JAGALAH ISTRI DAN ANAKMU DARI FITNAH

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

🏡 JAGALAH ISTERI DAN ANAK-ANAKMU DARI FITNAH!!

 

al-‘Allamah asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

 

🚫 “Fitnah semakin dahsyat sekarang.

Jangan kalian terlupakan dari (menyelamatkan/melindungi) anak-anak kalian dan isteri-isteri kalian.”

 

📚 Ighatsah al-Lahfan 17-06-1437 H

 

قال ‏الشيخ العلامة صالح الفوزان -حفظه الله-:

 

“الفتنة شديدة الآن لا تغفلوا عن أولادكم ونسائكم”

 

📚إغاثة اللهفان 17-06-1437هـ

 

•••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya

📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya

💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~

BERSYUKUR TERHADAP KEBAIKAN MANUSIA

➖💐➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

🌷💡 BERSYUKUR TERHADAP KEBAIKAN MANUSIA

——————————-

 

 

📜 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

 

🍂 Iya, ini adalah hadist yang shohih, Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

🗒(من لا يشكر الناس لا يشكر الله)

 

“Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak akan bersyukur kepada Allah”.

 

Yaitu bahwasannya orang yang tabiatnya tidak bersyukur kepada manusia atas kebaikan yang mereka lakukan kepadanya maka dia juga tidak bersyukur kepada Allah.

Karena jeleknya sikapnya dan muamalahnya yang tidak baik.

Maka secara keumuman orang yang seperti ini pada keadaan yang seperti ini dia tidak bersyukur kepada Allah.

 

••••••••••••••••••••••••••

 

📥 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/9484

💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama

📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

ORANG MUKMIN YANG BAIK ADALAH YANG SELALU MENGAWASI GERAK GERIK ANGGOTA TUBUHNYA

➖➖🍃➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

⛵️ORANG MUKMIN YANG BAIK ADALAH YANG SELALU MENGAWASI GERAK GERIK ANGGOTA TUBUHNYA

—————————

 

 

🔆 Disebutkan dari Hasan al-Bashri Rahimahullah, bahwasanya beliau berkata:

 

لا تلقى المؤمن إلا يحاسب نفسه: وماذا أردت تعملين؟ وماذا أردت تأكلين؟ وماذا أردت تشربين؟. والفاجر يمضى قدما قدما لا يحاسب نفسه”.

 

✅ “Tidaklah engkau menemui seorang mukmin melainkan ia akan selalu mengoreksi dirinya, Apa yang hendak engkau lakukan? apa yang hendak engkau makan? apa yang hendak engkau minum?”

“Adapun orang fajir maka dia berlalu begitu saja tanpa mengintrospeksi dirinya (tidak peduli terhadap apa yang akan dilakukannya,pen).”

(Ighatsatul Lahafan hal.78)

 

°°°°°°°°°°°

 

💢 Seorang mukmin akan berhati-hati dalam bertindak. Setiap gerak-gerik anggota tubuhnya selalu dia awasi. Ketika akan melakukan sesuatu maka dia akan melihat apakah amalan itu bermanfaat atau tidak, atau amalan itu diperbolehkan atau dilarang?!

 

Demikian pula ketika hendak makan dan minum, maka dia akan mengawasi apakah makanan yang akan dia makan dan minum tersebut adalah sesuatu yang halal atau tidak?!

 

⛔️ Adapun orang fajir yang jelek, maka dia tidak akan peduli terhadap apa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya.

 

 

📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

 

〰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

DIANTARA DOA SALAF KETIKA MINUM AIR ZAM ZAM

➖➖🌹➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

📢 DIANTARA DOA SALAF KETIKA MINUM ZAM ZAM

——————————–

 

 

✔️Rasulullah shallallaahu alaihi wassallam bersabda:

 

ﻣَﺎﺀُ ﺯَﻣْﺰَﻡَ ﻟِﻤَﺎ ﺷُﺮِﺏَ ﻟَﻪُ.

 

“Air Zam Zam sesuai tujuan orang yang meminumnya.”

 

(HR. Ibnu Majah no. 3062 dari hadits Jabir radhiyallahu, dinilai shahih oleh al-Albany, lihat: Irwa’ul Ghalil, 4/324 -pent)

 

°°°°°°°°°

 

✔️Ibnul Mubarak rahimahullah berdoa ketika meminumnya:

 

اللهم إني أشربه لعطش يوم القيامة.

 

“Ya Allah, aku meminumnya untuk menghilangkan haus pada Hari Kiamat nanti.”

 

📚 Hasan, diriwayatkan dalam Mu’jam Ibnul ‘Arabi no. 382

 

🌍 Akun twitter asy-Syaikh Arafat al-Muhammady hafizhahullah

 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

PAMAN, LIHATLAH..BIDADARI YANG PERNAH KUCERITAKAN PADAMU ADA DIDEKATKU… DIA MENUNGGU RUHKU KELUAR

➖🔘➖🔘➖🔘➖🔘➖🔘➖🔘➖

 

📢🌹(KISAH MENAKJUBKAN DI MASA TABI’IN)

 

°°°°°°°°

PAMAN, LIHATLAH, BIDADARI YANG PERNAH KUCERITAKAN PADAMU ADA DI DEKATKU… DIA MENUNGGU RUHKU KELUAR..

°°°°°°°°°

 

 

🍃Hari itu, di salah satu sudutnya Masjid Nabawi berkumpullah Abu Qudamah dan para sahabatnya.

 

Di hati para sahabatnya, Abu Qudamah adalah orang yang sangat dikagumi. Itu karena Abu Qudamah adalah seorang mujahid. Berjihad dari satu front ke medan-medan jihad lainnya. Seolah hidup beliau, beliau persembahkan untuk berjihad.

Debu yang beterbangan, kilatan pedang, hempasan anak panah, derap kuda adalah hal yang sudah biasa bagi beliau. Pengalaman, tragedi, kisah dan momen pun telah banyak beliau saksikan di setiap gelanggang perjuangan jihad.

 

”Abu Qudamah, ceritakanlah pada kami kisah paling mengagumkan di hari-hari jihadmu,”

tiba-tiba salah seorang sahabatnya meminta.

 

“Ya,” jawab Abu Qudamah.

 

“Beberapa tahun lalu. Aku singgah di kota Recca. Aku ingin membeli onta untuk membawa persenjataanku.

Saat aku sedang bersantai di penginapan, keheningan pecah oleh suara ketukan. Ku buka ternyata seorang perempuan.

 

”Engkaukah Abu Qudamah?” tanyanya.

”Engkaukah yang menghasung umat manusia untuk berjihad?” pertanyaannya yang kedua.

 

“Sungguh, Allah telah menganugerahiku rambut yang tak dimiliki wanita lain. Kini aku telah memotongnya. Aku kepang agar bisa menjadi tali kekang kuda. Aku pun telah menutupinya dengan debu agar tak terlihat.

