Sebab-Sebab Yang Membantu Untuk Kokoh di Atas Manhaj Salafy (1-5)

catatanmms281

๐Ÿ’ซ๐Ÿ’– Sebab-Sebab Yang Membantu Untuk Kokoh di atas Manhaj Salafy

 

โœ__Asy-Syaikh DR. Ahmad bin ‘Umar bin Salim Bazmul hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

๐Ÿ”ต PERTAMA :

 

Senantiasa berdoa memohon dikokohkan di atas agama ini. Di antara do’a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dijelaskan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha : “Dulu do’a beliau seringnya adalah :

 

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, KOKOHkanlah hatiku di atas agama-Mu”

 

๎ˆบ Do’a kedudukannya sangat penting. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala :

 

“Rabb-mu telah berkata, ‘Berdoalah kelian kepada-Ku, niscaya Aku penuhi untuk kalian.’ Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk ke dalam neraka dengan terhina.”

(Ghafir : 60)

 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

“Do’a adalah ibadah.”

 

โ™ป Namun sangat disesalkan, sebagian dari kita melalaikan do’a. Atau berdo’a namun dengan hati yang lalai, hatinya tidak hadir.

 

๐ŸŒŽ Betapa pentingnya do’a ini, al-Imam al-‘Utsaimin rahimahullah tatkala beliau ditanya n tentang sebab-sebab kokoh di atas hidayah, maka beliau menjelaskan bahwa di antara sebab terkuat adalah DO’A. ย yakni seseorang senantiasa memohon/meminta kepada Allah agar selalu terus dikokohkan. Karena hati itu berada di antara dua jari jemari ar-Rahman, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.

 

Maka mintalah kepada-Nya keteguhan/kekokohan, sebagaimana dulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a dengan doa tersebut. “Ya Allah palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.”

 

๎€ฃ๎ŒจApabila kamu merasa dari hatimu ada rasa futur, atau keras, maka terus berdo’a dengan permohonan yang mendesak dalam do’amu.

 

 

๐Ÿ”ต SEBAB KEDUA

 

๐ŸŒ๎Œ Membaca al-Qur`an dan mentadabburinya. Karena al-Qur`an itu, sebagaimana dijelaskan oleh para ‘ulama, diturunkan untuk tujuan-tujuan yang sangat agung. Di antaranya,

 

๐Ÿ”ธ untuk dibaca sepanjang siang dan malam.

 

๐Ÿ”น ditadabburi dan dipahami makna-maknanya, serta direnungkan rahasia-rahasianya. Tentunya dengan bimbingan dan cahaya dari Allah ‘Azza wa Jalla, berdasarkan paham Salafush Shalih.

 

 

โœ… Jadi al-Qur`an merupakan di antara sebab terkuat yang membantu untuk kokoh/teguh di atas al-Haq, yaitu apabila seseorang membacanya dengan penuh tadabbur dan mengamalkannnya.

 

๎€ฑ๎Œต Al-Imam al-‘Utsaimin ketika ditanya tentang sebab-sebab untuk kokoh di atas hidayah, maka beliau menjelaskan setelah menyebutkan tentang do’a : “Kemudian bacalah al-Qur`an dengan penuh tadabbur dan pengagungan, serta berupaya mengikuti bimbingan dan petunjuknya. Sesungguhnya Allah telah berfirman,

 

“Kalau seandainya al-Qur`an ini Kami turunkan kepada sebuah gunung, niscaya kau akan lihat gunung tersebut tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.” (al-Hasyr : 21)

 

๎Œƒ๐Ÿ“˜ Maka atasmu untuk senantiasa berpegang dengan al-Qur`an.

 

 

๐Ÿ”ต SEBAB KETIGA

 

โœ๐Ÿ“š๐Ÿ“Œ Mempelajari ilmu syar’i.

 

๎„๐Ÿ”† Manusia itu sangat butuh kepada ilmu melebihi kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman.

 

๐Ÿ“’ Al-Imam Ahmad berkata, “Manusia lebih butuh terhadap ilmu dibandingkan kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman itu dibutuhkan dalam sehari dua atau tiga kali. Adapun ilmu, maka itu dibutuhkan sepanjang waktu.”

