AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH

🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑🏷️🔑📝 AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH

Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona & Lainnya (Bagian 8️)

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang amalan-amalan yang memiliki keutamaan untuk mencegah penyakit dan berbagai kemudaratan. Di antara amalan tersebut adalah:

1️⃣. Menutup Bejana/Wadah Air Atau Makanan

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ. وَفِي رِوَايَةٍ : فَإِنَّ فِي السَّنَةِ يَوْمًا يَنْزِلُ فِيهِ وَبَاءٌ

“Tutuplah bejana-bejana dan ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air minum. Sebab, setiap satu tahun sekali ada satu malam yang wabah penyakit turun padanya. Tidaklah wabah penyakit tersebut melewati bejana atau tempat air yang tidak ditutup, kecuali akan masuk ke dalamnya.”

Dalam riwayat yang lain,
“Sebab, setiap satu tahun sekali ada satu hari yang wabah penyakit turun padanya.”
(HR. Muslim no. 2014, dari sahabat Jabir bin Abdillah)

Pada hadits di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk menutup tempat-tempat makanan dan mengikat (menutup) wadah-wadah air minum.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga menyebutkan sebabnya, yaitu bahwa setiap satu tahun sekali ada satu malam atau satu hari yang wabah penyakit turun padanya. Tidaklah wabah penyakit tersebut melewati bejana atau tempat air yang tidak ditutup, kecuali akan masuk ke dalamnya.

●> Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ، فَإِنَّ الشَّيْطاَنَ لاَ يَحُلُّ سِقَاءً، وَلاَ يَفْتَحُ بَابًا، وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إلَّا أنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا، وَيَذْكُرَ اسْمَ اللهِ، فَلْيَفْعَلْ، فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ.
وَفِي رِوَايَةٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ:  وَأَكْفِئُوا الْإِنَاءَ، أَوْ خَمِّرُوا الْإِنَاءَ

“Tutuplah bejana-bejana dan ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air minum, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah api penerangan. Sebab, setan tidak mampu membuka ikatan (penutup) tempat minum, pintu, dan penutup bejana. Jika kalian sama sekali tidak mendapatkan suatu apapun untuk dijadikan sebagai penutup, kecuali dengan sekadar membentangkan sebatang kayu di atas bejana tersebut dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Sungguh, tikus dapat membakar pemilik rumah dengan menyulut rumahnya (akibat api penerangan yang tidak dimatikan).”
(HR. Muslim no. 2012, dari sahabat Jabir bin Abdillah)

Pada hadits di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk menutup tempat-tempat makanan dan mengikat (menutup) wadah-wadah air minum.
Bahkan, apabila kita tidak mendapatkan sesuatu pun untuk dijadikan sebagai penutup, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbingkan untuk tetap menutupnya walau hanya sekadar membentangkan batang kayu di atas bejana tersebut, dengan menyebut nama Allah (dengan mengucapkan: bismillah).

2️⃣. Menutup pintu dan mematikan api jika penerangan kita masih menggunakan api.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa ketika kita menutup wadah-wadah makanan, mengikat (menutup) wadah-wadah minum, menutup pintu-pintu, dan mematikan api; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membimbing untuk menyebut nama Allah (mengucapkan bismillah).

●> Beliau bersabda,

وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ شَيْئًا

“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah. Matikanlah api penerangan dan sebutlah nama Allah. Ikatlah (tutuplah) wadah air minum dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana dan sebutlah nama Allah. (Apabila engkau tidak mendapati sesuatu untuk menutup,) tutuplah walaupun hanya dengan membentangkan sesuatu di  atasnya.”
(HR. al- Bukharino. 3280 dari Jabir bin Abdillah)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Apabila kita menutup pintu dan menyebut nama Allah (mengucapkan “bismillah”), setan tidak akan mampu membuka pintu tersebut.

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (mengucapkan ‘bismillah’). Sungguh, setan tidak akan mampu membuka pintu yang ditutup.”
(HR. al-Bukharino. 3304, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu)

3️⃣. Tidak lupa membaca doa setiap keluar rumah

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

BISMILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya dan tidak ada daya upaya serta kekuatan, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.”

(Barang siapa yang membaca  doa ini ketika keluar rumah) dikatakan kepadanya,

هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“{Kamu telah diberi petunjuk , diberi kecukupan (atas urusan-urusanmu), dan dijaga (dari segala keburukan).”

