💤KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI🚿

☑🍃

💤KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI🚿

 

➖➖➖➖
Suci dari hadats kecil dengan berwudhu’ dan dari hadats besar dengan mandi janabah
➖➖➖➖

 

☑Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

من بات طاهرا بات في شعاره ملك لا يستيقظ ساعة من الليل إلا قال الملك: اللهم اغفر لعبدك فلانا، فإنه بات طاهرا

📝 “Barangsiapa yang bermalam (tidur malam) dalam keadaan suci, maka bermalam pula di dalam pakaian yang ia kenakan satu malaikat.

🌴 Tidaklah ia terbangun sesaat di malam hari melainkan malaikat itu akan mendo’akannya,
“Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena sesungguhnya dia bermalam dalam keadaan suci”
🌏 Sumber: As-Silsilatu Al-Ahadits Ash-Shahihah (no.2539)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf

#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍊 Web I Twitter I Google + I Youtube
🍏 Channel https://bit.ly/warisansalaf
🌍 Twitter: @warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Advertisements

MEMBINGKAI SAFAR DENGAN DOA

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🚙🚌MEMBINGKAI SAFAR DENGAN DOA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📝Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar
🍃Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat Yang Maha Baik dan Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah menerima amalan kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana perintah-Nya kepada segenap Rasul:
‘Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’
(Al-Mu’minun: 51)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:
‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu’.”
(Al-Baqarah: 172)

Setelah itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan seseorang yang telah lama safar, rambutnya kusut penuh dengan debu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit sembari berdoa, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal makanannya haram, minumannya pun haram, pakaiannya juga haram, serta ia dibesarkan dari yang haram. Lantas bagaimana mungkin doa yang ia panjatkan akan dikabulkan?”

—-

Beberapa Hal tentang Jalur Periwayatan Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim  di dalam Shahih-nya (no. 1015), Al-Imam At-Tirmidzi t di dalam As-Sunan (no. 2989), dan Al-Imam Ahmad  di dalam Al-Musnad (2/328). Madaar (jalur utama) hadits ini adalah Fudhail bin Marzuq. Dia meriwayatkan dari ‘Adi bin Tsabit, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah. Adapun Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Fadhl melalui Abu Usamah, dari Abu Kuraib Muhammad bin Al-’Ala’. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Fadhl melalui Abu Nu’aim, dari ‘Abd bin Humaid. Sementara Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Fadhl dengan perantara Abu An-Nadhr.

Abu Hazim adalah Salman Al-’Asyja’i Al-Kufi. Dia ditsiqahkan oleh para ulama, di antaranya Yahya bin Ma’in dan Abu Dawud. Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr  berkata, “Mereka (para ulama) telah sepakat bahwa dia seorang yang tsiqah.” Abu Hazim termasuk kalangan tabi’in dan meninggal dunia pada masa pemerintahan ‘Umar bin Abdul Aziz. ‘Adi bin Tsabit Al-Anshari Al-Kufi adalah Ibnu Binti ‘Abdillah bin Yazid Al-Khatmi. Ayahnya adalah seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dia ditsiqahkan para ulama semisal Al-Imam Ahmad dan An-Nasa’i. Fudhail bin Marzuq  kunyahnya Abu Abdirrahman Al-Kufi Ar-Raqqasyi. Tergolong generasi awal dari tabi’ut tabi’in. Adz-Dzahabi menyatakan ketsiqahannya.

Makna Mufradat Hadits وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ “Padahal makanannya haram.” Artinya menunjukkan bahwa dia dibesarkan semenjak kecil dengan makanan yang haram. Adapula ulama yang membedakan maknanya. Apabila huruf dzal tanpa tasydid maka maksudnya dia sendiri yang mencari makanan tersebut. Jika menggunakan tasydid maksudnya ia diberi makan oleh orang lain. (Tuhfadzul Ahwadzi, dalam syarah hadits ini) فَأَنَّى“Lantas bagaimana mungkin…”

Ini adalah kalimat yang digunakan untuk sesuatu yang sangat jauh kemungkinan terjadinya. Maksudnya, dari mana dia akan dikabulkan doanya ,dan bagaimana mungkin dikabulkan doanya sementara keadaan dia seperti ini? (Tuhfadzul Ahwadzi, dalam syarah hadits ini) يُطِيلُ السَّفَرَ “Yang telah lama safar.”

Dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi  bahwa orang tersebut melakukan safar untuk melaksanakan ketaatan. Seperti haji, ziarah yang mustahab, silaturahmi, dan yang semisalnya. (Syarah Shahih Muslim tentang hadits ini)

 

🌸🚙🚕 Mustajabnya Doa Musafir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kehidupan seorang muslim tidak akan terlepas dari doa. Semenjak pertama kali ia membuka mata dari tidur malamnya sampai ia kembali ke peraduannya selalu dihiasi dengan doa. Karena doa adalah senjata sekaligus benteng pertahanan yang ampuh dan kokoh. Doa akan benar-benar bermanfaat bila disertai keyakinan penuh bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan mengabulkannya. Karena Allah Maha Mendengar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(Al-Baqarah:186)

Di antara faktor yang harus diperhatikan ketika berdoa adalah mencari waktu-waktu yang dinashkan (disebutkan oleh dalil) sebagai saat yang mustajab. Di antara waktu yang dinashkan adalah di saat safar.

Ketika menjelaskan tentang hadits di atas, Al-Imam Ibnu Rajab di dalam Jami’ul Ulum wal Hikam menyatakan bahwa sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan keterangan tentang adab-adab di dalam berdoa. Selain itu juga diterangkan tentang sebab-sebab terkabulnya doa sekaligus hal-hal yang dapat menghalangi terkabulkannya doa. Pembahasan kita saat ini adalah safar  di mana menjadi salah satu sebab doa yang dipanjatkan seorang hamba akan dikabulkan.

🚌 Safar adalah salah satu sebab makbulnya doa.
Berdasarkan hadits Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad [no. 32], Abu Dawud [no. 1536], At-Tirmidzi [2/256], Ibnu Majah [no. 3862], Ibnu Hibban [no. 2406], dan Ahmad [2/258]. Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani. Silakan merujuk As-Silsilah Ash-Shahihah no. 598)

Al-Imam An Nawawi di dalam Riyadh Ash-Shalihin membuat bab dengan judul Disunnahkannya Berdoa Ketika Safar. Kemudian beliau membawakan hadits di atas.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin  menjelaskan bahwa seorang musafir adalah orang yang meninggalkan kampung halamannya. Ia tetap dikatakan sebagai musafir hingga kembali ke negerinya. Beliau menambahkan, pada umumnya doa seorang musafir adalah doa orang yang benar-benar dalam kesulitan. Seorang hamba jika dalam kesulitan dan berdoa kepada Rabbnya tentu akan dikabulkan karena Allah subhanahu wa ta’ala menjawab doa orang yang mengkhawatirkan mudarat dan kesulitan.

Lalu beliau menegaskan, seorang musafir yang berdoa agar Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan safarnya atau memberikan pertolongan kepadanya atau doa yang lain, maka sungguh Allah subhanahu wa ta’ala akan mengabulkannya. Oleh karena itu, sepatutnya seorang musafir mempergunakan kesempatan di dalam safar untuk berdoa. Apabila safar yang dia lakukan dalam rangka ketaatan seperti umrah dan haji, tentu akan menambah kekuatan dikabulkannya doa.
(Syarah Riyadh Ash-Shalihin).

🚌Doa seorang musafir termasuk doa orang yang sedang mengalami kesulitan. Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan, doa orang yang mengalami kesulitan akan dikabulkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).”
(An-Naml: 62)

Ibnu Katsir  berkata, “Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan bahwa hanya Dia yang berhak untuk diminta ketika terjadi kesulitan. Hanya Dia yang diharap di saat muncul persoalan. Sebagaimana firman-Nya:
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.”
(Al-Isra’: 67)

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”
(An-Nahl: 53)

✈Maka, semakin berat dan jauh safar seseorang semakin besar pula kemungkinan untuk dikabulkannya doa. Karena safar akan menjadi sebab bertambahnya kepasrahan hati disebabkan jauhnya ia dari kampung halaman.