 

 

๐Ÿ”ต SEBAB KEEMPAT

 

– sebenarnya ini masuk pada poin sebelumnya, namun ini lebih khusus dan spesifik โ€“

 

๎„๐Ÿ” Mengetahui al-Haq (kebenaran) dan kebatilan secara rinci.

 

๎Œ Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah : Manusia dalam permasalahan ini, ada empat kelompok :

 

๎ˆœ Pertama : Orang yang jelas bagi mereka jalannya kaum mukminin dan jalannya kaum mujrimin secara mendetail, secara keilmuan dan amalan. Kelompok pertama ini adalah MANUSIA YANG PALING BERILMU.

 

๎ˆ Kedua : Orang yang buta (tidak mengerti) kedua jalan tersebut. kelompok ini mirip dengan hewan ternak. Mereka lebih besar kemungkinannya untuk terjatuh mengikuti jalannya kaum mujrimin.

 

๎ˆž Ketiga : Orang yang lebih mencurahkan perhatiannya untuk mengerti tentang jalannya kaum mukminin saja, tanpa menyibukkan dirinya untuk mengetahui lawannya. Dia mengerti lawannya (yakni kebatilan) secara global saja dan secara lawan kata, yaitu bahwa setiap yang menyelisihi jalannya kaum mukminin maka itu batil, meskipun tidak tergambar padanya secara detail/terperinci.

 

 

๎ˆŸ Keempat : Orang yang mengetahu jalan kejelekan, kebid’ahan, dan kekufuran secara mendetail, namun tahu jalan kaum mukminin secara global saja. Ini adalah kondisi mayoritas orang-orang yang memiliki perhatian terhadap paham-paham menyimpang dan bid’ah di tengah-tengah umat ini, sehingga dia mengerti secara mendetail. Namun dia tidak mengetahui/tidak mengerti kebenaran yang dibawa oleh para rasul secara mendetail.

 

 

๐Ÿ”ต SEBAB KELIMA

 

๎Œฎ Senantiasa konsisten bersama para ‘ulama Salafiyyin, para penuntut ilmu Salafiyyin, dan ikhwah Salafiyyin.

 

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika membacakan ayat (artinya) :

 

“Dia (Allah)-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya” (Ali ‘Imran :7)

 

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

๎„ “Apabila kamu melihat orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat dari al-Qur`an, maka mereka itulah orang-orang yang Allah sebut namanya (dalam ayat ini), maka WASPADALAH dari mereka!!”

 

๎ˆฑ Pada ayat ini terdapat keterangan tentang KEWAJIBAN UNTUK WASPADA dari orang-orang yang menyimpang dan ahlul bid’ah, serta wajib untuk senantiasa konsisten bersama para ‘ulama Sunnah yang beriman kepada ayat-ayat muhkamat dan telah kokoh kaki mereka dalam ilmu dan agama, sehingga mereka tidak menyimpangkan makna dan tidak pula mengingkari.

 

โ™ป Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebutkan al-Firqatu an-Najiyah dan ath-Tha’ifah al-Manshurah, maka beliau beliau bersabda, “Apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya hari ini.”

 

โœ… Jadi, senantiasa konsisten bersama para ‘ulama Salafiyyin Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan sikap berpegang dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

โœ๎…ˆ Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu.”

 

Allah memerintahkan kita untuk bertanya kepada ahlul ilmi (‘ulama), dalam Firman-Nya (artinya):

“Bertanyalah kepada ahlul ‘ilmi apabila kalian tidak berilmu.”

(an-Nahl : 43)

 

๎Œ‡ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

 

“Seseorang itu berada di atas agama temannya. Maka lihatlah siapa yang kamu berteman dengannya.”

 

๐ŸŒผ Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang muslim untuk menyeleksi orang yang dia akan berteman dengannya. Karena dia akan mencocoki temannya tersebut pada prinsip-prinsipnya.

 

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

๐Ÿ‘“๐Ÿ”Ž “Nilailah manusia itu berdasarkan teman-teman dekatnya. Karena seseorang itu akan berteman dengan orang yang dia kagumi (sukai).”

 

 

[ bersambung, insya Allah ]

 

sumberย http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=38859

 

—————–

๐ŸŒ ๎Œ WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

 

๎€ฒ๎Œ…๎Œƒ๎„™๎„™๎€ฒ๎Œ…๎Œƒ๎Œ†๎Œ†

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s