๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ SALING MENASIHATILAH, AGAR TIDAK MERUGI ๐ŸŒป

๐Ÿ“‘โ›ณ๐Ÿ“‘โ›ณ๐Ÿ“‘โ›ณ๐Ÿ“‘โ›ณ๐Ÿ“‘โ›ณ
โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H P A G I
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
https://akhwat.net/2019/03/27/saling-menasihatilah-agar-tidak-merugi/
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ SALING MENASIHATILAH, AGAR TIDAK MERUGI ๐ŸŒป
~~~~~~~~~~~~~
Jika warisan paling berharga yang ditinggalkan oleh para Nabi adalah ilmu, maka pemberian terbaik dari seorang Muslim kepada saudaranya adalah nasihat. Orang-orang yang saling menasihati menempuh jalan tersebut untuk terhindar dari kerugian terhadap kehidupannya. Continue reading

๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹ TIDAK PERNAH SHALAT WAJIB, APAKAH DIHUKUMI KAFIRโ“

๐Ÿ‚๐Ÿ‚โ›ณ๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚โ›ณ๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚โ›ณ๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H S I A N G
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
โœโ“TANYA JAWAB:

~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹ TIDAK PERNAH SHALAT WAJIB, APAKAH DIHUKUMI KAFIRโ“
~~~~~~~~~~~~~

Penanya:
Bismillah Ustadz, apa hukumnya menjawab/ memberi salam pada orang yang tidak pernah sholat wajib???
Apakah dihukumi selayaknya orang kafir??? Jazakallah khoir
(Abdul Jabbar Nurullah. 0899139xxxx)
โœ Transkrip Jawaban:
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงู‡ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆู…ู† ูˆุงู„ุงู‡ ูˆุจุนุฏ

Pertanyaan ini mengandung dua sisi pertanyaan:
โ€ข1โ€ข Hukum memberi salam atau menjawab salam kepada orang yang tidak pernah shalat wajib (shalat lima waktu).
โ€ข2โ€ข Apakah orang yang meninggalkan shalat wajib dihukumi selayaknya orang kaffir? Continue reading

PENTING KUMPULAN DALIL TENTANG HIJAB DAN CADAR

PENTING KUMPULAN DALIL TENTANG HIJAB DAN CADAR

โ›ณ HUKUM HIJAB DAN CADAR

Melihat anak-anak bermain di sebuah kompleks pemukiman, sekilas akan nampak mereka mengenakan pakaian yang hampir sama. Baik anak laki-laki maupun perempuan kini terbiasa memakai โ€œseragamโ€ bermain yang hampir sama: celana pendek dan kaos. Pemandangan seperti ini telah menjadi sesuatu yang biasa dan sama sekali tidak dianggap sebagai keanehan apalagi kekeliruan.

Dengan latar belakang yang minim, para orangtua banyak yang tidak menyadari bahaya besar ketika membiasakan anak perempuannya memakai celana pendek plus kaos. Tak sedikit pula anak-anak yang biasa memakai pakaian serba minim saat bermain: celana dalam dan kaos dalam saja.

Sungguh pemandangan yang sangat memprihatinkan, tentunya bila dilihat dari kaca mata syariat Islam yang agung dalam hal mendidik anak.

Dengan bekal seperti itu, saat tumbuh dewasa anak-anak perempuan itu tidak lagi merasa malu untuk memperlihatkan auratnya. Maka kerusakan demi kerusakan pun terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Ditambah dengan kemajuan alat komunikasi dan rusaknya akhlak dalam pergaulan, sesuatu yang sangat dibenci syariat dalam kaitan pergaulan laki-laki dan perempuan yaitu Zina, kini telah mewabah demikian hebat. Tidak di kota dan tidak pula di desa, keadaannya kurang lebih sama.ASING

Demikian jauhnya umat dari bimbingan Islam yang mulia dalam hal berpakaian. Bahkan ketika ada pihak-pihak yang bersemangat untuk menghijabkan kaum wanita, tak lebih tujuannya hanyalah bisnis semata. Mereka membuat jilbab-jilbab yang trendi, dengan bujukan siapa yang memakainya akan semakin cantik dan modis. Plus sebutan gadis yang tidak ketinggalan jaman.

Dalam Topik Utama kita kali ini, kami sajikan pembahasan tentang HUKUM-HUKUM HIJAB, yang kami ambil dari Fatwa-fatwa al Lajnah Ad-Daimah Kerajaan Saudi Arabia.

Semoga memberi manfaat bagi segenap pembaca.

โ›ณ SYARIAT HIJAB DALAM ISLAM MENURUT AL QURโ€™AN

  1. Tanya:
    Apa hukum seorang wanita yang membuka wajah dan tangannya?

Jawab:

โ€œSetiap Muslimah diperintahkan untuk menutup seluruh tubuhnya di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahrom). Termasuk pula diharuskan untuk menutup wajah dan tangannya.

Hal ini berdasar nash dari al Qurโ€™an dan as Sunnah.

1. Di dalam al Qurโ€™an, Allah subhanahu wataโ€™ala berfirman:

โ€œDan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dada (dan leher) mereka.โ€ (QS an-Nur:31)

Ayat ini menunjukkan bahwa para wanita muslimah diperintah untuk menutupkan jilbabnya dari kepala sampai ke dadanya, termasuk di dalamnya adalah wajah dan leher.

Hal ini dengan jelas disebutkan di dalam hadits โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha yang diriwayatkan Imam al Bukhari di dalam Shohih-nya, bahwa beliau bersabda:

โ€œSemoga Allah merohmati para wanita muslimah Muhajirin yang pertama-tama, ketika turun ayat: โ€˜Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) merekaโ€™ mereka merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.โ€
(HR. Bukhori, Abu Dawud, Ibnu Jarir dan lainnya)

KERUDUNG (KHIMAR) bermakna semua jenis kain yang dipakai wanita untuk menutupi kepala.
Kata Juyub bermakna sepotong kain.

2. Yang kedua, Allah subhanahu wataโ€™ala berfirman:

โ€œDan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€
(QS an Nur: 60)

Ar-Roghib di dalam kitabnya Muโ€™jam Mufrodat Alfaz al Qurโ€™anul Karim dan Ibnu Fariz di dalam kitabnya Muโ€™jam Muqoyis al-Lughoh berkata:
โ€œKata al-qoโ€™idah maknanya adalah wanita tua yang sudah menopause (berhenti dari haid) dan tidak berhasrat untuk menikah lagi.โ€

Al-Baghowi didalam Tafsirnya berkata: Robiโ€™atur Roโ€™i berkata:
โ€œKata tersebut bermakna wanita tua yang sudah berhenti haid dan kaum laki-laki tidak tertarik lagi untuk menikahinya. Sedangkan untuk wanita masih memiliki daya tarik dan bisa menjadi sumber godaan bagi laki-laki, maka ia bukan yang dimaksud dalam ayat ini.โ€

TABARRUJ adalah perbuatan seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan pesona dirinya dihadapan laki-laki yang bukan mahromnya.

Makna ini adalah pendapat dari pengarang Kitab al-Lisan, al-Qomus dan lainnya.

Ayat diatas merupakan bentuk kelonggaran Allah subhanahu wataโ€™ala bagi para wanita tua yang tidak memiliki hasrat untuk menikah lagi untuk membuka wajahnya. Hal ini karena keadaan mereka yang sudah tua hingga tidak lagi memiliki daya tarik bagi kaum pria, sebuah keadaan yang berkebalikan dengan para wanita muda. Namun, tetap lebih baik bila mereka terus untuk menutup wajahnya sebagaimana diperintahkan kepada wanita-wanita yang masih muda.

Al Baghowi berkata:
โ€œWa an yastaโ€™fifna maknanya adalah lebih utama bagi mereka untuk menjaga kemuliaannya dengan tetap berhijab.โ€

Abu Hayyan berkata:
โ€œWa an yastaโ€™fifna maknanya adalah lebih utama bagi mereka untuk tidak membuka wajahnya sebagaimana diwajibkan atas wanita-wanita yang masih muda.โ€

Dari ayat diatas difahami bahwa wanita yang masih memiliki daya tarik kecantikan dan keinginan untuk menikah, bukan termasuk dalam kategori al-qoโ€™idah. Dia tidak diperbolehkan untuk membuka bagian dari tubuhnya dihadapan lelaki yang bukan mahromnya karena dikhawatirkan akan memunculkan fitnah.

3. Yang ketiga, Allah subhanahu wataโ€™ala berfirman:

โ€œWahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: HENDAKLAH MEREKA MENJULURKAN JILBABNYA KE TUBUH MEREKA. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.โ€
(QS al Ahzab:59
)

Makna dari ayat diatas dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dalam kitabTafsir mereka, dari hadits Ibnu Abbas dan Ubaidah as Salamani rodhiyallahu โ€˜anhuma bahwa mereka berkata:
โ€œAllah taโ€™ala memerintahkan wanita muslimah yang keluar rumah dalam rangka memenuhi suatu hajat (kepentingan) untuk mengenakan kerudung yang menutup seluruh kepalanya dan wajahnya kecuali satu matanya.โ€

Didalam kitab Lisanul Arob, Ibnu Mandzur mengutip dari Ibnu as-Sikkit yang berkata:
โ€œAl โ€˜Amiriyah (salah satu suku di Arab) menggunakan Jilbab untuk memaknai Khimar (kerudung).โ€

Ibnul Arabi berkata:
โ€œJilbab maknanya adalah izar.โ€

Al-Azhari berkata:
โ€œPenjelasan Ibnul Arobi bahwa jilbab betmakna izar bukan untuk menunjukkan kain yang dipakai wanita dibawah pinggangnya. Namun maknanya adalah kain yang dipakai untuk menutupi seluruh tubuhnya.โ€

