HUKUM BERBICARA DENGAN CALON ISTRI VIA TELEPON

IMG-20150914-WA0004

~~~~~~~~~~~~~~~~~

BERBICARA DENGAN CALON ISTERI LEWAT TELEPON

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📚 ASY-SYAIKH SHOLIH BIN FAUZAN AL-FAUZAN حفظه اللّٰه

 [[ حكم مكالمة الخاطب عبر الهاتف ]]

السؤال

مكالمة الخاطب لخطيب عبر الهاتف، هل هي جائزة شرعا أم ﻻ؟

الجواب

مكالمة الخطيب عبر الهاتف ﻻ بأس به؛ إذا كان بعد اﻻستجابة له، وكان الكلام من أجل المفاهمة، وبقدر الحاجة، وليس فيه فتنة، وكون ذلك عن طريق وليها أتم وأبعد عن الريبة. أما المكالمات التي تجري بين الرجال والنساء وبين الشباب والشبات، وهم لم تجر بينهم خطبة، وإنما من أجل التعارف؛ كما يسمونه؛ فهذا منكر ومحرم، ومدعاة إلى الفتنة والوقوع في الفاحشة؛ يقول الله تعالى:

{{ فلا تخضعن بالقول فيطمع الذي في قلبه مرض وقلن قوﻻ معروفا }} (الأحزاب: ٣٢).

فاامرأة ﻻ تكالم الرجل اﻷجنبي إﻻ لحاجة، وبكلام معروف ﻻ فتنة فيه وﻻ ريبة.

وقد نص العلماء على أن المرأة المحرمة تلبي وﻻ ترفع صوتها.

وفي الحديث: إنما التصفيق للنساء، من نابه شيء في صلاته فليقل: سبحان الله. {رواه البخاري ومسلم}

مما يدل على أن المرأة ﻻ تسمع صوتها الرجال إﻻ في اﻷحوال التي تحتاج فيها إلى مخاطبتهم، مع الحياء والحياء والحشمة. والله أعلم.

المصدر: المنتقى من فتاوى الشيخ صالح الفوزان ج/٢ ص/١٦٣-١٦٤

❓❓PERTANYAAN

Laki-laki berbicara dengan perempuan yang dilamarnya melalui telepon, apakah boleh secara syar’i ataukah tidak?

✔ JAWABAN

👉🏿 Laki-laki berbicara dengan wanita yang dilamarnya hukumnya boleh-boleh saja setelah lamarannya disetujui, sedangkan pembicaraan yang dimaksudkan untuk saling memahami, sebatas keperluan dan tidak mengandung unsur fitnah.

👉🏿 Namun jika hal itu dilakukan melalui walinya adalah lebih baik dan lebih terpelihara dari sesuatu yang meragukan.

✋🏼❌Adapun pembicaraan melalui telepon yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, demikian pula antara pemuda dan pemudi yang belum terjadi khitbah (lamaran) di antara mereka, yang dilakukan untuk saling kenal (sebagaimana mereka sebutkan), adalah perbuatan munkar dan diharamkan, serta dapat mengundang fitnah dan terjerumus ke dalam perbuatan keji (zina).

{{فلا تخضعن بالقول فيطمع الذى في قلبه مرض وقلن قوﻻ معروفا}}

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik,”

(al-Ahzab: 32).

✋🏼❌Oleh karena itu, seorang perempuan tidak boleh berbicara kepada seorang lelaki asing (bukan mahromnya) kecuali bila terpaksa dan itupun dengan perkataan yang ma’ruf tidak ada unsur fitnahnya dan tidak mengundang keraguaan.

🎀 Para ulama telah menegaskan bahwasanya perempuan yang sedang berihrom (haji ataupun umroh-pent.) ketika bertalbiyah namun tidak boleh menyaringkan suaranya.

Di dalam hadits disebutkan:

إنما التصفيق للنساء، من نابه شيء في صلاته فليقل : سبحان الله.

“Sesungguhnya bertepuk tangan itu milik perempuan. Maka barang siapa yang di dalam sholatnya merasa ada kesalahan maka hendaknya mengatakan “SUBHANALLOH”.

{HR. AL-BUKHORI DAN MUSLIM}

👆🏾 Semua keterangan di atas menunjukkan bahwasanya perempuan tidak memperdengarkan suaranya kepada laki-laki kecuali pada kondisi-kondisi yang diperlukan untuk berbicara kepada mereka dengan tetap menjaga rasa malu dan kesopanan.

✏ Sumber: al-Muntaqo min Fatawa asy-Syaikh Sholih al-Fauzan, jilid 2, hlm. 163-164.

•••••••••••••••••••••

Alih Bahasa: Miqdad al-Ghifary hafizhahullaah.

========================

WhatsApp Riyadhul Jannah

========================

turut menyebarkan : 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

〰🌸〰🌸〰🌸〰🌸〰🌸〰