Bagian 1โƒฃ โš ๐Ÿ“ต Hadits-Hadits DHA’IF (Lemah) dan MAUDHU’ (Palsu) terkait bulan Rajab

IMG-20150424-WA0001

—————-

Bagian 1โƒฃ

โš ๐Ÿ“ต Hadits-Hadits DHA’IF (Lemah) dan MAUDHU’ (Palsu) terkait bulan Rajab

————-

โ“‚ Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-โ€™Asqalani rahimahullah berkata:

โ€œAdapun hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Rajab, keutamaan berpuasa Rajab, atau keutamaan berpuasa beberapa hari pada bulan tersebut, maka terbagi menjadi dua:ย 

1โƒฃ hadits-haditsnya maudhuโ€™ (palsu), dan

2โƒฃ hadits-haditsnya dhaโ€™if (lemah)

(yakni tidak ada satupun yang shahih, pent).โ€

 

๐ŸŒป Beliau juga berkata:

โ€œTidak ada satu hadits shahih pun yang bisa dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, berpuasa Rajab, berpuasa di hari-hari tertentu bulan Rajab, maupun keutamaan shalat malam pada bulan tersebut.โ€

๐Ÿ“š [Tabyiinul โ€˜Ajab bi maa Warada Fii Fadhli Rajab]

 

๐Ÿ“œ๐Ÿ“ unduh kitab “TABYIINU AL-‘AJAB bi maa Warada fi Fadhli Rajab” karya al-Hafizh Ibnu Hajar| PDF

๐Ÿ“ฅ http://goo.gl/LzHbGJ

 

————————–

 

๐Ÿ”‘๐Ÿ“ข Berikut ini beberapa hadits lemah dan palsu terkait bulan Rajab yang sudah tersebar di tengah-tengah umat.

๐Ÿ‘‰ Sengaja kami sebutkan agar kita semua mengetahui hadits-hadits tersebut, sehingga TIDAK MENJADIKANNYA SEBAGAI SANDARAN DALAM BERAMAL, apalagi menisbatkannya kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

 

๐Ÿšงโš  Diriwayatkan bahwa,

 

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ุจููŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจ ู‚ุงู„ : ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู„ูู‘ุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ.

 

โ€œAdalah Nabi ketika memasuki bulan Rajab, beliau berdoโ€™a:

ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู„ูู‘ุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

 

โ€œYa Allah, limpahkanlah barakah pada kami di bulan Rajab dan Syaโ€™ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.โ€ ย [(HR. Ahmad dan ath-Thabarani) HADITS DHAโ€™IF]

 

โœ‹๐Ÿ“› Hadits ini adalah hadits yang Dha’if (lemah). Pada rangkaian sanad hadits ini, ada seorang perawi yang bernama ZA’IDAH BIN ABI AR-RUQAD.

๐Ÿ”Ž๐Ÿ‘‰ Dia adalah “SEORANG YANG MUNKARUL HADITS.” Sebagaimana dinyatakan oleh al-Imam al-Bukhari, al-Imam an-Nasa’i, al-Hafizh Ibnu Hajar, dan para ‘ulama ahli hadits yang lainnya.

 

๐ŸŒท an-Nawawi rahimahullah juga menyatakan, ย bahwa pada sanad hadits tersebut terdapat kelemahan. (al-Adzkar hal. 189)

 

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

๐ŸŒ ๐Ÿ“ Majmu’ah Manhajul Anbiya

 

——————–