✅❎ HUKUM PAKAIAN WANITA YANG BERBORDIR DAN YANG SEMISALNYA🎀🎀

camerancollage2015_04_22_054929

▪▪▪▪▪▪▪

✅❎ HUKUM PAKAIAN WANITA YANG BERBORDIR DAN YANG SEMISALNYA🎀🎀

☑💡ﻭﻗﺪ ﺳﺌﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

❓ﻇﻬﺮ ﻓﻲ ﺍﻵﻭﻧﺔ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺃﻛﻤﺎﻡ ﻟﻠﻌﺒﺎﺀﺍﺕ ﺿﻴﻘﺔ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺣﻮﻝ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﻢ ﺗﻄﺮﻳﺰ ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻩ، ﻛﺬﻟﻚ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻌﺒﺎﺀﺍﺕ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻄﺮﻑ ﺍﻷﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻢ ﺷﻔﺎﻓﺎً، ﻣﺎ ﺗﻮﺟﻴﻬﻜﻢ ﺣﻮﻝ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ؟

 

✨ﻓﺄﺟﺎﺏ:

💐”ﻧﺤﻦ ﻧﻘﻮﻝ : ﻟﺪﻳﻨﺎ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻣﻬﻤﺔ ، ﻭﻫﻲ ﺃﻥ ﺍﻷﺻﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺒﺎﺱ ﻭﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻣﻼﺕ ﺍﻷﺻﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﻞ ، ﻭﺃﻧﻬﺎ ﺣﻼﻝ ، ﻭﻻ ﻳﺤﻞ ﻷﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﺤﺮﻡ ﻣﻨﻬﺎ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺩﻝ ﺍﻟﻨﺺ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﻭﻫﻲ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﺩﻝ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ،

 

🔺ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ‏

 

(ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ‏) ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ 29 ،

 

🔺ﻭﻗﺎﻝ:

 

‏( ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺯِﻳﻨَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕِ ‏) ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ 32 ،

 

🔺ﻭﻗﺎﻝ: ‏

 

( ﻭَﺃَﺣَﻞَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﻭَﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﺮِّﺑﺎ ‏)

ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ 275

 

✨☑ﻓﻜﻞ ﺷﻲﺀ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻣﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻷﺻﻞ ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺑﺘﺤﺮﻳﻤﻪ ، ﻛﺘﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﺬﻫﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ، ﻭﺗﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ، ﺇﻻ ﻣﺎ ﺍﺳﺘﺜﻨﻰ ﻣﻨﻪ، ﻭﺗﺤﺮﻳﻢ ﺇﺳﺒﺎﻝ ﺍﻹﺯﺍﺭ ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺍﻝ ﻭﺍﻟﻘﻤﻴﺺ ﻭﺍﻟﻌﺒﺎﺀﺓ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ، ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﺈﺫﺍ ﻃﺒﻘﻨﺎ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺪﺛﺖ ﺃﺧﻴﺮﺍً ﻭﻫﻲ ﺍﻟﻌﺒﺎﺀﺍﺕ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪﺓ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﻗﻠﻨﺎ : ﺍﻷﺻﻞ ﺃﻧﻬﺎ ﺣﻼﻝ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻟﻔﺖ ﻧﻈﺮ ﺃﻭ ﻓﺘﻨﺔ، ﻟﻜﻮﻧﻬﺎ ﻣﻄﺮﺯﺓ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﻳﻠﻔﺖ ﺍﻟﻨﻈﺮ، ﻓﺤﻴﻨﺌﺬ ﻧﻤﻨﻌﻬﺎ ، ﻻ ﻟﺬﺍﺗﻬﺎ، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻤﺎ ﻳﺘﺮﺗﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ،

 

✨☑ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻟﻮ ﻓﺮﺽ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺻﻨﻌﻦ ﻋﺒﺎﺀﺍﺕ ﻋﻠﻰ ﺷﻜﻞ ﻋﺒﺎﺀﺍﺕ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻓﺈﻧﻬﻦ ﻳُﻤﻨﻌﻦ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻌﻦ ﺍﻟﻤﺘﺸﺒﻬﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ، ﻭﺍﻟﻤﺘﺸﺒﻬﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﺴﺎﺀ، ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﻌﺒﺎﺀﺍﺕ ﻧﻘﻮﻝ : ﺍﻷﺻﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﻞ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻧﻌﻠﻢ ﺳﺒﺒﺎً ﻟﻠﻔﺘﻨﺔ ﺃﻭ ﻟﻔﺖ ﺍﻟﻨﻈﺮ، ﻓﺘﻤﻨﻊ ﺣﻴﻨﺌﺬ “

 

📔ﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﻤﻔﺘﻮﺡ  ‏(46/17 ‏)

 

☑💡Dan telah ditanya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh:

 

❓“Akhir-akhir ini muncul model baju (‘abaah/abaya/jubah) wanita yang lengannya sempit dan di sekelilingnya dihiasi bordir-bordir atau semisalnya. Ada juga sebagian ‘abaah/abaya/jubah wanita yang bagian lengannya sangat tipis, bagaimanakah nasihat Syaikh terhadap permasalahan ini ?”

 

✨Jawaban:

💐”Kami memiliki kaidah penting dalam hal ini, yaitu hukum asal pakaian, makanan, minuman dan segala perbuatan adalah mubah / halal.

Siapapun tidak boleh mengharamkan kecuali dengan adanya dalil yang shahih dari Al Qur`an dan As Sunnah / hadits-hadits Nabi..

 

👉Hal ini sesuai dengan firman Alloh ta’ala:

‏(ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ‏)

“Dia-lah Alloh, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian”

(QS. Al Baqoroh: 29)

 

🔺Dan Firman Nya:

‏( ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺯِﻳﻨَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕِ ‏)

Katakanlah:

“Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Alloh

yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?”

(QS. Al A’rof : 32)

 

🔺Dan firman Nya:

(وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ )

“Padahal Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqoroh: 275)

 

✨☑ Maka segala sesuatu yang tidak diharamkan oleh Alloh berarti itu halal. Begitulah hukum asal segala sesuatu, kecuali kalau ada dalil yang melarangnya seperti larangan memakai emas, sutra bagi laki laki, melainkan apa apa dikecualikan darinya dan isbalnya sarung, sirwal, gamis dan jubah bagi laki-laki serta apapun yang serupa dengan hal tersebut.

 

Jika kita menerapkan kaidah ini dalam masalah pakaian yaitu ‘abaah (jubah) yang baru, maka kita katakan hukum asal pakaian itu diperbolehkan, kecuali  jika pada hal tersebut  terdapat hal yang menarik perhatian atau menimbulkan fitnah. Untuk yang padanya terdapat bordir dengan bentuk yang menarik perhatian, maka kemudian hal tersebut terlarang  bukan karena haramnya pakaian itu, melainkan adanya sesuatu dalam pakaian itu yang bisa menimbulkan fitnah,

 

✨☑Demikian juga jika baju wanita tersebut dibentuk seperti pakaian laki-laki, maka sesungguhnya hal tersebut dilarang dari yang demikian itu dikarenakan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melaknat tasyabbuh wanita terhadap laki laki dan tasyabbuh laki laki terhadap wanita. Maka pada ‘abaah (jubah) ini kami mengatakan: pakaian wanita semua dibolehkan selama tidak ada unsur yang bisa menarik perhatian banyak orang.”

 

📔Liqoo Al Baab Al Maftuh 17/46

❈  ❈  ❈  ❈

 

🚇F. I. Ⓢ Forum Ikhwah Salafiyyin

منتدى الإخوان السلفيين