Di dalam Shahih Muslim disebutkan hadits dari Ummu โ€˜Athiyah bahwa ia berkata:
โ€œWahai Rasulullah, diantara kami ada yang tidak memiliki kain luar untuk dipakai.โ€

Beliau menjawab:
โ€œMintalah tolong pada saudaranya untuk meminjami kain luar agar ia bisa memakainya.โ€

Di dalam Tafsirnya, Abu Hayyan berkata:
โ€œDi masa sebelum Islam, baik wanita merdeka maupun budak biasa pergi ketempat umum dengan membuka wajahnya. Para budak sering mengalami gangguan dari lelaki di kebun-kebun kurma di malam hari saat mereka keluar untuk memenuhi kebutuhannya. Kejadian yang sama juga dialami oleh wanita-wanita merdeka. Para pengganggu akan berkilah bahwa yang diganggu mereka adalah para budak.โ€

Inilah alasan mengapa wanita merdeka diperintahkan untuk memakai pakaian yang berbeda dengan yang dipakai para budak, yaitu dengan memakai kain yang menutup kepala dan wajahnya hingga tidak memunculkan keinginan para pria-pria jahat untuk mengganggunya.

Dalil-dalil dari Al Qurโ€™an diatas kiranya sudah mencukupi.

Berikutnya kami bawakan dalil-dalil dari as-Sunnahโ€ฆ

โ›ณ SYARIAT HIJAB DALAM ISLAM MENURUT AS SUNNAH

Berikutnya kami bawakan dalil-dalil dari as-Sunnah:

1. Yang pertama:

Hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu โ€˜anha yang menceritakan bahwa ia suatu kali pernah duduk di dekat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dirumah salah satu istri Beliau yang bernama Maimunah radhiyallahu โ€˜anha. Tiba-tiba datanglah shohabat Abdullah ibnu Ummi Maktum rodhiyallahu โ€˜anhu. Saat itu perintah untuk berhijab sudah turun.

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkata:
โ€œBerhijablah kalian darinya.โ€

Ummu Salamah berkata:
โ€œWahai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bukankah ia buta?โ€

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:
โ€œApakah kalian berdua juga buta? Bukankah kalian bisa melihatnya?โ€

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lainnya. Imam Tirmidzi menyatakan hadits ini sebagai hasan shohih, sementara Ibnu Hajar mengatakan sanadnya bagus)

2. Yang kedua:

Hadits dari Anas radhiyallahu โ€˜anhu bahwa ia berkata: Umar bin Khoththob radhiyallahu โ€˜anhu berkata:
โ€œWahai Rasulullah, Orang yang baik dan yang jelek pernah menjumpai istri Anda, tidakkah mereka (para Ummahatul Mukminin) diperintahkan untuk berhijab?โ€Kemudian turunlah ayat hijab.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

3. Ketiga adalah

Hadits dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha bahwa ia berkata:
โ€œOrang-orang berkendaraan hendak melalui kami saat kami sedang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam melakukan Ihrom. Saat mereka berpapasan dengan kami, salah seorang diantara kami menutup kepala dengan kain hingga wajah. Saat mereka telah lewat kami buka kembali wajah kami.โ€(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya)

4. Keempat:

Hadits dari โ€˜Uqbah bin Amir bahwa ia berkata:
โ€œSaya mengadukan saudara perempuanku yang bernadzar ingin mengerjakan haji dengan berjalan kaki dan tidak menutup kepala.โ€

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:
โ€˜Perintahkan ia untuk menutup kepalanya dan untuk naik kendaraan. Juga perintahkan untuk berpuasa 3 hari.โ€™

Dalam hadits ini Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerintahkan saudara perempuan โ€˜Uqbah untuk memakai hijab. Nadzar yang diucapkannya adalah bathil karena ingin mengerjakan suatu amal namun tidak di atas ketaatan.

Dari dalil-dalil diatas kita mengetahui bahwa wanita muslimah diperintahkan untuk menutup tubuh mereka dengan hijab.

Kami akan menukilkan perkataan Syaikhul Islam yang lengkap dan mendalam tentang permasalahan ini.

Beliau rohimahullah berkata:
โ€œPara Ulama Salaf memiliki 2 pendapat yang menafsirkan ayat (yang artinya) โ€˜perhiasan yang nampakโ€™.

Ibnu Masโ€™ud dan Ulama yang sepaham dengannya menafsirkan ayat tersebut sebagai PAKAIAN.

Ibnu โ€˜Abbas dan Ulama yang sepaham dengannya memaknai dengan kelopak mata dan cincin.

Fakta dari masalah ini adalah adanya 2 bentuk perhiasan : yang nampak dan yang tersembunyi.

Allah taโ€™ala mengizinkan wanita muslimah untuk memperlihatkan โ€˜perhiasan yang biasa nampakโ€™ dihadapan lelaki selain suami dan mahromnya.

Sedangkan โ€˜perhiasan yang tersembunyiโ€™ hanya boleh diperlihatkan dihadapan suami dan mahromnya.

