๐Ÿ’Š๐Ÿ’‰Adab-adab Syar’i ketika Sakit (4)

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

 

โž–ADABโž–โž–โž–

 

๐Ÿ’Š๐Ÿ’‰Adab-adab Syar’i ketika Sakit (4)

 

๐Ÿ“ditulis oleh: Al-Ustadz Abul ‘Abbas Muhammad Ihsan hafizhahullah

 

4โƒฃ Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang, pinjaman, dll), atau amanah yang belum dia tunaikan, atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan, hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan, bila memungkinkan.

 

โœ‹Bila tidak memungkinkan, karena jauh tempatnya, atau belum ada kemampuan, atau sebab lainnya, hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut.

 

๐Ÿ“„Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

โ€œDan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.โ€

(Al-Mu`minun: 8)

 

๐Ÿ“„Dari Abu Huraiah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alihi wasallam, beliau bersabda:

 

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุฑู’ุถูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ูŽู‘ู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒุŒ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ููŽุญูู…ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

 

โ€œBarangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya, baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain, hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini, sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Apabila dia memiliki amal shalih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya.โ€

(HR. Al-Bukhari)

 

๐Ÿ‘‰Dari Jabir radhiyallahu anhu, dia berkata:

 

ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุญูŽุถูŽุฑูŽ ุฃูุญูุฏูŒ ุฏูŽุนูŽุงู†ููŠ ุฃูŽุจููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ุงูŽ ุฃูุฑูŽุงู†ููŠ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽู‚ู’ุชููˆู„ุงู‹ ูููŠ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุชูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ุงูŽ ุฃูŽุชู’ุฑููƒู ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฃูŽุนูŽุฒูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู†ูŽูู’ุณู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ููŽุงู‚ู’ุถู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตู ุจูุฅูุฎู’ูˆูŽุชููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง. ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญู’ู†ูŽุง ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ู‚ูŽุชููŠู„ู

 

โ€œSebelum terjadi perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam harinya. Dia berkata: โ€˜Tidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah alaihi shallatu wa sallam. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik.โ€™ Tatkala masuk pagi hari, dia termasuk orang yang pertama terbunuh.โ€

(HR. Al-Bukhari)

 

(Bersambung)

๐Ÿ“šTIS

 

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s