🍂Seseorang belajar manhaj jama’ah tabligh, kemudian mulai menyebarkan apa yang telah dipelajarinya, apa hukum menyebutnya sebagai mubtadi’?🍂

IMG-20141101-WA0000

💡💡💡💡💡💡💡

🍂Seseorang belajar manhaj jama’ah tabligh, kemudian mulai menyebarkan apa yang telah dipelajarinya, apa hukum menyebutnya sebagai mubtadi’?🍂

👉Dijawab oleh: Asy syaikh Abdullah bin Abdirrahim al Bukhory – حفظه الله –

💬Pertanyaan:

Seorang penanya berkata, bahwa dia mempunyai seorang kerabat yang menisbatkan diri kepada jama’ah tabligh. Bahkan sudah safar ke india dan tinggal disana selama sebulan (dlm rangka) mempelajari manhajnya. Ketika pulang dia mulai mengajak manusia kepada apa yang dipelajarinya.

Pertanyaannya bolehkah menyebutnya sebagai mubtadi’?

✔Jawaban:

❗kelompok mubtadi’ ini ( seperti); tabligh, ikhwanul muslimin dan semisalnya dari aliran quthbiyyah, demikian juga khawarij yang mereka menamai dirinya dengan jama’atul jihad, dan..dan..seterusnya dari turunan-turunannya, mereka semua mubtadi’.

Adapun orang-orang yang ada di dalamnya ada dua macam:

1⃣pertama, bisa jadi dia adalah orang yang mengetahui mereka dan apa yang ada pada mereka, bersandar pada pemikirannya, mengetahui manhajnya dan penyimpangan-penyimpangannya, lalu mengajak ( manusia) kepadanya, maka dia diikutsertakan kepada asalnya, sehingga dia dikatakan mubtadi’

2⃣kedua, dia seorang awam (mudah) dikendalikan, tidak mengetahui al kuu’ ( tulang lengan yang dekat / sejajar dengan ibu jari) dari al kursuu’ ( tulang lengan yang dekat/ sejajar dengan jari kelingking), orang awam tidak mengetahui, maka yang seperti ini diberitahu bahwa jama’ah ini di dalamnya ( begini dan begitu) dengan ilmu dan adil, diberitahu dan kalau tetap terus mengikutinya maka diikutsertakan kepada mereka.

💬Pertanyaan kedua:

Apakah wajib bagi istrinya, untuk meminta cerai darinya?

✔Yang pasti, tetap hidup bersamanya adalah boleh, akan tetapi wajib; kita tidak dapat mengatakan wajib, tapi boleh baginya meminta cerai jika dia tidak kembali kepada sunnah. ( jadi) boleh dan kita tidak mengatakan wajib.

Alihbahasa:  Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله

download audio:

========

رجل تعلم منهج جماعة التبليغ وبدأ ينشر ما تعلمه؛ فما حكم تسميته مبتدعا؟

عبد الله بن عبد الرحيم البخاري

السؤال:  هذا سائلٌ يقول إن له أحد الأقارب ينتسب إلى جماعة التبليغ قد سافر إلى الهند ومكث فيها شهرًا تَعَلَّم منهجهم، فَلَمَّا رجع بدأ يدعو الناس إلى ما تعلم، السؤال هل يجوز أن نسميه مبتدعًا؟

الجواب:

هذه فرقة مبتدعة؛ التبليغ والإخوان ونحوهم من هذه الفرق القطبية، والخوارج هؤلاء الذين يُسمَّوْن بجماعة الجهاد وو إلى آخره من أفراخهم، فهم مبتدعة، والذين فيها على قسمين:

· إما أنه عالمٌ بهم بما هم عليه، ومُتَبَنِّي لفكرهم عارف لمنهجهم وانحرافاتهم ويدعو إلى هذا فيلحق بأصله، فيقال أنه مبتدع.

· والثاني أنه عامِّي مُسَيَّر لا يدري الكوع من الكرسوع عامِّي يجهل، فهذا يُعَرِّف أنَّ هذه الجماعة فيها وفيها بعلمٍ وعدلٍ يُعَرَّف فإذا أصَرَّ على الاستمرار يُلحق بهم.

يقول السؤال الثاني:   هل يجب على زوجته أن تطلب منه الطلاق؟

على كُلِّ حال بقاؤها تحته جائز ولكن يجب؛ لا نستطيع أن نقول يجب، لكن لها أن تطلب يجوز لها أن تطلب الفراق إن لم يرجع إلى السنة، يجوز لا نقول يجب.

Sumber : http://ar.miraath.net/fatwah/10074

http://forumsalafy.net/?p=9603

🌸💐🌸💐🌸💐🌸

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s