Sebelum ada ayat HIJAB, para wanita biasa keluar dalam keadaan wajah dan tangannya terbuka. Pada saat itu wanita dibolehkan untuk melihatnya.

Namun ketika Allah subhanahu wataโ€™ala menurunkan ayat:
โ€œWahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: โ€œHENDAKLAH MEREKA MENJULURKAN JILBABNYA KE TUBUH MEREKA.โ€ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.โ€
(QS al Ahzab:59)

Maka saat itu juga para wanita memakai HIJAB saat berada dihadapan lelaki.

Ini terjadi saat Rasulullah shalallahu โ€˜alaihi wasallam menikahi Zainab bintu Jahsy tatkala beliau menutupkan tirai dan melarang wanita untuk dilihat.

Saat Rasulullah shalallahu โ€˜alaihi wasallam menikahi Shofiyah bintu Huyyai rodhiyallahu โ€˜anha di masa peperangan Khoibar, para shohabat berkata:
โ€œJika Beliau shalallahu alaihi wasallam memerintahkan ia untuk berhijab maka ia adalah Ummahatul Mukminin. Namun jika ia tidak diperintah untuk berhijab maka ia adalah seorang budak.โ€

Nabi shalallahu alaihi wasallam kemudian memerintahkan Shofiyyah untuk berhijab.

Berikutnya Allah subhanahu wataโ€™ala perintahkan para shohabat bila ingin berbicara dengan Istri Rasulullah shalallahu โ€˜alaihi wasallam untuk suatu keperluan agar dilakukan dari balik TABIR (hijab).

Allah subhanahu wataโ€™ala juga memerintahkan para istri nabi, anak-anak perempuan beliau dan semua wanita muslimah agar MEMBALUT tubuhnya dengan JILBAB yang oleh Ibnu Masโ€™ud dan yang sepaham dengannya diistilahkan dengan RIDAโ€™ (baju luar). Orang yang biasa menyebutnya IZAR, yaitu kain yang menutup kepala dan juga seluruh tubuh.

Dalam menjelaskan metode berhijab yang benar, Ubaidah dan lainnya mengatakan bahwa setiap wanita harus menutup seluruh tubuhnya dan tidak menyisakan apapun untuk bisa dilihat kecuali matanya.

HIJAB sinomin dengan NIQOB (CADAR).

Di dalam kitab Shohihain disebutkan, wanita yang sedang menjalankan Ihrom dilarang untuk memakai cadar atau sarung tangan. Dikarenakan wanita diperintah untuk mengenakan jilbab (yang menutup seluruh tubuh) dengan tujuan agar mereka dikenali, maka ini maknanya bahwa WAJAH dan TANGAN termasuk bagian dari perhiasan yang tidak boleh dinampakkan di hadapan lelaki AJNABI (bukan mahrom). Hanya pakian luar saja yang boleh dilihat oleh lelaki ajnabiโ€ Selesai perkataan Ibnu Taimiyah.

Penjelasan lebih lanjut adalah bahwa dalil-dalil yang membolehkan untuk membuka wajah dan telapak tangan adalah berlaku sebelum ayat hijab turun dan Rasulullah shallalahu โ€˜alaihi wasallam juga memerintahkan para wanita muslimah untuk mengamalkannya.

Maka menjadi jelas bahwa nash-nash yang yang menunjukkan bolehnya membuka wajah dan tangan telah DIMANSUKH (dihapus) dengan nash yang melarangnya.

Meski demikian, wanita muslimah dibolehkan untuk membuka wajah dan tangannya bila diperlukan, seperti untuk melakukan sebuah perawatan atau pada kasus dimana seorang wanita diminta untuk bersaksi dalam keadaan wajahnya harus dibuka.

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita.

Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallalahu โ€˜alaihi wasallam, keluarganya dan para shohabatnya. (FATWA no 667)

โ›ณ SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:

Kapan seorang anak perempuan diwajibkan untuk memakai hijab?
Apakah boleh jika kami memaksa siswa perempuan untuk memakai hijab dalam keadaan ia membencinya?

Jawab:

โ€œSaat anak perempuan mencapai usia baligh, maka disyariatkan baginya untuk memakai pakaian yang menutup seluruh tubuhnya, termasuk wajah, kepala, dan tangannya baik ia seorang pelajar atau bukan.

Menjadi tanggung jawab bagi orangtua atau walinya agar anak tersebut menuruti syariat ini, meski ia membencinya. Ia harus melatih anak perempuannya menjalankan kewajiban ini sebelum usianya mencapai baligh hingga ia mau mengamalkan dan mudah dalam menjalaninya.

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.โ€(Pertanyaan ketiga dari fatwa no 4470 โ€“ Fatwa-Fatwa al Lajnah Ad-Daimah kerajaan Saudi Arabia)

โ›ณ SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:
Apa hukum memakai hijab?
Apa beda antara hijab dan niqob?
Apa itu pakaian kemasyhuran?

