Hukum Menjual Kue Untuk Perayaan Ulang Tahun

بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيــــــــْمِ

❓Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Bismillah. Afwan ustadz ada yang bertanya. Ada ikhwan yang jualan kue, kemudian kue tersebut untuk acara ulang tahun. Padahal ikhwah tersebut tahu kue tersebut untuk acara ulang tahun. Karena sudah langganan, jadi tidak enak menolaknya, akhirnya dilayanin kuenya. Apa hukumnya yang demikian? Jazakallahu khayran ustadz.


📝 Jawaban oleh: al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

👉🏻 “Hukum asal dalam muamalah jual beli adalah halal.

• Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(al-Baqarah: 275).

👉🏻 Selama yang dijual adalah sesuatu yang halal, maka halal diperjualbelikan. Silakan dijualkan kue tersebut dan tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk membebani dirinya dengan menanyakan kepada masing-masing pembeli mau digunakan untuk apa.

⚠️👉🏻 Tetapi, jika seseorang mengetahui dengan jelas seperti diberitahu oleh si pembeli atau dengan cara lain tanpa dia meneliti, akan digunakan untuk kemaksiatan, maka haram hukumnya. Tolaklah dengan cara yang hikmah.

• Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan janganlah kalian saling menolong dalam hal dosa dan permusuhan.”
(al-Maidah: 2)

🔥 Melakukan perayaan ulang tahun adalah kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani, tidak boleh kita turut andil sedikit pun dalam acara tersebut.

• Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَن تَشبَّهَ بقَومٍ فهو منهم.

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia dari mereka.”
(Abu Dawud no. 4031, dinyatakan hasan oleh al-Hafidz di dalam al-Fath, jilid 10, hlm. 282).

🖊️ Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz rahimahullah berkata,

الاحتفالات بالموالد بدعة، لا أصل لها، وتشبه باليهود والنصارى، فلا يجوز ذلك لا بميلاد الأنبياء، كنبينا محمد صلى الله عليه وسلم، ولا بغير ذلك، ولا يجوز للإنسان أن يحتفل بمولده ولا بمولد أبيه ولا أمه، كل هذا من البدع المنكرة إذا تعبد بها فهي بدعة، وإذا فعلها استحسانا قد شابه المشركين من اليهود والنصارى في ذلك فهي ممنوعة للتعبد، وممنوعة للتشبه.

“Merayakan hari-hari kelahiran hukumnya bid’ah, tidak ada asalnya di dalam Islam dan hal itu pula menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tidak boleh yang demikian itu, tidak untuk para Nabi seperti Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula selain beliau. Tidak boleh seseorang merayakan hari kelahirannya dan tidak pula kelahiran kedua orang tuanya, semua itu merupakan termasuk dari bid’ah kemungkaran.

Apabila seseorang menganggap ini ibadah, maka hukumnya bid’ah.

Namun, jika dia lakukan sekadar anggapan baik saja, maka sungguh dia telah menyerupai orang-orang musyrik dari kalangan Yahudi dan Nasrani dalam hal itu, maka hal ini dilarang baik seseorang melakukannya karena ibadah atau dia menganggapnya baik dengan meniru (budaya kafir).”
(Fatāwā Nūrun ‘Alā ad-Darb, jilid 3, hlm. 107).
https://t.me/TJMajmuahFudhail

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.com
🖥 https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••