๐Ÿ“› DIANTARA KEKELIRUAN YANG TERJADI PADA SEBAGIAN PARA PENUNTUT ILMU:โœ‹๐Ÿ‘‰ “SUKA TAMPIL SEBELUM MATANG”๐Ÿ‘ˆโœ‹

IMG-20141208-WA0040

๐Ÿš—๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ

ูƒุชุงุจ ุงู„ุนู„ู… ู„ู„ุนุซูŠู…ูŠู† (ุต: 92)

ุงู„ุชุตุฏุฑ ู‚ุจู„ ุงู„ุชุฃู‡ู„:

ู…ู…ุง ูŠุฌุจ ุงู„ุญุฐุฑ ู…ู†ู‡ ุฃู† ูŠุชุตุฏุฑ ุทุงู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฃู‡ู„ุง ู„ู„ุชุตุฏุฑุ› ู„ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ูุนู„ ุฐู„ูƒ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุฏู„ูŠู„ุง ุนู„ู‰ ุฃู…ูˆุฑ:

ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุฃูˆู„ : ุฅุนุฌุงุจู‡ ุจู†ูุณู‡ ุญูŠุซ ุชุตุฏุฑ ูู‡ูˆ ูŠุฑู‰ ู†ูุณู‡ ุนูŽู„ูŽู… ุงู„ุฃุนู„ุงู….

ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุซุงู†ูŠ : ุฃู† ุฐู„ูƒ ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุนุฏู… ูู‚ู‡ู‡ ูˆู…ุนุฑูุชู‡ ู„ู„ุฃู…ูˆุฑุ› ู„ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุชุตุฏุฑุŒ ุฑุจู…ุง ูŠู‚ุน ููŠ ุฃู…ุฑ ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ุฎู„ุงุต ู…ู†ู‡ุŒ ุฅุฐ ุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ุฅุฐุง ุฑุฃูˆู‡ ู…ุชุตุฏุฑู‹ุง ุฃูˆ ุฑุฏูˆุง ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุณุงุฆู„ ู…ุง ูŠุจูŠู† ุนูˆุงุฑู‡.

ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุซุงู„ุซ: ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุชุตุฏุฑ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุชุฃู‡ู„ ู„ุฒู…ู‡ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ุง ู„ุง ูŠุนู„ู…ุ› ู„ุฃู† ุงู„ุบุงู„ุจ ุฃู† ู…ู† ูƒุงู† ู‡ุฐุง ู‚ุตุฏู‡ุŒ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุจุงู„ูŠ ูˆูŠุฌูŠุจ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุง ุณูุฆูู„ูŽ ูˆูŠุฎุงุทุฑ ุจุฏูŠู†ู‡ ูˆุจู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ – ุนุฒ ูˆุฌู„ – ุจู„ุง ุนู„ู….

ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุฑุงุจุน: ุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุฅุฐุง ุชุตุฏุฑ ูุฅู†ู‡ ููŠ ุงู„ุบุงู„ุจ ู„ุง ูŠู‚ุจู„ ุงู„ุญู‚ุ› ู„ุฃู†ู‡ ูŠุธู† ุจุณูู‡ู‡ ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุฎุถุน ู„ุบูŠุฑู‡ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู…ุนู‡ ุงู„ุญู‚ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุฏู„ูŠู„ุง ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ุจุนุงู„ู….

๐Ÿ“› DIANTARA KEKELIRUAN YANG TERJADI PADA SEBAGIAN PARA PENUNTUT ILMU:

โœ‹๐Ÿ‘‰ “SUKA TAMPIL SEBELUM MATANG”๐Ÿ‘ˆโœ‹

โœ”Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah:

“Ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh sebagian para penuntut ilmu, diantaranya adalah;

๐Ÿ‘‰”SUKA TAMPIL SEBELUM MATANG”.

Termasuk diantara perkara yang mesti dihindari (oleh seorang penuntut ilmu) adalah suka tampil sebelum layak untuk tampil (matang); sebab jika dia melakukan hal tersebut, maka yang demikian itu menunjukkan akan beberapa hal:

๐Ÿ‚Pertama: (menunjukkan) bahwa dia adalah orang yang ujub terhadap dirinya (bangga diri).Tatkala dia tampil, maka ketika itu dia telah menganggap dirinya sebagai seorang yang hebat.

๐Ÿ‚Kedua: Yang demikian itu menunjukkan tentang tidak faham dan tidak mengertinya dia terhadap perkara-perkara. Sebab jika dia tampil, bisa jadi dia akan terjatuh pada perkara yang dia tidak akan bisa berlepas diri darinya. Karena manusia, ketika melihat dia (sering) tampil, mereka akan menyodorkan kepadanya pertanyaan-pertanyaan yang akan membongkar kedoknya.

๐Ÿ‚Ketiga: ย Jika dia (suka) tampil sebelum matang, memestikan dia untuk mengatakan sesuatu atas nama Allah tanpa ilmu. Sebab kebanyakan orang yang demikian tujuannya, dia tidak akan peduli untuk menjawab setiap apa yang ditanyakan kepadanya yang akan membahayakan agamanya dan dia akan berkata atas nama Allah tanpa ilmu.

๐Ÿ‚Keempat: seseorang, apabila dia suka tampil (sebelum matang), kebanyakannya dia tidak akan menerima kebenaran, sebab – karena kedunguannya-, dia akan menganggap bahwa apabila dia tunduk kepada orang lain – sekalipun ada pada dirinya kebenaran, hal tersebut menunjukkan bahwa dia tidak berilmu”.

Wallahu a’lam.

Sumber: Kitabul Ilmi, karya Syaikh Utsaimin rahimahullah.

Alih Bahasa: Abu Hafsh Al-Ambony.

*****

โœ’โœ’๐Ÿ“–SALAFY MANADO (SMAN)๐Ÿ“–

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s