MENEBAR PESONA MENEBAR PETAKA

銆梆煂广梆煂广梆煂广梆煂广梆煂广IMG-20150729-WA0001

馃挜馃敟MENEBAR PESONA MENEBAR PETAKA馃敟馃挜

馃挦Atas nama 鈥渒eindahan鈥, fisik wanita telah dieksploitasi sedemikian rupa. Hampir tak ada ruang publik yang di dalamnya tidak terpapar keindahan fisik (baca: aurat) kaum hawa. Televisi, internet, dan media cetak pun menjadi sarana yang sangat efektif untuk menebar pesonanya.

馃搧馃搨Bagi sebagian besar masyarakat, majalah, tabloid, buletin, dan semacamnya, telah menjadi kebutuhan bahkan tuntutan. Motif membacanya pun beragam. Ada yang berdalih untuk mengikuti perkembangan mode terkini, ada yang tak ingin ketinggalan dengan gosip terbaru tentang artis idolanya, sekadar mengikuti perkembangan zaman, dan sejuta dalih lainnya.

Namun tentu saja, tak setiap majalah membawa faedah. Karena, sebagian majalah dan sejenisnya itu ternyata menyimpan musibah. Di antaranya terpampangnya gambar-gambar, khususnya gambar wanita..馃挦

馃搨馃憥Tak bisa dimungkiri, lembaran-lembaran majalah dan semacamnya itu, seolah memang telah 鈥渕ewajibkan鈥 dimuatnya foto wanita, baik artis, bintang iklan, maupun tokoh lain, dalam berbagai pose. Bahkan majalah yang dikemas khusus untuk kaum pria pun tak ketinggalan menjajakan wanita sebagai daya tarik untuk memancing minat pembaca. Seolah media tersebut tak akan laku tanpa wanita. Lebih-lebih lagi gambar-gambar wanita yang dapat memancing bergolaknya syahwat.

馃挜馃挦Sungguh, keadaan yang demikian adalah musibah yang sangat mengerikan. Tersebarnya gambar yang semacam itu akan menggiring masyarakat pada kerusakan akhlak, sehingga perzinaan bukan lagi dianggap barang tabu.

馃尨馃憠Andaikan mereka mengingat lagi peringatan dari Rabb semesta alam ketika Dia berfirman:

鈥淒an janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan sejelek-jelek jalan.鈥

(al-Isra鈥: 32)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wata’ala berfirman yang melarang hamba-hamba-Nya dari berbuat zina, mendekati perbuatan itu, dan melakukan hal-hal yang mendorong serta mengantarkannya kepada zina. Demikian diterangkan oleh al-Imam Ibnu Katsir . (Tafsir Ibnu Katsir, 3/41)

Kalangan ulama pun turut berbicara tentang permasalahan majalah ini. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-鈥橴tsaimin secara gamblang mengungkap, bagaimana sebenarnya keberadaan majalah-majalah yang ada pada masa ini. Di belahan lain, seorang muhaddits dari negeri Yaman turut berbicara tentang permasalahan gambar secara khusus. Ketika disibak dan dirunut kembali lembaran-lembaran yang memuat pembicaraan mereka berdua, semogalah diraup banyak faedah.

馃摦Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-鈥橴tsaimin pernah diminta fatwanya tentang majalah yang beredar di negerinya. Setelah dengan terpaksa membolak-balik dengan cepat dan sekilas isi majalah yang disodorkan kepada beliau鈥攌arena tidak mungkin beliau memberikan hukum tanpa tahu isinya鈥攂eliau menyatakan:

“Aku dapatkan majalah-majalah ini 鈥攄emi Allah鈥攁ku bersumpah dengan nama Allah subhanahu wata’ala di tempat ini, sedangkan kalian menjadi saksi. Allah yang ada di atas kita menjadi saksi atas apa yang akan kukatakan dan atas apa yang kalian dengar. Aku dapati majalah-majalah ini menghancurkan akhlak dan merusak umat. Seseorang yang berakal yang mau menelitinya tidak akan ragu terhadap tujuan pengedar majalah ini di tengah masyarakat muslimin.

Aku dapati setelah melihat sendiri, ternyata majalah ini lebih buruk daripada apa yang didengar. Kudapati dalam majalah ini, ucapan-ucapan rendah, hina, tidak ada rasa malu sama sekali, yang ucapan semacam itu bakal dimuntahkan oleh setiap orang yang memiliki akhlak yang lurus.

