Adab-adab Seorang Tholib terhadap Dirinya

بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيــــــــْمِ

❓Pertanyaan:

Memperhatikan adanya lemah semangat dan futur dalam tholabul ilmi, maka sarana dan cara apa yang bisa mendorong kepada tingginya semangat dan keinginan terhadap ilmu?

Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifa’i hafizhahullah:

💥 “Lemahnya semangat dalam tholabul ilmi syar’i adalah termasuk dari musibah yang besar.

Ada beberapa perkara yang mesti ditempuh diantaranya:

1⃣. Ikhlas Lillaahi – عز و جل –

Ikhlas karena Alloh dalam mencari ilmu. Seseorang apabila ia ikhlas karena Alloh dalam mencari ilmu dan dia tahu bahwasanya dia akan diberi pahala dalam mencarinya dan dia akan berada di derajat ketiga dari tingkatan derajat umat ini ( sebagaimana dalam ayat dibawahnya ini-Pen. ) maka semangatnya akan naik.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Artinya:

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

(QS, An Nisa : 69)

2⃣. Agar dirinya selalu berteman dengan teman teman yang akan memotivasi / mendorongnya terhadap ilmu dan yang akan membantunya untuk berdiskusi dan membahas ilmu.

✋ Jangan berpaling dari berteman / bergaul dengan mereka selama mereka akan membantunya mendapatkan ilmu.

3⃣. Agar menjadikan dirinya bersabar maknanya menahan dirinya dikala jiwanya ingin berpalin.

Allah تعالى berfirman kepada nabi-Nya صلى الله عليه وسلم :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Artinya:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

(QS. Al Kahfi : 28)

👉🏼 Maka hendaknya dia bersabar dan terbiasa mencari ilmu maka mencari ilmu akan menjadi karakter / tabiat yang melekat baginya, sehingga satu hari tanpa ilmu menjadi terasa hari yang panjang (terluput ilmu- pen).

❌ Adapun kalau nafsunya dia berikan keinginannya maka jangan, karena nafsu suka mengajak kepada yang jelek, dan syaithon mendorongnya untuk malas dan tidak mau belajar.

Disarikan dari tanya jawab no. 6 dari kitab Al-Ilmu karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 70

WA Darussalaf Bontang

📑 Sumber: https://darussalaf.or.id/nasehat/futur-dalam-tholabul-ilmi/

•••┈••••○❁📖❁○••••┈•••

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja

🌏 https://t.me/salafybaturaja

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa

Channel Telegram:

http://t.me/syarhussunnahlinnisa

🖥 https://catatanmms.wordpress.com

📲 https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu

🇸 🇸 🇱 🇳

••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••