Jawab:

โ€œSetiap muslimah wajib untuk MENUTUP AURATNYA -termasuk pula wajahnya- di hadapan lelaki yang bukan mahrom.

Harom baginya untuk membuka aurotnya.
Inilah yang disebut HIJAB dan kebalikannya adalah sufur.

NIQOB adalah penutup wajah yang dipakai para wanita yang padanya ada lubang (celah) agar mata bisa melihat.

Pakaian Kemasyhuran adalah pakaian yang dibuat menarik dalam rangka untuk memunculkan keanehan (ketakjuban) dan kelucuan.

Pakaian yang menutup seluruh aurat bukan termasuk pakaian kemasyhuran. Ia hanya memunculkan rasa aneh dan lucu bagi orang-orang bodoh dan yang lemah imannya.

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita.
Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya. (Pertanyaan ketiga dari fatwa no 3618)

โ›ณ SAAT DIWAJIBKANNYA HIJAB

Tanya:

Segala puji hanya milik Allah, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Al-Lajnah ad-Daimah telah membaca surat yang ditujukan untuk yang mulia Mufti Utama, dari Pimpinan dan anggota Asosiasi Hukum Islam pada Fakultas Syariah dan Studi Islam, Universitas Kuwait.

Pertanyaan yang diajukan sebagai berikut:

Apakah boleh seorang guru laki-laki mengajar siswa perempuan tanpa ada hijab (tabir) diantara mereka sehingga bisa saling melihat?

Perlu disampaikan disini bahwa para guru laki-laki itu tidak bisa melihat wajah para siswa karena mereka memakai cadar.

Apakah boleh seorang siswa perempuan datang ke kantor untuk bertemu dengan guru laki-laki dan melakukan pembicaraan tanpa ada hijab di antara mereka dalam keadaan siswa perempuan memakai cadar?

Bolehkah seorang siswa perempuan duduk di luar ruangan guru laki-laki untuk melakukan pembicaraan dengan gurunya itu tentang pelajaran atau lainnya dalam keadaan siswa tersebut sendirian?

Perlu disampaikan bahwa aktivitas tersebut bisa dilakukan melalui telepon. Sebagian dari guru laki-laki tersebut masih berusia muda atau mulai memasuki paruh baya. Sementara para siswa perempuan mayoritas adalah anak yang baru gede (ABG).

Jawab:

Pertama, melakukan pembauran antara laki-laki dan perempuan di sekolah atau di tempat manapun adalah kemungkaran besar yang bisa memunculkan kejelekan baik menyangkut urusan agama maupun dunia. Karena itu seorang perempuan di larang untuk belajar atau bekerja di tempat yang didalamnya bercampur dengan laki-laki.
Para orang tua atau wali mereka hendaknya melarang mereka untuk melakukan hal itu.

Kedua, tidak boleh seorang laki-laki mengajar siswa perempuan baik ia membuka wajahnya atau memakai cadar. Seluruh tubuh seorang perempuan adalah aurat, perkara yang semestinya menjadi perhatian bagi laki-laki yang bukan mahromnya.

Ketiga, dibolehkannya guru laki-laki untuk mengajar siswa perempuan asalkan ada hijab (tabir) yang menjadi pemisah dan tidak terjadi percampuran antara siswa laki-laki dan perempuan dan juga antara guru laki-laki dengan siswa perempuan.

Siswa perempuan dibolehkan untuk berkomunikasi dengan guru laki-laki melalui alat komunikasi (internal) yang sekarang semakin modern dan tersedia atau bisa juga melalui telepon.

Namun harus diperhatikan agar seorang perempuan berhati-hati jangan sampai suaranya dilembut-lembutkan.

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.โ€ (Fatwa no. 17929)

โ›ณ MENAMPAKKAN WAJAH KEPADA CALON SUAMI

Tanya:

Apakah boleh seorang gadis bertemu dengan calon suaminya tanpa memakai penutup wajah?

Jawab:

โ€œSeorang laki-laki tetap berstatus sebagai non mahran bagi seorang wanita sampai terjadinya akad nikah.

Maka laki-laki tersebut belum boleh untuk duduk berduaan dengannya dan bagi si wanita tidak boleh untuk menampakkan auratnya atau melakukan safar bersamanya.

Laki-laki tersebut hanya boleh melihat wajah si wanita saat terjadinya proses nadzor sehingga dari situ si laki-laki bisa mempertimbangkan apakah ia tertarik untuk menikahinya atau tidak. Namun dalam proses nadzor tersebut tetap tidak boleh berkhalwat (si wanita harus ada mahrom yang menemaninya).

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.โ€ (Pertanyaan ketiga dari fatwa no 8691)

โ›ณ MENASEHATI WANITA AGAR BERHIJAB

Tanya:

Bagaimana cara menasehati wanita yang suka memperlihatkan kecantikannya agar mau berhijab?

