AWAS….. HADITS-HADITS PALSU TENTANG SHALAT RAGHAIB (Shalat pada Malam Jum’at Pertama Pada Bulan Rajab)

IMG-20150430-WA0004

——

โ›”๐ŸŽฏ๐Ÿ“›

AWAS….. HADITS-HADITS PALSU TENTANG SHALAT RAGHAIB

(Shalat pada Malam Jum’at Pertama Pada Bulan Rajab)

โ—โ—โ—โ—โ—

———————–

๐Ÿ”ฅ Telah banyak beredar hadits-hadits PALSU tentang amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab. ย Di antaranya apa yang dikenal sebagai SHALAT RAGHAIB. Banyak hadits palsu tentang shalat Raghaib.ย 

โŒ๐Ÿšซ Shalat Raghaib atau biasa juga disebut dengan Shalat Rajab adalah shalat yang dilakukan pada malam Jumโ€™at pertama bulan Rajab antara shalat Maghrib dan โ€˜Isya. Pada siang harinya sebelum pelaksanaan shalat Raghaib ini (yakni hari Kamis pertama bulan Rajab) dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah.

๐Ÿšง Adapun tata caranya, ย banyak versi keterangan tentangnya, karena memang hadits palsu tentang tidak hanya satu. ย Salah satu versinya, ย sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah HADITS MAUDHU’ (palsu) yang berbunyi:

ูˆู…ุง ู…ู† ุฃุญุฏ ูŠุตูˆู… ูŠูˆู… ุงู„ุฎู…ูŠุณ ุฃูˆู„ ุฎู…ูŠุณ ููŠ ุฑุฌุจุŒ ุซู… ูŠุตู„ู‰ ููŠู…ุง ุจูŠู† ุงู„ุนุดุงุก ูˆุงู„ุนุชู…ุฉุŒ ูŠุนู†ู‰ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉุŒ ุซู†ุชู‰ ุนุดุฑุฉ ุฑูƒุนุฉุŒ ูŠู‚ุฑุฃ ููŠ ูƒู„ ุฑูƒุนุฉ ูุงุชุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจ ู…ุฑุฉุŒ ูˆุฅู†ุง ุฃู†ุฒู„ู†ุงู‡ ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุชุŒ ูˆู‚ู„ ู‡ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุฃุญุฏ ุงุซู†ุชู‰ ุนุดุฑุฉ ู…ุฑุฉุŒ ูŠูุตู„ ุจูŠู† ูƒู„ ุฑูƒุนุชูŠู† ุจุชุณู„ูŠู…ุฉุŒ ูุฅุฐุง ูุฑุบ ู…ู† ุตู„ุงุชู‡ ุตู„ู‰ ุนู„ู‰ ุณุจุนูŠู† ู…ุฑุฉุŒ ุซู… ูŠู‚ูˆู„: ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุงู…ูŠ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ุŒ ุซู… ูŠุณุฌุฏ ููŠู‚ูˆู„ ููŠ ุณุฌูˆุฏู‡: ุณุจูˆุญ ู‚ุฏูˆุณ ุฑุจ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ูˆุงู„ุฑูˆุญ ุณุจุนูŠู† ู…ุฑุฉุŒ ุซู… ูŠุฑูุน ุฑุฃุณู‡ ููŠู‚ูˆู„: ุฑุจ ุงุบูุฑ ู„ูŠ ูˆุงุฑุญู… ูˆุชุฌุงูˆุฒ ุนู…ุง ุชุนู„ู… ุฅู†ูƒ ุฃู†ุช ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุงู„ุงุนุธู… ุณุจุนูŠู† ู…ุฑุฉุŒ ุซู… ูŠุณุฌุฏ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ููŠู‚ูˆู„ ู…ุซู„ ู…ุง ู‚ุงู„ ููŠ ุงู„ุณุฌุฏุฉ ุงู„ุงูˆู„ู‰ุŒ ุซู… ูŠุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุญุงุฌุชู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชู‚ุถู‰. ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ูˆุงู„ุฐู‰ ู†ูุณูŠ ุจูŠุฏู‡ ู…ุง ู…ู† ุนุจุฏ ูˆู„ุง ุฃู…ุฉ ุตู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅู„ุง ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู„ู‡ ุฌู…ูŠุน ุฐู†ูˆุจู‡ ูˆุฅู† ูƒุงู†ุช ู…ุซู„ ุฒุจุฏ ุงู„ุจุญุฑ ูˆุนุฏุฏ ูˆุฑู‚ ุงู„ุงุดุฌุงุฑุŒ ูˆุดูุน ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ููŠ ุณุจุนู…ุงุฆุฉ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุจูŠุชู‡ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ููŠ ุฃูˆู„ ู„ูŠู„ุฉ ููŠ ู‚ุจุฑู‡ ุฌุงุกู‡ ุจูˆุงุจ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ููŠุฌูŠุจู‡ ุจูˆุฌู‡ ุทู„ู‚ ูˆู„ุณุงู† ุฐู„ู‚ุŒ ููŠู‚ูˆู„ ู„ู‡: ุญุจูŠุจูŠ ุฃุจุดุฑ ูู‚ุฏ ู†ุฌูˆุช ู…ู† ูƒู„ ุดุฏุฉุŒ ููŠู‚ูˆู„: ู…ู† ุฃู†ุช ููˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุฑุฃูŠุช ูˆุฌู‡ุง ุฃุญุณู† ู…ู† ูˆุฌู‡ูƒุŒ ูˆู„ุง ุณู…ุนุช ูƒู„ุงู…ุง ุฃุญู„ู‰ ู…ู† ูƒู„ุงู…ูƒุŒ ูˆู„ุง ุดู…ู…ุช ุฑุงุฆุญุฉ ุฃุทูŠุจ ู…ู† ุฑุงุฆุญุชูƒุŒ ููŠู‚ูˆู„ ู„ู‡: ูŠุง ุญุจูŠุจูŠ ุฃู†ุง ุซูˆุงุจ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ุชู‰ ุตู„ูŠุชู‡ุง ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ูƒุฐุง ููŠ ุดู‡ุฑ ูƒุฐุงุŒ ุฌุฆุช ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ู„ุงู‚ุถู‰ ุญู‚ูƒุŒ ูˆุฃูˆู†ุณ ูˆุญุฏุชูƒุŒ ูˆุฃุฑูุน ุนู†ูƒ ูˆุญุดุชูƒุŒ ูุฅุฐุง ู†ูุฎ ููŠ ุงู„ุตูˆุฑ ุฃุธู„ู„ุช ููŠ ุนุฑุตุฉ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ุฑุฃุณูƒุŒ ูˆุฃุจุดุฑ ูู„ู† ุชุนุฏู… ุงู„ุฎูŠุฑ ู…ู† ู…ูˆู„ุงูƒ ุฃุจุฏุง

โ€œDan tidaklah ada seorang yang berpuasa di awal Kamis bulan Rajab, kemudian shalat di,antara Maghrib dan โ€˜Atamah (Isya)- yaitu malam Jumโ€™at- dua belas rakaat, membaca pada setiap rakaatnya surat Al-Fatihah sekali dan surat Al-Qadr tiga kali serta surat Al-Ikhlas dua belas kali, setiap dua rakaat dengan satu kali salam, jika telah selesai dari shalat tersebut maka ia bershalawat kepadaku tujuh puluh kali,

kemudian mengatakan โ€˜Allahhumma Shalli โ€˜Ala Muhammadin An-Nabi Al-Ummiyyi Wa โ€˜Ala Alihiโ€™,

kemudian sujud lalu mengatakan dalam sujudnya: โ€˜Subuhun qudusun Rabbul Malaikati War Ruhโ€™ tujuh puluh kali, lalu mengangkat kepalanya dan mengucapkan: โ€˜Rabbighfirli warham wa tajaawaz โ€˜amma taโ€™lam Inaka ย anta Al-Aziz Al-Aโ€™zhamโ€™ tujuh puluh kali, kemudian sujud kedua dan mengucapkan seperti ucapan pada sujud yang pertama, lalu memohon kepada Allah hajatnya, kecuali pasti hajatnya tadi akan dikabulkan.

Rasulullah bersabda: โ€˜Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak ada seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melakukan shalat ini kecuali akan Allah ampuni seluruh dosanya walaupun seperti buih di lautan dan seperti sejumlah daun di pepohonan, serta bisa memberi syafaat di hari kiamat kepada tujuh ratus keluarganya. Ketika berada di malam pertama di kuburnya, akan datang kepadanya pahala shalat ini. Ia menemuinya dengan wajah yang berseri dan lisan yang indah, lalu menyatakan: โ€˜Kekasihku, berbahagialah! Kamu telah selamat dari kesulitan. Lalu (orang yang melakukan shalat ini) berkata: โ€˜Siapa kamu? Sungguh demi Allah, aku belum pernah melihat wajah seindah wajahmu dan tidak pernah mendegar perkataan semanis perkataanmu serta tidak pernah mencium bau wewangian sewangi bau wangi kamuโ€™. Lalu ia berkata: โ€˜Wahai kekasihku! Aku adalah pahala shalat yang telah kamu lakukan di malam itu pada bulan itu. Malam ini aku datang untuk menunaikan hakmu, menemani kesendirianmu dan menghilangkan darimu kegundahgulanaanmu. Ketika ditiup sangkakala, maka aku akan menaungimu di tanah lapang kiamat. Maka berbahagialah karena kamu tidak akan kehilangan kebaikan dari maula-Mu (Allah) selama-lamanya.โ€

 

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ“ข Hadits ini adalah HADITS MAUDHU'(palsu), disebutkan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam kitabnya “Al-Maudhuโ€™at” (II/124). Demikian pula disebutkan oleh as-Suyuthi dalam “al-La’alii’ al-Mashnu’ah fi al-Ahadits al-Maudhu’ah” (2/48).

 

๐Ÿ’ฅ Pada sanadnya ada seorang PENDUSTA bernama ‘ALI BIN ‘ABDILLAH BIN JAHDHAM.

๐Ÿ’จ Sementara para perawi lainnya adalah ORANG-ORANG YANG TAK DIKENAL.

 

โฉโŒ Dari hadits palsu tersebut, dapat diketahui secara ringkas tata cara Shalat Raghaib, yaitu:

โ–ช Dikerjakan antara Maghrib dan โ€˜Isyaโ€™, jumlah rakaatnya dua belas, setiap dua rakaat satu salam.

Pada setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah sekali, surat Al-Qadr tiga kali, dan surat Al-Ikhlash dua belas kali.

 

โ–ชSetelah shalat mengucapkan shalawat kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallamtujuh puluh kali dengan lafazh:

 

ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุงู’ู„ุฃูู…ูู‘ูŠูู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู

 

โ–ช Kemudian sujud dengan membaca tujuh puluh kali:

ุณูุจูู‘ูˆู’ุญูŒ ู‚ูุฏูู‘ูˆู’ุณูŒ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆู’ุญ

 

โ–ช Kemudian bangun dan duduk dengan mengucapkan tujuh puluh kali:

 

ุฑูŽุจูู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ ูˆูŽุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒู’ ุนูŽู…ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠู’ุฒู ุงู’ู„ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู

 

โ–ช Lalu sujud lagi dan mengucapkan ucapan yang sama dengan sujud yang pertama

 

โ–ช Kemudian berdoโ€™a kepada Allah sesuai dengan hajat dan kebutuhannya.

 

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ Sekali lagi itu adalah hadits yang PALSU, tidak boleh diyakini berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak boleh diamalkan!!

 

โš ๐Ÿ“› HATI-HATI dan WASPADALAH!!!

 

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

๐ŸŒ ๐Ÿ“ Majmu’ah Manhajul Anbiya

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~