PENTING KUMPULAN DALIL TENTANG HIJAB DAN CADAR

PENTING KUMPULAN DALIL TENTANG HIJAB DAN CADAR

HUKUM HIJAB DAN CADAR

Melihat anak-anak bermain di sebuah kompleks pemukiman, sekilas akan nampak mereka mengenakan pakaian yang hampir sama. Baik anak laki-laki maupun perempuan kini terbiasa memakai “seragam” bermain yang hampir sama: celana pendek dan kaos. Pemandangan seperti ini telah menjadi sesuatu yang biasa dan sama sekali tidak dianggap sebagai keanehan apalagi kekeliruan.

Dengan latar belakang yang minim, para orangtua banyak yang tidak menyadari bahaya besar ketika membiasakan anak perempuannya memakai celana pendek plus kaos. Tak sedikit pula anak-anak yang biasa memakai pakaian serba minim saat bermain: celana dalam dan kaos dalam saja.

Sungguh pemandangan yang sangat memprihatinkan, tentunya bila dilihat dari kaca mata syariat Islam yang agung dalam hal mendidik anak.

Dengan bekal seperti itu, saat tumbuh dewasa anak-anak perempuan itu tidak lagi merasa malu untuk memperlihatkan auratnya. Maka kerusakan demi kerusakan pun terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Ditambah dengan kemajuan alat komunikasi dan rusaknya akhlak dalam pergaulan, sesuatu yang sangat dibenci syariat dalam kaitan pergaulan laki-laki dan perempuan yaitu Zina, kini telah mewabah demikian hebat. Tidak di kota dan tidak pula di desa, keadaannya kurang lebih sama.ASING

Demikian jauhnya umat dari bimbingan Islam yang mulia dalam hal berpakaian. Bahkan ketika ada pihak-pihak yang bersemangat untuk menghijabkan kaum wanita, tak lebih tujuannya hanyalah bisnis semata. Mereka membuat jilbab-jilbab yang trendi, dengan bujukan siapa yang memakainya akan semakin cantik dan modis. Plus sebutan gadis yang tidak ketinggalan jaman.

Dalam Topik Utama kita kali ini, kami sajikan pembahasan tentang HUKUM-HUKUM HIJAB, yang kami ambil dari Fatwa-fatwa al Lajnah Ad-Daimah Kerajaan Saudi Arabia.

Semoga memberi manfaat bagi segenap pembaca.

SYARIAT HIJAB DALAM ISLAM MENURUT AL QUR’AN

  1. Tanya:
    Apa hukum seorang wanita yang membuka wajah dan tangannya?

Jawab:

“Setiap Muslimah diperintahkan untuk menutup seluruh tubuhnya di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahrom). Termasuk pula diharuskan untuk menutup wajah dan tangannya.

Hal ini berdasar nash dari al Qur’an dan as Sunnah.

1. Di dalam al Qur’an, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS an-Nur:31)

Ayat ini menunjukkan bahwa para wanita muslimah diperintah untuk menutupkan jilbabnya dari kepala sampai ke dadanya, termasuk di dalamnya adalah wajah dan leher.

Hal ini dengan jelas disebutkan di dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan Imam al Bukhari di dalam Shohih-nya, bahwa beliau bersabda:

“Semoga Allah merohmati para wanita muslimah Muhajirin yang pertama-tama, ketika turun ayat: ‘Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka’ mereka merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.”
(HR. Bukhori, Abu Dawud, Ibnu Jarir dan lainnya)

KERUDUNG (KHIMAR) bermakna semua jenis kain yang dipakai wanita untuk menutupi kepala.
Kata Juyub bermakna sepotong kain.

2. Yang kedua, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS an Nur: 60)

Ar-Roghib di dalam kitabnya Mu’jam Mufrodat Alfaz al Qur’anul Karim dan Ibnu Fariz di dalam kitabnya Mu’jam Muqoyis al-Lughoh berkata:
“Kata al-qo’idah maknanya adalah wanita tua yang sudah menopause (berhenti dari haid) dan tidak berhasrat untuk menikah lagi.”