Jawab:

โ€œSeorang Muslimah yang suka memperlihatkan kecantikannya hendaknya dinasehati untuk mau berhijab, dengan memberitahu bahwa Islam memerintahkan kaum wanita untuk:
>>memakai hijab,
>>menutupi auratnya,
>>tidak bercampur dengan lelaki yang bukan mahromnya (ikhtilat)
>>dan tidak melembutkan suara ketika berbicara dengan kaum pria.

Perlu pula disampaikan kepadanya tentang manfaat dan keuntungan yang akan diraih bila wanita mau berhijab, disisi lain dijelaskan pula bahaya dari mempertontonkan kecantikannya di hadapan kaum pria.

Mengajak seorang wanita untuk mau berhijab dilakukan dengan cara yang bijak sehingga dengan itu Allah taโ€™ala akan membukakan hatinya menerima al-haq.

Semoga Allah taโ€™ala melimpahkan keselamatan kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam, keluarganya, dan para shahabatnya.โ€

(Pertanyaan keempat dari fatwa no. 6874)

Sumber: Majalah FAWAID edisi no 2./1434H/2013M hal 10-19) โ€“ 01 (akhwat.net)

Continue reading

๐ŸŒ‘๐Ÿ•Ÿ APAKAH SELALU MENINGGALKAN SHALAT WITIR ADALAH SEORANG YANG BURUKโ“

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H M A L A M
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~~~~~~
๐ŸŒ‘๐Ÿ•Ÿ APAKAH SELALU MENINGGALKAN SHALAT WITIR ADALAH SEORANG YANG BURUKโ“
~~~~~~~~~~~~~

๐ŸƒMufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
โ“Pertanyaan:
Teks-teks dari Imam Ahmad tentang orang yang selalu meninggalkan shalat witir, maka ia adalah seorang yang jelek?

โœJawaban:

“Hal yang perlu ditinjau. Saya katakan perlu ditinjau. Yang benar tidak mengapa.

Hanya saja keimanan seorang mukmin itu akan mendorongnya untuk terus melakukannya dan bersungguh-sungguh.
Karena keimanan seorang mukmin akan mengajaknya kepada hal-hal yang utama.
Shalat witir termasuk perkara utama yang ditekankan dan hal yang sunnah.

Akan tetapi dengan meninggalkannya menjadikan ia seorang yang bermaksiat atau seorang yang jelek, maka tidak demikian perkaranya. Karena kadang ada rintangan merintanginya dan kadang ada penghalang menghalanginya untuk terus melakukan pada sebagian waktu.”

๐Ÿ“šSyarh Ajza’ Min Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah

๐Ÿ“ฑhttp://t.me/ukhwh

ุณ: ุงู„ู†ุตูˆุต ุนู† ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ููŠ ุชุฑูƒ ุงู„ูˆุชุฑ ู…ู† ุฏุงูˆู… ุนู„ูŠู‡ ูุฅู†ู‡ ุฑุฌู„ ุณูˆุกุŸ

ุงู„ุดูŠุฎ: ู…ุญู„ ู†ุธุฑุŒ ุฃู‚ูˆู„ ู…ุญู„ ู†ุธุฑ ุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุดูŠุก ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ูƒู† ุงู„ู…ุคู…ู† ูŠุฏุนูˆู‡ ุฅูŠู…ุงู†ู‡ ุฅู„ู‰ ุฃู† ูŠุญุงูุธ ูˆูŠุฌุชู‡ุฏุŒ ู„ุฃู† ุฅูŠู…ุงู†ู‡ ูŠุฏุนูˆู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูุถุงุฆู„ุŒ ูˆุงู„ูˆุชุฑ ู…ู† ุขูƒุฏ ุงู„ูุถุงุฆู„ ูˆุงู„ู†ูˆุงูู„ุŒ ู„ูƒู† ูƒูˆู†ู‡ ูŠูƒูˆู† ุนุงุตูŠุง ุฃูˆ ุฑุฌู„ ุณูˆุก ู„ูŠุณ ุงู„ุฃู…ุฑ ูƒุฐู„ูƒุŒ ู‚ุฏ ูŠุนูˆู‚ู‡ ุนุงุฆู‚ุŒ ูˆู‚ุฏ ูŠู…ู†ุน ู…ุงู†ุน ู…ู† ุงู„ู…ุญุงูุธุฉ ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฃุญูŠุงู†

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข
๐ŸƒTurut menyebarkan: 21 Rajab 1440H
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
Website: http://www.catatanmms.wordpress.com

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿš๐Ÿš˜ HUKUM SHALAT JAMA’AH SAAT KONDISI SEDANG BAU BADAN ๐Ÿš๐Ÿš˜

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H S I A N G
