UNTUK HAL YANG BISA MEMBUAT MALU SAUDARA KITA; PURA-PURA TIDAK TAHU SAJA! JANGAN DIBAHAS DAN DIPERPANJANG

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A I D A H P A G I
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ’ญ๐Ÿ”‡ UNTUK HAL YANG BISA MEMBUAT MALU SAUDARA KITA; PURA-PURA TIDAK TAHU SAJA! JANGAN DIBAHAS DAN DIPERPANJANG ๐Ÿ”‡๐Ÿ’ญ
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ—’ Dari Abdullah bin Zam’ah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

ูˆูŽุนูŽุธูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุถูŽุญููƒูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุฑู’ุทูŽุฉู

“Rasulullah memberikan teguran pada orang-orang yang menertawakan kentut.bunga7

โœ“ Beliau ๏ทบ bersabda :

ุฅูู„ูŽุงู…ูŽ ูŠูŽุถู’ุญูŽูƒู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุŸ

“Atas dasar apa salah seorang kalian menertawakan sesuatu yang padahal juga terjadi pada dirinya sendiri?”
(HR. Al Bukhari (4942) dan Muslim (2855))

โ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿ—’ Imam Nawawi rahimahullah berkata saat menyebutkan sejumlah pelajaran hadits ini :

ูˆููŠู‡ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุถุญูƒ ู…ู† ุงู„ุถุฑุทุฉ ูŠุณู…ุนู‡ุง ู…ู† ุบูŠุฑู‡ ุŒ ุจู„ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠุชุบุงูู„ ุนู†ู‡ุง ูˆูŠุณุชู…ุฑ ุนู„ู‰ ุญุฏูŠุซู‡ ูˆุงุดุชุบุงู„ู‡ ุจู…ุง ูƒุงู† ููŠู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุงู„ุชูุงุช ูˆู„ุง ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูˆูŠุธู‡ุฑ ุฃู†ู‡ ู„ู… ูŠุณู…ุน ุŒ โ€ูˆููŠู‡ ุญุณู† ุงู„ุฃุฏุจ ูˆุงู„ู…ุนุงุดุฑุฉ .

“Di dalamnya terdapat larangan untuk tertawa bagi orang yang mendengar suara kentut. Bahkan sikap yang tepat ialah pura-pura tidak tahu dan terus saja berbincang seperti tidak terjadi apa-apa.

Dan kesankanlah bahwa kita tidak mendengar ‘suara’ itu. Dan dalam hadits ini ada pelajaran tentang adab yang baik saat bergaul.”
(Al Minhaj, XVII/188)

โ€ขโ€ขโ€ข
โ˜‘ MENERTAWAKAN KENTUT ITU TREND JAHILIYAH
๐Ÿ—’ Al Allamah Al Mubarakfury rahimahullah berkata :

ูˆูƒุงู†ูˆุง ููŠ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ุฅุฐุง ูˆู‚ุน ุฐู„ูƒ ู…ู† ุฃุญุฏ ู…ู†ู‡ู… ููŠ ู…ุฌู„ุณ ูŠุถุญูƒูˆู† ูู†ู‡ุงู‡ู… ุนู† ุฐู„ูƒ

“Di masa jahiliyah dulu, apabila ada yang buang angin maka dia akan ditertawakan. Sehingga Rasulullah ๏ทบ pun melarang para sahabatnya melakukan hal itu.”
(Tuhfatul Ahwadzi, IX/189)

โ€ขโ€ขโ€ข

Dan tidak terbatas pada kentut ya.. Sesuai judul kita di atas, intinya semua yang bisa membuat saudara kita malu saat kumpul-kumpul maka jangan dibahas.

Semisal makannya dia yang cepat, atau minumannya yang sekejap habis, dll. Intinya yang bisa buat dia malu; abaikan!
Pada Allah saja kita mohon hidayah.

โœ — Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, Pagi hari Asyura 1440 / 20 September 2018
@nasehatetam

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข
๐ŸƒTurut menyebarkan: 22 Rajab 1440H
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
Website: http://www.catatanmms.wordpress.com

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

Advertisements