(Hal ini) membuat setan menjauhinya. Bahkan, setan akan berkata kepada setan yang lain, “Bagaimana mungkin kamu bisa menggoda orang yang telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, dan dijaga?”
(HR. Abu Dawud no. 5095, dari sahabat Anas bin Malik. Hadits ini dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5095)

4️⃣. Demikian pula setiap keluar rumah membaca doa ini

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْأَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ  عَلَيَّ

ALLAAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA AN ADHILLA AU UDHOLLA AU AZILLA AU UZALLA AU UZHLIMA AU UZHLAMA AU AJHALA AU YUJHALA ALAYYA

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dalam kesesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, bodoh atau dibodohi.”
(HR. Abu Dawud dari Ummu Salamah, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani; lihat Shahih Abi Dawud dan Misykah al-Mashabih 2/783)

••> Makna أّنْ أَضِلَّ ialah menyimpang dari al-haq (kebenaran), berasal dari kata الضَّلَالُ yang bermakna lawan dari petunjuk dan hidayah.

••> Makna أَوْ أُضِلَّ ialah ‘aku disesatkan oleh orang lain atau aku menyesatkan orang lain’.
(Lihat ‘Aunul Ma’bud, 14/296 no. 5083)

5️⃣. Ketika singgah di suatu tempat membaca doa ini,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”

●> Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ

“Barang siapa singgah di suatu tempat, kemudian dia mengucapkan:

أَعُوذُ بكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِن شَرِّ ما خَلَقَ

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ

لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ.

“Niscaya tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya hingga ia meninggalkan tempat persinggahan tersebut.”
(HR. Muslim no. 2708, dari sahabiyah Khaulah bintu Hakim radhiyallahu anha)

Ketika menjelaskan hadits di atas, Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah membawakan kisah Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr al-Anshari al-Qurthubi.

○> Imam al-Qurthubi mengatakan,
“Hadits ini adalah berita yang benar dan pernyataan yang jujur. Kami membuktikan kebenaran dan faktanya, baik secara dalil maupun pengalaman. Sungguh, sejak aku mendengar hadits ini, aku senantiasa mengamalkannya. (Dengan sebab doa ini) aku belum pernah tertimpa mudharat apa pun, hingga suatu ketika aku lupa tidak membaca doa ini. Pada malam harinya, aku pun disengat kalajengking ketika singgah di suatu kota yang bernama Mahdiyyah[1]. Ketika aku merenung dan introspeksi diri, akhirnya aku sadar bahwa aku telah lupa membaca permohonan perlindungan dengan doa tersebut.”
(Lihat Taisir al-‘Aziz al-Hamid fi Syarh Kitab at-Tauhid hlm. 175)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Apabila Anda bepergian menuju suatu daerah kemudian Anda singgah di suatu tempat, jangan lupa membaca doa ini.
Semoga Allah subhanahu wa ta’alamenjaga dan melindungi dirimu dari berbagai kemudaratan, termasuk dari penularan penyakit yang berbahaya.

6️⃣. Membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah setiap malam.

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah di malam hari, (kedua ayat tersebut) akan mencukupinya.”
(HR. al-Bukhari no. 5009 dan Muslimno. 808)

••> Ketika menjelaskan makna  كَفَتَاهُ “mencukupinya”, Imam asy-Syaukani menyimpulkan bahwa seolah-olah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memaksudkan ‘mencukupinya dalam hal perlindungan dari setiap keburukan atau membentenginya dari apa yang dia khawatirkan’. Dan karunia Allah amatlah luas.
(Tuhfah adz-Dzakirin hlm. 99)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Demikian beberapa amalan yang apabila kita lakukan dengan ikhlas dan diniatkan melaksanakan sunnah (ajaran) Nabi shallallahu alaihi wa sallam, memiliki keutamaan-keutamaan tertentu. Secara khusus, sebagian amalan di atas bisa menjadi ikhtiar mencegah wabah penyakit. 

Demikian pula secara umum sebagian amalan yang lain adalah sebab mendapatkan perlindungan dari segala mudarat, termasuk penyakit dan wabah.

Tidak berarti amalan-amalan tersebut hanya dilakukan pada masa wabah penyakit, tetapi sebenarnya juga disyariatkan pada selain masa-masa wabah.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan kita taufik untuk mengamalkan bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam setiap sendi kehidupan kita.

[1] Sebuah kota yang terletak di sebelah timur daerah Qairawan. Saat ini kota Mahdiyyah masuk wilayah Tunisia. 

Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif
https://asysyariah.com/amalan-yang-bermanfaat-pada-masa-wabah/

AMALAN YANG BERMANFAAT PADA MASA WABAH Bagian 1 (8)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
🖥 https://catatanmms.wordpress.com
📲 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

BACAAN KETIKA GALAU

🏡⏱🏡⏱🏡⏱🏡⏱🏡⏱🏡

BACAAN KETIKA GALAU


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✔☝🏻 BACAAN KETIKA GALAU
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيّّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءِ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu laki-laki dan perempuan, ubun-ubunku di Tangan-Mu, berlaku padaku hukum-Mu, telah adil atasku ketetapan-Mu, aku memohon dengan seluruh nama-Mu, yang Engkau menamai diri-Mu dengannya, atau nama-Mu yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau sembunyikan pada ilmu gaib di sisi-Mu, jadikanlah Al-Quran sebagai penyejuk kalbuku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pengusir kegundahanku.”

(HR Ahmad dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Ash Shahihah)

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 73/ vol. 07/ 1439H – 2017M

BACAAN KETIKA GALAU

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
https://catatanmms.wordpress.com
🌷 Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••

AYO SEJENAK MEMBACA DZIKIR-DZIKIR PAGI HARI INI

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔆💐 *AYO SEJENAK MEMBACA DZIKIR-DZIKIR PAGI HARI INI* 💐🔆
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

࿐ ࿐༜
Beberapa menit, akan bisa menjagamu dari bala dunia.

Sedikit waktu yg engkau butuhkan untuk *membaca wirid harianmu akan menjadi sebab penjagaan dari Yg Maha Pengasih.*
📚 Shahih Al-Adzkar karya Imam Al-Albani rahimahullah : Continue reading

🔅•~•~•~•~•⚜•~•~•~•~•🔅

🍒 MUTIARA HADITS 🍒

🔅•~•~•~•~•⚜•~•~•~•~•🔅

⚠✋🏽 DOA YANG SANGAT URGEN❗
JANGAN ANDA LEWATKAN WAHAI SAUDARAKU …

✍🏼 Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata,

⚜~ الحديث ~⚜

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ

*•••« اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى

وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى

وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى

وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ »•••

📜 Artinya :

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata :

•••( Allaahumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ashlih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii. Waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin )•••

☝🏻 “Ya Allah…
☄Perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku.
☄Perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku.
☄Perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku.
☄Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan untukku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai pembebas dari segala keburukan.

📚 Sumber :
HR. Muslim no. 2720.
_______

✍🏻WhatsApp
ⓚⓘⓣⓐ🇮🇩ⓢⓐⓣⓤ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya….ayo segera bergabung.
🌐📲 Join Channel Telegram:
https://bit.ly/KajianIslamTemanggung

📻📡 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

HUKUM MEMBACA AL-FATIHAH KETIKA BERDO’A ATAU DI PENGHUJUNG DO’A

.:
🚇 HUKUM MEMBACA AL-FATIHAH KETIKA BERDO’A ATAU DI PENGHUJUNG DO’A

 
Asy-Syaikh al-‘Allaamah Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
Membaca Al-Fatihah di saat berdo’a atau di penutup do’a termasuk bid’ah karena tidak datang riwayat dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau dahulu membuka do’anya dengan membaca Al-Fatihah atau mengakhiri do’anya dengan Al-Fatihah.

وكل أمر تعبدي لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم فإن إحداثه بدعة

Sedangkan setiap perkara ta’abbudiy (penghambaan diri kepada Allah) yang tidak datang (tuntunan) dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam maka mengada-adakannya adalah bid’ah..”

[ Majmu’ Fatawa 14/159 ]

ـــــــــــــــــــــــــــــ
۞ 🌱صيــد الفوائــد🌱 ۞:
🛡حكم قراءة الفاتحة عند الدعاء أو في ختمه🛡

قال العلامة/محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :

قراءة الفاتحة بين يدي الدعاء أو في خاتمة الدعاء من البدع لأنه لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه كان يفتتح دعاءه بقراءة الفاتحة أو يختم دعاءه بالفاتحة
وكل أمر تعبدي لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم فإن إحداثه بدعة “انتهى
📓【مـجمـوع فتـاوى【14/159】

| Sumber: Channel Shaidul Fawaid
•• https://goo.gl/IoFp59 ••
______
🔍 مجموعــــــة توزيع الفــــوائد
💾 Channel Telegram:
👉🏽 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 http://www.alfawaaid.net

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

BACAAN RUQYAH UNTUK ORANG YANG SAKIT SESUAI SUNNAH NABIﷺ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📗BACAAN RUQYAH UNTUK ORANG YANG SAKIT SESUAI SUNNAH NABIﷺ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

Berikut ini adalah bacaan berdasarkan Sunnah Nabi ﷺ untuk orang yang sakit semoga Allah memberikan kesembuhan.

