HADIAHMU DAN BAYIMU

Catatanmms 53

HADIAHMU DAN BAYIMU

 Tahnik Bayi

 

 

 apa definisi tahnik?

 

Berkata al-hafidz:

“at-tahnik adalah memamah (mengunyah) sesuatu dan meletakkannya di mulut bayi, dan yang demikian untuk melatih bayi dari makanan dan untuk menguatkannya[*], dan seyogyanya tatkala tahnik untuk membuka mulutnya sampai masuk ke dalam. Dan yang lebih utama (untuk tahnik) adalah kurma, jika tidak didapati maka bisa dengan kurma muda, jika tidak didapati maka bisa dengan sesuatu yang manis, (tapi) madu lebih bagus (jika tidak didapati kurma)”. 

(fathul baari 9/501-502).

 

 

 apa hukumnya?

 

Berkata imam an-nawawi:

“Telah sepakat para ulama tentang sunnahnya tahnik dengan kurma atas kelahiran sang bayi “. 

(syarah muslim linnawawi 14/123).

 

 

. Apa dalilnya?

 

Beberapa hadits di antaranya:

 

1. Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Lahir seorang anakku maka aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau memberinya nama Ibrahim. Beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah untuknya. Kemudian beliau menyerahkan bayi itu kepadaku” [**]

 

2. Dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata.

 “Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam perjalanan aku singggah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya denan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah kepadanya (bayi tersebut)” [***]

 

3. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Aku pergi membawa Abdullah bin Abi Thalhah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ia baru dilahirkan. Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu sedang mencat seekor untanya dengan ter. Beliau bersabda 

 kepadaku “Adakah kurma bersamamu?”

 Aku jawab, “Ya (ada)”

 Beliau lalu mengambil bebeberapa kurma dan memasukkannya ke dalam mulut beliau, lalu mengunyahnya sampai lumat. Kemudian beliau mentahniknya, maka bayi itu membuka mulutnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memasukkan kurma yang masih tersisa di mulut beliau ke maulut bayi tersebut, maka mulailah bayi itu menggerak-gerakan ujung lidahnya (merasakan kurma tersebut). Melihat hal itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kesukaan orang Anshar adalah kurma”.

 Lalu beliau menamakannya Abdullah” [****]

 

. Apakah disunnahkan tahnik oleh syeikh, ustadz, atau kyai?

Khilaf (ada perbedaan pendapat),

 

💧Ada yang berpendapat demikian seperti imam an-nawawi yang mensunnahkan tahnik kepada orang yang mempunyai fadhilah(keutamaan). Dan pendapat ini tidak benar dan dibantah dengan pendapat setelahnya.

 

💧💧pendapat yang benar adalah bertabarruk dengan ahlil fadhl (orang yang memiliki keutamaan) sebagaimana hadits di atas adalah kekhususan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan tidak disyari’atkan selainnya (yaitu dalam bertabarruk).

(tabarruk=meminta barokah)

 

disyari’atkan walaupun selain Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam (jika tidak dimaksudkan tabarruk dengannya), karena intinya tahnik adalah memberikan makanan seperti kurma pada awal pertama yang dimakan bayi, barangsiapa yang hendak mentahnik anaknya setelah lahir tidaklah mengapa, dan barangsiapa tidak mentahniknya maka tidaklah mengapa. (fatawa nuur ‘alad darb 14/2). 

 

Dan imam asy-syaatibi dalam kitabnya (al-i’tishom) menyebutkan bahwa para shahabat radhiallahu ‘anhum tidak melakukannya dengan seorang pun sepeninggal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, menunjukkan bahwa amalan ini adalah kekhususan Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

Dan asy-syeikh ibnu baaz melarang perkara tahnik bayi kepada ‘ulama. Dan berkata:

“yang mentahnik adalah bapaknya atau ibunya, seandaikan peluang pintu tahnik terbuka, maka akan sangat banyak orang menginginkannya”. 

(risalatu masa’il abi umar as-sadhan lil imam ibni baaz 43).

 

. Kapan bayi ditahnik?

 

Berkata asy-syeikh ibnu ‘utsaimin rahimahullah: 

” Tahnik dilakukan setelah proses melahirkan sehingga awal yang dimakan adalah yang ditahnikkan kepadanya”.

 

 

. Apa hikmah tahnik?

 

. Berkah ludahnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

. Kurma lah yang dipakai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mentahnik, berkata asy-syeikh ibnu ‘utsaimin: “sesungguhnya kurma ada padanya kebaikan dan berkah, dan padanya faedah (manfaat) untuk lambung, jika awal yang sampai lambung adalah kurma, maka yang demikian baik untuk lambung”. 

