BELAJAR ILMU NAHWU DARI KITAB AL AJURUMIYAH (17)

catatanmms113

Pelajaran Ketujuhbelas : ‘Alamat Nashab suatu Kalimat

قال المؤلف – رحمه الله: “وَأمَّا حَذْفُ النُّونِ فَيَكُون عَلاَمةً لِلنَّصْبِ في الأفْعَالِ الْخَمْسَةِ التي رَفْعُهَا بثَبَاتِ النُّونِ.”

 

Berkata Penulis_rahimahullah Ta’ala:

“Adapun Hadzfun Nun (membuang huruf Nun) menjadi alamat bagi Nashab pada Al Af’al Al Khamsah yang Rafa’nya dengan tetapnya huruf Nun.”

 

?Penjelasan:

 

Ini adalah alamat kelima atau terakhir dari alamat-alamat Nashab. Hadzfun Nun (membuang huruf Nun) menjadi alamat bahwa kalimat itu Manshub (dinashab) hanya pada satu tempat, yaitu pada Al Af’al Al Khamsah.

 

4Apa itu Al Af’al Al Khamsah?

 

Dia adalah Fi’il Mudhari’ yang bersambung padanya Dhamir Tatsniyah atau Dhamir Jamak atau Dhamir Ya Mukhathabah.

 

Dan telah lewat pada bab “Alamat Rafa’ suatu kalimat” bahwa tanda Rafa’ Al Af’al Al Khamsah adalah dengan huruf Nun pada akhir kalimat dan juga telah lewat pula penjelasannya, silahkan dilihat kembali! Adapun alamat Nashabnya adalah dengan membuang huruf Nun tersebut.

 

 

Al Af’al Al Khamsah adalah Fi’il Mudhari’ yang mengikuti Wazan (pola pembentukan) Fi’il  sebagai berikut:

 

– يَفْعَلَانِ

 

– تَفْعَلَانِ

– يَفْعَلُوْنَ

– تَفْعَلُوْنَ

– تَفْعَلِيْنَ

 

Apabila kalian mendapatkan Fi’il Mudhari’ dengan mengikuti Wazan diatas maka dia termasuk dalam katagori Al Af’al Al Khamsah.

 

4Catatan:

 

Lihatlah pada lima Fi’il diatas! Kalian mendapatkan huruf Nun pada akhir kalimatnya, itu adalah alamat Rafa’nya. Adapun jika lima Fi’il tersebut di Nashab, maka tanda Nashabnya dengan membuang huruf Nun tersebut.

 

Contoh:

 

يَفْعَلَانِ – لَنْ يَفْعَلَا

 

تَفْعَلَانِ – لَنْ تَفْعَلَا

 

يَفْعَلُوْنَ – لَنْ يَفْعَلُوا

 

تَفْعَلُوْنَ – لَنْ تَفْعَلُوْا

 

تَفْعَلِيْنَ – لَنْ تَفْعَلِي

 

Perhatikanlah!

 

Lima Fi’il diatas dimasuki Amil yang menashabkan Fi’il Mudhari’, yaitu (لَنْ). Kalian lihat, tatkala Amil Nashab tersebut masuk padanya, maka merubah lima Fi’il tersebut yang sebelumnya dalam keadaan Marfu’, sekarang berubah menjadi Manshub, sedangkan tanda Nashabnya adalah dengan membuang huruf Nun-nya.

 

Berikut contoh Al Af’al Al Khamsah dalam keadaan Manshub didalam Al Qur’an;

 

{وَلَنْ تَفْعَلُوا}

 

“dan pasti kalian tidak akan dapat membuat(nya)” [QS. Al Baqarah: 24]

 

{ذَلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ}

 

“Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” [QS. Al Mujaadilah: 4]

 

{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ}

 

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. [QS. At Taubah: 122]

 

Perhatikanlah tiga ayat diatas!

 

Kalian mendapatkan Fi’il (تَفْعَلُوا) pada ayat pertama, Fi’il (لِتُؤْمِنُوا) pada ayat kedua dan Fi’il (لِيَنْفِرُوا), (لِيَتَفَقَّهُوا) dan (وَلِيُنْذِرُوا) pada ayat ketiga, semuanya dalam keadaan Manshub. Adapun alamat Nashabnya adalah dengan dibuangnya huruf Nun yang ada pada akhir Fi’il tersebut.

 

Jadi, apa yang dituntut dari kita pada pelajaran hari ini?

 

Kita dituntut oleh penulis kitab ini untuk menghafal dan mengenal alamat-alamat I’rab, yaitu apakah alamat I’rab suatu kalimat ketika di Nashab?

 

Adapun kita mengetahui kapan kalimat itu Manshub (dinashab) maka hal ini akan dibahas pada babnya tersendiri. Yang terpenting bagi kita sementara ini adalah mengenal tanda-tanda I’rabnya terlebih dahulu dan jangan kalian terpusingkan dengan sesuatu yang belum datang penjelasannya!

 

Dengan ini selesai sudah kita dari penjelasan Alamat Nashab suatu kalimat. Jangan lupa untuk terus diingat, dihafal dan dipelajari ulang dari apa yang telah kami jelaskan.

 

Semoga Allah memberikan kepada kalian semua terus semangat dalam belajar dan menganugerahkan kepada kalian pemahaman dalam mempelajari Ilmu Nahwu. Barakallahu fikum.

 

Waffaqallahul jami’ li kulli khoirin.

 

?ditulis oleh  Abu ‘Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawy, 3 Sya’ban 1435/ 1 Juni 2014_di Daarul Hadits_Al Fiyusy_Harasahallah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s