Untuk orang perempuan yang sakit, bacaannya dengan mengganti dhomir menjadi ‘ki’, sedangkan bagi orang laki dibaca ‘ka’. Boleh juga dibaca dengan disukun. Berikut ini adalah bacaan-bacaan untuk orang sakit jika yang sakit adalah orang perempuan.

 

1⃣ Membacakan surat dan ayat apa dari Al-Qur`an sebagai ruqyah (pengobatan) bagi orang yang sakit. Seluruh ayat dalam Al-Qur`an adalah penyembuh.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

‘Dan Kami turunkan dari al-Quran berupa penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman….’ (Q.S al-Isra’: 82).

 

2⃣ Memperbanyak bacaan alFatihah di dekat orang yang sakit. Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda:

وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ

”Tidakkah engkau tahu bahwa alFatihah adalah ruqyah?”
(H.R al-Bukhari dan Muslim)

 

3⃣ Bacaan yang dibaca 7 kali di sisi orang yang sakit:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكِ

(H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad)

 
4⃣ Dibaca sekali di sisi orang yang sakit:

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكِ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ أَوْ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكِ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكِ

(H.R Ibnu Majah dan Ahmad)

 
5⃣ Dibaca sekali di sisi orang yang sakit dengan diikuti mengusapkan tangan ke tubuh orang yang sakit:

أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

(H.R al-Bukhari dan Muslim)

 
6⃣ Jika orang yang sakit mengeluhkan bagian tubuh tertentu yang sakit, maka dibacakan bismillah 3 kali, kemudian letakkan tangan orang yang meruqyah ke bagian tubuh penderita yang sakit dengan membaca sebanyak 7 kali:

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

(H.R Muslim)

 
〰〰〰〰〰
⭕Pertanyaan:

Bismillah.
Assalamu’alaykum.
Ustadz ana mau tanya, ana pernah melihat seorang yang katanya adalah peruqyah syar’i, dia meruqyah pasien yg kesurupan jin dengan cara menyembelih, memukul punggung, dll. Bagaimana hukumnya ustadz?
✅Jawaban:

Waalaikumussalam. Kalau dengan cara menyembelih, misalkan karena jinnya mempersyaratkan harus ada penyembelihan baru akan keluar dari tubuh orang yang kesurupan, maka itu adalah kesyirikan. Itu termasuk penyembelihan kepada selain Allah..

Sebenarnya tidak perlu dengan memukul punggung dan semisalnya, cukup dibacakan saja ayat-ayat Al-Qur`an, maka insyaAllah akan tercapai tujuan keluarnya jin itu dari tubuh orang tsb. Tidak perlu berdialog panjang lebar dengan jin itu kecuali seperlunya. Intinya hanya dibacakan. Cuma kondisinya berbeda-beda. Ada yang cuma dibacakan beberapa ayat sudah keluar, ada juga yang harus sabar berlembar-lembar halaman mushaf baru keluar..

▫Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah

Link: bit.ly/2ahK5Lp
__________
📲Turut memublikasikan ⇲
۞ مجموعة الاستفادة ۞

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
http://www.ANTIKOMUNISME.com

MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDOA

✋🏻🌺💧🌹

 

MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDOA

 

📁 Dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah:

“Apabila doa itu adalah ibadah yang disyariatkan, dalam keadaan tidak ada (dalil) yang tetap dalam masalah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelahnya, baik dalil sunnah ucapan (Nabi ) ataupun perbuatan, bahkan diriwayatkan hal itu dari jalan-jalan yang lemah, maka mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelah berdoa itu tidak disyariatkan.”

📑 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah -Al-Majmuah Al-Uula 4/445.

📚 Sumber : Channel Syaikh Fawwaz al-Madkhali hafizhahullah.

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/mengusap-wajah-setelah-berdoa/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN

🔇🌹🌱
DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN
———————————————
🔇 Janganlah engkau membaca:

صدق الله العظيم

☝🏻 akan tetapi bacalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

🌹 Sunnah yang kebanyakan manusia melalaikannya setelah membaca Al-Qur’an. Disunnahkan setelah selesai membaca Al-Quran untuk membaca :

( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

📑 Dalil akan hal itu adalah:

⏩ Dari Aisyah radhiallahu’anha berkata: Tidaklah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam duduk di satu majlispun dan TIDAKLAH MEMBACA QUR’AN dan mengerjakan shalat apapun kecuali beliau menutupnya dengan bacaan itu.”

