SEBAB AKU TERLAMBAT MENIKAH

➖🌿➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🔴SEBAB AKU TERLAMBAT MENIKAH

➖🌿➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

☑️Oleh Al Ustadz Abdullah al Jakarty

 

 

Setiap insan tentu mendambakan seorang pendamping dalam hidupnya, yang ia merasa tentram dengannya.

 

🍃Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 

[وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ

 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”

[Qs. Ar-Ruum: 21]

 

Namun, terkadang harapan itu tidak kunjung datang, sedangkan umur terus berlalu. Kalau begitu, ia wajib bersabar dan berdoa agar Allah memberikan pendamping hidup yang saleh kepadanya.

 

Perlu juga disadari bahwa sebagian orang justru melakukan hal-hal yang membuatnya terlambat menikah, diantaranya sebagai berikut:

 

1⃣. LEMAHNYA PEMAHAMAN TENTANG AGUNGNYA SYARIAT NIKAH.

 

Diantara faktor terlambat menikah adalah lemahnya pemahaman seseorang tentang agungnya syariat nikah dan besarnya manfaat yang terkandung di dalamnya.

 

Selain merupakan perkara fitrah manusia, menikah mempunyai manfaat dan kebaikan yang banyak, baik kebaikan dalam urusan dunia maupun dalam urusan akhirat.

Seandainya setiap orang mengetahui bahwa dengan menikah akan terpenuhi kebutuhan biologisnya secara aman dan halal, terjaga dirinya dari perbuatan maksiat, dia dapatkan ketenangan hidup, dan dia peroleh keturunan, cukuplah hal ini membuatnya tergerak untuk menikah.

 

Banyak dalil tentang hal itu.

 

⏺Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 

[وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ

 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”

[Qs. Ar-Ruum: 21]

 

⏺Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu menikah, hendaklah ia menikah karena dengan menikah ia dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Namun, barang siapa yang tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu tameng baginya.”

(HR al Bukhari)

 

 

2⃣. INGIN MENYELESAIKAN STUDY DULU

 

Inilah salah satu faktor banyaknya wanita yang telat menikah. Tidak jarang dari mereka yang menolak lamaran karena ingin menyelesaikan study dulu.

 

Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Jika datang kepada kalian, seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”

(HR. at-Tirmidzi dan al-Baihaqi, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani)

 

Setelah berlalunya waktu yang menambah umurnya, sebagian mereka baru tersadar bahwa dirinya sudah mencapai umur wanita yang sulit untuk menikah. Ketika dia melihat wanita sebayanya bahagia bersama suami dan anak-anak mereka, dirinya masih menanti seorang suami.

 

 

3⃣. PANDANGAN YANG TERLALU IDEALIS MENGENAI PASANGAN HIDUP

 

Tidak ada sikap merasa cukup dengan hal-hal yang penting. Tidak ada sikap menyesuaikan diri dengan realitas yang ada. Dia justru meletakkan syarat-syarat khusus yang terlintas benaknya, berupa sifat sempurna suami yang dia impikan. Dia tidak mau mengalah sedikit saja dari kriterianya itu.

 

4⃣. FAKTOR KELUARGA

 

Diantara faktor seorang wanita terlambat menikah -bahkan, sebagian mereka tidak menikah- adalah faktor keluarga baik ayah, atau ibu maupun saudara kandung.

 

Tidak jarang pria yang saleh ditolak tanpa alasan syar’i ketika melamar seorang wanita, padahal keduanya sudah sama-sama cocok.

 

Seorang gadis disebuah daerah gagal dalam prosesnya menuju pernikahan dengan seorang pemuda. Cukup susah perjalanan yang mereka tempuh. Proses sudah sampai ketaraf khitbah (lamaran) dan penentuan tanggal akad nikah. Namun, akhirnya rencana mereka harus kandas ditengah jalan karena ibu sang gadis tidak menerima sang pria hanya karena alasan yang tidak syar’i.

 

5⃣. MENITI KARIER

 

Keinginan meniti karier hingga kepuncaknya atau sesuai apa yang diinginkan menjadi sebab sebagian wanita memasuki usia sulit untuk menikah.

 

Ia sibuk dengan study kemudian dengan karier. Ia berpandangan bahwa dengan menikah terhambat kariernya. Ia tidak sadar bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi seorang ibu rumah tangga.

 

Seiring dengan berjalannya waktu, ia tidak sadar bahwa usianya kian bertambah. Pria yang dahulu pernah datang untuk meminangnya kini telah menikah. Masyarakatpun mengganggapnya sebagai wanita yang sulit untuk dipinang.

 

Ketika karier yang dia inginkan sudah tercapai, usianya sudah tidak muda lagi. Para pria pun enggan untuk maju kepadanya karena usianya ini. Selain itu mereka juga khawatir ditolak; minder dengan karier mereka yang tidak sebanding dengan kariernya. Akhirnya iapun menjadi perawan tua yang gelisah sepanjang hari di dalam penantian akan datangnya seorang suami.

