🎀💎FATWA-FATWA TENTANG PERHIASAN KAUM HAWA💎🎀 bag 3⃣

bismillaah…

🔰27 jumadil awal 1436/ 18 maret 2015🔰

IMG-20150318-WA0002

🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹

 

🎀💎FATWA-FATWA TENTANG PERHIASAN KAUM HAWA💎🎀

bag 3⃣

 

🎀MENCABUT UBAN🎀

 

👉Diriwayatkan Oleh Imam Al Baihaqi didalam Asy-Syu’ab No.6386 dengan sanad yang hasan dari hadist Abdullah bin Amru bin Al Ash, bahwasannya Nabi bersabda :

 

لا تنتفوا الشيب ما من مسلم يشيب شيبة في الإسلام كانت له نورا يوم القيامة

 

Artinya :

” Janganlah kalian mencabut uban, tidaklah seorang muslim tumbuh (padanya) satu uban dalam islam kecuali uban tersebut menjadi cahaya baginya di hari kiamat.”

(Dan hadist ini disebutkan di dalam Ash-Shohihah No.1243)

 

❓Asy-Syaikh Al Alamah Ibnu Utsaimin ditanya tentang : 

Apakah diperbolehkan mencabut uban yang berada di kepala atau jenggot bagi laki-laki ?

 

☑Maka beliau menjawab :

 

Mencabut uban dari jenggot merupakan An-Namsh karena An- Namsh itu mencabut bulu atau rambut pada wajah yang dilaknat pelakunya, maka termasuk dosa besar.

 

Adapun mencabut uban dari kepala maka kami mengatakan :

” jika Nabi melarang dari mewarnai uban dengan warna hitam yang dengannya keberadaan uban menjadi tersembunyi maka mencabutnya lebih berat dibanding mewarnainya dengan warna hitam, dan atas dasar ini maka tidak boleh mencabut uban dan kami mengatakan kepada orang yang mencabut satu atau dua uban dari kepalanya kami katakan : sesungguhnya jika uban itu mulai tumbuh di kepala maka kelak akan tumbuh menyeluruh, lalu apakah setiap kali satu rambut memutih di kepalanya dia akan mencabutnya ? jika dia melakukan hal yang demikian itu maka tidak akan tersisa di kepalanya satu rambutpun.”

(NUUR ‘ALA DARB Kaset No.289 Side.B)

 

***********

 

🎀MEWARNAI RAMBUT🎀

 

👉Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohih-nya No.2021 dari hadist Jabir Bin Abdillah,dia berkata :

 

أُتِىَ بِأَبِى قُحَافَةَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ف- « غَيِّرُوا هَذَا بِشَىْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ ».

 

Artinya :

” Abu Quhafah didatangkan pada hari fathul makkah dan kepalanya seperti tsaghomah [2] karena putihnya, maka bersabda Rosululloh : ” Ubahlah oleh kalian uban ini dengan sesuatu dan jauhi warna hitam.”

 

👉Dan disebutkan dalam Ash-Shohihain Bukhori No.3462 dan Muslim No.2103 dari hadist Abu Huroiroh, bahwasanya Rosululloh bersabda :

( إن اليهود والنصارى لا يصبغون فخالفوهم )

 

Artinya : ” Sesungguhnya kaum yahudi dan nasrani tidak mewarnai rambut dan jenggot mereka, maka selisihilah mereka .”

 

👉Dan dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rosululloh bersabda :

 

((قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِى آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لاَ يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ))

 

Artinya : “Akan ada di akhir zaman suatu kaum, mereka mewarnai rambut mereka dengan warna hitam seperti dada-dada burung merpati[3] mereka tidak akan mencium bau surga.”

(HR. Abu Dawud 11/266 dengan sanad yang shohih.)

AL-JAMI’ ASH-SHOHIH  No.283

 

 

🍄Berkata Asy-Syaikh Muhammad Bin Ibrohim Alu Syaikh   Hafidzohulloh- :

 

🌀Pada pewarnaan rambut terdapat beberapa perincian sebagai berikut :

 

🌾Adapun uban maka disunahkan untuk mewarnainya dengan warna selain hitam seperti menggunakan khina`(inai/pacar) atau washmah atau katam atau shufroh[4].

Adapun mewarnainya dengan warna hitam maka tidak diperbolehkan,karena Rosululloh bersabda :

” Ubahlah kalian uban ini dan jauhi warna hitam.”

Dan ini umum bagi laki-laki dan perempuan.

 

🌾Adapun selain uban maka dibiarkan sebagaimana asalnya dan tidak diubah kecuali jika terjadi kerusakan pada warna rambut maka boleh diwarnai sebatas untuk menghilangkan keburukan warnanya dengan warna yang sesuai.

❎ Adapun jika rambut normal tidak mengalami kerusakan warna maka dibiarkan sebagaimana adanya dan tidak ada alasan untuk mengubahnya.

⛔Dan jika pada pewarnaan rambut tersebut terdapat penyerupaan terhadap wanita-wanita kafir dan kebiasaan orang asing maka tidak diragukan lagi keharamannya, sama saja mewarnainya dengan satu macam warna atau beberapa macam warna.

(FATAWA ZIINAH WA TAJMIL AN-NISA ABI ANAS Hal.25)

 

 

❓❓Ditanyakan kepada Lajnah Daimah tentang hukum mewarnai rambut ?

 

☑Maka jawabannya :

 

🔰Tidak mengapa perawatan rambut wanita dengan keramas atau bersisir serta penggunaan bahan-bahan yang bisa memperbaiki atau mengatur rambut. Dan jika terdapat uban atau kerusakan warna, maka boleh diwarnai dengan warna selain hitam.