Al-Baghowi didalam Tafsirnya berkata: Robi’atur Ro’i berkata:
“Kata tersebut bermakna wanita tua yang sudah berhenti haid dan kaum laki-laki tidak tertarik lagi untuk menikahinya. Sedangkan untuk wanita masih memiliki daya tarik dan bisa menjadi sumber godaan bagi laki-laki, maka ia bukan yang dimaksud dalam ayat ini.”

TABARRUJ adalah perbuatan seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan pesona dirinya dihadapan laki-laki yang bukan mahromnya.

Makna ini adalah pendapat dari pengarang Kitab al-Lisan, al-Qomus dan lainnya.

Ayat diatas merupakan bentuk kelonggaran Allah subhanahu wata’ala bagi para wanita tua yang tidak memiliki hasrat untuk menikah lagi untuk membuka wajahnya. Hal ini karena keadaan mereka yang sudah tua hingga tidak lagi memiliki daya tarik bagi kaum pria, sebuah keadaan yang berkebalikan dengan para wanita muda. Namun, tetap lebih baik bila mereka terus untuk menutup wajahnya sebagaimana diperintahkan kepada wanita-wanita yang masih muda.

Al Baghowi berkata:
“Wa an yasta’fifna maknanya adalah lebih utama bagi mereka untuk menjaga kemuliaannya dengan tetap berhijab.”

Abu Hayyan berkata:
“Wa an yasta’fifna maknanya adalah lebih utama bagi mereka untuk tidak membuka wajahnya sebagaimana diwajibkan atas wanita-wanita yang masih muda.”

Dari ayat diatas difahami bahwa wanita yang masih memiliki daya tarik kecantikan dan keinginan untuk menikah, bukan termasuk dalam kategori al-qo’idah. Dia tidak diperbolehkan untuk membuka bagian dari tubuhnya dihadapan lelaki yang bukan mahromnya karena dikhawatirkan akan memunculkan fitnah.

3. Yang ketiga, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: HENDAKLAH MEREKA MENJULURKAN JILBABNYA KE TUBUH MEREKA. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.”
(QS al Ahzab:59
)

Makna dari ayat diatas dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dalam kitabTafsir mereka, dari hadits Ibnu Abbas dan Ubaidah as Salamani rodhiyallahu ‘anhuma bahwa mereka berkata:
“Allah ta’ala memerintahkan wanita muslimah yang keluar rumah dalam rangka memenuhi suatu hajat (kepentingan) untuk mengenakan kerudung yang menutup seluruh kepalanya dan wajahnya kecuali satu matanya.”

Didalam kitab Lisanul Arob, Ibnu Mandzur mengutip dari Ibnu as-Sikkit yang berkata:
“Al ‘Amiriyah (salah satu suku di Arab) menggunakan Jilbab untuk memaknai Khimar (kerudung).”

Ibnul Arabi berkata:
“Jilbab maknanya adalah izar.”

Al-Azhari berkata:
“Penjelasan Ibnul Arobi bahwa jilbab betmakna izar bukan untuk menunjukkan kain yang dipakai wanita dibawah pinggangnya. Namun maknanya adalah kain yang dipakai untuk menutupi seluruh tubuhnya.”

Di dalam Shahih Muslim disebutkan hadits dari Ummu ‘Athiyah bahwa ia berkata:
“Wahai Rasulullah, diantara kami ada yang tidak memiliki kain luar untuk dipakai.”

Beliau menjawab:
“Mintalah tolong pada saudaranya untuk meminjami kain luar agar ia bisa memakainya.”

Di dalam Tafsirnya, Abu Hayyan berkata:
“Di masa sebelum Islam, baik wanita merdeka maupun budak biasa pergi ketempat umum dengan membuka wajahnya. Para budak sering mengalami gangguan dari lelaki di kebun-kebun kurma di malam hari saat mereka keluar untuk memenuhi kebutuhannya. Kejadian yang sama juga dialami oleh wanita-wanita merdeka. Para pengganggu akan berkilah bahwa yang diganggu mereka adalah para budak.”