🚉Doa seorang musafir akan bertambah besar kemungkinan dikabulkan apabila dia menengadahkan kedua tangannya. Hal ini diperkuat dengan hadits Salman, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

“Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala Dzat Yang Maha Malu dan Maha Memberi, Allah malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan hampa.”
(HR. Abu Dawud no. 1488, At-Tirmidzi no. 3556, Ibnu Majah no. 3865, dan Ahmad, 5/438)

✏Ketika Asy Syaikh Al-‘Utsaimin ditanya tentang hikmah dikabulkannya doa seorang musafir, beliau menjawab,
“Hikmah di balik itu bahwa seorang musafir akan terpusat hatinya. (Pikiran) ia tidak sesibuk sebagaimana ketika menetap di kota maupun desa. Kemudian lagi, pada umumnya seorang musafir akan berdoa seperti doa orang yang mengalami kesulitan dan benar-benar membutuhkan Allah subhanahu wa ta’ala karena ia sedang berada di dalam perjalanan. Lebih-lebih jika safarnya adalah safar yang dilingkupi ketakutan dan rasa cemas. Tentu orang yang berdoa akan bertambah besar harapan dan kepasrahan hatinya kepada Allah subhanahu wa ta’aladibandingkan dengan keadaan sebaliknya. Hal inilah yang menjadi sebab dikabulkannya doa.”
(Nur ‘Ala Ad-Darb)

✏Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  juga menerangkan tentang mustajabnya doa seorang musafir.
Beliau berkata, “Doa itu mustajab ketika
👉🏾turunnya hujan,
👉🏾berkecamuk peperangan,
👉🏾ketika adzan dan iqamat,
👉🏾di akhir shalat,
👉🏾ketika sujud,
👉🏾doa orang yang berpuasa,
👉🏾doa seorang musafir,
👉🏾doa orang yang dizalimi, dan yang semisalnya.
Semua ini  berdasarkan hadits-hadits yang dikenal di dalam kitab-kitab shahih dan sunan.”
(Majmu’ Fatawa 27/129)

 

🌸🚙Beberapa Contoh Doa yang Dikabulkan Ketika Safar
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Al-Imam Ibnu Al-Qayyim  di dalam Zadul Ma’ad (1/462) menjelaskan bahwa berjihad, haji, umrah, dan hijrah termasuk bagian dari safar. Berikut ini beberapa peristiwa yang menjadi ibrah bagi kita, betapa doa sungguh luar biasa. Subhanallah.

1⃣. Hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Al-Bukhari (7/294), Muslim (2009), yang mengisahkan perjalanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menuju kota Madinah ditemani oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq dalam rangka berhijrah. Di dalam perjalanan panjang itu, Rasulullah dikejar oleh seorang penunggang kuda yang bermaksud jahat yaitu Suraqah bin Malik. Ketika Suraqah mulai nampak mendekat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa:
اللَّهُمَّ اصْرَعْهُ
“Ya Allah, jatuhkanlah dia di atas tanah.”

Kuda itu pun menjatuhkan Suraqah lalu berdiri kembali sambil meringkik.

Suraqah berseru, “Wahai Nabi Allah, silakan perintahkan kepada saya apa yang anda inginkan!”

Rasulullah menjawab, “Tetaplah engkau di tempatmu, jangan biarkan seorang pun menyusul kami.”

Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan  doa Nabi-Nya hingga Suraqah yang semula hendak mencelakai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam justru berubah menjadi pelindung dan menyelamatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dari pengejaran mata-mata.
Kisah ini merupakan contoh Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa seorang musafir dalam rangka hijrah.