Aku berharap sekali agar engkau membawanya. Engkau gunakan saat menggempur musuh, saat jiwa kepahlawananmu merabung. Engkau gunakan bersamaan saat kau menghunus pedang, saat kau melepaskan anak panah dan saat tombak kau genggam erat.

Kalau pun engkau tak membutuhkan, ku mohon berikanlah pada mujahid yang lain. Aku berharap agar sebagian diriku ikut di medan perang, menyatu dengan debu-debu fi sabilillah.

Aku adalah seorang janda. Suamiku dan karib kerabatku, semuanya telah mati syahid fi sabilillah. Kalau pun syariat mengizinkan aku berperang, aku akan memenuhi seruannya,”

ungkapnya sembari menyerahkan kepangan rambutnya.

 

Aku hanya diam membisu. Mulutku kelu walau tuk mengucapkan “iya”.

 

”Abu Qudamah, walaupun suamiku terbunuh, namun ia telah mendidik seorang pemuda hebat. Tak ada yang lebih hebat darinya.

Ia telah menghapal Al-Qur’an. Ia mahir berkuda dan memanah. Ia senantiasa sholat malam dan berpuasa di siang hari. Kini ia berumur 15 tahun. Ialah generasi penerus suamiku. Mungkin esok ia akan bergabung dengan pasukanmu. Tolong terimalah dia. Aku persembahkan dia untuk Allah. Ku mohon jangan halangi aku dari pahala,”

kata-kata sendu terus mengalir dari bibirnya.

 

Adapun aku masih diam membisu. Memahami kalimat per kalimat darinya. Lalu tanpa sadar perhatianku tertuju pada kepangan rambutnya.

”Letakkanlah dalam barang bawaanmu agar kalbuku tenang,”

pintanya.

Tahu aku memperhatikan kepangan rambutnya.

 

Aku pun segera meletakkannya bersama barang bawaanku. Seolah aku tersihir dengan kata-kata dan himmah (tekad) nya yang begitu mengharukan.

 

💨Keesokan harinya, aku bersama pasukan beranjak meninggalkan Recca. Tatkala kami tiba di benteng Maslamah bin Abdul Malik, tiba-tiba dari belakang ada seorang penunggang kuda yang memanggil-manggil.

 

“Abu Qudamah!” serunya.

 

“Abu Qudamah, tunggu sebentar, semoga Allah merahmatimu.”

 

Kaki pun terhenti. Lalu aku berpesan kepada pasukan, “tetaplah di tempat hingga aku mengetahui orang ini.”

 

Dia mendekat dan memelukku.

 

”Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan menjadi pasukanmu. Sungguh Dia tidak ingin aku gagal,” ucapnya.

 

“Kawan, singkaplah kain penutup kepalamu dahulu,” pintaku.

 

Ia pun menyingkapnya. Ternyata wajahnya bak bulan purnama. Terpancar darinya cahaya ketaatan.

 

”Kawan, apakah engkau memiliki Abi?” tanyaku.

 

“Justru aku keluar bersamamu hendak menuntut balas kematian Abi. Dia (insya Allah) telah mati syahid. Semoga saja Allah menganugerahiku syahid seperti Abi,” jawabnya.

 

“Lalu, bagaimana dengan Ummi? Mintalah restu darinya terlebih dahulu. Jika merestui, ayo. Jika tidak, layanilah beliau. Sungguh baktimu lebih utama dibandingkan jihad. Memang, jannah di bawah bayangan pedang, namun juga di bawah telapak kaki ibu”

 

“Duhai Abu Qudamah. Tidakkah engkau mengenaliku.”

 

“Tidak.”

 

“Aku putra pemilik titipan itu. Betapa cepatnya engkau melupakan titipan Ummi, pemilik kepangan rambut itu”

 

“Aku, insya Allah, adalah seorang syahid putra seorang syahid. Aku memohon kepadamu dengan nama Allah, jangan kau halangi aku ikut berjihad fi sabilillah bersamamu. Aku telah menyelesaikan Al-Qur’an. Aku juga telah mempelajari Sunnah Rasul. Aku pun lihai menunggang kuda dan memanah. Tak ada seorang pun lebih berani dariku. Maka, janganlah kau remehkan aku hanya karena aku masih belia.”

 

“Ummi telah bersumpah agar aku tidak kembali. Beliau berpesan; ‘Nak, jika kau telah melihat musuh, jangan pernah kau lari. Persembahkanlah ragamu untuk Allah. Carilah kedudukan di sisi Allah. Jadilah tetangga Abimu dan paman-pamanmu yang sholeh di jannah. Jika nantinya kau menjadi syahid, jangan kau lupakan Ummi. Berilah Ummi syafa’at. Aku pernah mendengar faedah bahwa seorang syahid akan memberi syafaat untuk 70 orang keluarganya dan juga 70 orang tetangganya. Ummi pun memelukku dengan erat dan mendongakkan kepalanya ke langit;

 

‘Rabbku.. Maulaku.. Inilah putraku, penyejuk jiwaku, buah hatiku.. aku persembahkan ia untukmu. Dekatkanlah ia dengan ayahnya,”

terang sang pemuda.Kata-katanya terus mendobrak tanggul air mataku.

 

Dan akhirnya aku benar-benar tak kuasa menahannya. Aku tersedu-sedu. Aku tak tega melihat wajahnya yang masih muda, namun begitu tinggi tekadnya. Aku pun tak bisa membayangkan kalbu sang ibu. Betapa sabarnya ia.

 

Melihatku menangis, sang pemuda bertanya,

“Paman, apa gerangan tangisanmu ini? Jika sebabnya adalah usiaku, bukankah ada orang yang lebih muda dariku, namun Allah tetap mengadzabnya jika bermaksiat !?”

 

“Bukan,” aku segera menyanggah.

 

“Bukan lantaran usiamu. Namun aku menangis karena kalbu ibumu. Bagaimana jadinya nanti jika engkau gugur?”

 

🌴Akhirnya aku menerimanya sebagai bagian dari pasukan. Siang malam si pemuda tak pernah jemu berdzikir kepada Allah Ta’ala. Saat pasukan bergerak, ia yang paling lincah mengendalikan kuda. Saat pasukan berhenti istirahat, ia yang paling aktif melayani pasukan. Semakin kita melangkah, tekadnya juga semakin membuncah, semangatnya semakin menjulang, kalbunya semakin lapang dan tanda-tanda kebahagiaan semakin terpancar darinya.

 

Kami terus berjalan menyusuri hamparan bumi nan luas. Hingga kami tiba di medan laga bersamaan dengan bersiap-siapnya matahari untuk terbenam. Sesampainya, sang pemuda memaksakan diri menyiapkan hidangan berbuka untuk pasukan. Memang, hari itu kami berpuasa. Dan dikarenakan hal inilah juga khidmatnya kepada pasukan selama perjalanan, dia tertidur pulas. Pulas sekali hingga kami iba membangunkan.

