AKU DATANG untuk BELAJAR pada Imam MALIK bukan UNTUK melihat GAJAH

πŸ‘πŸ»

Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…

 

βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–
βœ’ AKU DATANG untuk BELAJAR pada Imam MALIK bukan UNTUK melihat GAJAHβ—βŒ
βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–

 

πŸ•ŒSuatu ketika di masjid Nabawi, Imam MALIK sedang membacakan hadits Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam-.
Di tengah kerumunan para pencari hadits, ada seorang bernama Yahya bin Yahya al laitsi.

πŸ”ŠTiba tiba ada seorang berteriak lantang :
“Datang gajah yang amat besar di kota Madinah!”.

Penduduk Madinah tidak pernah melihat gajah, karena kota itu bukanlah habitat bagi hewan tersebut.
Maka semua orang di sekeliling Imam MALIK berhamburan keluar dari majelis, meninggalkan beliau untuk melihat gajah, kecuali Yahya bin Yahya al laitsi.

❓Imam MALIK bertanya padanya :
“Mengapa kau tidak ikut yang lain? Apakah kau pernah melihat gajah sebelumnya?”.

Yahya bin Yahya menjawab :
“Aku menempuh perjalanan ini untuk melihat (berguru) pada Imam MALIK bukan untuk melihat GAJAH”.

βœ”πŸ‘“Dengan sebab kesungguhan dan komitmen dalam mencari ilmu seperti ini, ALLAH menakdirkan sebuah balasan yang luar biasa bagi Yahya bin Yahya al laitsi, yaitu riwayat kitab hadits Al Muwatha’ karya Imam Malik yang tersebar di penjuru dunia, dari timur dan baratnya, yang menjadi rujukan adalah riwayat Yahya bin Yahya al laitsi.

Padahal beliau secara umur tergolong murid junior saat itu, ada banyak murid Imam Malik yang lebih senior darinya, namun tidak seperti riwayat Yahya bin Yahya.

Imam Muslim dalam kitab Shohihnya juga meriwayatkan dari jalan Yahya bin Yahya al laitsi.

πŸ“–βœ… “Al I’tisham bil kitabi was sunnah”

βœ’_karya syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Γ£lusy syaikh.

πŸ”„ Abu yahya al banjari
________

πŸ”°Forum Salafy Banjarnegara

________
πŸ”Š 1 jumadal ula 1436
__________
πŸ“²Turut memublikasikan ⇲
۞ Ω…Ψ¬Ω…Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€ΩˆΨΉΨ© Ψ§Ω„Ψ§Ψ³Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ψͺفادة ۞

πŸƒβœπŸƒβœπŸƒβœπŸƒ