2⃣. Hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan Al-Bukhari (no. 3953) tentang perang Badar.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiada henti memanjatkan doa. Meminta dengan sepenuh hati agar Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan pertolongan dan memenangkan kaum muslimin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَنْشُدُكَ عَهْدَكَ وَوَعْدَكَ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ لَمْ تُعْبَدْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku benar-benar meminta jaminan dan janji-Mu. Ya Allah, jikalau Engkau kehendaki, Engkau tidak lagi akan diibadahi.”

Di dalam riwayat Ahmad (1/30) disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  ketika berdoa, selendang beliau terjatuh. Lalu datanglah Abu Bakr memungut selendang itu dan memakaikannya kembali di pundak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Abu Bakr berkata, “Cukup wahai Nabi Allah, doa yang anda pinta. Karena sesungguhnya Rabbmu pasti akan mewujudkan janji-Nya.”

Kisah ini adalah contoh Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa seorang musafir dalam rangka berjihad.

3⃣ Sebuah atsar yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad lengkap dengan sanadnya, dalam Az-Zuhud (hal. 257), Ibnu Sa’d di dalam Ath-Thabaqat (7/135), serta Ibnu Abi Ad-Dunya di dalam Mujab Ad-Da’wah, tentang kisah perjalanan Shilah bin Asy-yam.

Ketika itu Shilah sedang melintasi daerah Ihwaz di atas hewan tunggangannya dalam keadaan benar-benar lapar. Tidak ada seorang manusia pun yang ia temui. Hingga pada akhirnya, Shilah berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan memohon agar diberi makanan.
Shilah bertutur, “Tiba-tiba aku mendengar suara keras di belakangku seperti ada sesuatu yang jatuh. Ketika aku menoleh, aku melihat kain berwarna putih. Lalu aku pun turun dari kendaraan untuk mengambil kain tersebut. Ternyata di dalam bungkusan itu terdapat sekantong kurma matang. Aku pun membawa kurma tersebut dan kembali menaiki kendaraanku.” Kisah ini merupakan contoh makbulnya doa seorang musafir dalam rangka menuntut ilmu syar’i.

4⃣. Al-Imam Ibnu Sa’d  di dalam Ath-Thabaqat ketika membawakan biografi Sufyan bin ‘Uyainah, meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan bin ‘Imran, keponakan Sufyan bin ‘Uyainah. Ia berkata: Aku menemani pamanku, Sufyan, pada haji terakhir yang ia tunaikan pada tahun 197 H. Ketika kami tiba di Muzdalifah, beliau mendirikan shalat. Setelah itu dia beristirahat di atas pembaringannya lalu berkata,
“Sungguh, aku telah mendatangi tempat ini selama 70 tahun (untuk menunaikan ibadah haji). Setiap tahun aku selalu berdoa, ‘Ya Allah, hamba memohon agar haji kali ini bukanlah haji untuk yang terakhir kalinya.’ Sungguh, aku benar-benar merasa malu kepada Allah karena seringnya aku mengucapkan doa ini.”

Lalu, Sufyan bin ‘Uyainah kembali ke kediamannya di pinggiran kota Makkah. Tahun berikutnya, Sufyan bin ‘Uyainah meninggal dunia di hari Sabtu bulan Rajab tahun 198 H.
👓📝Beberapa Faedah Lain dari Hadits
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hadits ini termasuk dasar kaidah-kaidah penting di dalam Islam. Banyak sekali faedah yang dapat diambil dari hadits ini, di antaranya:

1. Di dalam hadits ini dijelaskan tentang dianjurkannya berinfaq dengan barang yang halal.

2. Dijelaskan juga tentang disyariatkannya serius di dalam berdoa, dalam bentuk memerhatikan makanan, minuman, dan pakaian.

