SUAMI MENINGGALKAN ISTRI DALAM JANGKA WAKTU LAMA

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

IMG-20150729-WA0012

🌌🌔💐SUAMI MENINGGALKAN ISTRI DALAM JANGKA WAKTU LAMA

⛅ ﻏﻴﺎﺏ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻋﻦ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻣﺪﺓ ﻃﻮﻳﻠﺔ

🔻Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

――――――――――――――――――――――

🔸ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ :

ﺣﺪﺩ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺪﺓ ﻏﻴﺎب ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻦ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﻭﻟﻜﻨﻨﻲ ﻣﺘﻌﺎﻗﺪ ﻫﻨﺎ ﻭﻻ ﺇﺟﺎﺯﺓ ﻟﺪﻱ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﻣﺮﻭﺭ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺗﺰﻳﺪ ﺣﺴﺐ ﻇﺮﻭﻑ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺤﻜﻢ ؟

🔸ﺍﻻﺟﺎﺑﻪ :

ﺃﻭﻻً ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ ﺇﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺪﺩ ﻏﻴﺎﺏ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﺑﺄﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﻗﻮﻝ ﺧﻄﺄ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ،

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻭﺭﺩ ﺍﻟﺘﺤﺪﻳﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺆﻭﻟﻮﻥ ﻣﻦ ﻧﺴﺎﺋﻬﻢ ﻭﻫﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺤﻠﻒ ﻻ ﻳﺠﺎﻣﻊ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﻓﻘﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

‏( ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﻧِﺴَﺎﺋِﻬِﻢْ ﺗَﺮَﺑُّﺺُ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ‏) ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : ﻣﻦ ﺍﻵﻳﺔ 226 ‏) ،

ﺃﻣﺎ ﻏﻴﺎﺏ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﺪ ﺭﺿﻴﺖ ﺑﻐﻴﺎﺑﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻐﻴﺐ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﺃﻭ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﺃﻭ ﺳﻨﺔ ﺃﻭ ﺳﻨﺘﻴﻦ ﺑﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻭﺭﺿﻴﺖ ﺃﻥ ﻳﻐﻴﺐ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻟﻄﻠﺐ ﺍﻟﺮﻕ ﻓﻼ ﺣﺮﺝ ﻋﻠﻴﻪ ،

ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻏﻴﺮ ﻣﺄﻣﻮﻥ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﻞ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺴﺎﻓﺮ ﻭﻳﺪﻋﻬﺎ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻏﻴﺮ ﻣﺄﻣﻮﻥ،

ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻢ ﺗﺮﺽ ﺑﺄﻥ ﻳﻐﻴﺐ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﺃﻭ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﺣﺴﺐ ﻣﺎ ﻳﻘﺘﻀﻴﻪ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﻞ ﻟﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﺷﺮ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ .

📮📈 ( ‏ﻣﺠﻤﻮﻋﺔ ﺩﺭﻭﺱ ﻭﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺤﺮﻡ ﺍﻟﻤﻴﻚ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺟـ 3 ﺹ 270 ، ﻭﺍﻧﻈﺮ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻧﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺭﺏ ﺹ 17 ، ﻭﺍﻧﻈﺮ ﻓﻲ ﻣﺠﻠﺔ ﺍﻟﺒﺤﻮﺙ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ 9/60 .)

______________________________________

🔸Pertanyaan:

❓Al-Qur’an membatasi waktu seorang suami pergi meninggalkan istrinya maksimal empat bulan. Akan tetapi, saya terikat di sini dan tidak mendapatkan izin (pulang) kecuali setelah setahun atau lebih sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Apa hukumnya?

🔸Jawab:

💬 Ucapan penanya bahwa al-Qur’an membatasi waktu maksimal seorang suami meninggalkan istrinya adalah empat bulan, ini pendapat yang salah. Hal ini tidak disebutkan oleh al-Qur’an.

🍂🌅 Yang ada dalam al-Qur’an adalah batasan waktu bagi seseorang yang meng-ila’ istrinya—yakni seorang suami bersumpah tidak akan menggauli istrinya. Allah ‘azza wa jalla membatasinya empat bulan sebagaimana firman-Nya

‏( ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﻧِﺴَﺎﺋِﻬِﻢْ ﺗَﺮَﺑُّﺺُ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ‏)

“Kepada orang-orang yang meng-ila’ isterinya diberi tangguh empat bulan (lamanya).”

(al-Baqarah: 226)

💨 Adapun suami meninggalkan istri dalam keadaan istri merelakannya, tidak mengapa dia pergi selama empat bulan, enam bulan, setahun, atau dua tahun, dengan syarat istri tinggal di negeri yang aman. Jadi, jika istri ditinggalkan di negeri yang aman dan rela ditinggal oleh suaminya mencari rezeki, tidak mengapa bagi suaminya meninggalkannya.

🌆 Apabila istri ditinggalkan di negeri yang tidak aman, suami tidak boleh safar dan meninggalkan istrinya di sana.

❗Apabila istri ditinggal di negeri yang aman, namun istri tidak rela ditinggalkan lebih dari empat bulan atau enam bulan—sesuai dengan keputusan hakim—, suami tidak boleh meninggalkan istrinya. Dia wajib bergaul dengan istrinya secara baik.

📓📝 Majmu’ah Durus wa Fatawa al-Haramil Makki, asy-Syaikh Ibnu Utsaimin 3/270, lihat pula Fatawa Nur ‘ala ad-Darb hlm. 17 dan Majalah al-Buhuts al-Islamiyah 9/60

______________________________________

✍ Syabab Ashhabus Sunnah

📜➧Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi website kami:

🌏 http://www.ittibaus-sunnah.net

◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉

📌 أصحاب السنة

⭐ASHHABUS SUNNAH✪

——————–

turut memublikasikan: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

https://catatanmms.wordpress.com

🌿〰🌸〰🌸🌸〰🌸〰🌿

Advertisements