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
๐Ÿš๐Ÿš˜ HUKUM SHALAT JAMA’AH SAAT KONDISI SEDANG BAU BADAN ๐Ÿš๐Ÿš˜
โ–ซAl-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menerangkan,

ูˆู…ู† ู„ู‡ ุฑุงุฆุญุฉ ููŠ ุฅุจุทูŠู‡ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู…ุง ูŠุคุฐูŠ ุฌู„ูŠุณู‡ ูุฅู†ู‡ ูŠูƒุฑู‡ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุตู„ูŠ ู…ุน ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ

“Seorang yang padanya terdapat aroma tidak sedap di ketiaknya atau pada bagian tubuhnya yang lain hingga sampai mengganggu orang di dekatnya; hukumnya makruh dia ikut shalat berjamaah.”
(Majmu’ Fatawa, XII/84) Continue reading

HUKUM WANITA KELUAR RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN PARFUM

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H M A L A M
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
๐Ÿงดโš— HUKUM WANITA KELUAR RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN PARFUM ๐Ÿงดโš—
โ–ซAl-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata,

ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ุง ุงู„ุทูŠุจ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฎุฑูˆุฌู‡ุง ุฅู„ู‰ ู…ุฌู…ุน ู†ุณุงุฆูŠ ู„ุง ุชู…ุฑ ููŠ ุงู„ุทุฑูŠู‚ ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ุŒ ุฃู…ุง ุฎุฑูˆุฌู‡ุง ุจุงู„ุทูŠุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุณูˆุงู‚ ุงู„ุชูŠ ููŠู‡ุง ุงู„ุฑุฌุงู„ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ

โœ… “Boleh bagi seorang wanita untuk menggunakan parfum bila dia menuju kumpulan para wanita dan tidak melewati para lelaki di jalan [ seperti naik mobil, pent ].

โŒ Sedangkan bila dia menggunakan parfum menuju ke pasar yang di sana banyak laki-laki maka tidak boleh.”
(Majmu’ Fatawa, X/40)

โœ — Satu Sudut @ Kota Tepian
— Hari Ahadi, (16:57) 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019
_______

โ–ถ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.

โ€ขโ€ขโ€ข
๐Ÿ“ก https://t.me/nasehatetam
๐Ÿ–ฅ http://www.nasehatetam.net

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข
๐ŸƒTurut menyebarkan: 22 Rajab 1440H
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
Website: http://www.catatanmms.wordpress.com

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

UNTUK HAL YANG BISA MEMBUAT MALU SAUDARA KITA; PURA-PURA TIDAK TAHU SAJA! JANGAN DIBAHAS DAN DIPERPANJANG

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A I D A H P A G I
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ’ญ๐Ÿ”‡ UNTUK HAL YANG BISA MEMBUAT MALU SAUDARA KITA; PURA-PURA TIDAK TAHU SAJA! JANGAN DIBAHAS DAN DIPERPANJANG ๐Ÿ”‡๐Ÿ’ญ
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ—’ Dari Abdullah bin Zam’ah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

ูˆูŽุนูŽุธูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุถูŽุญููƒูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุฑู’ุทูŽุฉู

“Rasulullah memberikan teguran pada orang-orang yang menertawakan kentut. Continue reading

HUKUM MENJAWAB ADZAN YG TERDENGAR DARI RADIO

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H M A L A M
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿ”Š๐Ÿ•Œ HUKUM MENJAWAB ADZAN YG TERDENGAR DARI RADIO ๐Ÿ”Š๐Ÿ•Œ
~~~~~~~~~~~~~
โœ Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah berkata :