 

Akhirnya, kami sendiri yang menyiapkannya dan membiarkan si pemuda tidur. Saat tidur, tiba-tiba bibirnya mengembang menghiasi wajahnya.

 

”Lihatlah, ia tersenyum!” kataku pada teman keheranan.

 

Setelah bangun, aku bertanya padanya, “kawan, saat tertidur kau tersenyum. Apa gerangan mimpimu?”

 

“Aku mimpi indah sekali. Membuatku bahagia,” jawabnya

 

”Ceritakanlah padaku!” pintaku penasaran.”

 

📢”Aku seperti di sebuah taman hijau nan permai. Indah sekali. Pemandangannya menarik kalbuku untuk berjalan-jalan. Saat asyik berjalan, tiba-tiba aku berdiri di depan istana perak, balkonnya dari batu permata dan mutiara serta pintu-pintunya dari emas. Sayang, tirai-tirainya terjuntai, menghalangiku dari bagian dalam istana. Namun tak lama, keluarlah gadis-gadis menyingkap tirai-tirainya.

 

Sungguh wajah mereka bagaikan rembulan. Kutatap wajah-wajah cantik itu dengan penuh kekaguman, amboi cantiknya.”Marhaban,” kata salah seorang dari mereka tahu ku memandanginya.

Aku pun tak tahan hendak menjulurkan tangan menyentuhnya. Belum sampai tangan ini menyentuh, dia berkata, “Belum. Ini belum waktunya. Janganlah terburu-buru.”

Telingaku juga menangkap sebuah suara salah seorang mereka, “Ini suami Al Mardhiyah.”

Mereka berkata kepadaku, ”kemarilah, yarhamukalloh.”

Baru saja kakiku hendak melangkah, ternyata mereka telah berdiri di depanku.

 

Mereka membawaku ke atas istana. Di sebuah kamar, seluruhnya dari emas merah yang berkilauan indahnya. Dalam kamar itu ada dipan yang bertahtakan permata hijau dan kaki-kakinya terbuat dari perak putih. Dan di atasnya. . .seorang gadis belia dengan wajah bersinar lebih indah dari sekedar rembulan!!

Kalaulah Allah tidak memantapkan kalbu dan penglihatanku, niscaya butalah mataku dan hilanglah akalku karena tak kuasa menatap kecantikannya!!

“Marhaban, ahlan wa sahlan, duhai wali Allah. Sungguh engkau adalah milikku dan aku adalah milikmu” katanya menyambutku, membuatku tak terasa hendak memeluknya.

”Sebentar…Janganlah terburu-buru. Belum waktunya. Aku berjanji padamu, kita bertemu besok selepas sholat dhuhur. Bergembiralah,”

sang pemuda mengakhiri kisahnya.

 

🔖Lalu, aku berusaha membangkitkan himmahnya,

“Kawan, mimpimu begitu indah. Engkau akan melihat kebaikan nantinya.” Kami pun bermalam dengan perasaan takjub dan kagum akan mimpi sang pemuda.

 

📍Esok hari, kami bersiap menghadapi kaum kafir. Barisan diluruskan, formasi dan strategi dimatangkan, senjata tergenggam kuat dan tali kekang kuda dipegang erat.

 

Semangat pun semakin berkobar saat mendengar hasungan,

“wahai segenap para tentara Allah, tunggangilah kuda-kuda kalian. Bergembiralah dengan jannah. Majulah kalian, baik terasa ringan oleh kalian ataupun terasa berat.”

 

Tak lama, skuadron pasukan kuffar tiba di hadapan kami. Banyak sekali, bagaikan belalang yang menyebar kemana-mana.Perang campuh pun terjadi. Kesunyian pagi hari sontak terpecah oleh teriakan skuadron kuffar dan gema takbir kaum muslimin.

Suara senjata yang saling beradu, berbaur dengan riuh rendah suara para prajurit yang sedang bertaruh nyawa.

 

Tiba-tiba aku mengkhawatirkan pemuda itu. Iya, dimana pemuda itu…Dimana pemuda itu ? Ku berusaha mencari di tengah medan laga. Ternyata dia di barisan depan pasukan muslimin. Dia merangsek maju, menyibak skuadron kuffar dan memporak porandakan barisan mereka.

 

Dia bertempur dengan hebatnya. Dia mampu melumpuhkan begitu banyak pasukan kuffar. Namun begitu, tetap saja hati ini tak tega melihatnya. Aku segera menyusulnya di depan.

 

“Kawan, kau masih terlalu muda. Kau tak tahu betapa liciknya pertempuran. Kembalilah ke belakang,”

teriakku mencoba menyaingi suara riuh pertempuran, sambil menarik tali kekang kudanya.

 

“Paman, tidakkah kau membaca ayat {{ wahai segenap kaum mukmin, jika kalian telah bercampuh dengan kaum kuffar, maka janganlah kalian mundur ke belakang }} [Al Anfal:15]. Sudikah engkau aku masuk neraka ?” serunya menimpali.

 

Saat kucoba memahamkannya, serbuan kavelari kuffar memisahkan kami. Aku berusaha mengejarnya, namun sia-sia. Peperangan semakin bergejolak.

 

Dalam kancah pertempuran, terdengarlah derap kaki kuda diiringi gemerincing pedang dan hujan panah. Lalu mulailah kepala berjatuhan satu persatu. Bau anyir darah tercium dimana-mana. Tangan dan kaki bergelimpangan. Dan tubuh tak bernyawa tergeletak bersimbah darah. Demi Allah, perang itu telah menyibukkan tiap orang akan dirinya sendiri dan melalaikan orang lain. Sabetan dan kilatan pedang di atas kepala yang tak henti-hentinya, menjadikan suhu memuncak. Kedua pasukan bertempur habis-habisan.

 

▪Saat perang usai, aku segera mencari si pemuda. Terus mencari di medan laga. Aku khawatir dia termasuk yang terbunuh. Aku berkeliling mengendarai kuda di sekitar kumpulan korban. Mayat demi mayat, sungguh wajah mereka tak dapat dikenali, saking banyaknya darah bersimbah dan debu menutupi.

 

Dimana sang pemuda ? Aku terus melanjutkan pencarian. Dan tiba-tiba aku mendengar suara lirih,

”Kaum muslimin, panggilkan pamanku Abu Qudamah kemari!”

 

Itu suaranya, teriakku dalam kalbu. Kucari sumber suara, ternyata benar, si pemuda. Berada di tengah-tengah kuda bergelimpangan. Wajahnya bersimbah darah dan tertutup debu. Hampir aku tak mengenalnya.

 

💦Aku segera mendatanginya. “Aku di sini! Aku di sini! Aku Abu Qudamah!” isakku tak kuasa menahan tangis.

