurthubi.

○> Imam al-Qurthubi mengatakan,
“Hadits ini adalah berita yang benar dan pernyataan yang jujur. Kami membuktikan kebenaran dan faktanya, baik secara dalil maupun pengalaman. Sungguh, sejak aku mendengar hadits ini, aku senantiasa mengamalkannya. (Dengan sebab doa ini) aku belum pernah tertimpa mudharat apa pun, hingga suatu ketika aku lupa tidak membaca doa ini. Pada malam harinya, aku pun disengat kalajengking ketika singgah di suatu kota yang bernama Mahdiyyah[1]. Ketika aku merenung dan introspeksi diri, akhirnya aku sadar bahwa aku telah lupa membaca permohonan perlindungan dengan doa tersebut.”
(Lihat Taisir al-‘Aziz al-Hamid fi Syarh Kitab at-Tauhid hlm. 175)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Apabila Anda bepergian menuju suatu daerah kemudian Anda singgah di suatu tempat, jangan lupa membaca doa ini.
Semoga Allah subhanahu wa ta’alamenjaga dan melindungi dirimu dari berbagai kemudaratan, termasuk dari penularan penyakit yang berbahaya.

6️⃣. Membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah setiap malam.

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah di malam hari, (kedua ayat tersebut) akan mencukupinya.”
(HR. al-Bukhari no. 5009 dan Muslimno. 808)

••> Ketika menjelaskan makna  كَفَتَاهُ “mencukupinya”, Imam asy-Syaukani menyimpulkan bahwa seolah-olah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memaksudkan ‘mencukupinya dalam hal perlindungan dari setiap keburukan atau membentenginya dari apa yang dia khawatirkan’. Dan karunia Allah amatlah luas.
(Tuhfah adz-Dzakirin hlm. 99)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Demikian beberapa amalan yang apabila kita lakukan dengan ikhlas dan diniatkan melaksanakan sunnah (ajaran) Nabi shallallahu alaihi wa sallam, memiliki keutamaan-keutamaan tertentu. Secara khusus, sebagian amalan di atas bisa menjadi ikhtiar mencegah wabah penyakit. 

Demikian pula secara umum sebagian amalan yang lain adalah sebab mendapatkan perlindungan dari segala mudarat, termasuk penyakit dan wabah.

Tidak berarti amalan-amalan tersebut hanya dilakukan pada masa wabah penyakit, tetapi sebenarnya juga disyariatkan pada selain masa-masa wabah.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan kita taufik untuk mengamalkan bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam setiap sendi kehidupan kita.

[1] Sebuah kota yang terletak di sebelah timur daerah Qairawan. Saat ini kota Mahdiyyah masuk wilayah Tunisia. 

Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif
https://asysyariah.com/amalan-yang-bermanfaat-pada-masa-wabah/

AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH Bagian 1 (8)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com
📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••