๐ŸŒพ๐ŸŒ๐ŸŒฟ๐ŸŒŽ๐ŸŒพ๐ŸŒ๐ŸŒฟ HAKEKAT DUNIA, APA YANG TERCELA DAN APA YANG TERPUJI DI DALAMNYA

IMG-20150517-WA0001

๐ŸŒพ๐ŸŒ๐ŸŒฟ๐ŸŒŽ๐ŸŒพ๐ŸŒ๐ŸŒฟ

HAKEKAT DUNIA, APA YANG TERCELA DAN APA YANG TERPUJI DI DALAMNYA

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

ย โœŠโœ… Ketahuilah! ย bahwa dunia merupakan ungkapan bagi sesuatu harta yg ada pada seseorang, yaitu bumi dan apa yg ada diatasnya.

 

๐ŸŒ๐Ÿ”บ Maka bumi adalah tempat tinggal bagi keturunan Adam alaihissalam. Diatasnya ada pakaian, makanan , minuman, pernikahan yg semua itu sesuatu yg di butuhkan badan anak keturunan Adam untuk melakukan perjalanan menuju ALLOH.

 

๐ŸŒโ›” Sesungguhnya dia tidak bisa terus melanjutkan perjalanannya kecuali dgn sebab perkara perkara kebaikan tersebut.

 

๐Ÿš˜๐Ÿ”ป Sebagaimana onta yg dikendarai dalam perjalanan haji tidak bisa terus berjalan kecuali di tunaikan perkara perkara yg baik yg menjadi ย kebutuhannya sehingga keadaan onta tersebut ย tetap dalam keadaan baik untuk dikendarai.

 

๐Ÿ‘๐Ÿ‘Ž Maka barang siapa mengambil bagian dari dunia yg bisa menjadi sebab kebaikan bagi dirinya dan sesuai sisi yg di perintahkan maka dia orang yg terpuji,

dan barang siapa yg mengambil bagian dunia diatas apa yg dia butuhkan karena ย memperturutkan sifat rakusnya maka dia telah jatuh ke dalam perkara yg tercela.

 

๐ŸŒŽโŽ Karena ย sudah tidak sesuai dg apa yg menjadi pokok tujuannya. Dia telah keluar dari mendapatkan manfaat dan terjatuh kepada perkara yg akan mengganggu kebaikan dirinya.

Dia menjadi tersibukan dgn dunianya dan lalai dari meraih kebaikan akhiratnya. Sehingga dia telah kehilangan tujuannya.

 

โœ‹๐Ÿ”บ Namun seseorang selayaknya untuk tidak mengurangi apa yg di butuhkan dirinya sebagaimana onta tidak kuat berjalan, kecuali apabila dicukupi kebutuhannya yg dg hal itu onta menjadi baik keadaannya.

 

โ˜โœ… Maka jalan yg selamat adalah jalan yg tengah tengah, yaitu tidak meremehkan apa yg menjadi haknya dari bagian dunia yg di butuhkan tetapi tidak pula berlebih lebihan dan melampaui batas karena serakah.

Yaitu dia mengambil dari bagiannya di dunia seukuran apa yg dia butuhkan dalam perjalananya menuju Alloh, walaupun ada di dalamnya perkara yg di suka jiwa selama hal itu bisa membantu jiwa dan menegakan haknya.

 

๐Ÿ›๐Ÿ•œDan sungguh al imam Sufyan Atsaury beliau di sebagian waktu kadang makan dari makanan yg diolah dari bahan makanan yg terbaik kwalitasnya. Dan beliau membawa dalam safarnya Alfaludaj (makanan istimewa sejenis puding dari bahan pilihan ).

 

๐Ÿ—๐Ÿ•œAdalah Ibrohim bin Adham makan dari makanan makanan yg berkuwalitas baik pada sebagian waktu. Beliau mengatakan:

“Jika kami mendapati makanan yg berkuwalitas baik maka kami memakannya sebagaimana para tokoh terkemuka memakannya tapi jika tidak punya maka kami bersabar seperti paro tokoh terkemuka bersabar padanya”.

 

๐ŸŒŽ๐Ÿ‘“Dan lihatlah perjalanan sejarah Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Beliau dan para sahabatnya tidak berlebihan dalam mengambil apa yg menjadi bagian mereka dan tidak pula mengurangi apa yg menjadi hak bagi jiwanya dari bagian dunia mereka.

 

๐ŸŒ๐Ÿ‘‹Seyogyanya untuk memandang walaupun sepintas kepada bagian yg menjadi hak jiwa dari perkara yg disukai jiwa jikalau hal itu bisa menjadi penjaga bagi jiwanya , mengokohkan jiwanya dan memperbagus keadaan jiwanya serta menyemangati jiwanya kepada perkara kebaikan, akan tetapi kalau hal itu ditunaikan hanya untuk mengumbar syahwat dan tidak berkaitan dgn kebaikan yg telah di sebutkan, maka hal itu bagian dunia yg tercela yg seseorang hendaknya bersikap zuhud di dalamnya. ย  Wallohu a’lamu bishowab.

 

๐Ÿ“šsumber: MUKHTASHOR MINHAJUL QOSIDIN (secara ringkas)

 

๐Ÿ”„๐Ÿ“alih bahasa: al ustadz abu ‘ukasyah al banjary

 

๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ

Dikutip dari :

๐Ÿ“œForum Salafy Banjarnegara

 

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ W S C

 

๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