 

Aku sisingkan sebagian kainku dan mengusap darah yang menutupi wajah polosnya.

 

”Paman, demi Rabb ka’bah, aku telah meraih mimpiku. Akulah putra ibu pemilik rambut kepang itu. Aku telah berbakti padanya, ku kecup keningnya dan ku hapus debu dan darah yang terkadang mengalir di wajahnya,” kenangnya.

 

💦Sungguh aku benar-benar tak kuasa dengan kejadian ini.

“Kawan, janganlah kau lupakan pamanmu ini. Berilah dia syafa’at nanti di hari kiamat.”

 

“Orang sepertimu tak kan pernah kulupakan.”

”Jangan!” serunya lagi saat kucoba mengusap wajahnya.

 

“Jangan kau usap wajahku dengan kainmu. Kainku lebih berhak untuk itu. Biarkanlah darah ini mengalir hingga aku menemui Rabb-ku, paman.”

 

“Paman, lihatlah, bidadari yang pernah kuceritakan padamu ada di dekatku. Dia menunggu ruhku keluar. Dengarkanlah kata-katanya; ‘sayang, bersegeralah. Aku rindu.’

 

“Paman, demi Allah, tolong bawalah bajuku yang berlumuran darah ini untuk Ummi. Serahkanlah padanya, agar beliau tahu aku tak pernah menyia-nyiakan petuahnya. Juga agar beliau tahu aku bukanlah pengecut melawan kaum kafir yang busuk itu. Sampaikanlah salam dariku dan katakan hadiahmu telah diterima Allah. Paman, saat berkunjung ke rumah nanti, kau akan bertemu adik perempuanku. Usianya sekitar sepuluh tahun. Jika aku datang, ia sangat gembira menyambutku. Dan jika aku pergi, ia paling tidak mau kutinggalkan.”

 

“Saat ku meninggalkannya kali ini, ia mengharapkanku cepat kembali. “Kak, cepat pulang, ya.” Itulah kata-katanya yang masih terngiang di telingaku. Jika engkau bertemu dengannya, sampaikan salamku padanya dan katakan; ‘Allah-lah yang akan menggantikan kakak sampai hari kiamat, ”

kata-katanya terus membuat air mataku meleleh.

 

💦Menetes dan terus menetes membuat aliran sungai di pipi.

”Asyhadu alla ilaaha illalloh, wahdahu laa syarikalah, sungguh benar janji-Nya. Wa asyhadu anna muhammadarrosululloh. Inilah apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya dan nyatalah apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya,”

itulah kata-kata terakhirnya sebelum ruh berlepas dari jasadnya.

 

Lalu aku mengkafaninya dan menguburkannya.

Aku harus segera ke Recca, tekadku. Aku segera pergi ke Recca. Tak lain dan tak bukan tujuanku hanyalah ibu si pemuda.

 

Celakanya aku, aku belum mengetahui nama si pemuda dan dimana rumahnya. Aku berkelililing ke seluruh kota Recca. Setiap sudut, gang dan jalan ku telusuri. Dan akhirnya aku mendapatkan seorang gadis mungil. Wajahnya bersinar mirip si pemuda.

 

Ia melihat-lihat setiap orang yang berlalu di depannya. Tiap kali melihat orang baru datang dari bepergian, ia bertanya,

“Paman, anda datang darimana?”

 

“Aku datang dari jihad,” kata lelaki itu.

 

“Kalau begitu kakakku ada bersamamu?” tanyanya

 

“Aku tak kenal, siapa kakakmu.” kata lelaki itu sambil berlalu.

 

Lalu lewatlah orang kedua dan tanyanya, “Paman, anda datang dari mana?”

 

“Aku datang dari jihad,” jawabnya.

 

“Kakakku ada bersamamu?”, tanya gadis itu.

 

“Aku tak kenal, siapa kakakmu.” jawabnya sambil berlalu.

 

💦Gadis itu pun tak bisa menahan rindu kepada sang kakak. Sambil terisak-isak, dia berkata,

”mengapa mereka semua kembali dan kakakku tak kunjung kembali?”

 

Aku iba kepadanya. Ku coba menghampiri tanpa membawa ekspresi kesedihan.

“Adik kecil, bilang sama Ummi, Abu Qudamah datang.”

 

Mendengar suaraku, sang ibu keluar.

”Assalamu’alaiki,” salamku.”Wa’alaikum salam,” jawabnya.

 

“Engkau ingin memberiku kabar gembira atau berbela sungkawa?” lanjutnya.

 

“Maksud, ibu ?”

 

“Jika putraku datang dengan selamat, berarti engkau berbela sungkawa. Jika dia mati syahid, berarti engkau kemari membawa kabar gembira,” terangnya.

 

”Bergembiralah. Allah telah menerima hadiahmu.”

 

Ia pun menangis terharu.

“Benarkah?”

“Iya.”

Benar-benar ia tak kuasa menahan tangis.

 

”Alhamdulillah.Segala puji milik Allah yang telah menjadikannya tabunganku di hari kiamat,” pujinya kepada Zat Yang Maha Kuasa.

 

Para sahabat Abu Qudamah mendengarkan kisahnya dengan penuh kekaguman.

 

”Lalu gadis kecil itu bagaimana?” tanya salah seorang dari mereka.

 

”Dia mendekat kepadaku. Dan kukatakan padanya,

‘Kakakmu menitipkan salam padamu dan berkata; ‘Dik, Allah-lah yang menggantikanku sampai hari kiamat nanti”.

 

💦 Tiba-tiba dia menangis sekencang-kencangnya. Wajahnya pucat. Terus menangis hingga tak sadarkan diri. Dan setelah itu nyawanya tiada.

 

☔Sang ibu mendekapnya dan menahan sabar atas semua musibah yang menimpanya. Aku benar-benar terharu melihat kejadian ini. Aku serahkan padanya sekantong uang, berharap bisa mengurangi bebannya. Sang ibu pun melepas kepergianku. Aku meninggalkan mereka dengan kalbu yang penuh kekaguman, ketabahan sang ibu, sifat ksatria sang pemuda dan cinta gadis kecil itu kepada kakaknya…(SELESAI)

—————————————————————-

 

🌻Ya Rohman Ya Rohiim Kabulkanlah seuntai do’a kami. Memang terasa berat meniti jalan jannah-Mu. Syahwat yang selalu menyambar, Syubhat yang terus menghantam, setan yang tak pernah menyerah dan nafsu jahat yang senantiasa memberontak. Sedangkan kalbu ini lemah, ya Rabb.

Kalaulah bukan karena-Mu, tidaklah kami ini berislam. Tidak pula mengerjakan sholat, tidak pula bersedekah. Teguhkanlah kaki kami di atas jalan-Mu ini !

