📬📭📪📫📮 Kumpulan Tanya Jawab

IMG-20150524-WA0001

📬📭📪📫📮

Kumpulan Tanya Jawab:

 

❓❓HUKUM MENJAWAB SALAM DARI BEL

 

Tanya:

Apa hukumnya menjawab salam, yang salam itu dari suara lonceng rumah saat ada tamu yang memencet bel tersebut?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abdul Haq Balikpapan hafizhahullah

 

Ada ya? Bel kan? Artinya memencet bel, terus salam begitu? Assalamu’alaykum begitu ya? Masya Allah. Yang dhahir, disini alat. Yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an itu ketika seorang mengucapkan salam. Kalau ini yang mengucapkan salam bukan orang, alat. Sehingga  wallahu ta’ala a’lam bishawab, yang dhahir yang dianjurkan adalah ketika seorang mendengarkan ada yang mengucapkan salam kepadanya, bukan alat.

 

Sehingga tentunya tetap, meskipun sekarang banyak kemudahan ada bel yang bukan cuma suara tet.. tet.. Tapi ada juga yang berupa suara, suaranya berupa salam, begitu ya? Tetap dianjurkan bagi yang bertamu atau yang mau berkunjung kepada saudaranya tetap dianjurkan mengucapkan salam ketika bertemu. Misalkan sudah dibuka “Assalamu’alaykum”

 

Jangan “Wah sudah tadi koq, sudah diwakili dengan bel”. Ya jangan. Nanti yang dapat pahala siapa? Bel-nya? Kan tidak. Tetap dianjurkan orangnya, ketemu langsung ucapkan salam, sehingga ketika saudaranya mengucapkan salam, yang mendengar ini membalas salamnya. Itu yang dianjurkan. Wallahu ta’ala a’lam.

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/hukum-menjawab-salam-dari-bel.html

 

❓❓ADAKAH SYARAT KHUSUS, BATU YANG DIGUNAKAN UNTUK BERISTINJA

 

Tanya:

Ustadz, kalau beristinja dengan batu, ada tidak, kriteria batu seperti apa? Apa ada kriteria khusus, atau sembarangan saja?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abdul Haq Balikpapan hafizhahullah

 

Yang jelas, batunya tidak ada unsur kemuliaan, bukan yang ada tulisan ilmunya misalkan, atau lafdzul jalalah, atau yang semisalnya. Yang jelas secara umum batu, dengan syarat tentunya batunya tersebut bisa membersihkan. Karena ada sebagian jenis batu yang seperti kaca, licin, termasuk batu akik. Batu akik licin, wallahu ta’ala a’lam bishawab.

 

Secara umum dibolehkan, dan yang disunnahkan tiga batu, boleh lebih. Tapi kalau misalkan batunya gede, sebagian ulama membolehkan apabila sisinya banyak, untuk digunakan secara bergantian, tetapi jangan berulang! Jangan berulang! Sisinya banyak misalkan, tidak mengapa saking gedenya. Atau sekarang yang lebih mudah, banyak tisu.

 

Kalau batu akik termasuk batu mulia tidak ya? Berlian misalkan. Tidak mau istijmar kecuali dengan batu akik, ya berlebihan. Harus beli dulu, harganya berapa? Satu juta, ya ekstrim.

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/apakah-ada-syarat-khusus-batu-yang.html

 

 

❓❓APAKAH BOLEH MAMBACA SHADAQALLAHUL ‘ADZHIIM SETELAH MEMBACA AL QUR’AN

 

Tanya:

Apakah boleh membaca shadaqallahul ‘adzhiim setelah membaca Al Qur’an?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

 

Merutinkan setiap selesai membaca Al Qur’an, shadaqallahul ‘adzhiim ini tidak ada sunnahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka hal tersebut tidak disyariatkan. Kalau dia merutinkan setiap kali membaca Al Qur’an, shadaqallahul ‘adzhiim maka ini termasuk bid’ah.

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/apakah-boleh-membaca-shadaqallahul.html

 

❓❓BOLEHKAH MEMAKAI JAM DINDING HADIAH DARI BANK UNTUK MASJID

 

Tanya:

Bolehkah memakai jam dinding hadiah bank BNI untuk masjid?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

 

Sebaiknya ditolak. Namun kalau sekedar ada promosinya, dihilangkan promosinya!

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/bolehkah-memakai-jam-dinding-hadiah.html

 

❓❓BOLEHKAH MINUM MEMAKAI GELAS YANG BERTULISKAN BANK

 

Tanya:

Bolehkah kita minum memakai gelas yang (ada) tulisan bank BRI, karena hadiah?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

 

Hilangkan segala hal yang sifatnya promosi terhadap riba, hilangkan!

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/bolehkah-minum-memakai-gelas-yang.html

 

❓❓UANG YANG DITABUNG UNTUK HAJI APAKAH TERKENA ZAKAT??

 

Tanya:

Bagaimana seorang yang mengumpulkan harta untuk dipersiapkan melakukan haji, dan harta tersebut sudah melewati setahun dan mencapai nishab?

 

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

 

Apabila harta tersebut masih dalam kekuasaannya, dalam artian kapan dia mengambilnya, dia bisa mengambilnya. Maka itu masih miliknya, apabila mencapai nishab, dia keluarkan zakat.

 

http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/04/uang-yang-ditabung-untuk-haji-apakah.html

 

 

🌹syarhus sunnah lin nisaa`

 

🌿🔋🌿🔋🌿🔋🌿🔋🌿

Advertisements