TETAP TEGARNYA HATI DIATAS KEBENARAN

โœ‹๐Ÿ’ก๐ŸŒท๐Ÿ”ฅ ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐIMG-20150728-WA0008

๐ŸŒป๐ŸŒป๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆTETAP TEGARNYA HATI DIATAS KEBAIKAN

๐Ÿ“‚ Dan telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwasanya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkata:

ูŠุง ู…ู‚ู„ุจ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุซุจุช ู‚ู„ูˆุจู†ุง ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒ , ูŠุง ู…ุตุฑู ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุงุตุฑู ู‚ู„ุจู†ุง ุฅู„ู‰ ุทุงุนุชูƒ

๐Ÿ”บโ€œWahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati-hati kami di atas agama-Mu, wahai Dzat yang mengarah-arahkan hati, arahkanlah hatiku untuk mentaati-Mu.โ€

Dalam hadits lainnya:

ู…ุซู„ ุงู„ู‚ู„ุจ ูƒู…ุซู„ ุฑูŠุดุฉ ุจุฃุฑุถ ูู„ุงุฉ ุชู‚ู„ุจู‡ุง ุงู„ุฑูŠุงุญ

๐Ÿ”บโ€œPermisalan hati itu ibaratnya seperti sebuah bulu yang terletak di padang pasir yang dibolak-balik oleh angin.โ€

๐Ÿ‘‹ Ketahuilah, sesungguhnya hati itu ditinjau dari kekokohan diatas kebaikan dan kejelekkan atau berbolak baliknya diantara keduanya itu terbagi menjadi tiga macam:

โœ”1. Hati yang pertama;

adalah hati yang dimakmurkan dengan ketakwaan, disucikan dengan latihan, dibersihkan dari kejelekkan-kejelekkan akhlaq. Maka terbukalah bisikan-bisikan kebaikan (dalam hati) dari perbendaharaan alam ghaib, lalu malaikat menguatkannya dengan hidayah.

โœ”2. Hati yang kedua;

adalah hati yang terbengkalai yang diisi dengan hawa, dikotori dengan kotoran-kotoran, tercemari oleh akhlak-akhlak yang jelek. Maka menjadi kuatlah padanya kekuasaan syaithon karena keluasan tempatnya. Dan menjadi lemahlah kekuasaan iman padanya. Dan hatinya dipenuhi oleh asapnya hawa nafsu, maka hilanglah cahayanya, keadaannya menjadi seperti mata yang dipenuhi oleh asap yang tidak memungkinkan baginya untuk melihat. Tidak lagi berpengaruh baginya larangan tidak pula nasihat.

โœ”3. Hati yang ketiga;

Hati yang mulanya ada bisikan hawa nafsu lalu ia mengajaknya untuk berbuat jelek, lalu disusul oleh bisikan keimanan sehingga mengajaknya untuk berbuat baik.

Contohnya : Tatkala syaithon mendorong kepada suatu keinginan atas akal, maka menjadi kuatlah dorongan hawa nafsu. Lalu ia mengatakan:

โ€œTidakkah engkau melihat si fulan dan fulan, bagaimana mereka melepaskan diri-diri mereka dalam hawa nafsunya.โ€

๐Ÿ‘Ž Hingga syaithon menyebutkan beberapa ulama (yang tergelincir dalam hawa nafsu-pent), maka jiwanya mulai condong kepada syaithon.

Lalu malaikat membantah syaithon dan mengatakan:

โ€œTidaklah binasa kecuali orang yang melupakan siksaan (akhirat), maka janganlah engkau tertipu dengan lalainya manusia terhadap diri mereka sendiri.

Tidakkah engkau lihat, jika engkau berdiri di bawah terik matahari pada musim panas dalam keadaan engkau memiliki rumah yang sejuk, apakah engkau akan mencocoki mereka (dengan tetap berjemur di matahari-pent) ataukah engkau mencari kemaslahatan (dengan masuk rumahmu-pent)?

Apakah engkau menyelisihi mereka dalam urusan panasnya terik matahari dan engkau tidak menyelisihi mereka dalam perkara yang akan mengantarkan ke neraka?โ€

๐Ÿ’ฅ Maka jiwanyapun mulai condong kepada perkataan malaikat. Maka terjadilah kebimbangan diantara dua pasukan, sampai kepada yang menguasai hati adalah yang lebih pas untuknya. Maka barang siapa yang diciptakan untuk kebaikan maka dia akan dimudahkan untuk itu, dan barang siapa yang diciptakan untuk kejelekkan, maka dia akan dimudahkan untuk itu.

๐Ÿ‘‰Allah subhanahu wata’ala berfirman:

ููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุฑูุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠูŽู‡ู ูŠูŽุดู’ุฑูŽุญู’ ุตูŽุฏู’ุฑูŽู‡ู ู„ูู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุฑูุฏู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ุตูŽุฏู’ุฑูŽู‡ู ุถูŽูŠูู‘ู‚ู‹ุง ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุตูŽู‘ุนูŽู‘ุฏู ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก

๐Ÿ”บโ€œBarangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.โ€

(QS. Al-Anโ€™aam 125)

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆYa Allah berikan kami taufik terhadap perkara-perkara yang Engkau cintai dan ridhai.

๐Ÿ“– Disadur dari kitab Mukhtashar Minhajil Qashidin karya Ibnu Qudamah Al-Maqdisi h. 147-148.

๐Ÿ“š Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=153718#entry715857

๐Ÿ“ Alih bahasa: Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary hafizhahullah

๐Ÿ’ป Arsip WSI || http://forumsalafy.net/tetap-tegarnya-hati-diatas-kebaikan/

——————–

turut mempublikasikan: ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`

๐ŸŒฟใ€ฐ๐ŸŒธใ€ฐ๐ŸŒธ๐ŸŒธใ€ฐ๐ŸŒธใ€ฐ๐ŸŒฟ