 

————————————————–

Oleh Al-Akh Yahya Al-Windany

Diterjemahkan dengan beberapa editing tanpa merubah tujuan dan makna dari Kitab ‘Uluwwul Himmah indan Nisaa’, 212-217.

 

Lihat juga:

1. Masyari’ul Asywaqi ila Mashori’il Usysyaqi: 1/285-290.2.

 

Sifatush Shofwah: 2/369-3703.

 

Tarikh Islam: 1/214-215

————————————————–

Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum.

 

Di kutip dari: Postingan abu Tsabit di Majmu’ah WIC (warta ikhwah cikarang)

WA TIC (Tholibul Ilmi Cikarang)

 

http://www.darussalaf.or.id/sirah/paman-lihatlah-bidadari-yang-pernah-kuceritakan-padamu-ada-di-dekatku-dia-menunggu-ruhku-keluar/

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Diposting ulang:

🌸 Kamis, 30 Jumadil Awal 1437 H / 10 Maret 2016

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

MUTIARA HIKMAH

🕰➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

💎MUTIARA HIKMAH💎

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

 

 

💦Ketika ajal hendak menjemput imam Syafi’i, beliau sempat ditemui imam Al Muzanni. Tatkala imam Al Muzanni berada disampingnya, beliau (imam Syafi’i) memberi sebuah nasehat.

 

Beliau bertutur :

 

✔️Bertaqwalah kepada Allah ta’ala.

 

✔️Gambarkan akherat dalam qalbumu.

 

✔️Dan jadikan kematian antara kedua matamu.

 

✔️Janganlah lupa bahwa kelak engkau akan berdiri dihadapan -Nya.

 

✔️Takutlah kepada -Nya, jauhilah segala hal yang -Dia haramkan dan laksanakan yang diwajibkan.

 

✔️Hendaknya engkau bersama Allah ta’ala (selalu merasa diawasi oleh Allah) dimanapun engkau berada.

 

✔️Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu, walaupun nikmat itu sedikit.

 

✔️Balaslah nikmat Allah dengan bersyukur.

 

✔️Jadikanlah diammu sebagai tafakkur,

 

✔️pembicaraanmu sebagai dzikir,

 

✔️dan pandanganmu sebagai pelajaran.

 

✔️Maafkanlah orang yang mendzolimimu.

 

✔️Sambunglah silaturrahmi kepada orang yang memutusnya terhadapmu.

 

✔️Berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat jelek kepadamu.

 

✔️Bersabarlah terhadap segala musibah,

 

✔️dan berlindunglah kepada Allah ta’ala dari api neraka dengan ketaqwaan.”

 

….Semoga Allah ta’ala merahmati beliau….

 

 

📚Tarikh Ad Dimasyqi karya Ibnu Asakir rahimahullah

 

Semoga bermanfa’at

 

✏️_ Syabab DAAR EL SALAF Solo

••••••••••••••••••••••••••••

 

🌾 KASYAF

@karyasyababdaarussalaf

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

MEMBUNGKAM ORANG-ORANG YANG BERMUDAHAN MASALAH GAMBAR

🍂🍂〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

 

❗️ MEMBUNGKAM ORANG-ORANG YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MASALAH GAMBAR

 

📂 Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah

 

 

📪 Penanya:

Sebagian ikhwah menanyakan tentang ceramah yang diambil gambarnya oleh Universitas, lalu mereka meminta izin kepada Anda untuk menyebarkannya?

 

🔐 Asy-Syaikh:

 

Demi Allah saya katakan: Jika kalian bisa menyebarkannya tanpa gambar maka silahkan menyebarkannya. Dan ketahuilah bahwa saya bukan hujjah, tidak pula orang yang lebih mulia dari saya. Hujjah itu hanyalah perkataan Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi was salam.

 

❌ Mengambil gambar hukumnya haram dan tidak boleh. Namun terkadang seseorang jatuh kepada beberapa perkara darurat yang boleh baginya, namun hukumnya tetap satu.

 

✋🏻 Dan saya bersaksi atas nama Allah dan saya telah mengatakan hal itu berkali-kali: sungguh saya mendengar dengan kedua telinga saya ini dari guru kami dan orang tua kami imam di masa ini yaitu imam Ahlus Sunnah Asy-Syaikh Abdul Aziz (bin Baz) rahimahullah jika dikatakan hal seperti ini kepada beliau maka beliau menjawab:

“Saya bukan hujjah, hujjah ada pada perkataan Allah dan Rasul-Nya. Kami masuk pada beberapa acara yaitu bertemu dengan pemerintah lalu terjadilah pengambilan gambar ini.”

Jadi beliau tidak mengetahuinya dan terkadang terjadi penolakan dari beliau.

 

🔴Hujjah adalah pada perkataan Allah dan Rasul-Nya, dan jawaban yang bermanfaat tentang pengharaman mengambil gambar kalian mengetahui beliau rahimahullah memilikinya.

 

🔊 Saya katakan kepada kalian: Hujjah bukan Muhammad bin Hady dan bukan pula orang yang lebih mulia darinya. Hujjah hanyalah pada perkataan Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi was salam. Jadi, menggambar hukumnya haram, sama saja mereka mengambil gambar Muhammad bin Hady atau tidak mengambil gambar Muhammad bin Hady.

 

✔️Hukum Allah berlaku padanya dan pada selainnya dan hukum Rasulullah shallallahu alaihi was salam berlaku padanya dan pada selainnya. Dan apa saja yang berasal dari Allah dan dari Rasul-Nya maka kita terima sepenuhnya.

❗️Sedangkan yang berasal dari selain keduanya maka perlu diteliti lebih dahulu.

 

 

📝 Ditranskrip oleh Abu Ubaidah Munjid bin Fadhl Al-Haddad

Jum’at 19 Ramadhan 1432 H

 

📚 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=122622

 

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/membungkam-orang-orang-yang-bermudah-mudahan-dalam-masalah-gambar/

 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

🍃Turut menyebarkan:

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:

https://catatanmms.wordpress.com

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

BELAJAR AQIDAH?? SIAPA TAKUT…!!

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖🌸

KENAPA KITA BELAJAR AQIDAH ?

KAN KITA SUDAH MUSLIM ?

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖🌸

 

 

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata,

“… Jika kami mengajarkan pelajaran akidah, maka bukan berarti kami menganggap orang-orang itu berada di atas kekufuran.

 

Bukan!

 

Maksud kami adalah agar kita bisa mengenal akidah yang benar, hingga kita bisa berpegang teguh dengan akidah tersebut.

 

Juga supaya kita mengetahui perkara apa saja yang menjadi lawan dari akidah yang benar, agar kita bisa menjauhinya.

 

Allah berfirman kepada nabiNya,

“Ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah, dan mohon ampunlah atas dosa-dosamu”

(Muhammad: 19).

 

Maka sudah semestinya bagi seorang insan untuk belajar akidah.