Inilah alasan mengapa wanita merdeka diperintahkan untuk memakai pakaian yang berbeda dengan yang dipakai para budak, yaitu dengan memakai kain yang menutup kepala dan wajahnya hingga tidak memunculkan keinginan para pria-pria jahat untuk mengganggunya.

Dalil-dalil dari Al Qur’an diatas kiranya sudah mencukupi.

Berikutnya kami bawakan dalil-dalil dari as-Sunnah…

SYARIAT HIJAB DALAM ISLAM MENURUT AS SUNNAH

Berikutnya kami bawakan dalil-dalil dari as-Sunnah:

1. Yang pertama:

Hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang menceritakan bahwa ia suatu kali pernah duduk di dekat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dirumah salah satu istri Beliau yang bernama Maimunah radhiyallahu ‘anha. Tiba-tiba datanglah shohabat Abdullah ibnu Ummi Maktum rodhiyallahu ‘anhu. Saat itu perintah untuk berhijab sudah turun.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Berhijablah kalian darinya.”

Ummu Salamah berkata:
“Wahai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bukankah ia buta?”

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:
“Apakah kalian berdua juga buta? Bukankah kalian bisa melihatnya?”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lainnya. Imam Tirmidzi menyatakan hadits ini sebagai hasan shohih, sementara Ibnu Hajar mengatakan sanadnya bagus)

2. Yang kedua:

Hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata: Umar bin Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Wahai Rasulullah, Orang yang baik dan yang jelek pernah menjumpai istri Anda, tidakkah mereka (para Ummahatul Mukminin) diperintahkan untuk berhijab?”Kemudian turunlah ayat hijab.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

3. Ketiga adalah

Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
“Orang-orang berkendaraan hendak melalui kami saat kami sedang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam melakukan Ihrom. Saat mereka berpapasan dengan kami, salah seorang diantara kami menutup kepala dengan kain hingga wajah. Saat mereka telah lewat kami buka kembali wajah kami.”(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya)

4. Keempat:

Hadits dari ‘Uqbah bin Amir bahwa ia berkata:
“Saya mengadukan saudara perempuanku yang bernadzar ingin mengerjakan haji dengan berjalan kaki dan tidak menutup kepala.”

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:
‘Perintahkan ia untuk menutup kepalanya dan untuk naik kendaraan. Juga perintahkan untuk berpuasa 3 hari.’

Dalam hadits ini Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerintahkan saudara perempuan ‘Uqbah untuk memakai hijab. Nadzar yang diucapkannya adalah bathil karena ingin mengerjakan suatu amal namun tidak di atas ketaatan.

Dari dalil-dalil diatas kita mengetahui bahwa wanita muslimah diperintahkan untuk menutup tubuh mereka dengan hijab.

Kami akan menukilkan perkataan Syaikhul Islam yang lengkap dan mendalam tentang permasalahan ini.

Beliau rohimahullah berkata:
“Para Ulama Salaf memiliki 2 pendapat yang menafsirkan ayat (yang artinya) ‘perhiasan yang nampak’.

Ibnu Mas’ud dan Ulama yang sepaham dengannya menafsirkan ayat tersebut sebagai PAKAIAN.

Ibnu ‘Abbas dan Ulama yang sepaham dengannya memaknai dengan kelopak mata dan cincin.

Fakta dari masalah ini adalah adanya 2 bentuk perhiasan : yang nampak dan yang tersembunyi.

Allah ta’ala mengizinkan wanita muslimah untuk memperlihatkan ‘perhiasan yang biasa nampak’ dihadapan lelaki selain suami dan mahromnya.

Sedangkan ‘perhiasan yang tersembunyi’ hanya boleh diperlihatkan dihadapan suami dan mahromnya.

Sebelum ada ayat HIJAB, para wanita biasa keluar dalam keadaan wajah dan tangannya terbuka. Pada saat itu wanita dibolehkan untuk melihatnya.

