Sebab-sebab yang Membantu Para Pemuda untuk Tetap Semangat dalam Kebaikan

بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيــــــــْمِ

‌🖊️ Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.


❓Pertanyaan :

Memperhatikan di dalam barisan para pemuda yang dulunya komitmen dengan agama itu mulai mengalami kelemahan dan juga kebosanan, maka kami menginginkan agar anda menerangkan sebab-sebab yang menjadikan para pemuda kuat setelah mereka komitmen dengan agamanya?

🗝️Jawaban :

‘Sikap komitmen beragama yang tumbuh di kalangan para pemuda tidak ragu lagi sesungguhnya itu adalah perkara yang membahagiakan, milik Allah segala puji, dan tidaklah ada kelemahan padanya. Bahkan itu adalah satu kemajuan Alhamdulillah.

Akan tetapi setan kadang mendatangi seorang yang komitmen dengan agamanya, lalu setan pun menghalanginya, menghalanginya untuk berbuat kebaikan itu dan mendorongnya untuk berbuat kejelekan. Lalu setan menipunya, bahwasanya Allah akan mengampuninya, dan semisal itu.

➡️ Maka wajib atas seorang untuk mengikhlaskan maksudnya dan niatnya untuk Allah Taala.

☝🏻 Barang siapa yang menginginkan ketinggian maka dia harus begadang (menaati Allah) bermalam-malam.

⬇️⬇️ Di sana ada beberapa sebab yang menjadikan pemuda menjadi bersemangat :

1⃣ Sebab pertama :
Hendaknya dia memaksudkan niat mencari wajah Allah dan negeri akhirat.
Maka setiap kali dia melihat futur, lemah semangat pada dirinya, dia perbarui lagi semangatnya, sampai dia bisa berlanjut dalam semangat. Ini yang pertama.

2⃣ Sebab kedua :
Hendaknya dia bersemangat dalam bersahabat dengan ikhwan yang bersemangat dalam menaati Allah.
Karena teman yang shalih itu seperti yang disifatkan oleh Nabi ﷺ seperti penjual minyak wangi misik. Bisa jadi dia memberimu, bisa jadi engkau membeli misiknya darinya, atau minimalnya engkau mendapatkan bau wanginya.

3⃣ Sebab ketiga adalah : Janganlah ketika dia bangkit komitmennya, mendorong dirinya terlalu kuat dari yang sewajarnya.
Karena jika dorongan lebih dari yang sewajarnya dan membawa dirinya kepada perkara yang tidak wajib, dia akan capek dan bosan. Akan tetapi jika dia menjalankan komitmen dengan teratur, berjalan sesuai tuntutan syariat, maka kebanyakannya ia tidak bosan, sambil menjalankan sebab-sebab lainnya.

4⃣ Sebab ke empat : Hendaknya ia tidak bosan, rasa bosan yang menghalangi dia dari menaati Allah, dalam apa yang ia saksikan dalam masyarakatnya.

●> Karena Allah Taala berfirman kepada RasulNya ﷺ :

فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا

“Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).”
(QS. Al-Kahfi 6.)

●> Allah berfirman :

فَٱصۡدَعۡ بِمَا تُؤۡمَرُ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

“Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”
(QS. Al-Hijr 94)

📒 Maka seorang insan itu jika dia memperbaiki jiwanya antara dia dengan Rabbnya, niscaya dia tidak akan binasa karena perbuatan orang lain, dia tetap berdakwah ke jalan Allah, sambil memohon kepada Allah hidayah buat mereka.

📒 Dia menyadari kalau ia tidak akan memikul tanggung jawab atas perbuatan mereka dan mereka juga tidak memikul tanggung jawab terhadap perbuatannya sedikitpun.

Inilah empat sebab yang bisa saya ingat sekarang ini. Bisa jadi disana ada sebab lainnya untuk menguatkan dan mengokohkan keadaan dia yang sudah komitmen beragama :

5⃣ Sebab kelima yaitu Selalu memohon kepada Allah keteguhan hati, agar Allah meneguhkan dan menolong dirinya.

https://binothaimeen.net/content/2126

http://telegram.me/ahlussunnahposo https://mahad-arridhwan.com/nasehat/2987

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.com
🖥 https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••