NASEHAT USTADZ ABU NASHIM MUKHTAR BIN RIFA’I HAFIZHAHULLAH TENTANG FACEBOOK

PicsArt_10-18-10.34.44

——————— ✧ ※❉※ ✧ ———————

✏📚🔊NASEHAT USTADZ ABU NASIM MUKHTAR IBN RIFAI -HAFIZHAHULLAH- TENTANG FACEBOOK▪

——————— ✧ ※❉※ ✧ ———————

📮📥Pertanyaan:

Boleh gak punya akun facebook atau email, bagaimana hukumnya menggunakan facebook atau email untuk sarana amar ma’ruf nahi munkar..?

🔰✅Jawaban:

Wallahu a’lam bis shawab, secara hukum asal, secara hukum asal kalau kita berbicara, facebook, email, dan semuanya secara hukum asal dulu..

kita tidak memiliki -saya katakan secara hukum asal ya- tidak memiliki satu pun dalil untuk menyatakan facebook atau email itu tidak boleh -secara hukum asal-,

tetapi sekarang kita berbicara bukan secara hukum asal, yang kita bicarakan adalah secara keumuman,

secara keumuman.. facebook madharatnya lebih besar daripada manfaatnya.

Wallahu a’lam saya tidak mengingkari manfaat dari facebook, saya tidak pernah mengingkari facebook itu banyak manfaatnya, informasi dauroh, informasi ta’lim, berbagi faidah, berbagi ilmu, dan seterusnya bisnis, saya tidak mengingkari..

Tapi marilah kita jujur, yang punya akun facebook bersikaplah jujur, terus terang, sebenarnya manakah yang lebih besar, manfaat ataukah madharatnya, jujur bersikap.. bukan karena terdorong oleh hawa nafsu dan kepentingan pribadi yang sifatnya sesaat.. sekian banyak madharat-madharat itu ditimbulkan dari facebook.. bukan hanya kalangan awam, di kalangan salafiyyin madharat facebook itu sungguh luar biasa.. madharat facebook itu sungguh luar biasa.. pergaulan antara ikhwan dan akhwat sudah tidak dibatasi lagi..

Saya katakan, cobalah bersikap jujur.. karena yang saya katakan ini berdasarkan data.. sekian banyak kasus terjadi.. sekian banyak kasus terjadi.. perceraian, -ini saya katakan di kalangan salafiyyin ya, kalau kalangan awam sih gak usah tanya, kasus perampokan, pemerkosaan, penculikan, pengedaran narkoba -iya kan?-, korupsi, dan sekian banyak.. demonstrasi, sekian banyak demonstrasi dan aksi unjuk rasa di timur tengah, di Indonesia, dimunculkan darimana ? jejaring sosial bernama facebook.. ini kalau orang awam kita sudah sepakat, -begitu ya insya Allah ya-

tapi yang kita bahas sekarang diantara kita salafiyyin salafiyyat, diantara kita salafiyyin salafiyyat, kasus yang terjadi karena facebook itu begitu banyak.. perceraian, tingkat perceraian.. kalau kita melihat secara utuh.. kalau di Cilacap -misalnya- satu daerah tersendiri mungkin tidak semua orang tau, tapi kalau kita mau membaca dari Sabang sampai Merauke secara keseluruhan, sebuah negara kesatuan NKRI ini, yang salafiyyin salafiyyat, kasus yang timbul karena facebook sudah sekian banyak.. informasi-informasi dusta, informasi-informasi buta, tidak ada yang bertanggung jawab..

Sekarang satu poin saja, saya yakin kita sepakat: apakah setiap akun facebook itu bisa dipertanggung jawabkan..?”, ada yang berani menjawab “iya” ?. Apakah setiap akun facebook yang dibuat itu bisa dipertanggung jawabkan keasliannya..? bahwa yang tertera di akun facebook namanya ini, alamatnya ini, fotonya ini.. betul-betul sesuai dengan kenyataan..? tidak ada yang berani menjamin..