Namun ketika Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat:
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “HENDAKLAH MEREKA MENJULURKAN JILBABNYA KE TUBUH MEREKA.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.”
(QS al Ahzab:59)

Maka saat itu juga para wanita memakai HIJAB saat berada dihadapan lelaki.

Ini terjadi saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi Zainab bintu Jahsy tatkala beliau menutupkan tirai dan melarang wanita untuk dilihat.

Saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi Shofiyah bintu Huyyai rodhiyallahu ‘anha di masa peperangan Khoibar, para shohabat berkata:
“Jika Beliau shalallahu alaihi wasallam memerintahkan ia untuk berhijab maka ia adalah Ummahatul Mukminin. Namun jika ia tidak diperintah untuk berhijab maka ia adalah seorang budak.”

Nabi shalallahu alaihi wasallam kemudian memerintahkan Shofiyyah untuk berhijab.

Berikutnya Allah subhanahu wata’ala perintahkan para shohabat bila ingin berbicara dengan Istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan agar dilakukan dari balik TABIR (hijab).

Allah subhanahu wata’ala juga memerintahkan para istri nabi, anak-anak perempuan beliau dan semua wanita muslimah agar MEMBALUT tubuhnya dengan JILBAB yang oleh Ibnu Mas’ud dan yang sepaham dengannya diistilahkan dengan RIDA’ (baju luar). Orang yang biasa menyebutnya IZAR, yaitu kain yang menutup kepala dan juga seluruh tubuh.

Dalam menjelaskan metode berhijab yang benar, Ubaidah dan lainnya mengatakan bahwa setiap wanita harus menutup seluruh tubuhnya dan tidak menyisakan apapun untuk bisa dilihat kecuali matanya.

HIJAB sinomin dengan NIQOB (CADAR).

Di dalam kitab Shohihain disebutkan, wanita yang sedang menjalankan Ihrom dilarang untuk memakai cadar atau sarung tangan. Dikarenakan wanita diperintah untuk mengenakan jilbab (yang menutup seluruh tubuh) dengan tujuan agar mereka dikenali, maka ini maknanya bahwa WAJAH dan TANGAN termasuk bagian dari perhiasan yang tidak boleh dinampakkan di hadapan lelaki AJNABI (bukan mahrom). Hanya pakian luar saja yang boleh dilihat oleh lelaki ajnabi” Selesai perkataan Ibnu Taimiyah.

Penjelasan lebih lanjut adalah bahwa dalil-dalil yang membolehkan untuk membuka wajah dan telapak tangan adalah berlaku sebelum ayat hijab turun dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam juga memerintahkan para wanita muslimah untuk mengamalkannya.

Maka menjadi jelas bahwa nash-nash yang yang menunjukkan bolehnya membuka wajah dan tangan telah DIMANSUKH (dihapus) dengan nash yang melarangnya.

Meski demikian, wanita muslimah dibolehkan untuk membuka wajah dan tangannya bila diperlukan, seperti untuk melakukan sebuah perawatan atau pada kasus dimana seorang wanita diminta untuk bersaksi dalam keadaan wajahnya harus dibuka.

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita.

Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam, keluarganya dan para shohabatnya. (FATWA no 667)

SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:

Kapan seorang anak perempuan diwajibkan untuk memakai hijab?
Apakah boleh jika kami memaksa siswa perempuan untuk memakai hijab dalam keadaan ia membencinya?

Jawab:

“Saat anak perempuan mencapai usia baligh, maka disyariatkan baginya untuk memakai pakaian yang menutup seluruh tubuhnya, termasuk wajah, kepala, dan tangannya baik ia seorang pelajar atau bukan.

Menjadi tanggung jawab bagi orangtua atau walinya agar anak tersebut menuruti syariat ini, meski ia membencinya. Ia harus melatih anak perempuannya menjalankan kewajiban ini sebelum usianya mencapai baligh hingga ia mau mengamalkan dan mudah dalam menjalaninya.

