BOLEHKAH ORANG MISKIN BERPOLIGAMI ?

Poligami

BOLEHKAH ORANG MISKIN BERPOLIGAMI

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah

 

Pertanyaan:

Seorang penanya dari Amerika mengatakan: “Bolehkah bagi seorang suami yang faqir untuk menikah lagi, jika dia khawatir dirinya akan terjatuh kepada zina, padahal hartanya dari waktu ke waktu terus berkurang?” Continue reading

Advertisements

BENARKAH KITA MENGINGINKAN NASIHAT?

catatanmms77

BENARKAH KITA MENGINGINKAN NASIHAT?

 

Seseorang datang kepada Ibnul Mubarak rahimahullah lalu bertanya:

“Apakah masih ada orang yang mau menasehati?”

Beliau menjawab:

“Apakah engkau tahu masih ada orang yang mau menerima nasehat?!”

(Hayaatus Salaf, hal. 867)

 

Duhai, betapa banyak orang yang meminta nasehat namun tidak melaksanakannya, dan betapa banyak orang yang bertanya namun tidak merasa puas dengan jawabannya, karena tidak sesuai dengan hawa nafsunya.

 

http://www.forumsalafy.net

KEINDAHAN ATURAN TALAK DALAM ISLAM

Talakdalamislam3a

 

KEINDAHAN ATURAN TALAK DALAM ISLAM

 

(Bagian Ketiga dari Pembahasan ”Talak dalam Islam”)

 

(Ustadz Abu Umar Ibrahim Hafizhahullah)

 

 

Solusi yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi istri yang sudah tidak mau taat lagi kepada suami adalah apa yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya

, ﻓَﺈِنْ َّ وَاﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻦ ِ اﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊ ﻓِﻲ َّ وَاﻫْﺠُﺮُوﻫُﻦ َّ ﻓَﻌِﻈُﻮﻫُﻦ َّ ﻧُﺸُﻮزَﻫُﻦ َ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮن وَاﻟﻼﱠﺗِﻲ ﺳَﺒِﻴﻼً َّ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦ ﺗَﺒْﻐُﻮا ﻓَﻼَ ْ أَﻃَﻌْﻨَﻜُﻢ

 

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, nasihatilah mereka, boikotlah/diamkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka sudah menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.”

[an-Nisa: 34] Continue reading

💥MENYIKAPI ISTRI YANG TIDAK MAU BERCADAR💥

Menyingkapiistri1a

💥MENYIKAPI ISTRI YANG TIDAK MAU BERCADAR💥

    Oleh Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah     💠Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, penanya dari Emirat Arab menanyakan tentang seorang istri yang tidak mentaati suaminya dalam hal memakai cadar, apakah boleh baginya untuk mencerainya dalam keadaan dia memiliki anak-anak yang masih kecil, sementara dia mengkhawatirkan nasib mereka di waktu ini, dan apakah suami tersebut teranggap berdosa? Continue reading

PANDANGAN YANG BERAKHIR DENGAN KEPEDIHAN

 

Pandanganyangberakhir1

💥PANDANGAN YANG BERAKHIR DENGAN KEPEDIHAN💥

 

 

Di Kufah ada seorang pemuda yang ahli ibadah yang senantiasa tinggal di Masjid Jami’ dan hampir-hampir tidak pernah meninggalkannya. Dia berwajah tampan dan bagus akhlaknya. Suatu hari ada seorang gadis cantik dan cerdas yang melihatnya sehingga gadis tersebut jatuh hati kepadanya. Cintanya itu berlangsung lama. Suatu hari gadis tersebut sengaja mencegat pemuda tersebut di jalan yang biasa dia lewati menuju rumahnya.

Continue reading

Mutiara Hikmah Salafush Sholeh (bag 1)

Mutiarahikmahsalafushsholeh1

*MEWASPADAI NIAT DALAM MENAMPAKKAN AL-HAQQ

 

Al-Imam Adz-Dzahaby -rahimahullah- berkata: “Betapa banyak orang yang berbicara benar dan memerintahkan hal yang ma’ruf, namun Allah menguasakan orang lain yang menyakitinya, hal itu disebabkan niatnya yang buruk dan karena dia senang terhadap kepemimpinan dalam agama. Ini merupakan penyakit tersembunyi yang menjalar pada diri para ahli fikih.” Continue reading

Mutiara Hikmah Salafush Sholeh (bag 2)

Mutiarahikmahsalafushsholeh2a

*TAWADHU’ KEPADA YANG TUA MAUPUN KEPADA YANG MUDA

 

Bakr bin Abdillah Al-Muzany -rahimahullah- berkata: “Jika engkau melihat orang yang lebih tua darimu maka katakanlah: ‘Dia mendahuluiku dengan iman dan amal shalih, sehingga dia lebih baik dariku.’ Dan jika engkau melihat orang yang lebih muda darimu maka katakanlah: ‘Aku mendahuluinya melakukan dosa dan kemaksiatan, sehingga dia juga lebih baik dariku.’ Jika engkau melihat teman-temanmu menghormati dan memuliakan dirimu maka katakanlah: ‘Ini karena kemuliaan jiwa mereka.’ Dan jika engkau melihat mereka kurang dalam memuliakan dirimu maka katakanlah: ‘Ini adalah akibat dosa yang kulakukan!”

(Shifatush Shafwah, karya Ibnul Jauzy, terbitan Daarul Ma’rifah, 3/248) Continue reading