 

❎ Adapun jika warna rambut tersebut normal dan tidak terdapat padanya uban serta tidak terdapat kerusakan warna, maka tidak boleh diwarnai yang dengan pewarnaan itu dapat merubah rambut dari warnanya yang asli karena hal ini termasuk penipuan dan merubah ciptaan Allah.

(FATAWA LAJNAH DAIMAH 17/130)

 

 

❓❓Ditanyakan kepada Al Alamah Nashiruddin Al Albani :

Apa hukum memakai pewarna (semir) rambut dan maisy[5] pada rambut ?

 

☑Maka beliau menjawab :

 

❎Tidak diperbolehkan, ini termasuk merubah ciptaan Allah.

(SILSILAH HUDA WAN NUUR  Kaset .339)

 

⛔Dan pewarna rambut sintetik (modern) disamping terdapat padanya penyerupaan dengan wanita-wanita fajir, juga dapat membahayakan rambut dan kulit kepala.

 

↘Berkata Dr. Aiman Muhammad Utsman -Spesialis kulit dan kelamin- :

“Banyak para wanita berlebih-lebihan dalam meluruskan rambut dan dalam memakai pewarna rambut, dan ini sudah tentu merupakan sebab terpenting dari beberapa sebab yang dapat membuat rambut pecah-pecah (bercabang) disebabkan oleh zat-zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut yang membahayakan bagi rambut.”

 

↘Berkata Dr.Muna Abdul Ghofar –Konsultan penyakit kulit Rumah Sakit As-Salam Jeddah- :

“Sangat disayangkan sekali kebanyakan para wanita memperlakukan rambut mereka dengan cara yang salah yang bersumber dari kebodohan mereka dan dalam waktu yang sama demi mengikuti hawa nafsu mereka, dan hal itu terjadi disela-sela penggunaan bahan-bahan kimia pada pewarnaan rambut dan pelurusan rambut serta pengeritingan, salah satu yang dihasilkan dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut adalah kerontokan rambut dengan gambaran yang sangat mencemaskan, yang selanjutnya dia tidak menemukan pilihan kecuali mendatangi dokter dan berpura-pura lupa bahwa dialah sebenarnya penyebab utama kerontokan rambutnya.”

(ZIINATUL MAR`AH BAINA ATH-THIB WA ASY-SYAR’I)

 

 

👉Dan Allah berfirman dalam mensifati Nabi-Nya dan dakwah Nabi-Nya:

Artinya :

” yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”

[QS.Al-A`raf :157]

 

 

❗❗PERHATIAN !!!

 

❓❓Ditanyakan kepada Lajnah Daimah tentang hukum memakai shampo dan minyak rambut ?

 

☑Maka jawabannya :

 

Pada dasarnya penggunaan shampo dan minyak rambut dihalalkan kecuali jika terbukti ada penghalang yang menyebabkan dilarangnya penggunaan bahan-bahan tersebut, seperti jika terkandung pada shampo dan minyak rambut tersebut bahan-bahan yang diharamkan, atau bahaya yang dihasilkan ketika pemakaiannya lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya, atau bahaya yang diakibatkan sebanding dengan manfaat yang dihasilkan, karena mencegah kerusakan itu didahulukan daripada mendatangkan kemaslahatan.”

(FATAWA LAJNAH DAIMAH 17/135)

 

 

❓❓Dan ditanyakan kepada Asy-Syaikh Al Utsaimin tentang hukum memakai inai (pacar), susu, bawang merah, bawang putih, dan yang selainnya pada rambut ?

 

☑Maka beliau menjawab :

 

Tidak mengapa dengan hal ini yakni tidak mengapa bagi wanita untuk menggunakan bahan-bahan makanan ini selama itu bermanfaat baginya bagi rambutnya atau wajahnya akan tetapi jangan mempergunakannya pada sesuatu yang najis berdasarkan keumuman firman Allah :

Artinya :  “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”

(NUUR ‘ALA DARB Kaset No.352 Side.A)

 

 

📣 Catatan Kaki:

 

[2] . Tsaghomah adalah nama tanaman yang buah dan bunganya putih menyerupai uban, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Atsiir dalam An Nihayah. (-pent)

[3] . Ini didasarkan pada keumuman, yakni keumuman burung merpati berdada hitam sebagaimana dijelaskan oleh Ath-Thibiy – Aunul Ma’bud – (pent)

[4]  . Washmah, katam, dan shufroh adalah nama jenis tanaman yang biasa dipakai untuk mewarnai rambut atau untuk mencelup pakaian. (pent)

[5] . Maisy adalah istilah yang dikenal di sini (jazirah Arab) untuk jenis pewarna rambut yang memiliki warna kuning keemasan dan biasa dipakai di sebagian rambut saja tidak secara menyeluruh, dan memiliki warna yang lebih kuat dan tahan lama, wallahu a’lam dengan istilah kita di Indonesia. (-pent)

 

(Bersambung, Insya Allah)

 

#Diterjemahkan Oleh Ustadzah Aisyah (Mudarrisah di Ma’had Darussalaf Bontang)

 

 

📋Alhamdulillaah diambil dari

http://www.darussalaf.or.id/muslimah/fatwa-fatwa-tentang-perhiasan-kaum-hawa-hukum-wig-rambut-palsu-menyanggul-mengikat-rambut-mewarnai-rambut-serta-mencabut-uban-2/

 

 

🌹❀Syarhus Sunnah lin Nisaa`

📝❀شرح السنة للنساء

 

✿●●✿✿✿✿●●✿

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s