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.”(Pertanyaan ketiga dari fatwa no 4470 – Fatwa-Fatwa al Lajnah Ad-Daimah kerajaan Saudi Arabia)

SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:
Apa hukum memakai hijab?
Apa beda antara hijab dan niqob?
Apa itu pakaian kemasyhuran?

Jawab:

“Setiap muslimah wajib untuk MENUTUP AURATNYA -termasuk pula wajahnya- di hadapan lelaki yang bukan mahrom.

Harom baginya untuk membuka aurotnya.
Inilah yang disebut HIJAB dan kebalikannya adalah sufur.

NIQOB adalah penutup wajah yang dipakai para wanita yang padanya ada lubang (celah) agar mata bisa melihat.

Pakaian Kemasyhuran adalah pakaian yang dibuat menarik dalam rangka untuk memunculkan keanehan (ketakjuban) dan kelucuan.

Pakaian yang menutup seluruh aurat bukan termasuk pakaian kemasyhuran. Ia hanya memunculkan rasa aneh dan lucu bagi orang-orang bodoh dan yang lemah imannya.

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita.
Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya. (Pertanyaan ketiga dari fatwa no 3618)

SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:

Segala puji hanya milik Allah, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Al-Lajnah ad-Daimah telah membaca surat yang ditujukan untuk yang mulia Mufti Utama, dari Pimpinan dan anggota Asosiasi Hukum Islam pada Fakultas Syariah dan Studi Islam, Universitas Kuwait.

Pertanyaan yang diajukan sebagai berikut:

Apakah boleh seorang guru laki-laki mengajar siswa perempuan tanpa ada hijab (tabir) diantara mereka sehingga bisa saling melihat?

Perlu disampaikan disini bahwa para guru laki-laki itu tidak bisa melihat wajah para siswa karena mereka memakai cadar.

Apakah boleh seorang siswa perempuan datang ke kantor untuk bertemu dengan guru laki-laki dan melakukan pembicaraan tanpa ada hijab di antara mereka dalam keadaan siswa perempuan memakai cadar?

Bolehkah seorang siswa perempuan duduk di luar ruangan guru laki-laki untuk melakukan pembicaraan dengan gurunya itu tentang pelajaran atau lainnya dalam keadaan siswa tersebut sendirian?

Perlu disampaikan bahwa aktivitas tersebut bisa dilakukan melalui telepon. Sebagian dari guru laki-laki tersebut masih berusia muda atau mulai memasuki paruh baya. Sementara para siswa perempuan mayoritas adalah anak yang baru gede (ABG).

Jawab:

Pertama, melakukan pembauran antara laki-laki dan perempuan di sekolah atau di tempat manapun adalah kemungkaran besar yang bisa memunculkan kejelekan baik menyangkut urusan agama maupun dunia. Karena itu seorang perempuan di larang untuk belajar atau bekerja di tempat yang didalamnya bercampur dengan laki-laki.
Para orang tua atau wali mereka hendaknya melarang mereka untuk melakukan hal itu.

Kedua, tidak boleh seorang laki-laki mengajar siswa perempuan baik ia membuka wajahnya atau memakai cadar. Seluruh tubuh seorang perempuan adalah aurat, perkara yang semestinya menjadi perhatian bagi laki-laki yang bukan mahromnya.

Ketiga, dibolehkannya guru laki-laki untuk mengajar siswa perempuan asalkan ada hijab (tabir) yang menjadi pemisah dan tidak terjadi percampuran antara siswa laki-laki dan perempuan dan juga antara guru laki-laki dengan siswa perempuan.

Siswa perempuan dibolehkan untuk berkomunikasi dengan guru laki-laki melalui alat komunikasi (internal) yang sekarang semakin modern dan tersedia atau bisa juga melalui telepon.

Namun harus diperhatikan agar seorang perempuan berhati-hati jangan sampai suaranya dilembut-lembutkan.