“Menjawab adzan yg bersumber dari radio, jika hal itu terjadi di waktu shalat, maka disyariatkan untuk menjawabnya.”

(๐Ÿ“ Al-Ikhtiyarat Al-Fuqhiyat 10/363)

๐Ÿ”ธู…ุชุงุจุนุฉ ุงู„ุฃุฐุงู† ุงู„ุตุงุฏุฑ ู…ู† ุงู„ู…ุฐูŠุงุน ุฅุฐุง ูƒุงู† ููŠ ูˆู‚ุช ุงู„ุตู„ุงุฉ ูุฅู†ู‡ุง ุชุดุฑุน ู…ุชุงุจุนุชู‡. (10/363).

https://t.me/benpaz1

โฉ|| Grup Whatsapp Ma’had Ar-Ridhwan Poso

๐Ÿ’ฝ||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข
๐ŸƒTurut menyebarkan: 23 Rajab 1440H
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
Website: http://www.catatanmms.wordpress.com

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ–ซ๐ŸŒธโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

TITIPAN UNTUK YANG SEDANG MENJENGUK ORANG SAKIT

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
F A E D A H P A G I
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~
๐ŸŽ๐Ÿ’Š TITIPAN UNTUK YANG SEDANG MENJENGUK ORANG SAKIT ๐Ÿ’Š๐ŸŽ
~~~~~~~~
Kita tak ragu bahwa membesuk salah seorang saudara yang sedang terbaring lemah karena sakit merupakan diantara amal shaleh yang bisa mendekatkan seseorang kepada Rabb-nya. Dan suatu amalan, sebagaimana amalan pada umumnya memiliki tata cara ataukah adab yang hendaknya dijalankan di saat melakukan amalan tersebut. Demikian pula halnya menjenguk orang yang sakit. Continue reading

ADAKAH YANG INGIN MENGINGAT?

๐Ÿ’ฆโ˜€๐Ÿ’ฆโ˜€๐Ÿ’ฆโ˜€๐Ÿ’ฆโ˜€๐Ÿ’ฆโ˜€๐Ÿ’ฆ
~~~~~~~~
๐Ÿท๐ŸŒŒ ADAKAH YANG INGIN MENGINGAT? ๐ŸŒŒ๐Ÿท
~~~~~~~~
๐Ÿฅ Singgah sejenak di wilayah rumah sakit; menjadikan teringat dengan ujung kehidupan, mau tak mau.

Siapa di dunia ini yang akan hidup selamanya?!

Sering kita sulit terkendali dengan sebab kehidupan.

๐Ÿ› Datanglah solusi dari Nabi ๏ทบ agar ingat kematian. Continue reading

HINDARI MELAMUN ATAU BANYAK BERBICARA PADA SAAT ADZAN BERKUMANDANG BIAR TIDAK TERLEWAT PELUANG PAHALA

โ”๐Ÿƒ๐ŸŽ‘โ—โ—โ”โ”โ”โ—โ—๐ŸŽ‘๐Ÿƒโ”›
~~~~~~~~
๐Ÿ•Œ๐ŸŽ™ HINDARI MELAMUN ATAU BANYAK BERBICARA PADA SAAT ADZAN BERKUMANDANG BIAR TIDAK TERLEWAT PELUANG PAHALA ๐ŸŽ™๐Ÿ•Œ
~~~~~~~~
Tentu sayang sekali bila ada satu kesempatan amal yang amat ringan tapi dibiarkan lewat begitu saja dikarenakan terbawa dengan kebiasaan.

๐Ÿ”Š๐Ÿ•Œ Salah satu amal mulia yang banyak dilalaikan ialah amalan menjawab adzan.

Mungkin kebiasaan kita hanya diam saat adzan; namun terpuji bila kebiasaan macam itu kita tinggalkan. Continue reading

BISA TIDAKNYA MENGUCAP SYAHADAT TERGANTUNG PENGGUNAAN LISAN SAAT HIDUP

โ”๐Ÿƒ๐ŸŒปโ—โ—โ”โ—๐ŸŒป๐Ÿƒโ”› ๓ ด›
~~~~~~~~
๐ŸŒน๐Ÿ—ฏ BISA TIDAKNYA MENGUCAP SYAHADAT TERGANTUNG PENGGUNAAN LISAN SAAT HIDUP ๐ŸŒน๐Ÿ—ฏ
~~~~~~~~
Yang mampu mengucap laa ilaaha illallaah saat meninggal memang akan mendapat janji yang bukan main besarnya, surga.

Ada korelasi yang tidak bisa dipisah antara penggunaan lisan saat masih sehat dengan kemampuan mengucap kalimat tauhid di penghujung usia.
โœ Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan itu dalam ucapannya Continue reading

SATU BUKTI BAHWA MEMBACA AL QURAN AKAN MEMUDAHKAN URUSANMU

๐Ÿ“–๐Ÿ”–๐Ÿ“–๐Ÿ”–๐Ÿ“–๐Ÿ”–๐Ÿ“–๐Ÿ”–๐Ÿ“–๐Ÿ”–๐Ÿ“–
~~~~~~~~
1โƒฃ๐Ÿ“–๐Ÿ›ฃ SATU BUKTI BAHWA MEMBACA AL QURAN AKAN MEMUDAHKAN URUSANMU โ—
~~~~~~~~
๐ŸŽ™ Adh Dhiya’ al Maqdisi berkata :

“Syaikhku telah berwasiat kepadaku lalu Beliau mengatakan,

โœ“๐Ÿ“– โ€œPerbanyaklah membaca al Qur’an,

โŒ dan janganlah engkau meninggalkannya.

โœ“ Karena sesungguhnya hal itu akan memudahkanmu untuk mencari apa yang engkau inginkan sekadar apa yang telah engkau baca.โ€ Continue reading

HUKUM MEMBERIKAN TERJEMAH MAKNA AL QUR’AN KEPADA TETANGGA NON MUSLIM

๐Ÿ”–๐ŸŽ€๐Ÿ”–๐ŸŽ€๐Ÿ”–๐ŸŽ€๐Ÿ”–๐ŸŽ€๐Ÿ”–๐ŸŽ€
~~~~~~~~
๐Ÿ“– HUKUM MEMBERIKAN TERJEMAH MAKNA AL QUR’AN KEPADA TETANGGA NON MUSLIM
~~~~~~~~
โœ Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah
โ“Pertanyaan:
Seseorang bertanya tentang ketentuan berinteraksi dengan tetangga yang buruk. Bolehkah ia memberikan mushaf terjemah kepadanya, sedangkan tetangganya itu non muslim? Continue reading