 

Janganlah seseorang merasa cukup dengan menyatakan, “Sesungguhnya aku seorang muslim dan engkau juga seorang muslim”

 

Alhamdulillah, tetapi coba jika kita tanyakan kepadanya, “Apa itu islam?”

 

Atau kita tanyakan, “Terangkan kepadaku tentang islam!”

 

Maka kebanyakan dari mereka, tidak akan mampu untuk menjelaskannya dengan penjelasan yang benar.

 

Bisa juga kita katakan lagi kepadanya, “Paparkan kepadaku apa saja pembatal-pembatal islam?”

 

Maka kebanyakan dari mereka juga tidak akan mampu untuk menjelaskannya.

 

Jika dia tidak tahu (bodoh) akan hal ini, maka kita khawatir dia akan terjerumus ke dalam salah satu dari pembatal-pembatal keislaman, dalam keadaan dirinya tidak tahu.

 

Kalau aku katakan kepada mereka, “Terangkan kepadaku tentang rukun-rukun islam”.

 

Atau jika meminta kepada mereka, “Terangkan kepadaku tentang rukun-rukun iman yang telah dipaparkan oleh rasulullah, kemudian jabarkan kepadaku penjelasannya!”.

 

Niscaya kita akan dapatkan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui tentang hal itu.

 

Lalu, bagaimana engkau bisa mengatakan bahwa dirimu seorang muslim, padahal engkau tidak tahu tentang perkara-perkara ini tadi?

 

Bahkan telah banyak dari kalangan juru dakwah yang tidak mengetahui apa saja syarat-syarat shalat, apa saja hukum-hukum seputar wudhu, pembatal-pembatal wudhu, rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajiban shalat dan pembatal-pembatal shalat!!!

 

Di mana mereka dari islam?!

 

Islam bukan sekedar pengakuan saja…”.

 

(Terjemah bebas dari Irsyadul Khillan ila Fatawal Fauzan-Syaikh Shalih Fauzan, jil. 1, hal. 24-25, cet. Darul Bashirah 2009).

 

➖➖➖

💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)

➖➖➖

💾 Arsip lama Wa SFS, INdiC dan INONG terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr

 

#akidah

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

PERJUMPAAN INDAH DI KOTA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

🇸🇦🏜 PERJUMPAAN INDAH DI KOTA NABI shallallahu ‘alaihi wa sallam

 

Bismillah,

 

🌘🇮🇩 Petang ini ana telah diberi kesempatan duduk bersama asatidzah dan ikhwan dari Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand. Majelis dimulai dengan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh

• al-Ustadz Luqman Ba’abduh,

• al-Ustadz Ruwaifi, dan

• al-Ustadz Hamzah hafizhahumullah.

 

Kami diingatkan akan pentingnya untuk senantiasa bersyukur atas nikmat. Apabila tidak ada syukur, maka nikmat akan sirna dan sulit untuk mendapatkannya kembali. Banyak teman seperjuangan kita, yang mungkin memiliki tingkat kesabaran di atas kita, namun mereka tergelincir terjatuh dari jalan ini karena telah mengkufuri nikmat.

 

🌷 Nasihat mulia ini disampaikan terkhusus kepada para mahasiswa Jami’ah Islamiyyah dari Singapura, Malaysia, Indonesia dan Thailand; akan betapa besarnya nikmat menuntut ilmu di bumi para Ulama’.

 

🕌 Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke masjid asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah untuk menghadiri muhadharah beliau hafizhahullah tentang “Adab Menuntut Ilmu”. Sebelum Syaikh hafizhahullah memulai, beliau terlabih dahulu memanggil ikhwan Indonesia

 

al-Ustadz Abu Khadijah, Abu Iyaad, Abu Hakim hafizhahumullah dan beberapa ikhwan dari Inggris, dan al-Ustadz Anwar Wright hafizhahullah dari Amerika juga hadir bersama di masjid itu.

🌐http://www.salafipublications.com🇬🇧

🌐http://germantownmasjid.com🇺🇸

 

Atas kecintaan kami terhadap para Ulama’, kami disatukan…

 

Selesai muhadharah Syaikh, al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah sempat berkenalan dengan al-Ustadz Abu Khadijah hafizhahullah. Mereka bersalaman dan menunjukkan kasih sayang antara satu sama lain..

 

❔al-Ustadz Abu Khadijah hafizhahullah bertanya kepada al-Ustadz Luqman hafizhahullah siapa nama beliau, dan setelah dijawab, al-Ustadz Abu Khadijah hafizhahullah menyampaikan bahwa beliau hafizhahullah telah banyak mendengar tentang al-Ustadz Luqman hafizhahullah.

 

(Suatu ketika dahulu, al-Ustadz Luqman hafizhahullah juga pernah memberitahu kami bahwa beliau hafizhahullah pernah mendengar tentang al-Ustadz Abu Khadijah hafizhahullah, dengan menyatakan bahawa beliau (Ustadz Abu Khadijah hafizhahullah) di atas khair (red: di atas Sunnah).

 

🏡

Kemudian mereka berdua hafizhahumallah berjalan mengiringi asy-Syaikh Muhammad bin Hadi, menuju ke rumah beliau hafizhahullah.

📲 al-Ustadz Abu Khadijah dan al-Ustadz Luqman hafizhahumallah sempat bertukar nomor hp sebelum meneruskan perjalanan masing-masing.

 

🎆

Begitulah pengalaman ana hari ini, dalam menyaksikan sebuah jembatan perhubungan terbina di antara para da’i salafi dari Timur dan dari Barat.

 

✏Dinukil oleh al-Akh Abu Arish as-Singofuree hafizhahullah

 

(Para admin grup Telegram/Whatsapp Salafy Singapura🇸🇬)

 

🌙 13 Jumadal Akhirah 1437 H

📅 22 Maret 2016

🇸🇦🕌 Masjid Badr Safar al-Utaibi; Madinah

 

ℹ artikel;

●https://twitter.com/AbuKhadeejahSP/status/712349663068819457

 

●https://twitter.com/AbuKhadeejahSP/status/712334556389572608

 

وبارك الله فيكم

••••••••••••••••••••••

Salafy Singapura 🇸🇬 ⓢⓢ

 

📱Telegram

https://tlgrm.me/salafysingapura

 

•••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya

📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya

💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~

KISAH: UMMU SUFYAN ATS TSAURI RAHIMAHULLAH

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

 

Ummu Sufyan ats Tsauri rahimahallah

——————————————-

 

 

Imam Waki bercerita bahwa Ummu Sufyan ats Tsauri pernah berkata kepada putranya, Sufyan,

“Wahai anakku tuntutlah ilmu! Aku akan cukupkan engkau dengan hasil jahitanku.”

