BELAJAR ILMU NAHWU DARI KITAB AL AJURUMIYAH (16)

catatanmms113

BELAJAR ILMU NAHWUDARI KITAB AL AJURUMIYAH๎Œ…๐Ÿ”…

Pelajaran ke 16

Pelajaranย Keenambelas โ€˜Alamat Nashab suatu Kalimat

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุคู„ู โ€“ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡: โ€œูˆูŽุฃู…ูŽู‘ุง ุงู„ู’ูŠูŽุงุกู ููŽุชูŽูƒููˆู†ู ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู†ูŽุตู’ุจู ููŠ ุงู„ุชูŽู‘ุซู’ู†ููŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนู.โ€

 

Berkata Penulis_rahimahullah Taโ€™ala:

 

โ€œAdapun Ya menjadi alamat bagi Nashab pada Tatsniyah dan Jamak.โ€

 

?Penjelasan:

 

Ini adalah alamat keempat dari alamat-alamat Nashab.

 

Yang menjadi alamat bahwa kalimat itu Manshub (dinashab) pada dua tempat, yaitu pada Isim Tatsniyah dan Isim Jamak.

 

Isim Tatsniyah

 

Yang dimaksud Isim Tatsniyah diatas adalah Isim Mutsanna. Adapun definisi Isim Mutsanna telah lewat pada pelajaran alamat Rafaโ€™.

 

?Apa itu Isim Mutsanna (Dual)?

 

Dia adalah kata benda yang berjumlah dua, baik Mudzakkar (laki-laki) maupun Muannats (perempuan), dengan adanya penambahan huruf Alif dan Nun atau Ya dan Nun pada bentuk Mufradnya.ย Telah lewat pada bab alamat Rafaโ€™, bahwa Isim Mutsanna dirafaโ€™ dengan Alif. Adapun jika dia dinashab maka alamat Nashabnya dengan Ya.

 

 

Berikut contoh Isim Mutsanna dalam keadaan dinashab:

 

ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ุทูŽู‘ุงู„ูุจูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ููŽุตู’ู„ู.

 

โ€œSaya melihat dua pelajar di dalam kelas.โ€

 

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฐูŽู‡ูŽุจูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูู‘ูˆู’ู‚ู.

 

โ€œSesungguhnya dua laki-laki itu telah pergi ke pasar.โ€

 

ุงุดู’ุชูŽุฑูŽูŠู’ุชู ูƒูุชูŽุงุจูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูƒู’ุชูŽุจูŽุฉู.

 

โ€œSaya membeli dua buah kitab di toko buku.โ€

 

Perhatikanlah tiga contoh diatas!

 

Kalian mendapatkan kalimat (ุงู„ุทูŽู‘ุงู„ูุจูŽูŠู’ู†ู), (ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู) dan (ูƒูุชูŽุงุจูŽูŠู’ู†ู) semuanya dalam keadaan dinashab. Adapun huruf Ya pada tiga kalimat tersebut adalah alamat Nashabnya, karena dia Isim Mutsanna.

 

Berikut contoh Isim Mutasanna dalam keadaan Manshub (dinashab) didalam Al Qurโ€™an:

 

{ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ูู…ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุชูŽุฐููˆุฏูŽุงู†ูโ€ฆ}

 

โ€œdan ia (Musa) menjumpai dibelakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya).โ€ [QS. Al Qashash: 23]

 

{ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู…ูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูŽูŠู’ู†ู}

 

โ€œDan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan)โ€ [QS. Al Furqaan: 53]

 

Perhatikanlah dua ayat diatas!

 

Kalian mendapatkan kalimat (ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽูŠู’ู†ู), dan (ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูŽูŠู’ู†ู) semuanya dalam keadaan manshub. Adapun huruf Ya pada dua kalimat tersebut adalah alamat Nashabnya, karena dia Isim Mutsanna.

 

2. Isim Jamak.

 

Yang dimaksud Isim Jamak diatas adalah Jamak Mudzakkar Saalim. Adapun definisi Jamak Mudzakkar Saalim telah lewat pula pada pelajaran alamat Rafaโ€™.

 

Apa itu Jamak Mudzakkar Saalim (Plural)?

 

Dia adalah kata benda yang jumlahnya lebih dari dua, dengan adanya penambahan huruf Wawu dan Nun atau Ya dan Nun pada bentuk Mufradnya.

 

Telah lewat pada bab alamat Rafaโ€™, bahwa Jamak Mudzakkar Saalim dirafaโ€™ dengan Wawu. Adapun jika dia dinashab maka alamat Nashabnya dengan Ya.

 

Berikut contoh Jamak Mudzakkar Saalim dalam keadaan dinashab:

 

ู„ูŽู‚ููŠู’ุชู ุงู„ู’ู…ูุฏูŽุฑูู‘ุณููŠู’ู†ูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุทูŽู‘ุฉู.