Aku melihat di sampulnya ada gambar-gambar wanita. Demikian pula di dalamnya ada gambar-gambar wanita yang akan menjerumuskan ke jurang fitnah dengan berbagai tampilan mode yang rendah, yang menenggelamkan dalam kerendahan dan dapat membangkitkan syahwat orang yang tidak memiliki syahwat sekalipun.

Aku dapatkan pula gambar kemasan-kemasan rokok yang mengajak manusia untuk mengisapnya. Aku dapatkan pula kemungkaran-kemungkaran yang besar dan keji selain itu鈥.鈥

馃搨馃憥馃憠Sedemikian buruknya keadaan majalah-majalah tersebut, hingga beliau juga menyatakan:

鈥淎ku menyeru kalian untuk menjaga agama dan akhlak kalian. Aku menyeru kalian untuk menjauhi fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Aku memperingatkan kalian agar tidak memasukkan surat kabar dan majalah yang penuh dengan gambar yang membuat fitnah, sarat dengan kata-kata yang menyesatkan, dan mode-mode yang menyimpang, ke dalam rumah kalian, hingga surat kabar dan majalah itu jatuh ke tangan anggota keluarga kalian. Akibatnya, surat kabar dan majalah itu akan membinasakan dan merusak akhlak mereka. Segala sesuatu yang dipampangkan dalam koran dan majalah ini, akan memberi pengaruh terhadap orang yang mengumpulkannya dalam keadaan ia senang dengannya dan dengan pemikiran yang disebarkan dalam majalah itu.鈥

馃尮Wahai kaum mukminin, keberadaan majalah dan koran di dalam rumah akan mencegah masuknya malaikat ke dalam rumah, karena malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar. Lalu bagaimana persangkaanmu tentang rumah yang tidak dimasuki malaikat?

馃憥鉂孫leh karena itu, mengumpulkan majalah seperti ini haram hukumnya, haram menjual dan membelinya, haram mencari keuntungan dengannya, haram pula menghadiahkannya dan menerimanya sebagai hadiah. Setiap upaya yang membantu penyebarannya di kalangan muslimin haram, karena perbuatan demikian termasuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.

馃憠Allah subhanahu wata’ala berfirman:

鈥淒an tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.鈥

(al-Ma鈥檌dah: 2)

[Dari khutbah asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-鈥橴tsaimin yang dibukukan dengan judul Fitanul Majallat]

馃挦馃敟Gambar-gambar makhluk bernyawa yang dimuat di majalah atau media lain merupakan salah satu musibah. Seolah-olah suatu hal yang lumrah bila majalah dihiasi dengan gambar semacam itu.

馃憠Sementara telah jelas haramnya gambar-gambar makhluk bernyawa, sebagaimana dikatakan oleh Jabir :

賳賻賴賻賶 乇賻爻購賵賱購 丕賱賱賴賽 n 毓賻賳賽 丕賱氐購賾賵乇賻丞賽 賮賽賷 丕賱賿亘賻賷賿鬲賽 賵賻賳賻賴賻賶 兀賻賳賿 賷購氐賿賳賻毓賻 匕賻賱賽賰

鈥淩asulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan melarang membuat gambar.鈥

(Dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 1/168)

鉁廦ang termasuk dalam larangan ini adalah seluruh gambar makhluk hidup, baik dua dimensi maupun tiga dimensi, yang tidak memiliki bayangan maupun yang memiliki bayangan. (Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah, hlm. 31, karya asy-Syaikh Muqbil )

馃憠Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:

賰購賱購賾 賲購氐賻賵賽賾乇賺 賮賽賷 丕賱賳賻賾賾丕乇賽貙 賷賻噩賿毓賻賱購 賱賻賴購 亘賽賰購賱賽賾 氐購賵賿乇賻丞賺 氐賻賵賻賾乇賻賴賻丕 賳賻賮賿爻賸丕 賮賻鬲購毓賻匕賽賾亘購賴購 賮賽賷 噩賻賴賻賳賻賾賲

鈥淪etiap tukang gambar tempatnya di neraka. Dijadikan setiap gambar yang ia buat memiliki nyawa, kemudian gambar-gambar yang bernyawa itu mengazabnya di Jahannam.鈥

鉁擨bnu 鈥楢bbas menyampaikan hadits ini kepada seorang tukang gambar, kemudian berkata,

鈥淛ika mau tidak mau engkau harus menggambar, maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki ruh.鈥

(Sahih, HR. Muslim no. 2110)

馃尰Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi鈥檌 menjelaskan bahwa sebab-sebab dilarangnya menggambar makhluk yang memiliki ruh adalah:

1鈨B犅犅 Gambar demikian memalingkan peribadatan kepada Allah subhanahu wata’ala, karena pada akhirnya gambar tersebut akan diibadahi.