 

Beliau juga berkata,

“Wahai anakku jika engkau menulis sepuluh huruf maka perhatikanlah, apakah engkau melihat pada dirimu ada penambahan (kebaikan) di dalam cara jalanmu, kesantunanmu dan perangaimu. Jika tidak ada penambahan pada dirimu maka ketahuilah bahwa itu (apa yang kau tulis tersebut) tidak membahayakanmu dan tidak bermanfaat untukmu (sia-sia).”

-selesai-

 

•°•°•°•°•°•°•

 

Demikianlah salah satu cerminan orang tua yang baik.

 

Selalu meninggalkan pesan kebaikan untuk anak-anaknya. Terlebih jika dilakukan ketika anak-anaknya hendak menuntut ilmu.

 

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, ketika kita berpikir betapa ‘nakal’ perangai seorang anak, kita tidak tahu barangkali dari setiap pesan kebaikan yang kita tanamkan kepada mereka, ada satu pesan yang ternyata bisa merubah mereka ke arah yang lebih baik.

 

Biidznillah.

 

Tentunya ini dilakukan dengan iringan doa yang baik dan hiasan kesabaran.

 

Wallahu alam.

 

(Petikan ucapan di atas bisa dilihat di Shifatush Shafwah karya Ibnul Jauzi, jil. 2, hal. 110, cet. Darul Hadits 2000).

 

➖➖➖

🌀 Wa Ikhwah Cibinong (INONG)

➖➖➖

💾 Arsip lama Wa SFS, INdiC dan INONG terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr

 

#keluarga

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

SABAR DAN MENGHARAP PAHALA DENGAN MENINGGALNYA ANAK

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

 

🌷🌹AMALKAN YANG TERBAIK🌹🌷

 

✅SABAR DAN BERHARAP PAHALA DENGAN MENINGGALNYA ANAK‼️

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

 

📚Dari Abi Musa Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, berkata Rasulullah Shollallahu’alaihi wa sallam, :

“Jika meninggal anak seorang hamba Allah, Allah berkata kepada para malaikatnya, “Kalian telah mencabut nyawa anak dari hamba-Ku?”

 

Para malaikat berkata : “Iya”

 

Allah berkata:

“Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”

Para malaikat berkata : “Iya”

 

Allah berkata:

“Apa yang diucapkan oleh hambaku tersebut?”

 

Para malaikat berkata :

“dia memuji Engkau dan mengucapkan kalimat Istirja’ (Inna lillahi wa inna ilaihi Roji’un)”

 

💎Allah berkata:

“Bangunlah untuk hambaku tersebut sebuah rumah di Jannah dan namakanlah rumah tersebut dengan nama Baitul Hamdi.

 

📖(HR. At Tirmidzi 1021, beliau mengatakan: hadits hasan ghorib, dan dishohihkan oleh ibnu Hibban 2937)

 

📲💻Sumber: telegram baderAlbder

 

📝Alih Bahasa oleh:

Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

 

📮(Padang Rabi’ul Akhir 1437 H, Januari 2016)

 

🇸🇦🇸🇦🇲🇨🇲🇨

________________

 

Hashtag:

#sabar_dan_pahala_atas_meninggalnya_anak

 

Posting:

Sabtu, 23 Jan 2016

Jam 10.30 WIB

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📡🌍 Publikasi :

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Link Access :

📟https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang

—————————

📮 telegram SilsilatusSholihin

 

====================

🇮🇩💫Ⓜ️Ma’had Silsilatus Sholihin Padang

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

HUKUM MEMBUNUH ANJING, KUCING, SEMUT dll

🌀🌀🍃🍃🌀🌀🍃🍃🌀🌀

 

 

🔴1⃣HUKUM MEMBUNUH ANJING DAN KUCING

 

 

📜 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

 

🍂 Demikian dengan kucing yang mengganggu seperti memangsa ayam atau merpati dan tidak bisa lagi untuk diusir, yaitu ketika diusir datang lagi dan memangsa hewan yang lain dan mengganggu maka boleh dibunuh.

 

✋🏻 Adapun jika masih bisa diusir dan diasingkan tanpa perlu untuk membunuhnya maka cukup diusir saja dan jangan dibunuh.

 

🔥 Dan tidak boleh dibunuh dengan api, karena tidaklah mengadzab dengan api kecuali Allah.

 

🔪 Kucing ini dibunuh dengan selain api, dengan racun atau dipukul apabila sudah tidak bisa lagi kecuali dengan cara itu, adapun kalau masih bisa diusir dan dijauhkan dan ditakut takuti sampai dia bisa pergi maka jangan dibunuh, apabila sudah mau tidak mau harus dibunuh kucing ini karena mengganggu dan tidak bisa dengan solusi lain maka tidak mengapa dibunuh tetapi tidak dengan api.

 

📛💥 Adapun anjing maka tidak boleh dibunuh kecuali yang berbahaya, caranya adalah diusir jika memang mengganggu, dijauhkan dari ladang atau pekarangan, dan tidak boleh dibunuh kecuali mengganggu dan berbahaya seperti menggigit manusia.

 

••••••••••

 

📥 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/11745

 

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

 

 

⚙💥 2⃣ HUKUM MEMBUNUH CICAK

 

 

📜 Asy Syeikh Al Utsaimin rohimahullah:

 

🔪 Disana ada anjuran terhadap kaum muslimin untuk beregera membunuh cicak, dan membunuhnya dengan kuat agar bisa langsung mati.

 

🗯 Nabi Shollallahu alaihi wa sallam menamakan cicak dengan binatang fasiq……….

 

👉 Oleh karena itu selayaknya bagi seorang muslim untuk mencari cicak dirumahnya, di pasar, di masjid dan membunuhnya.

 

••••••••••••••

 

📥 Sumber: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13893

 

 

⬇️⬇️

💥 3⃣HUKUM MEMBUNUH SEMUT, LALAT, NYAMUK DAN KECOAK DIDALAM RUMAH

 

📜 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

 

🍂 Tanya: Serangga yang ada dirumah seperti semut, kecoak dan yang lainnya apakah boleh dibunuh dengan air atau dibakar, kalau tidak boleh maka apa yang harus kita lakukan?

 

📭 Jawab: Serangga serangga ini apabila mengganggu maka boleh dibunuh tidak dengan api tetapi dengan alat pemusnah yang lainnya, sebagaimana sabda Nabi Shollallahu alihi wa sallam:

 

((خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور))

 

🗓 “Lima hewan yang semuanya disebut hewan fasiq yang dibunuh di tanah harom atau diluar tanah harom, Burung Gagak, Al Hada-ah, tikus, kalajengking, Anjing galak” dalam hadist yang lainnya disebutkan juga ular.

 

💿 Ini adalah hadist yang shohih dari Nabi Shollallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan untuk membunuh hewan hewan ini DAN YANG SEMAKNA DENGANNYA DARI HEWAN HEWAN YANG MENGGANGGU seperti semut, kecoak, nyamuk, lalat, dan semua binatang buas agar kita terhindar dari bahaya mereka.