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.” (Fatwa no. 17929)

MENAMPAKKAN WAJAH KEPADA CALON SUAMI

Tanya:

Apakah boleh seorang gadis bertemu dengan calon suaminya tanpa memakai penutup wajah?

Jawab:

“Seorang laki-laki tetap berstatus sebagai non mahran bagi seorang wanita sampai terjadinya akad nikah.

Maka laki-laki tersebut belum boleh untuk duduk berduaan dengannya dan bagi si wanita tidak boleh untuk menampakkan auratnya atau melakukan safar bersamanya.

Laki-laki tersebut hanya boleh melihat wajah si wanita saat terjadinya proses nadzor sehingga dari situ si laki-laki bisa mempertimbangkan apakah ia tertarik untuk menikahinya atau tidak. Namun dalam proses nadzor tersebut tetap tidak boleh berkhalwat (si wanita harus ada mahrom yang menemaninya).

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.” (Pertanyaan ketiga dari fatwa no 8691)

MENASEHATI WANITA AGAR BERHIJAB

Tanya:

Bagaimana cara menasehati wanita yang suka memperlihatkan kecantikannya agar mau berhijab?

Jawab:

“Seorang Muslimah yang suka memperlihatkan kecantikannya hendaknya dinasehati untuk mau berhijab, dengan memberitahu bahwa Islam memerintahkan kaum wanita untuk:
>>memakai hijab,
>>menutupi auratnya,
>>tidak bercampur dengan lelaki yang bukan mahromnya (ikhtilat)
>>dan tidak melembutkan suara ketika berbicara dengan kaum pria.

Perlu pula disampaikan kepadanya tentang manfaat dan keuntungan yang akan diraih bila wanita mau berhijab, disisi lain dijelaskan pula bahaya dari mempertontonkan kecantikannya di hadapan kaum pria.

Mengajak seorang wanita untuk mau berhijab dilakukan dengan cara yang bijak sehingga dengan itu Allah ta’ala akan membukakan hatinya menerima al-haq.

Semoga Allah ta’ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.”

(Pertanyaan keempat dari fatwa no. 6874)

Sumber: Majalah FAWAID edisi no 2./1434H/2013M hal 10-19) – 01 (akhwat.net)

Continue reading

Advertisements

HUKUM WANITA KELUAR RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN PARFUM

┏🍃🌻●●━━━━━━━━━━━━┓
F A E D A H M A L A M
┗━━━━━━━━━━━━●●🌻🍃┛ 󠴛
🧴⚗ HUKUM WANITA KELUAR RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN PARFUM 🧴⚗
▫Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata,

يجوز لها الطيب إذا كان خروجها إلى مجمع نسائي لا تمر في الطريق على الرجال، أما خروجها بالطيب إلى الأسواق التي فيها الرجال فلا يجوز

✅ “Boleh bagi seorang wanita untuk menggunakan parfum bila dia menuju kumpulan para wanita dan tidak melewati para lelaki di jalan [ seperti naik mobil, pent ].

❌ Sedangkan bila dia menggunakan parfum menuju ke pasar yang di sana banyak laki-laki maka tidak boleh.”
(Majmu’ Fatawa, X/40)

✍ — Satu Sudut @ Kota Tepian
— Hari Ahadi, (16:57) 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019
_______

▶ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.

•••
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 http://www.nasehatetam.net

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan: 22 Rajab 1440H
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
Website: http://www.catatanmms.wordpress.com

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫🌸▫🌸▫🌸••••

*PENGIN NIKAH ?* *Perhatikan 21 Poin Penting Ini* bag 1

 

💐🏡💐🏡🌻🏡💐🏡💐🏡

https://t.me/syarhussunnahlinnisa

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🤝🏻💍 *PENGIN NIKAH ?*
*Perhatikan 21 Poin Penting Ini*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏Oleh:
Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

.
.
.

Banyak hal yang mesti dipersiapkan oleh orang yang hendak menikah.

Yang terpenting di antaranya adalah ilmu yang terkait dengan pernikahan.