🌺 Lalu Aisyah berkata : Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, saya melihat engkau. Tidaklah engkau duduk dalam suatu majlis, tidak pula engkau membaca Qur’an, tidak pula engkau mengerjakan shalat apapun kecuali engkau menutupnya dengan membaca bacaan tadi?”

📢 Jawab beliau:

“Ya, barangsiapa yang mengucapkan kebaikan ditutup untuknya penutup di atas kebaikan tadi. Dan barang siapa yang mengucapkan kejelekan (dalam majlisnya), maka bacaan doa tadi sebagai penghapus kejelekan (kaffarah) baginya.

( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

📁 Imam An-Nasaai membuat Bab atas hadits ini dengan perkataan beliau: “Bab Apa yang dibaca setelah membaca Al-Quran.” Sanadnya shahih: Dikeluarkan oleh An-Nasaai dalam As-Sunan Al-Kubra dan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam An-Nukat 2/733. Sanadnya shahih.

📁 Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata dalam Ash-Shahihah 7/495 : Ini adalah sanad yang shahih juga diatas syarat Muslim.

📁 Syaikh Muqbil Al-Wadii berkata dalam Al-Jami’ As-Shahih mimma Laisa fi Ash-Shahihain 2/128: Ini adalah sanad yg shahih.

Manusia sekarang meninggalkan sunnah yang satu ini, mereka malah membaca doa setelah membaca Al-Quran: “Shadaqallahul Azhiim”

📃 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Tentang Shadaqallahul Azhiim :

⛔ Menjadikan kalimat “Shadaqallahul Azhiim” dan yang semisalnya sebagai penutup untuk membaca Al-Quran itu bidah. Karena tidak pasti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kalau beliau membacanya setiap selesai membaca Al-Quran. Kalau seandainya hal itu disyariatkan untuk menutup bacaan Al-Qur’an niscaya beliau membaca setelahnya.

📢 Dan telah pasti dari beliau bahwasanya beliau bersabda:

“Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini perkara yang bukan darinya maka hal itu tertolak.”
(HR. Bukhary dan Muslim)..

☝🏻 Hanya Allahlah tempat memohon Taufiq.
Dan shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, Keluarga beliau dan sahabat beliau.

📑 Komite Tetap Untuk Pembahasan Ilmiyah Dan Fatwa.

Dipimpin oleh Imam Abdul Aziz Bin Baaz rahimahullah
Anggota : Al-Allamah Abdullah bin Ghudayyan rahimahullah.
Anggota Al-Allamah AbdurRazzaq Afifi rahimahullah.

📚 Sumber Fatwa no 7306.

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/diantara-sunnah-yang-telah-ditinggalkan-manusia-setelah-membaca-al-quran/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
https://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

HUKUM MENGUCAPKAN Shadaqallahul ‘azhim

HUKUM UCAPAN:   صدق الله العظيم

 

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu Ta’ala ditanya:

 

Apakah dibenarkan bagi seorang muslim untuk mengucapkan:  صدق الله العظيم

 

Shadaqallahul ‘Azhim (Allah Yang Mahaagung benar),  setelah membaca al-Quran? Apakah hal ini memiliki dalil?

 

Jawaban:

 

Perkara ini tidak berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam, tidak satupun dari para shahabatnya, atau para salaf bahwa mereka melazimi kalimat ini setelah membaca al-Quran. Senantiasa melazimi bacaan ini, menetapkannya seakan-akan termasuk rangkaian hukum membaca al-Quran, dan termasuk perkara yang harus dilakukan ketika membaca al-Quran, ini termasuk bid’ah yang tidak memiliki dalil sama sekali. Continue reading

DOA KEPADA ORANG YANG SAKIT

IMG-20150810-WA0047

—————

DOA PILIHAN

—————-

💊DOA KEPADA ORANG YANG SAKIT💊

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمَا

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Menyembuhkan, Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa penyakit.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu anha)

°°🌿🎀🌿°°

Dikutip dari majalah Tashfiyah edisi 8/vol10/1432H-2011M

🌹syarhus sunnah lin nisaa`

〰〰🌿〰〰🌿〰〰🌿〰〰

ISTIGHFAR DAN TATA CARANYA

〰〰〰〰〰💐💐〰〰〰〰〰IMG-20150817-WA0002

🔵ISTIGHFAR DAN TATA CARANYA🔵

📚📚 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullaah

❓❓Terangkan pada kami tentang istighfar, bentuknya, tata caranya, dan berapa bilangan yang sebaiknya kami ucapkan dalam sehari? Hal itu karena manusia menyadari bahwasanya dirinya mempunyai kekurangan dan sering berbuat dosa besar, dan terluput darinya sekian banyak amalan shalih. Continue reading