Subhanallah.. anak-anak kita yang sudah menginjak usia puber, remaja, santri-santri, -tidak di satu tempat tapi ini sudah merata, mereka punya sekain akun facebook.. anak-anak kita kan pinter-pinter, gak disekolahkan -apa namanya- pendidikan komputer, gak perlu, anak kita tu sudah terlalu cerdas, hanya sekedar melihat sekali, membaca.. set bisa.. tanyakan kepada pengelola-pengelola pesantren itu -termasuk saya- bisa ditanyakan,

anak-anak yang -masya Allah- hafalan Qur’an pagi petang sore segala macam, hafalan haditsnya segala macam, suatu saat tertangkap -subhanallah- temannya sudah seratus, punya facebook, darimana, kesempatannya kapan coba? kalau bukan menunjukkan mereka itu anak-anak yang cerdas.. gak pernah diajari, di pesantren gak ada pelajaran membuat facebook -kan gak ada-, tapi itu terjadi.. la haula wa la quwwata illa billah..

Wallahu a’lam bis shawab, saya berpendapat kalau facebook “itsmuhuma akbaru min naf’ihima” madharatnya, dosanya lebih besar daripada manfaatnya..

Sekali lagi saya tidak mengingkari manfaat, tapi mampukah kita membatasi, “o.. ini untuk urusan ini urusan itu” ya betul, mampukah kita membatasi..?

ternyata kita bukanlah orang yang berwenang untuk membatasi ini, ini dan itu, kitalah yang harus tunduk dan harus ikut dalam arus dan aturan yang berlaku dalam dunia jejaring salah satunya facebook, tweeter dan tweet tweet tweet tweeter dan seterusnya..

Alhamdulillah, asatidzah kita yang -alhamdulillah- yang istiqamah mereka tidak memiliki akun facebook, tidak disibukkan ta’lim lewat internet, lebih berbarakah seperti ini bertatap muka secara langsung.. wah.. ngandalin internet..

maka kalau kita membaca fenomena yang terjadi sekarang di dunia maya dunia internet berbicara tentang dakwah salafiyyah, sekian banyak ustadz bermunculan itu.. ada yang abu fulan, semuanya abu ummu abu ummu.. seolah-olah layaknya sebagai seorang ustadz, ikut mengomentari “ustadz ni begini, dakwahnya di daerah ni begini, ada ikhwan begini, seharusnya ulama tu begini, syaikh begini syaikh begitu..” ustadz-ustadz baru muncul di dunia maya, tapi kalau sudah berbicara di depan umum ini -subhanallah- lucu, kalau ketemu gini orangnya pendiem tapi kalau sudah di dunia maya garang kaya harimau.. la haula wa la quwwata illa billah..

itu pendapat saya, facebook masuk dalam bab “itsmuhuma akbaru min naf’ihima” madharatnya lebih banyak daripada manfaatnya,

tapi sekali lagi, yang menggunakan akun facebook bisa secara jujur menilai, secara jujur.. insya Allah akan terjawab, kalau jujur loh.. karena saya berbicara berdasarkan data..

adapun email insya Allah -apa namanya- madharatnya tidak sebesar daripada facebook, iya kan? insya Allah.. wallahu a’lam bis shawab

Jadi kalau pertanyaannya: hukum menggunakan facebook atau email untuk sarana amar ma’ruf nahi munkar, jangan sampai kita ingin amar ma’ruf nahi munkar tapi malah terjatuh di dalam kemunkaran..

itu saja pesan saya, jangan sampai alasan, alasan itu bisa dibuat-buat -saudaraku, sedulur- alasan itu bisa dibuat, paling mudah membuat alasan itu -iya kan?-, seribu satu alasan bisa kita ciptakan dalam waktu satu jam, cari satu dua bisa alasan dibuat..

tapi marilah kita jujur menilai dengan pengamatan kita sendiri, na’am.. artinya jangan sampai alasan amar ma’ruf nahi munkar malah terjatuh di dalam kemunkaran, malah dia sendiri perlu dinahi munkar..

——-

📥🔊Link Audio:

https://www.dropbox.com/s/4zjyvlznc44ioua/tentang%20facebook%20-%20ust%20mukhtar.mp3?dl=0

*******

💽🌠Arsip WALIS:

➩http://walis-net.blogspot.com/2015/09/nasehat-ustadz-abu-nasim-mukhtar-ibn.html atau

➩http://salafymedia.com/blog/nasehat-ustadz-abu-nasim-mukhtar-ibn-rifai-hafizhahullah-tentang-facebook/

*******

📝📚Faedah lain:

➩http://walis-net.blogspot.com atau

➩http://salafymedia.com/blog/category/al-istifadah/

✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆

✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧

الموقع الرسمي للمجموعة:

🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html

=====*****=====

📶 Publikasi:

📖 WA Salafy Solo

http://www.salafymedia.com

♻ Muslimah Salafiyah Solo

➖📥Unduh audio📥➖