Ringkasan Fikih Kurban: Hewan yang Lebih Utama Dijadikan Kurban

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู’ู…ู

5. HEWAN YANG LEBIH UTAMA DIJADIKAN KURBAN

>> Pendapat yang kuat dalam hal ini adalah seseorang berkurban dengan seekor unta sendirian.

>> Jika tidak mampu, maka dengan sapi sendirian.

>> Jika tidak mampu pula, maka dengan kambing sendirian.

Inilah pendapat mazhab Syafiโ€˜i dan yang lainnya.

๐Ÿ”– Al-Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan,

ู…ุฐู‡ุจู†ุง ุฃู† ุฃูุถู„ ุงู„ุชุถุญูŠุฉ ุจุงู„ุจุฏู†ุฉ ุซู… ุงู„ุจู‚ุฑุฉ ุซู… ุงู„ุถุฃู† ุซู… ุงู„ู…ุนุฒ ูˆุจู‡ ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุญู†ูŠูุฉ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุฏุงูˆุฏ

“Mazhab kami (memandang), yang lebih utama dalam berkurban adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing jenis domba, kemudian ma’iz. Ini juga pendapat Abu Hanifah, Ahmad, dan Dawud”
(Al-Majmลซโ€™, Jilid 8, hlm. 398).

โ—> Yang menunjukkan hal tersebut adalah lafaz hadis,

ู…ูŽู†ู ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุบูุณู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุงุญูŽ ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุจูŽุฏูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุงุญูŽ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุงุญูŽ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ูƒูŽุจู’ุดู‹ุง ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽู†ูŽ

“Barang siapa mandi sebagaimana mandi junub pada hari Jumat kemudian dia berangkat (pada waktu pertama), seakan-akan dia telah berkurban seekor unta.

Barang siapa datang pada waktu kedua, seakan-akan dia telah berkurban seekor sapi.

Barang siapa datang pada waktu ketiga, seakan-akan dia telah berkurban dengan seekor domba yang bertanduk”
(HR. al-Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850).

๐Ÿ’ฏ Disebutkan dengan urutan yang terbesar, yaitu unta karena dagingnya lebih banyak.

๐Ÿ”– Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan kenapa unta yang lebih utama,

ู„ุฃู†ู‡ุง ุฃูƒุซุฑ ุซู…ู†ุง ูˆู„ุญู…ุง ูˆุฃู†ูุน

Karena lebih besar, lebih banyak dagingnya, dan lebih bermanfaat.”
(Al-Mughni, Jilid 9, hlm. 439).

>> Namun, perlu kita ketahui bahwa berkurban dengan kambing sendirian lebih utama daripada dengan unta atau sapi patungan.

๐Ÿ”– Syekh Muhammad bin Shalih al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menerangkan,

ุฐูƒุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุถุญู‰ ุจุงู„ุจู‡ูŠู…ุฉ ูƒุงู…ู„ุฉ ูุงู„ุฃูุถู„ ุงู„ุฅุจู„ ุซู… ุงู„ุจู‚ุฑ ุซู… ุงู„ุบู†ู… ูˆุงู„ุถุฃู† ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ู…ุงุนุฒ ุฃู…ุง ุฅุฐุง ุถุญู‰ ุจุณุจุน ู…ู† ุงู„ุจุฏู†ุฉ ุฃูˆ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ ูุฅู† ุงู„ุบู†ู… ุฃูุถู„ ูˆุงู„ุถุฃู† ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ู…ุงุนุฒ

Fukaha rahimahumullah menyebutkan apabila seseorang berkurban dengan hewan secara sempurna untuk dia sendiri, maka yang afdal adalah unta, sapi, kemudian kambing.

Kambing domba lebih utama daripada ma’iz.

Adapun jika dia patungan tujuh orang baik dengan unta atau sapi, maka kambing (untuk sendiri) lebih utama dan kambing domba lebih utama daripada mฤ’iz.”
(Majmลซโ€˜ al-Fatฤwa, Jilid 25, hlm. 34).

๐Ÿฅฉ Dibolehkan pula seseorang berkurban dengan kerbau karena termasuk jenis sapi.

๐Ÿ”– Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

ุงู„ุฌุงู…ูˆุณ ู…ู† ุงู„ุจู‚ุฑ

“Kerbau termasuk jenis sapi.”
(Majmลซโ€˜ al-Fatฤwa, Jilid 25, hlm. 34).

๐Ÿ“ฅ Ketentuan dalam hewan kurban, yaitu kambing untuk sendirian.

๐Ÿ“ฅ Adapun sapi dan unta bisa untuk sendirian, bisa patungan.

๐Ÿ”– Syekh Muhammad bin Shalih al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menerangkan,

ูˆู„ุง ูŠุฌุฒุฆ ุฃู† ูŠุดุชุฑูƒ ุงุซู†ุงู† ูุฃูƒุซุฑ ุงุดุชุฑุงูƒ ู…ู„ูƒ ููŠ ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู† ุงู„ุบู†ู… ุถุฃู†ู‡ุง ุฃูˆ ู…ุนุฒู‡ุงุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุงุดุชุฑุงูƒ ููŠ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ ุฃูˆ ุงู„ุจุนูŠุฑ ููŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠุดุชุฑูƒ ุณุจุนุฉ ููŠ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ

โŒ “Tidak sah untuk patungan dua orang atau lebih dalam kepemilikan satu ekor kambing, baik kambing jenis domba maupun ma’iz.

โœ… Adapun patungan pada sapi atau unta, maka boleh tujuh orang dengan satu hewan.”
(Majmลซโ€˜ al-Fatฤwa, Jilid 25, hlm. 22).

๐Ÿ”–Al-Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan,

ุชุฌุฒุฆ ุงู„ุดุงุฉ ุนู† ูˆุงุญุฏ ูˆู„ุง ุชุฌุฒุฆ ุนู† ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ูˆุงุญุฏ

“Satu kambing mencukupi (dalam hal kepemilikan hewan kurban) untuk satu orang dan tidak sah lebih dari itu.”
(Al-Majmลซโ€™, Jilid 8, hlm. 397).

๐Ÿ“ Dari semua penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahasan dalam kepemilikan hewan kurban sebagai berikut:

1. Apabila berkurban sendirian, maka yang afdal adalah unta, sapi, kemudian kambing. Kambing domba lebih utama daripada ma’iz.

2. Jika patungan, yang afdal seperti urutannya yang awal, yaitu unta, kemudian sapi.
Namun, jika seseorang berkurban sendirian dengan satu ekor kambing maka lebih utama.

3. Khusus untuk kambing, tidak boleh patungan dan boleh patungan pada unta dan sapi.

..Bersambung..

Baca selengkapnyaโ€ฆ: https://www.alfudhail.com/ringkasan-fikih-kurban/

๐Ÿ“ฑAyo Gabung dan Bagikan:
๐Ÿก Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
โ†˜ Situs Web:
๐ŸŒ http://alfudhail.com

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข
๐ŸƒTurut menyebarkan:
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
๐Ÿ–ฅ Https://akhwat.net
Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข๐ŸŒธโ–ซ๏ธ๐ŸŒธโ–ซ๏ธ๐ŸŒธโ–ซ๏ธ๐ŸŒธโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข