๐Ÿ’ฌHADITS “MEMILIH TEMAN DUDUK”๐Ÿ’ฌ

IMG-20150507-WA0001

๐Ÿ”ฐ๐Ÿ”ฐ๐Ÿ”ฐ๐Ÿ”ฐ๐Ÿ”ฐ

bismillaah…

ahad, 7 rajab 1436/ 26 april 2015

๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐ŸŒฟ

๐Ÿ’ฌHADITS “MEMILIH TEMAN DUDUK”๐Ÿ’ฌ

Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.

 

๐ŸŽ€ Dari Abu Musa al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุณู‘ููˆุกู ูƒูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ููŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฐููŠูŽูƒูŽ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑูŽูŠู’ุญู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠู’ุฑู ุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฑูู‚ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑููŠู’ุญู‹ุง ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู‹

โ€œPermisalan teman duduk yang saleh dan teman duduk yang buruk seperti penjual misik dan pandai besi. Adapun penjual misik, boleh jadi ia memberimu misik, engkau membeli darinya, atau setidaknya engkau akan mencium bau harumnya. Adapun pandai besi, boleh jadi akan membuat bajumu terbakar atau engkau mencium bau yang tidak enak.โ€

 

๐Ÿ“Takhrij Hadits

 

Hadits di atas diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari ย dalam ash-Shahih (no. 2101 dan 5534), Muslim t (8/37โ€”38), Ibnu Hibban rahimahullah dalam Shahih-nya, al-Baihaqi rahimahullah dalam Syuโ€™abul Iman, dan Ahmad rahimahullah (4/404โ€”405), semua melalui jalan Abu Burdah rahimahullah, dari Abu Musa rahimahullah, dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam. Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menyebutkan jalan-jalan lain yang dapat dirujuk dalam kitab beliau, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, hadits no. 3214.

 

๐Ÿ“ขMakna Hadits

 

๐Ÿ’กAda perkara penting yang kurang mendapat perhatian. Mengabaikan hal ini bisa menjadi bahaya laten dan bom waktu bagi yang tidak memedulikannya.

 

๐Ÿ’ฌ๐ŸกPerkara itu adalah memilih teman duduk. Wajib bagi kita memilih teman-teman yang baik, yang akan membantu kita dalam ketaatan. Demikian pula, wajib bagi kita menjauhkan diri dari orangorang fasik, ahlul bidโ€™ah, para pemilik pemikiran-pemikiran menyimpang, dan pengikut hawa nafsu yang akan menjauhkan kita dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wataโ€™ala.

 

Ini faedah penting yang tersurat dalam hadits Abu Musa al-Asyโ€™ari rahimahullah. Ketika menyebutkan hadits ini, al-Baihaqi memberikan judul bab โ€œMenjauhkan Diri dari Kaum yang Fasik, Ahlul Bidโ€™ah, dan Siapa Saja yang Tidak Membantumu untuk Berbuat Taat kepada Allah Subhanahu wataโ€™ala.โ€

 

๐ŸŒŽDemikianlah yang semestinya kita tempuh, memilih sahabat yang baik sebagaimana diwasiatkan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

 

๐ŸŽ€Sahabat sangat memengaruhi orang yang diiringinya, dan tabiat teman dekat benar- benar menguasai tabiat temannya. Oleh karena itu, semakna dengan hadits Abu Musa radhiyallahu โ€˜anhu, banyak sabda Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam yang melarang kita berdekatan dengan orang-orang kafir dan tinggal bersama mereka.

 

๐Ÿ’งBanyak kasus orang tua dikagetkan ketika dahulu sang anak demikian santun, beradab kepada orang tua, lembut dalam tutur kata, namun selepas pendidikannya di bangku kuliah, sang anak lantas durhaka kepada keduanya. Kasar, kaku, dan suka menyakiti. Jangankan tinggal serumah untuk berbuat ihsan kepada keduanya di saat kepayahan keduanya, ucapan terima kasih pun berat untuk terucap. Bahkan, di antara yang pernah terjadi, sang anak begitu mudah memberi vonis kafir kepada keduanya karena tidak mau ikut ideologinya. Lantas ia pergi meninggalkan keduanya dengan dalih berjihad dengan jalan yang dia anggap mengantarkan ke surga, padahal jalan yang ia tempuh jauh dari bimbingan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

 

๐Ÿ’งKita dikejutkan beberapa waktu lalu dengan peristiwa-peristiwa pengeboman, termasuk di beberapa tempat wilayah Kerajaan Arab Saudi. Penulis mendapat kisah dari sebagian daโ€™i yang mendapat tugas dari pemerintah Arab Saudi untuk memberikan pengarahan di penjara-penjara kepada para pelaku pengeboman. Sungguh, pelaku-pelaku tersebut bukan orang idiot. Mereka cerdas otaknya, bahkan mahasiswa perguruan tinggi, di samping punya semangat keislaman.

 

๐Ÿ‘ŽHanya saja, mereka tidak belajar di bawah bimbingan tangan para ulama. Di antara mereka ada yang belajar dari dunia maya, mengunjungi situssitus Khawarij, dan berkawan dengan orang-orang berpemahaman takfir. Sungguh, di antara mereka ada yang memiliki seorang ibu yang sudah renta di rumahnya, ditinggal telantar untuk berjihadโ€”menurut anggapan merekaโ€” dengan melakukan peledakan di negeri Islam. Sangat menyedihkan.

 

๐Ÿ‘‰Tampaknya, setiap kita wajib mulai berbenah ketika mengingat sabda Rasul Shallallahu โ€˜alaihi wasallam dari sahabat Abu Musa al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu,

 

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุณู‘ููˆุกู ูƒูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู

 

โ€œPermisalan teman duduk yang saleh dan teman duduk yang buruk itu seperti penjual misik dan pandai besi.โ€

 

Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam memberikan timbangan dalam hal memilih teman. Kita diingatkan tentang timbangan tersebut, sebuah neraca yang sudah mulai pudar di zaman ini.

 

 

๐Ÿ“•Kisah Thalq bin Habib rahimahullah

 

Nama ini tidak asing bagi para penuntut ilmu. Seorang pemuka tabiโ€™in, Thalq bin Habib al-โ€˜Anazi al-Bashri. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh al- Imam Muslim dalam ash-Shahih, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaโ€™i, Ibnu Majah, dan lainnya rahimahumullah.

 

โ“Tahukah Anda bahwa dahulu beliau terpengaruh dengan mazhab Khawarij yang mereka terjatuh pada pemahaman mengafirkan para pelaku dosa besar?

Mereka berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar, seperti orang yang bunuh diri, kekal di dalam neraka. Mereka pun tidak meyakini adanya syafaat untuk pelaku dosa besar sehingga dikeluarkan dari neraka.

 

๐Ÿš•Dalam sebuah perjalanan, ketika Thalq bin Habib bersama kawan-kawan sepemahaman melakukan perjalanan haji atau umrah, Allah Subhanahu wataโ€™ala menyelamatkan Thalq dari paham takfir tatkala bermajelis dengan sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu โ€˜anhu, seorang ulama dari generasi sahabat, generasi terbaik umat ini.

 

๐ŸŒˆKisah beliau diriwayatkan oleh al โ€“ Imam Ahmad rahimahullah dalam al-Musnad. Dalam kisah tersebut Thalq bin Habib rahimahullah berkata,

 

ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุดูŽุฏูู‘ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽูƒู’ุฐููŠุจู‹ุง ุจูุงู„ุดู‘ูŽููŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽู‚ููŠุชู ุฌูŽุงุจูุฑูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูƒูู„ู‘ูŽ ุขูŠูŽุฉู ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูู„ููˆุฏู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ย ูŠูŽุง ุทูŽู„ู’ู‚ูุŒ ุฃูŽุชูุฑูŽุงูƒูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃูŽ ู„ููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุจูุณูู†ู‘ูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู, ููŽุงุชู‘ูุถูุนู’ุชู ู„ูŽู‡ูุŸ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู„ูŽุงุŒ ย ูˆูŽุงู„ู„ู‡ูุŒ ุจูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ู„ููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูุณูู†ู‘ูŽุชูู‡ู ู…ูู†ู‘ููŠ. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุฃูŽุตูŽุงุจููˆุง ุฐูู†ููˆุจู‹ุง ููŽุนูุฐูู‘ุจููˆุง ุจูู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูุฎู’ุฑูุฌููˆุงุŒ ุตูู…ู‘ูŽุชูŽุง-ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ูˆูŽู‰ ุจููŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูุฐูู†ูŽูŠู’ู‡ู-ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽูƒูู†ู’ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุ› ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู

 

“Dahulu aku termasuk orang yang paling keras pengingkarannya terhadap adanya syafaat (yakni syafaat bagi pelaku dosa besar untuk keluar dari neraka, -pen.), hingga (Allah Subhanahu wataโ€™ala mudahkan) aku berjumpa dengan sahabat Jabir bin Abdillah. Di hadapannya, aku bacakan semua ayat yang Allah Subhanahu wataโ€™ala firmankan dalam al-Qurโ€™an tentang kekekalan penghuni neraka (yakni Thalq memahami mereka yang sudah masuk neraka tidak mungkin mendapat syafaat untuk keluar termasuk pelaku dosa besar, -pen.).

Seusai membacakan ayat-ayat tersebut Jabir berkata, โ€œWahai Thalq, apakah engkau menyangka dirimu lebih paham terhadap al-Qurโ€™an dariku? Dan apakah engkau anggap dirimu lebih tahu tentang sunnah Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam dariku?โ€

Thalq menjawab, โ€œTidak demi Allah, bahkan engkau lebih paham terhadap Kitab Allah dan lebih mengetahui tentang sunnah Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam daripada aku.โ€

Jabir berkata, โ€œWahai Thalq, sesungguhnya semua ayat yang engkau baca tentang (kekekalan ahli neraka) mereka adalah musyrikin (orang-orang yang mati dalam keadaan musyrik.) Akan tetapi (yang mendapatkan syafaat adalah) kaum yang melakukan dosa besar (dari kalangan muslimin) yang diazab di neraka, kemudian mereka dikeluarkan darinya.โ€

Jabir lalu menunjuk kepada dua telinganya dan berkata, โ€œSungguh tuli kedua telinga ini jika aku tidak mendengar dari Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam sabda beliau, โ€˜Mereka (pelaku dosa besar) keluar dari neraka (setelah diazab),โ€™ sedangkan kita membaca ayat-ayat al-Qurโ€™an.โ€

 

๐Ÿ‘†๐Ÿ’ฆLihatlah manfaat besar ketika seorang duduk bersama ulama, duduk dengan seorang yang baik. Membuahkan faedah besar yang dipetik seumur hidup, bahkan sesudahnya. Thalq bin Habib rahimahullah diselamatkan dari pemahaman yang salah tentang pelaku dosa besar.

 

โคตโคตโคต