Al-Imam Wahb bin Munabbih menyatakan,
“Barangsiapa ingin doanya dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala hendaknya dia memilih makanan yang baik.”
(Jami’ Al-’Ulum wal Hikam)

3. Hendaknya seorang musafir dirinya sendiri, orangtua, keluarga, dan orang-orang yang dicintai. Hendaknya pula ia memilih doa yang bersifat umum dan menyeluruh. Disertai dengan khudhu’ (ketundukan) dan harapan besar. Karena doa musafir mustajab, maka tidak layak bila disia-siakan.

4. Pada dasarnya, terdapat kesamaan hukum syar’i antara para nabi dan rasul. Kecuali ada dalil yang menjelaskan perbedaannya.

5. Syariat Islam memerintahkan umat untuk mengkonsumsi makanan yang halal. Hal ini merupakan sifat para nabi dan pengikut mereka. Makanan yang halal akan memengaruhi ibadah seorang hamba, doa, dan diterimanya amalan yang ia lakukan.

6. Tanggung jawab orangtua untuk memberi nafkah yang halal kepada anak dan istri sebagai perwujudan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(At-Tahrim: 6)

Wallahu a’lam.

———————————
Sumber : Majalah Asy Syariah

Membingkai Safar Dengan Do’a

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
http://www.ANTIKOMUNISME.com

✔ KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH BERJAMA’AH

🌓🌷⭕💥
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✔ KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH BERJAMA’AH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🌷 Suatu hari Umar bin al-Khaththab merasa kehilangan (tidak menjumpai) Sulaiman bin Abi Hatsmah pada shalat Shubuh, lalu Umar pergi ke pasar pagi-pagi, sementara tempat tinggal Sulaiman terletak antara masjid dan pasar, lalu beliau berjumpa dengan ibu Sulaiman yang bernama asy-Syifa’, maka beliau berkata kepadanya,
“Saya tidak melihat Sulaiman pada shalat Shubuh.”

Ibunya menjawab,
“Dia menghabiskan malam dengan mengerjakan shalat, lalu diapun dikalahkan oleh kedua matanya (ketiduran pada waktu Shubuh).”

⏭ Maka Umar berkata:

لأَنْ أَشْهَدَ صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ لَيْلَةً.

“Sungguh, aku menghadiri shalat Shubuh berjama’ah lebih aku sukai dibandingkan aku mengerjakan shalat semalam suntuk.”

📂 Muwaththa’ al-Imam Malik, no. 432, dan Syu’abul Iman, karya al-Baihaqy, no. 2617, riwayat ini shahih.

📚 Sumber || Saluran telegram asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah
❓❓ Lalu bagaimana dengan seseorang yang tidak mengerjakan shalat Shubuh berjama’ah karena dunia, atau nonton pertandingan bola orang kafir, atau melakukan hal yang sia-sia lainnya, atau bahkan menghabiskannya untuk maksiat?!!
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
http://www.ANTIKOMUNISME.com

TERUS MENERUS MENINGGALKAN AMALAN SUNNAH ADALAH KERUGIAN DAN KEHINAAN

it.ly/syarhussunnahlinnisa

🚨🌼⛈

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TERUS MENERUS MENINGGALKAN AMALAN SUNNAH ADALAH KERUGIAN DAN KEHINAAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🖌 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

⛔ “Terus menerus meninggalkan amalan sunnah adalah kehinaan.

💼 Ahmad bin Hanbal ditanya tentang seseorang yang terus menerus meninggalkan shalat witir, maka beliau mengatakan : “Ini orang yang jelek”

_____
📚 *Dar-u Ta’arudhil ‘Aqli wan Naqli (8/66)*

***
:: http://bit.ly/alistifadah ::
🗃 Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/07/terus-menerus-meninggalkan-amalan.html
🗳 Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
🕰 Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

—————————
🚩الاستمرار على ترك السنن والمستحبات خسارة وخذلان

🌾قال ابن تيمية – رحمه الله – :

🔹الاستمرار على ترك السُّنن خذلان ، قال أحمد بن حنبل وقد سُئل عن رجل استمر على ترك الوتر ؟ فقال : هذا رَجلٌ سُوء ..