(syarah riyadhus sholihin, bab ash-shobr)

.Lihat ta’liq (catatan bawah), simbol [*].

 

. Dengan apa ditahnik?

 

. Dengan kurma, hadits aisyah diriwayatkan imam muslim bahwa beliau berkata:

” kami datang dengan membawa abdullah bin az-zubair kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam , beliau mentahniknya dan meminta kami kurma, maka kami muliakan permintaannya”.

. jika tidak ada kurma bisa dengan madu, telah berkata imam ahmad: “jilatkanlah madu tatkala dia dilahirkan”.

(al-mughni 2/497) 

. jika tidak ada keduanya bisa dengan sesuatu yang manis.

Lihat ta’liq (catatan bawah) hubungan manis dengan lambung, Simbol [*].

 

————————–

 

[*]. Sebagian ulama mengkritik kalimat ini, yaitu:

 

“melatih bayi dari makanan dan untuk menguatkannya”, dikarenakan bayi sebenarnya baru makan makanan sampingan setelah usia enam bulan. 

 

Diantara ulama yang mengkritik adalah al-aini dalam umdatul qari bi syarhi shahih al-bukhori.

 

Adapun syeikhuna abdullah al-mar’i hafidzohullah melihat bahwa hikmah tahnik adalah bahwa sesuatu yang manis adalah yang paling cocok untuk mulai merangsang pencernaan lambung dan usus (yaitu setelah lahir).

 

Hal ini diqiyaskan dg pendapat ibnul qoyyim tatkala menyebutkan faedah ifthor (berbuka) dengan tamr (kurma).

Penggalan faedah bahwa yang manis-manis paling bermanfaat untuk lambung bisa di ruju’ pada zaadul ma’ad libnil qoyyim 4/224.

 

Beliau juga mengatakan bahwa percampuran panas kering bisa menguatkan jantung, otak, panca indera, organ tubuh, sakit lambung yang bersuhu dingin, dst

(lihat zaadul ma’ad 4/343)

Dan kurma memiliki sifat kriteria di atas.

 

Berikut yang perlu diketahui kaidah tentang tubuh, makanan dan herbal:

Teori tentang makanan dan herbal yang bersifat panas, dingin, lembab, dan kering. 

(bukanlah teori ini baru, bahkan di kítab-kítab para tobib terdahulu sering disebutkan teori tersebut, baik tobib dari arab atau cina).

Teori rasa makanan atau herbal yang bersifat pedas, asam,pahit, manis dan asin.

Begitu pula teori jenis atau sifat orang yang akan diobati, apakah tipe panas dan semisalnya. Jenis atau sifat organ yang sakit .

 pengetahuan lima unsur yang dipakai kedokteran cina seperti mineral, air, kayu, api dan tanah. Disebutkan bahwa pada unsur tanah ada rasa manis yang berfungsi sebagai penguat limpa, lambung, mulut dan daging.

Intinya faedah di sini adalah kurma manis bagus bagi lambung, baik bayi untuk tahnik atau selainnya.

(at-tadaawi bil a’syaab wan nabaataat at-tibbiyah, academia).

 

Dan merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala, yaitu teori keseimbangan, yang Dia ciptakan makhluk-Nya saling berpasangan. 

Termasuk permisalan; sesuatu yang panas membutuhkan yang dingin.

 

💕Allah berfirman:

{سبحان الذي خلق الأزواج كلها مما تنبت الأرض ومن أنفسهم ومما لا يعلمون} سورة ياس : ٣٦

Artinya: 

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (surat yasin:36).

 

 

[**]. Dikeluarkan oleh al-bukhori no.5467, muslim no. 2145, ahmad 4/399, , al-baihaqi fil kubro 9/305, dan asy-syu’ab 8621,8622.

 

[***]. Dikeluarkan oleh al-bukhori 5469, muslim 2146,2148, ahmad 6247, dan at-tirmidzi 3826.

 

[****]. Dikeluarkan oleh al-bukhori 5470, muslim 2144, abu daud 4951, ahmad 3/105-106, dan al-baihaqi fis syu’ab 8631.

 

 

Ditulis oleh:

Abu ahmad abdurrahman ar-ramadhany.

Daarul hadits shihr, hadromaut, yaman.

 

Salafy Lintas Negara 🌏

 

 

🔹🔸🔹🔸🔹

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s