 

6⃣. MERASA BELUM MAPAN

 

Ini salah satu faktor banyak pemuda muslim yang menunda menikah, padahal diantara mereka ada yang sudah wajib untuk menikah. Bahkan, tidak sedikit yang terjatuh dalam perbuatan maksiat.

 

Jadi, mengapa dia harus menunggu kehidupan yang mapan dengan ukuran punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, gaji bulanan dengan jumlah tertentu dan sebagainya?

 

Jika ia mampu menikah, membiayai pernikahan yang sederhana, lalu berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangganya, hal itu baik.

 

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang yang layak (untuk menikah) dari hamba sahayamu laki-laki dan perempuan, jika mereka miskin Alloh akan memampukan mereka dengan Karunia-NYA. Dan Alloh Mahaluas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui ”

(QS. An -Nur 32 )

 

Asy Syaikh al-Allamah ‘Abdurrahman as-Sadi rahimahullah berkata:

“Janganlah menghalangi kalian apa yang kalian khawatirkan, bahwa jika dia menikah, akan menjadi miskin karena banyaknya orang yang menjadi tanggungannya, dan sebagainya. Di dalam ayat ini terdapat anjuran untuk menikah dan janji Allah bagi orang yang menikah bahwa mereka akan diberi kekayaan setelah keadaan mereka miskin.”

(Tafsir al-Karim ar-Rahman)

 

7⃣. LINGKUNGAN YANG JELEK

 

Lingkungan yang jelek sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Masyarakat yang jauh dari nilai-nilai agama sangat memengaruhi pola pikir para pemuda dan pemudi dalam hal keinginan untuk menikah.

Sangat jarang pemuda yang ingin menikah ketika ia jauh dari agama dan hidup ditengah-tengah masyarakat yang rusak yang disana tersebar fitnah syahwat, perzinaan dan pelacuran.

Ia akan menganggap sebagai suatu hal yanga aneh bahwa ia harus segera menikah.

Menurutnya, ia bisa bersenang-senang dengan wanita manapun yang ia sukai, tanpa harus menikah dan memikul tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga.

 

Disisi lain, jika seorang pemuda taat beragama ingin segera menikah, tidak jarang masyarakat atau orang-orang dilingkungan sekitarnya bertanya-tanya dan menganggap aneh, bahkan menyalahkan sikapnya itu.

Terlebih lagi jika seorang wanita menerima lamaran seorang pria yang akan menikahinya dengan poligami, anda akan melihat reaksi yang luar biasa. Dari cacian hingga kutukan dialamatkan kepada pelaku poligami. Namun, ketika ada tetangga yang hamil akibat perbuatan zina lalu orangtuanya menikahkannya, seakan-akan tidak ada reaksi sedikitpun dari masyarakat. Mereka menganggapnya sebagai hal yang biasa.

 

8⃣. TINGGINYA MAHAR

 

Diantara faktor banyaknya pemuda dan pemudi muslim terlambat menikah adalah tingginya mahar. Sebagian orangtua atau wali si wanita menetapkan mahar yang tinggi sehingga para pria berat untuk segera menikah. Akibatnya, sebagian wanita tersebut tidak kunjung menikah, bahkan memasuki usia yang susah untuk menikah.

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya, di antara kebaikan wanita adalah mudah dipinang, mudah maharnya dan mudah rahimnya.”

(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan al Hakim; dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al Albani

 

9⃣. BERLEBIH-LEBIHAN DALAM MENETAPKAN SYARAT DAN BIAYA PERNIKAHAN

 

Diantara problem seorang pemuda ketika ingin menikah adalah dia dituntut untuk membiayai pernikahan dengan biaya yang berlebihan.

 

Akibatnya tidak jarang pemuda yang mengurungkan niatnya untuk segera menikah.

 

Dibenaknya terfikir bahwa dia harus mempersiapkan dana puluhan juta atau ratusan juta untuk menikah.

 

Bahkan ada yang gagal menikah karena salah satu pihak mensyaratkan biaya pernikahan yang mahal

 

🔟. ADAT

 

Diantara faktor sebagian wanita terlambat menikah adalah adat yang menyelisihi syariat -adat yang mungkar-, yakni adik dilarang menikah terlebih dahulu daripada kakaknya.

Seorang gadis mengisahkan bahwa prosesnya ke arah pernikahan dengan seorang pria terpaksa harus terhenti akibat ayahnya berkukuh tidak membolehkannya menikah sebelum kakaknya.

Inlah sebagian faktor banyak pemuda dan pemudi muslim terlambat menikah. Solusinya adalah menghilangkan faktor-faktor tersebut.

 

Semoga mereka semua segera sadar dan semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua, terutama dalam mendapatkan pendamping yang shalih/shalihah.

 

✏️disadur dari majalah Qonitah edisi 28/Vol.03/1437H-2016M

hal 67-71

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•