Berikut adalah hal-hal seputar pernikahan yang penting untuk diketahui:
1⃣. *PENGERTIAN NIKAH* Continue reading

*PENGIN NIKAH ?* *Perhatikan 21 Poin Penting Ini* Bag 2

💐🏡💐🏡🌻🏡💐🏡💐🏡

https://t.me/syarhussunnahlinnisa

Bag 2⃣

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🤝🏻💍 *PENGIN NIKAH ?*
*Perhatikan 21 Poin Penting Ini*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏Oleh:
Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

.
.
.

8⃣. *NAZHOR (Melihat Wanita yang Hendak Dipinang)*

Diantara hal yang dianjurkan sebelum seorang pria meminang seorang wanita adalah me-nazhor wanita tersebut.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullaah صلى الله عليه وسلم bersabda, Continue reading

*PENGIN NIKAH ?* *Perhatikan 21 Poin Penting Ini* bag 3

💐🏡💐🏡🌻🏡💐🏡💐🏡

https://t.me/syarhussunnahlinnisa

Bag 3⃣

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🤝🏻💍 *PENGIN NIKAH ?*
*Perhatikan 21 Poin Penting Ini*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏Oleh:
Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

.
.
.
1⃣4⃣. *YANG BERHAK MENJADI WALI*

Diantara sekian wali yang paling berhak untuk menjadi wali si wanita adalah
• *ayahnya,*
• kemudian *kakek-kakeknya (bapak dari ayahnya) dan seterusnya keatas (bapaknya kakek, kakeknya kakek, dst).*
• *Setelah itu anak laki-laki si wanita,*
• *cucu laki-laki dari anak laki-lakinya, dan terus kebawah.*
• Kemudian *saudara laki-lakinya yang sekandung atau saudara laki-laki seayah saja.*
• Setelahnya, *anak-anak laki-laki mereka (keponakan dari saudara laki-laki) dan terus kebawah.*
• Setelah itu barulah *paman-paman dari pihak ayah,*
• kemudian *anak laki-laki paman dan terus kebawah.*
• Kemudian *paman – paman ayah dari pihak kakek (bapaknya ayah).*
1⃣5⃣. *SYARAT WALI* Continue reading

KRITERIA WANITA SHALIHAH

🌻🏡🌻🏡🌻🏡🌻🏡🌻🏡🌻

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌻🎀 *KRITERIA WANITA SHALIHAH* 🎀🌻
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✏Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah

*”Betapa cantiknya seorang wanita shalihah,* walaupun kulitnya hitam arang, akan tetapi
👉🏻 manakala ia shalihah,
👉🏻 istiqamah dalam menjalankan perintah Allah,
*kedudukan ia di sisi Allah itu sangat Agung.* Continue reading

PENAMPILAN WANITA DI HADAPAN PEMINANGNYA

💍🌾💍🌾💍🌾💍🌾💍🌾💍🌾
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⛱🎁 *PENAMPILAN WANITA DI HADAPAN PEMINANGNYA* 🎁⛱
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
❓Tanya:
Jazakumullahu khairan. Pakaian apa yang boleh ditampakkan oleh seorang wanita muslimah didepan pria yang meminangnya atau oleh wanita yang telah melangsungkan akad nikah dengannya?
Apakah boleh wanita itu mengenakan pakaian yang indah di hadapan pria tersebut? Continue reading

APAKAH CURHAT SAMA DENGAN GHIBAH?

🌺✏️🌺✏️🌺✏️🌺✏️🌺✏️🌺
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🚇 *APAKAH CURHAT SAMA DENGAN GHIBAH?*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✏️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
❓PERTANYAAN:

“Andaikan ada seseorang yang temannya telah membuat sempit dadanya lalu ia duduk bersama sahabatnya yang lain kemudian mengisahkan apa yang menyempitkannya akibat dari perbuatan temannya itu yang keduanya mengenalnya –dalam bab meringankan (rasa sesak di) jiwa- apakah hal tersebut tergolong ghibah (menggunjing)?