📗|[ درء تعارض العقل والنقل (٨/٦٦) ]|

•••••••
🖲 Majmu’ah AL ISTIFADAH
🌍 http://bit.ly/tentangwalis
🛰 Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
📲 مجموعة الاستفادة
📆 Sabtu, 25 Syawwal 1437 H // 30 Juli 2016 M

————————
Www.Antikomunisme.com

HUKUM SHOLAT DENGAN MENGGUNAKAN KACA MATA

👓🕋

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HUKUM SHOLAT DENGAN MENGGUNAKAN KACA MATA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🌱 Al Lajnah Ad Daimah:

✅ Boleh bagi seseorang untuk sholat menggunakan kaca mata untuk kesehatan.

👓 Kecuali jika dengan menggunakannya seseorang tidak bisa menempelkan dahi atau hidungnya di bumi maka tidak boleh menggunakannya.

📃 Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 6/173
⏺ telegram Berbagiilmuagama

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
http://www.ANTIKOMUNISME.com

HUKUM MEMOTONG KUKU DI MALAM HARI, DAN APAKAH DISUNNAHKAN UNTUK MENGUBURNYA ?

🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴🏴

✂🌾 HUKUM MEMOTONG KUKU DI MALAM HARI, DAN APAKAH DISUNNAHKAN UNTUK MENGUBURNYA ?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
http://bit.ly/alistifadah

🍂 Asy Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily hafizhahullah

P E R T A N Y A A N
❓ “Tentang hukum memotong kuku di malam hari ?”

📝 J A W A B A N

“Boleh di setiap waktu, di malam hari dan siang hari. Baiklah, saudara penanya ini mengingatkanku akan sesuatu.

Apabila seseorang telah memotong kukunya, apakah disunnahkan untuk menguburnya ❓

📜 Ada datang dalam sebuah hadits riwayat Al Baihaqi dan selainnya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur rambut dan kuku.

Akan tetapi hadits tersebut dha’if (lemah), dan Al Baihaqi mengatakan :
“Hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa sisi (jalan) yang kesemuanya lemah, maka hadits tersebut dha’if, dan dalam masalah ini tidak tetap sedikitpun riwayat hadits dari sisi ketetapan sunnahnya.”

Namun, Al Imam Ahmad rahimahullah mengatakan :
“Sesungguhnya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma melakukannya, beliau mengubur kuku”.

Dan mereka mengatakan bahwa perbuatan ini mengandung maslahat, karena para tukang sihir kebanyakan yang mereka gunakan dalam melancarkan sihirnya adalah rambut dan kuku, jadi apabila seseorang mengubur rambut dan kuku maka dia akan aman dari kejahatan mereka.

Maka kami katakan, sesungguhnya mengubur kuku ini adalah kebiasaan yang mubah (diperbolehkan) dan mengandung maslahat,
📛 akan tetapi kami tidak mengatakan bahwa itu sunnah”.

____
💽 Link audio || https://goo.gl/ELimnE

***
🗃 Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/06/hukum-memotong-kuku-di-malam-hari-dan.html
🗳 Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
🕰 Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

——————
🔸ما حكم تقليم الأظافر في الليل🔸

🎙لفضيلة الشيخ أ.د.سليمان الرحيلي حفظه الله

•••••••
🖲 Majmu’ah AL ISTIFADAH
🌍 http://bit.ly/tentangwalis
🛰 Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
📲 مجموعة الاستفادة
📆 Selasa, 02 Ramadhan 1437 H // 07 Juni 2016 M
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

CARA YANG TEPAT MENYIKAPI PERBEDAAN PENDAPAT

💐🌹🌻🌷

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🔰 CARA YANG TEPAT MENYIKAPI PERBEDAAN PENDAPAT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

طالب العلم في مسائل الخلاف الواجب عليه أن ينظر في الأدلة وأن يأخذ بما ترجح عنده منها وأن لا ببالي بخلاف أحد ما دام الدايل معه، لأننا مأمورن باتباع الرسل.