鈥楢isyah radhiyallahu anha mengatakan, 鈥淭atkala Nabi shallallahu alaihi wasallam sakit, sebagian istri beliau membicarakan tentang gereja bernama Mariyah yang mereka lihat di Habasyah (Etiopia). Di antara istri beliau yang pernah ke negeri Habasyah adalah Ummu Salamah dan Ummu Habibah. Keduanya menceritakan keindahan gereja tersebut dan gambar-gambar yang ada di dalamnya. Mendengar hal itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat kepala beliau seraya berkata,

廿賽賳賻賾 兀購賵賱賻卅購賰賻 廿賽匕賻丕 賰賻丕賳賻 賮賽賷賿賴賽賲購 丕賱乇賻賾噩購賱購 丕賱氐賻賾丕賱賽丨購 賮賻賲賻丕鬲賻 亘賻賳賻賵賿丕 毓賻賱賻賶 賯賻亘賿乇賽賴賽 賲賻爻賿噩賽丿賸丕貙 賵賻氐賻賵賻賾乇購賵丕 賮賽賷賿賴賽 鬲賽賱賿賰賻 丕賱氐購賾賵賻乇賻貙 賮賻兀購賵賱賻卅賽賰賻 卮賽乇賻丕乇購 丕賱賿禺賻賱賿賯賽 毓賽賳賿丿賻 丕賱賱賴賽 賷賻賵賿賲賻 丕賱賿賯賽賷賻丕賲賻丞

鈥淎pabila ada di kalangan mereka itu seorang saleh meninggal dunia, mereka membangun masjid (tempat ibadah) di atas kuburannya, kemudian mereka membuat gambar orang saleh tersebut di dalam masjid yang dibangun. Mereka itu adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah.鈥

(Sahih, HR. al-Bukhari no. 427, 434, 1341, 3878 dan Muslim no. 528)

2鈨.聽聽聽 Gambar-gambar itu menandingi ciptaan Allah subhanahu wata’ala.

鈥楢isyah radhiyallahu anha mengatakan, 鈥淩asulullah shallallahu alaihi wasallam masuk ke rumahku. Ketika itu aku menutup rakku dengan kain tipis yang bergambar. Maka ketika beliau melihatnya, beliau merobeknya dan wajah beliau pun berubah (marah). Beliau bersabda:

兀賻卮賻丿購賾 丕賱賳賻賾丕爻賽 毓賻匕賻丕亘賸丕 賷賻賵賿賲賻 丕賱賿賯賽賷賻丕賲賻丞賽 丕賱賻賾匕賽賷賿賳賻 賷購囟賻丕賴購賵賿賳賻 亘賽禺賻賱賿賯賽 丕賱賱賴賽

鈥淢anusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyaingi ciptaan Allah subhanahu wata’ala.鈥

(Sahih, HR. al-Bukhari no. 5954)

3鈨B犅犅 Gambar-gambar itu membuat fitnah

銆癕ajalah yang ada saat ini terkadang mendatangkan fitnah bagi seorang laki-laki apabila ia melihat gambar wanita-wanita telanjang1 di dalamnya, sementara Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

賲賻丕 鬲賻乇賻賰賿鬲購 賮賽賷賿賰購賲賿 亘賻毓賿丿賽賷 賮賽鬲賿賳賻丞賸 兀賻囟賻乇賻賾 毓賻賱賻賶 丕賱乇賻賾噩購賱賽 賲賽賳賻 丕賱賳賽賾爻賻丕亍賽

鈥淭idaklah aku tinggalkan di antara kalian sepeninggalku nanti fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah (godaan) wanita.鈥

(Sahih, HR. al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Demikian pula bila laki-laki melihat wanita di televisi, internet, atau melalui ponsel yang dapat mengirimkan gambar, ataupun media lainnya yang disiapkan oleh musuh-musuh Islam untuk menebarkan fitnah di kalangan kaum muslimin agar berpaling dari agama mereka. Karena memang, setiap kali manusia bosan terhadap sebuah peranti teknologi, maka musuh-musuh Islam ini mendatangkan alat lain yang lebih canggih. Oleh sebab itulah gambar yang tersebar di media cetak, audio visual, dan alat-alat mutakhir lainnya, diharamkan.

