👊💥 BANTAHAN UNTUK YANG MEMBOLEHKAN MENINGGALKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

✹✸✷✹✸✷✹✸

 

👊💥 BANTAHAN UNTUK YANG MEMBOLEHKAN MENINGGALKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

 

❓السؤال:

 

كيف نرد على من يستدل بقوله تعالى (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ)

 

على جواز ترك الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر؟

 

✔ الجواب:

إذا ترك الأمر بالمعروف النهي عن المنكر هل هو مهتدي؟ ما يكون مهتدي إلا من يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر، ولهذا يقول أبو بكر الصديق رضي الله عنه:

 

أيها الناس إنكم تقرؤون هذه الآية تأولنها بغير تأوليها وإن سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:

 

“لتأمرن بالمعروف ولتنهون عن المنكر ولتأخذون على يد السفيه ولتأطرنه على الحق أطراً أو ليضربن الله قلوب بعضكم ببعض ثم يلعنكم كما لعنهم”

 

يعني: بني إسرائيل:

 

(لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ* كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنكَرٍ فَعَلُوهُ)

 

هذا هو السبب فلابد من الأمر بالمعروف النهي عن المنكر؛ لكن إذا رأيت الناس على ضلال مثل ما يقول بعض الناس كل الناس على هذا وخلنا معهم، أنا مني فرجة، سوف أنطلق مع الناس نقول: لا

 

(عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ)

 

ضلاله عليه وأنت عليك خطأك فلا تغتر بما عليه الناس هذا المقصود من الآية قال صلى الله عليه وسلم عند هذه الآية:

 

“إِذَا رَأَيْتَ هَوًى مُتَّبَعًا، وشُحًّا مُطَاعًا وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْىٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ نَفْسِكَ وَدَعِ عنك العامة”

لا تنجرف مع الناس، هذا معنى الآية أنك ما تنجرف مع الناس إلزم نفسك، وأما الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فلابد منه مع الاستطاعة:

 

“مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَمن لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَمن لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ”.

 

 

❓Pertanyaan:

Bagaimana kami menjawab orang yang berdalil dengan firman Alloh Ta’ala:

 

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ ) [سورة المائدة : 105]

 

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.”

[Qs. Al-Maaìdah: 105]

 

Atas bolehnya meninggalkan amar ma’ruf – nahi munkar?

 

✔Jawaban:

 

Apabila amar ma’ruf – nahi munkar ditinggalkan apakah dia mendapatkan petunjuk? Tidaklah mendapatkan petunjuk kecuali orang-orang yang ber-amar ma’ruf dan nahi munkar, oleh karena ini Abu Bakar as-Shiddiq rodhiallohu ‘anhu mengatakan:

 

“Wahai segenap manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini ditafsirkan dengan tafsiran yang tidak seharusnya dan sungguh aku telah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Sungguh engkau benar-benar memerintahkan perkara ma’ruf  dan engkau larang dari yang munkar serta engkau ambil tangan orang  dungu (zhalim) dan engkau benar-benar tahan dia (atas kejelekannya) di atas kebenaran atau Alloh akan membenturkan hati-hati sebagian kalian dengan sebagian lainnya kemudian Alloh laknat kalian sebagaimana Alloh laknat mereka”

 

Yakni Bani Israel:

 

(لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ ✺ كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ ) [سورة المائدة : 78-79]

 

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.”

[Qs. Al-Maaìdah: 78-79]

 

Inilah sebabnya maka harus adanya amar ma’ruf – nahi munkar; akan tetapi apabila engkau melihat orang-orang di atas kesesatan seperti apa yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa setiap orang melakukan ini dan biarkan kami bersama mereka, aku punya cara tersendiri, nanti aku akan berjalan bersama orang-orang dan kami katakan: tidak

 

( عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ )

 

“Jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu”.

 

Kesesatannya mencelakai dirinya dan engkau, kesalahannmu akan engkau tanggung sendiri maka jangan engkau tertipu dengan apa yang diperbuat orang-orang, inilah maksud dari ayat tersebut. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika membacakan ayat ini:

 

“Apabila engkau melihat hawa nafsu diperturutkan, dan sifat kikir ditaati, dan setiap yang memiliki pemikiran berbangga dengan pemikirannya maka wajib atas diri engkau untuk menjaga diri engkau sendiri dan tinggalkan orang-orang umum”.

 

Jangan engkau terjerumus bersama orang-orang, inilah makna ayat tersebut bahwa engkau tidak terjerumus bersama orang-orang maka jagalah dirimu, dan adapun amar ma’ruf – nahi munkar maka harus dia lakukan sesuai kemampuan:

 

«من رأى منكم منكراً فليغيره بيده فمن لم يستطع فبلسانه، فمن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان».

 

“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran maka hendaknya dia rubah dengan tangannya, maka barangsiapa tidak mampu maka dengan lisannya, dan barangsiapa tidak mampu maka dengan hatinya dan itu selemah-lemah keimanan”.

 

ℹ📝Sumber artikel:

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14767

 

📃⇝ Sholehuddin Abu ‘Abduh

 

📜✪WhatsApp Syarhus Sunnah

🔰✪منتدى شرح السنة

🌸☆F.A.S. Forum Akhwat Salafiyyah

🍒☆ منتدى الأخوات السلفية

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s