“Seorang penuntut ilmu ketika menghadapi masalah-masalah yang diperselisihkan, yang wajib atasnya adalah dengan memperhatikan dalil-dalilnya dan mengambil pendapat yang paling kuat menurutnya, serta tidak mempedulikan perbedaan pendapat tersebut, dengan syarat dia benar-benar memiliki dalilnya, karena kita diperintahkan untuk mengikuti para rasul.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 19 hlm. 101

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

BERWUDHU DENGAN AIR KERUH

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Wyn Van Devanter_Colorful Water_YkVjSWI

🚿BERWUDHU DENGAN AIR KERUH🚿

📚Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله

❓❓Pertanyaan:

Kami mengeluarkan sejumlah benda ke daratan lalu kami duduk di sekitar kolam air. Air menjadi keruh bercampur dengan tanah dan kayu-kayu. Apakah boleh berwudhu dari air ini untuk menunaikan shalat?

Continue reading

BOLEHKAH MENGGUNAKAN UANG BANK UNTUK MEMBAYAR BIAYA ADMINISTRASI TABUNGAN

❗❗❗❗❗❗❗❗Grigore Covercenco_Dream In Colour_a0VjSA

➖TANYA JAWAB MUAMALAH➖➖➖

🌺🏦Bolehkah Menggunakan Bunga Bank Untuk Membayar Biaya Administrasi Tabungan💵💳

❓Tanya:

Seorang yang memiliki rekening tabungan di bank, yang sebatas digunakan untuk mentransfer uang dalam hal-hal yang dia butuhkan. Dalam setiap bulan dia mendapatkan bunga misalnya Rp 10.000,-. Kemudian dipotong biaya administrasi misalnya Rp 15.000,-. Apakah bunga masih harus disisihkan atau dibuang walaupun lebih kecil dibanding potongan uang administrasi? Continue reading

ADA APA DENGAN MUHARRAM (9)selesai

📮bulan muharram1 catatanmms

9⃣ 🌅 Ada Apa dengan Bulan Muharram?

– Selesai –

—————–

🔥⛔ Beberapa Perkara Haram yang dilakukan manusia Menjelang atau Tibanya Tahun Baru Hijriyah

»»»» 3

Perkara Haram lainnya :

👉❌ Pengkhususan hari Jumat terakhir di setiap tahun dengan tambahan amalan ibadah dan ketaatan. Begitupula pengkhususan dengan dipanjatkan doa tertentu yang biasa disebut dengan DO’A PENUTUP TAHUN atau DO’A PEMBUKAAN TAHUN. Do’a tersebut dipanjatkan pada sujud terakhir atau setelah ruku’ di shalat terakhir di penghujung tahun atau shalat pertama yang ditunaikan di Tahun Baru. Atau terkadang dipanjatkan di tempat-tempat diadakannya peringatan hari Hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut dan disebarluaskan oleh orang-orang bodoh melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, atau situs-situs internet. Continue reading

TINGKATAN PUASA ASYURA

images-3

Tingkatan Puasa Asyuraa

———————

Silsilah Fiqih Puasa

———————

📝Fadhilatus syaikh Ibnu Al-‘Utsaimin رحمه اللّهُ تعالى :

❓PERTANYAAN :

Apa yang Anda katakan tentang puasa satu hari setelah Asyuraa, dan yang disyariatkan ialah puasa sebelumnya, apakah puasa setelah Asyuraa telah ditetapkan berdasarkan hadits shahih dari Rasulullah ﷺ ?. Continue reading

SHAUM ASYURA

bulan muharram1 catatanmms

SHAUM ‘ÂSYÛRÂ`

(Hukum, Keutamaan, Sejarah, dan Cara Pelaksanaannya)

🌙Shaum ‘âsyûrâ` adalah shaum (puasa) hari âsyûrâ`, yaitu hari ke-10 bulan Muharram. Shaum pada hari ini memiliki keutamaan yang sangat besar.  Continue reading