🔘 BOLEHNYA MENGHANCURKAN MASJID APABILA TIDAK LAYAK (LAGI) UNTUK SHOLAT SEKALIPUN MASJID WAQOF.

IMG-20150318-WA0001

»»»¦※¦※¦※¦«««

🔰 Silsilah Fatawa Fiqih Waqof 🔰

————————————————

🔘 BOLEHNYA MENGHANCURKAN MASJID APABILA TIDAK LAYAK (LAGI) UNTUK SHOLAT SEKALIPUN MASJID WAQOF.

————————————————

🎓 Fadhilatus Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه اللّٰه تعالى.

📞 Pertanyaan:

Fadhilatus syaikh, kami jamaah sebuah masjid yang dibangun sejak 15 tahun (lalu), terbuat dari batako dan kayu, dan dinas perwakafan telah mendatangi kami 3 thn lalu, dan menetapkan bahwa masjid sudah tidak layak untuk sholat padanya, dan tatkala jamaah masjid ingin mencari pelaku kebaikan (donatur) untuk membangun masjid untuk mereka ternyata ada yang tidak setuju, dan mengatakan: tidak boleh menghancurkan masjid dan memperluas area masjid; karena masjid tersebut adalah waqof dan orang yang mewakafkan telah wafat, maka hal ini menjadi problem bagi sebagian jamaah masjid, maka kami mengharapkan kepada Anda -Jazakumullohu khoiro- untuk menjelaskan kepada kami: APAKAH DIBOLEHKAN BAGI KAMI UNTUK MENGHANCURKAN MASJID INI DAN KAMI MEMBANGUNNYA KEMBALI DARI AWAL, perlu diketahui bahwa ahli waris dari pemberi waqof tidak memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk membangunnya (kembali)?

 

🔏 Jawaban:

⭐ Masjid-masjid ini telah ada pengurus dan dinas (perwakafan) dari pemerintah, dan merekalah para direksi perwakafan, maka sumber rujukan dalam hal itu ialah dikembalikan kepada para direksi perwakafan, apabila mereka menetapkan bahwa masjid ini harus dihancurkan maka hancurkan, dan pahala orang yang mewakafkan pertama diserahkan kepada Alloh -عزّ وجلّ- dan Alloh سبحانه وتعالى berfirman:

 

(وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ ) [سورة النساء 100]

 

” Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.”

 [Qs. An-Nisaa: 100]

 

👉 Maka orang ini yang telah membangunnya pertama kali apa yang dia bangun akan tetap (berpahala), maka baginya apa yang telah dia niatkan, dan adapun jika kita membatasi orang pada masjid ini saja yang sudah tidak layak sebagai masjid; karena masjid tersebut adalah wakafnya fulan maka yang demikian tidaklah benar, dan (boleh) bagi jamaah untuk menghancurkannya dan untuk membangunnya dalam bentuk yang menyenangkan manusia (semua pihak), dan agar memperluas masjid, akan tetapi harus setelah mendapatkan izin dinas perwakafan dalam hal tersebut, atau izin para pengurus masjid-masjid dalam hal ini.

 

               ●○●○●○●○●

 

📔 Silsilah Al-Liqo As-Syahri > Al-Liqo As-Syahri [21].

 

🔊 Audio dapat didengar di:

http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_021_02.mp3

 

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu ‘Abduh غفر اللّٰه له ولوالديه.

————————————–

جواز هدم المسجد إذا كان لا يصلح للصلاة وإن كان وقفاً 

 

السؤال:

 

فضيلة الشيخ: نحن جماعة مسجد بُني منذ خمس عشرة سنة، من البلك والخشب، وقد خرج إلينا مندوب الأوقاف قبل ثلاث سنين، وقرر أن المسجد لا يصلح للصلاة فيه، فلما أراد جماعة المسجد أن يبحثوا لهم عن فاعل خير يبني لهم المسجد اعترض عليهم معترض، وقال: لا يجوز أن تهدموا المسجد وتزيدوا في مساحته؛ لأنه وقف وصاحبه قد مات، فأشكل هذا على بعض جماعة المسجد، فنرجو منكم جزاكم الله خيراً أن تبينوا لنا: هل يجوز لنا أن نهدم هذا المسجد ونبنيه من جديد، علماً بأن ورثة الواقف ليس لديهم القدرة والاستطاعة على بنائه؟

 

الجواب:

 

هذه المساجد لها ناظر منصوب من قبل الدولة، وهم مدراء الأوقاف، فالمرجع في ذلك إلى مدراء الأوقاف، إذا قرروا أن هذا المسجد لا بد أن يهدم فليهدم، وأجر صاحبه الذي أوقفه أولاً على الله -عز وجل-، وقد قال الله -تبارك وتعالى-: ﴿وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِراً إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى الله﴾ [النساء:100] فهذا الذي بناه الأول بناه على أنه سيبقى، فله ما نوى، وأما أن نحصر الناس في هذا المسجد الذي لا يصلح أن يكون مسجداً؛ لأنه وقَّفه فلان فهذا ليس بوارد، وللجماعة أن يهدموه وأن يبنوه على الوجه الذي يريح الناس، وأن يوسعوه، ولكن لا بد من أخذ إذن الأوقاف في ذلك، أو إذن القائمين على المساجد في هذا.

 

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [21]

 

البيوع والمعاملات > الوقف

 

رابط المقطع الصوتي 

http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_021_02.mp3

————————————————

🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang.

 

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Advertisements