Yang dikecualikan dari pengharaman gambar ini hanyalah permainan boneka anak kecil yang terbuat dari kain perca dan kapas, sebagaimana permainan 鈥楢isyah radhiyallahu anha berupa seekor kuda bersayap. Adapun yang terbuat dari plastik, maka tidak termasuk dalam kebolehan tersebut.

(Dinukil secara ringkas dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah)

銆癆dapun bila gambar itu tidak memiliki kepala, maka bukan termasuk makhluk hidup, karena Nabi shallallahu alaihi wasalam ketika mendapatkan gambar atau patung makhluk hidup, beliau memotong kepalanya.

(HR. at-Tirmidzi dalam Sunan-nya [8/90], Abu Dawud dalam Sunan-nya [11/213], dari Abu Hurairah. Dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil dalam Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah, hlm. 52)

銆癝elain itu, Abu Hurairah juga meriwayatkan:

兀賻賳賻賾 噩賽亘賿乇賽賷賿賱賻 q 噩賻丕亍賻 賮賻爻賻賱賻賾賲賻 毓賻賱賻賶 丕賱賳賻賾亘賽賷賽賾 n 賮賻毓賻乇賻賮賻 氐賻賵賿鬲賻賴購 賮賻賯賻丕賱賻: 丕丿賿禺購賱賿. 賮賻賯賻丕賱賻: 廿賽賳賻賾 賮賽賷 丕賱賿亘賻賷賿鬲賽 爻賽鬲賿乇賸丕 賮賽賷 丕賱賿丨賻丕卅賽胤賽 賮賽賷賿賴賽 鬲賻賲賻丕孬賽賷賿賱購 賮賻丕賯賿胤賻毓購賵丕 乇購卅購賵爻賻賴賻丕 賮賻丕噩賿毓賻賱購賵丕 亘賽爻賻丕胤賸丕 兀賻賵賿 賵賻爻賻丕卅賽丿賻 賮賻兀賻賵賿胤賻兀賿賴賻丕 賮賻廿賽賳賻賾丕 賱丕賻 賳賻丿賿禺購賱購 亘賻賷賿鬲賸丕 賮賽賷賿賴賽 鬲賻賲賻丕孬賽賷賿賱賻購

Jibril datang, lalu mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi mengenali suaranya. Beliau berkata, 鈥淢asuklah.鈥 Jibril menjawab, 鈥淪esungguhnya di dalam rumah ini ada satir (penutup) tembok yang bergambar makhluk hidup, maka potonglah kepalanya2, lalu jadikan kain satir itu hamparan atau bantal untuk diinjak, karena kami tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada gambar makhluk hidup.鈥

(HR. Ahmad dalam Musnad-nya no. 8065. Asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad [2/346] berkata, 鈥楬adits ini sahih dan para rawinya adalah para rawi yang sahih.鈥)

銆癉alam hadits di atas terdapat dalil bahwasanya gambar-gambar yang dihinakan harus telah dipotong kepalanya hingga menyerupai pohon. Juga kita dapatkan dalil lain yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menolak untuk masuk ke rumah 鈥楢isyah radhiyallahu anha ketika beliau melihat di dalamnya ada dua bantal bergambar makhluk hidup, hingga beliau menyobek gambar tersebut.

(Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah, catatan kaki hlm. 53)

鉁忊湉Demikianlah pada akhirnya, diakui ataupun tidak, tampaklah bagi setiap orang yang menyimak ucapan dua ulama di atas tentang keberadaan majalah yang banyak tersebar di tangan kaum muslimin sekarang ini. Apa pun dalih bagi kalangan yang menentangnya, namun sesungguhnya kebenaran itu tidak akan sirna selamanya.

(Dinukil secara ringkas oleh Ummu 鈥楢bdirrahman bintu 鈥業mran dari tulisan al-Ustadz Abu Ishaq Muslim al-Atsari yang berjudul Kedudukan Media Massa dalam Syariat Islam)

ket:

1 Atau membuka aurat atau bahkan gambar-gambar wajah wanita saja, itu sudah cukup membuat fitnah (red.).

2 Asy-Syaikh Muqbil menjelaskan bahwa gambar itu dipotong kepalanya hingga menyerupai pohon sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain.

sumber: http://asysyariah.com/menebar-pesona-menebar-petaka/

馃尮Syarhus Sunnah Lin Nisaa`

銆梆煂筐煂汇梆煂筐煂汇梆煂筐煂汇梆煂筐煂汇