Dan bila benar demikian lalu apa kewajiban atas orang tersebut untuk bertaubat dari dosa ini?” Continue reading

NASIHAT PENTING UNTUK WANITA YANG INGIN MENIKAH

 

🥢💍🥢💍🥢💍🥢💍🥢💍🥢

بسم الله الرحمن الرحيم

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
💍 *NASIHAT PENTING UNTUK WANITA YANG INGIN MENIKAH*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✅ _*Faidah penting untuk diamalkan dalam setiap urusan.*_

⚖ _*Semestinya yang dijadikan tolak ukur adalah keadaan yang dilihat sekarang, bukan yang diharapkan di kemudian hari.*_ Continue reading

APAKAH WANITA YG MEMAKAI BAJU SEMPIT ITU TERMASUK BERPAKAIAN TAPI TELANJANG?

🥢🥢🥢🥢🥢🥢🥢🥢🥢🥢🥢

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👚 *APAKAH WANITA YG MEMAKAI BAJU SEMPIT ITU TERMASUK BERPAKAIAN TAPI TELANJANG?* 👚
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
❓Pertanyaan :

Apakah memakai pakaian sempit bagi wanita di hadapan wanita lain masuk dalam larangan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
_’Wanita-wanita yg berpakaian tapi telanjang dst..?’_ Continue reading

HUKUM MEMPOSISIKAN ANAK KECIL DI SHAF

🕌🌴🕌🌴🕌🌴🕌🌴🕌🌴🕌

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌺📬 *HUKUM MEMPOSISIKAN ANAK KECIL DI SHAF* 📬🌺
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓Pertanyaan :
Apa hukum menempatkan anak kecil yg belum mumayyiz dalam shaf yg usianya kurang dari lima tahun?
Apabila tidak boleh, apakah bisa dikatakan memutus shaf? Continue reading

HUKUM SHALAT DENGAN PAKAIAN LENGAN PENDEK

🌾🌺🌾🌺🌾🌺🌾🌺🌾🌺🌾

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✅ *HUKUM SHALAT DENGAN PAKAIAN LENGAN PENDEK*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Fatwa (no. 15336)

❓Pertanyaan:
Saya memiliki baju lengan pendek, dan saya mengenakannya untuk shalat.  Apakah boleh bagi saya untuk mengenakannya dalam shalat? Continue reading

BOLEHKAH WANITA MEMAKAI BAJU LENGAN PENDEK

⛱🌙⛱🌙⛱🌙⛱🌙⛱🌙

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👚 *BOLEHKAH WANITA MEMAKAI BAJU LENGAN PENDEK*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📝 _Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah_
❓Penanya:
Fadhilatus Syaikh, apakah memakai baju lengan pendek bagi wanita atau jenis baju yang dinamakan you can see di hadapan sesama wanita haram hukumnya? Continue reading

AYAHKU MEMAKSAKU UNTUK MENIKAHI DIA, PADAHAL AKU TIDAK SUKA.

🌹🌤🌹🎈🌹🌤🌹

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🥀🌸 *AYAHKU MEMAKSAKU UNTUK MENIKAHI DIA, PADAHAL AKU TIDAK SUKA..* 🌸🥀
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✏Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan :

✋🏻 *”Tidak boleh orang tua memaksa putranya untuk menikah dengan seorang wanita yg tidak dia ridhai.*

Sama saja apakah karena ada cacat pada wanita tersebut, cacat agamanya atau fisiknya. Continue reading

PENTING! HUKUM MELETAKKAN TAS DI PUNDAK BAGI WANITA

🎒👜🎒👜❌❌

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🚇 *PENTING! HUKUM MELETAKKAN TAS DI PUNDAK BAGI WANITA*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN:

“Apa hukum meletakkan tas di atas pundak bagi wanita dan laki-laki?”

JAWABAN:

“Tidak mengapa terkait dengan laki-laki.

❌ *Adapun berkenaan dengan wanita maka tidak boleh.* Continue reading