 

โ€œSaya bertemu dengan para guru di Stasiun.โ€

 

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู.

 

โ€œSesungguhnya kaum Muhajirin lebih utama dari kaum Anshar.โ€

 

ู†ูŽุตูŽุญู’ุชู ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููŠู’ู†ูŽ ุจูุงู„ุงู†ู’ูƒูุจูŽุงุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุฐูŽุงูƒูŽุฑูŽุฉู.

 

โ€œSaya menasehati orang-orang yang rajin itu untuk menekuni mudzaakarah (mengulang-ulang pelajaran yang telah lewat).โ€

 

Perhatikanlah tiga contoh diatas!

 

Kalian mendapatkan kalimat (ุงู„ู’ู…ูุฏูŽุฑูู‘ุณููŠู’ู†ูŽ), (ุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑููŠู’ู†ูŽ) dan (ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููŠู’ู†ูŽ) semuanya dalam keadaan dinashab. Adapun huruf Ya pada tiga kalimat tersebut adalah alamat Nashabnya, karena dia Jamak Mudzakkar Saalim.

 

Berikut contoh Jamak Mudzakkar Saalim dalam keadaan Manshub (dinashab) didalam Al Qurโ€™an:

 

{ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑู’ูƒู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ููŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูโ€ฆ}

 

โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.โ€ [QS. An Nisa: 145]

 

{ูˆูŽุฐูŽูƒูู‘ุฑู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑูŽู‰ ุชูŽู†ู’ููŽุนู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ}

 

โ€œDan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. โ€ [QS. Adz Dzaariyaat: 55]

 

{ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽู†ู’ููŽุนู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ ุตูุฏู’ู‚ูู‡ูู…ู’ }

 

โ€œAllah berfirman: โ€œIni adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.โ€ [QS. Al Maa’idah: 119]

 

Perhatikanlah tiga ayat diatas!

 

Kalian mendapatkan kalimat (ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ), (ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ) dan (ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ) semuanya dalam keadaan manshub. Adapun huruf Ya pada tiga kalimat tersebut adalah alamat Nashabnya, karena dia Jamak Mudzakkar Saalim.

 

Bagaimana kita membedakan antara Isim Mutsanna dan Jamak Mudzakkar Saalim ketika kedua-duanya dalam keadaan Manshub?

 

Apabila kedua-keduanya dalam keadaan Marfuโ€™ maka hal ini tidak menjadi masalah, karena keduanya terbedakan dari sisi alamat Rafaโ€™nya; Isim Mutsanna, alamat Rafaโ€™nya dengan Alif, sedangkan Jamak Mudzakkar Saalim dengan Wawu.

 

Yang menjadi masalah sekarang adalah jika kedua-duanya dalam keadaan Manshub.

 

Cara membedakannya adalah dilihat dari bentuk harakat sebelum dan sesudah Ya.

 

– Isim Mutsanna harakat sebelum Ya adalah Fathah, sedangkan setelahnya adalah Kasrah. Contoh;

 

ุงู„ู’ู…ูุฏูŽุฑูู‘ุณูŽูŠู’ู†ู โ€“ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽูŠู’ู†ู

 

โ€œDua bapak guruโ€ โ€“ โ€œDua orang muslimโ€

 

– Adapun Jamak Mudzakkar Saalim, maka harakat sebelum Ya adalah Kasrah, sedangkan setelahnya adalah Fathah. Contoh;

 

ุงู„ู’ู…ูุฏูŽุฑูู‘ุณููŠู’ู†ูŽ โ€“ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ

 

โ€œPara bapak guruโ€ โ€“ โ€œOrang-orang Islamโ€

 

Jadi, apa yang dituntut dari kita pada pelajaran hari ini?

 

Kita dituntut oleh penulis kitab ini untuk menghafal dan mengenal alamat-alamat Iโ€™rab, yaitu apakah alamat Iโ€™rab suatu kalimat ketika di Nashab?

 

Adapun kita mengetahui kapan kalimat itu Manshub (dinashab) maka hal ini akan dibahas pada babnya tersendiri.ย Yang terpenting bagi kita sementara ini adalah mengenal tanda-tanda Iโ€™rabnya terlebih dahulu dan jangan kalian terpusingkan dengan sesuatu yang belum datang penjelasannya!ย Demikianlah pelajaran kita hari ini. Kita akan lanjutkan alamat kelima dari alamat Nashab pada pertemuan yang akan datang insya Allah.ย Wallahu aโ€™lam bish shawab.

 

?ditulis oleh Abu โ€˜Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawy, 19 Rajab 1435/ 18 Mei 2014_di Daarul Hadits_Al Fiyusy_Harasahallah]

 

http://pelajaranforumkis.wordpress.com/2014/06/29/al-jurumiyyah-pelajaran-16/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s