Cara Mentarbiyah Anak

بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيــــــــْمِ

📝 Ketahuilah, seluruh cara yang kita lakukan dan upayakan kembali kepada salah satu dari beberapa jalan berikut ini:

1️⃣ ● Sekadar mendiktekan perintah dan larangan

Misalnya dengan mengatakan kepada anak,
“Tidak boleh begini, tidak boleh begitu”,
“Lakukan ini dan itu.”

💦 Sangatlah disayangkan, cara seperti ini sering dilakukan oleh banyak orang tua, padahal pengaruhnya kurang terasa.


2️⃣ ● Menyampaikan perintah dan larangan disertai cara lain, seperti memberikan nasihat, atau memberikan targhib (memberikan harapan kepada kebaikan) dan tarhib (menakut-nakuti dengan hukuman).

Cara seperti ini lebih berhasil daripada yang pertama.
 

3️⃣ ● Mencontohkan dan memberikan teladan.

✅ Seorang ibu harus memerhatikan dan memperbaiki adab dan akhlaknya, agar bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anak yang dididiknya.

✋🏻❌ Dia tidak boleh memerintahkan sesuatu, sementara dia sendiri tidak mengerjakannya.

✋🏻❌ Jangan pula dia melarang sesuatu, tetapi dia sendiri mengerjakannya.

• Misalnya, ibu menyuruh anaknya membaca al-Qur’an, sementara dia sendiri tidak pernah terlihat membuka lembaran mushaf apalagi membacanya. 💧

• Ibu mengajari anaknya untuk bersifat jujur dan melarang berdusta, tetapi ibu sendiri berdusta di hadapan anak-anaknya.

•••

➡️ Ada pula beberapa hal penting yang perlu diketahui terkait pendidikan anak, di antaranya:

1️⃣. Kapan diperkenankan untuk memukul anak❓

Pukulan memang termasuk sarana pendidikan. Akan tetapi, seorang ibu yang baik tentu tidak asal memukul anaknya.

2️⃣. Menakut-nakuti anak dengan sesuatu dan pengaruhnya bagi kejiwaan anak.

Untuk mendiamkan atau menenangkan anak, orang tua biasa menakut-nakutinya dengan sesuatu. Dalam hal ini orang tua harus mempelajari, sejauh mana hal tersebut berpengaruh pada kejiwaan anak.

3️⃣. Menjauhkan anak dari pergaulan dengan anak-anak yang tidak terdidik dengan baik dan teman-teman buruk yang dapat menyeretnya jatuh dalam kejelekan.

4️⃣. Mengikuti perkembangan belajar anak, apa yang sudah dipelajarinya, sejauh mana pemahamannya terhadap ilmu yang telah disampaikan kepadanya.

5️⃣. Mendidik anak perempuan agar memiliki rasa malu.

Di antaranya dengan menyuruh dan membiasakannya memakai kerudung sejak kecil.

6️⃣. Tidak bolehnya menampakkan pertentangan antara ayah dan ibu saat memberikan arahan kepada anak.

Misalnya, ayah memerintah anak untuk berbuat sesuatu, sementara ibu melarangnya. Hal ini akan menimbulkan kebingungan pada anak, siapa yang harus diikuti.

7️⃣. Ucapan dan perbuatan tidak boleh bertentangan.

Jangan sampai ibu berkata kepada anaknya,
‘Nak, kamu jangan menunda-nunda shalat!’
sementara anak melihat ibunya kerap menunda-nunda shalat.

8️⃣. Senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak dan menjaga lisan dari mendoakan keburukan untuk anak, apapun yang diperbuat anak yang membuat orang tuanya marah.

Hal-hal di atas perlu dipelajari lebih lanjut oleh seorang ibu yang ingin sukses mendidik anak-anaknya.

Apa yang kami tuangkan dalam ulasan di atas bukanlah dari pikiran kami sendiri, melainkan bimbingan seorang alim besar zaman ini, seorang pendidik/pengajar umat; Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.

Beliau menyampaikan bimbingan di atas pada sebuah ceramah yang berjudul Daur al-Mar’ah fi Tarbiyah al-Usrah (Peran Wanita dalam Mendidik Keluarga).

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas beliau dengan limpahan kebaikan.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Ditulis oleh al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah hafizhahallah

📑 Selengkapnya: https://asysyariah.com/peran-ibu-dalam-tarbiyah-anak/

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.com
🖥 https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••