 

✋🏻 Adapun jika semut itu tidak mengganggu maka tidak boleh dibunuh karena Nabi Shollallahu alaihi wa sallam melarang untuk membunuh semut, lebah, burung hud hud dan shurod, yang demikian jika tidak mengganggu.

 

👉 Adapun jika mengganggu maka disamakan dengan lima binatang yang disebutkan didalam hadist, wallahul muwaffiq.

 

••••••••••••

 

📥 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/173

 

 

💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama

📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

KEUTAMAAN MEMUDAHKAN ORANG YANG BERHUTANG

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄

 

 

✅KEUTAMAAN MEMUDAHKAN ORANG YANG BERHUTANG

➖➖➖➖➖➖➖➖

 

 

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

 

كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ: تَجَاوَزُوا عَنْهُ، لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، فَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهُ

 

“Dahulu ada seorang pedagang yang memberikan hutang kepada manusia. Apabila ia mendapati mereka kesusahan (melunasinya) maka ia katakan kepada pembantunya,

“maafkanlah dia. Mudah-mudahan Allah memaafkan kita”

Maka Allah pun memaafkan orang (pedagang) tersebut.

(HR. AL-Bukhari no.2078)

 

•°•°•°•°•°•°•°

 

✅ Faedah:

 

🔗 “maafkanlah dia” menundanya atau melunaskannya.

🔗 Kebaikan yang sedikit bila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah, maka dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan yang banyak.

🔗 Pahala akan didapat oleh orang yang memerintahkan kepada kebaikan, walaupun bukan dirinya senidiri yang melakukannya.

 

 

🌏 Sumber Panduan: Fathul Baari 3/58

〰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

NASEHAT UNTUK SUAMI ISTRI

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

🇮🇩🍃USTADZ MENJAWAB🍃🇮🇩 ❓

 

( Soal no 234) Bismillah. afwan Ustadz, mohon bimbingan dan nasehat antum. Ana mempunnyai Adik Ipar, dan adik ipar ana sangat mencintai Suaminya seperti pasangan suami istri yg lain. Namun saat ini suami adik ipar ana tidak sholat. Namun tidak memberi nafkah lahir dan batin tidak sepertibiasanya/ dikatakan sudah tidak pernah. Mohon bimbingan dan nasehat antum Ustadz. Jazakallahu khoiron wa barakallahufiyk.

 

 

💺 Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid Al Ustad Luqman Ba’abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar Ma’had Silsilatush Sholihin )

 

📗Jawaban:

 

❗️Nasehat Untuk Pasutri

 

Hendaknya sang istri, menasehati sang suami dengan kelembutan, sesuai dengan posisi dia sebagai seorang istri, jika tidak didengarkan, maka boleh bagi sang istri untuk meminta kepada seseorang yang dipercaya (diutamakan yang berilmu agama) untuk menasehati sang suami.

 

Namun jika sang istri tidak sabar dan dia takut nantinya tidak mampu untuk berbakti kepada suami sehingga melanggar hukum-hukum Allah maka dia boleh untuk meminta khulu’

 

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

 

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِه

 

Artinya:

“Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, tidak ada dosa bagi keduanya akan bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya” (Al Baqarah : 229)

 

Namun bersabar adalah lebih utama bagi dia, kecuali kalau sang suami melakukan perbuatan kufur dan tidak bisa dinasehati, maka ia wajib meminta khulu’

 

 

✏Dipublikasi Oleh

🇮🇩🍃USTADZ MENJAWAB🍃🇮🇩

__________________________

 

⏰Postting :

Jumat, 25 Maret 2016

Jam. 14.00 wib

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📡🌍 Publikasi :

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Link Access :

📟https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kumpulan Artikel :

🖥www.salafypadang.salafymedia.com

—————————

📮https://telegram.me/SilsilatusSholihin

 

====================

🇮🇩💫Ⓜ️Ma’had Silsilatush Sholihin Padang

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP PENGEBOMAN BRUSSEL BELGIA

〰〰〰🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂〰〰〰

 

 

💡💣💥 SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP PENGEBOMAN BRUSSEL BELGIA

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

 

🔊 Asy-Syaikh Salim Bamuhriz hafizhahullah

 

 

المحد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

 

Amma ba’du:

 

🔥 Orang-orang yang suka berbuat jahat dan melakukan makar, serta tindakan-tindakan terorisme, mereka terus menggunakan berbagai cara untuk menyerang Islam dan berusaha menggambarkan bahwa Islam adalah agama teror yang suka menyerang orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang mengadakan perjanjian damai, dan orang-orang yang dilindungi. Dan diantaranya adalah perbuatan orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan terorisme di berbagai Negara di dunia. Dan apa yang kita dengar kemarin yang terjadi di Belgia sebagai contohnya.

 

✋🏻 Jadi Islam yang sesungguhnya yang merupakan agama Allah yang dibawa oleh Rasul shallallahu alaihi was sallam tidak menyetujuinya, tidak mendukungnya, bahkan menghadangnya.

 

📒 Agama Islam adalah agama kebaikan dan keamanan bagi orang yang kita beri perlindungan dan orang-orang yang meminta jaminan keamanan.

 

❗️Maka orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan semacam ini mereka adalah dari kalangan orang-orang jahat.

 

💥 Saya memastikan bahwa di belakang mereka ini adalah orang-orang Yahudi, Rafidhah, dan Khawarij yang mengkafirkan seluruh umat manusia dan suka menyebarkan kerusakan di muka bumi.

 

🚦 Jadi Islam berlepas diri dari semua itu dan dari tindakan-tindakan buruk ini. Dan wajib atas saudara-saudara kita kaum Muslimin di negara ini, yaitu Belgia dan selainnya yang menghadapi ujian dan cobaan ini untuk berlepas diri dari para teroris itu dan hendaknya mereka menampakkan Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang dan rahmat, menjaga perjanjian dengan pihak-pihak yang terikat perjanjian, dan menampakkan bahwa mereka tidak menyetujui tindakan semacam ini, membencinya, marah terhadapnya, mengharamkannya, dan berlepas diri darinya.

 

☝🏻 Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar mengembalikan makar jahat mereka ke leher-leher mereka sendiri, menyingkap kebusukan mereka kepada semua orang, menyelamatkan umat Islam dari makar dan rencana jahat mereka, karena mereka ingin berbuat jahat terhadap kaum Muslimin dan terhadap Islam. Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar mengembalikan makar jahat mereka ke leher-leher mereka sendiri serta menyelamatkan kita dari kejahatan mereka.

 

والله المستعان، والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

 

🌍 Saluran telegram “Marhaban Ya Thalibal ‘Ilmi”

 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

 

 

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Turut menyebarkan:

WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`

channel telegram:

http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

 

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••