Surat Untuk Istriku

catatanmms108

Surat Untuk Istriku

Wahai istriku, ku teringat sebuah kewajiban yang harus ku tunaikan sebagai seorang suami, sebagai seorang nahkoda dalam kapal kita, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga kita, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah ayat dan hadist yang tak hanya sekali ku mendengarnya.

 

Allah Ta’aala berfirman:

 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ

 

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita”

(An Nisa :34)

 

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فالرَّجُلُ رَاعٍ فِي بَيْتِه وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ رَعِيَّتِهِا

 

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami pemimpin dirumahnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Wahai istriku, ku akan berusaha menjadi suami yang baik, yang menyayangimu yang berusaha untuk berta’awun (saling tolong menolong) dalam kebaikan. Semoga aku bisa merealisasikan sebuah ayat, dimana Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

 

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikkan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.”

(Al-Maidah:2)

 

atau ku bisa manjadi seperti seorang hamba yang Allah rahmati, karena membangungkan istriku untuk shalat malam. sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist

 

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى ثُمَّ أَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ

 

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu sholat kemudian membangunkan istrinya untuk shalat, apabila enggan bangun ia memercikinya dengan air diwajahnya”

(HR Abu Dawud dan an-Nasa’i di hasankan oleh Syaikh al-Albani)

 

Wahai istriku, ku akan selalu berusaha membuat dirimu senang, sebagaimana  ku senang jika diperlakukan seperti itu. Diantaranya ku akan berusaha selalu tampil rapih, wangi dihadapan dirimu. Sebagaimana ku senang jika ku diperlakukan seperti itu.

 

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

 

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالمَعْرُوفِ

 

“dan bergaullah dengan mereka secara patut.”

(an-Nisa’:19)

 

Berkata Ibnu Abbas rahimahullah: “Aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku senang dia berhias untukku.”

(silahkan lihat al-Jaami’ lil Ahkamil Qur’an)

 

Wahai istriku, jika engkau melihat dari diriku rasa cemburu itu bukti rasa cintaku padamu. Yang dengan itu, aku berusaha menjaga dan mencintaimu, semoga dengan sebab kecemburuanku yang syar’i menjadi sebab terjaganya dirimu, ku ingin seperti Sa’ad bin Ubadah bahkan ku ingin seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

 

Berkata Sa’ad bin Ubadah : “Seandainya aku melihat seorang bersama istriku, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang yang tajam”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

🍏Wahai istriku, engkau dalam pandanganku seorang yang sangat berharga bagi diriku, sosok yang luar biasa, ketaatanmu yang membuat diriku tambah mencintai dirimu. Engkau diantara anugrah yang terbesar yang Allah berikan kepada diriku, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

 

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.”

(HR. Muslim no. 3716)

 

Wahai istriku, kebaikanmu begitu besar kepada diriku, kasih sayang dan kelembutanmu, ketaatan dan kesetiaanmu, pelayanan dan pengorbananmu begitu terasa oleh diriku, wahai istriku, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan masukkanmu kedalam surga Nya.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا ، وَصَامَتْ شَهْرَهَا ، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا ، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

 

“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”

(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh syaikh al-Albani)

 

Wahai istriku, ingatkanlah jika suamimu keliru, jika ada hakmu yang terlalaikan, wahai istriku jangan engkau ragu untuk menasehati jika suamimu keliru, jika suamimu salah, wahai istriku  ku ingin rumah tangga kita dibangun diatas saling menasehati didalam ketaatan kepada Allah, karena atas dasar inilah agama kita dibangun.

 

sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

 

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

 

“Agama itu adalah nasehat”

(HR Muslim)

 

Wahai istriku, ku ingin hubungan kita dibangun atas saling percaya dan saling berkhusnudzan (berberbaik sangka) satu dengan yang lainnya,  karena dengan sebab inilah akan menutup celah hal-hal yang akan menimbulkan hubungan kita tidak harmonis. Sebelum itu agama kita melarang kita untuk berburuk sangka.

 

Allah Ta’aala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.”

(al-Hujurat:12)

 

Wahai istriku, sebagai seorang suami ku ingin mengajarkan perkara agama kepada dirimu, tentang permasalahan tauhid, sholat, puasa dan permasalahan agama yang lainnya, atau mari kita bersama-sama pergi kemajelis ilmu yang membahas perkara agama dengan pemahaman yang benar, karena hal ini adalah diantara kewajibanku sebagai seorang suami, sebagaimana Allah Ta’aala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

 

“Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

(at-Tahrim:6)

 

 

 

🌼Wahai istriku, ku akan melangkahkan kaki ini, mengerahkan tenaga mencari rezeki yang halal yang Allah tetapkan untuk diriku, sebagai tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi anak dan istrinya, sebagaimana Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

 

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللهُ لا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

 

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

(ath-Thalaq:7)

 

Wahai istriku, ku akan selalu berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik dengan dirimu, dengan kelembutan dan kasih sayang, dengan tutur kata yang sopan dan etika yang baik, dengan mendengar dan menghargai pendapatmu, dengan membantu dan meringankan pekerjaanmu, dengan bersikap yang baik dan menjaga perasaanmu, wahai istriku maafkan suamimu jika masih jauh dari hal itu, ku ingin berusaha berbuat yang terbaik untuki dirmu.

 

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

 

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالمَعْرُوفِ

 

“dan bergaullah dengan mereka secara patut.”

(an-Nisa’:19)

 

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Perbaguslah ucapan kalian kepada mereka, perbaguslah perbuatan kalian dan penampilan kalian sesuai kemapuan kalian, sebagaimana kalian menyukai itu dari mereka. Maka lakukanlah untuk mereka yang serupa.

 

Sebagaimana Allah berfirman:

 

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالمَعْرُوفِ

 

“dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.”

(al-Baqarah: 228) (Tafsir Ibni Katsir)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي.

 

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan istrinya, dan aku orang yang paling baik dengan istriku.”

(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih)

 

Wahai istriku, ku ingin engkau akrab dengan kedua orang tuaku. Ku ingin mereka menyayangimu seperti anaknya sendiri, wahai istriku mulailah dengan berlaku lemah lembut kepadanya, membantu pekerjaannya, niscaya engkau akan disayang seperti anaknya sendiri.

 

Wahai istriku semoga Allah menjaga dan melanggengkan rumah tangga kita diatas ketaatan kepada Allah hingga akhir hayat kita, dan memasukan kita kedalam surganya.

 

 

Ustadz Abdullah al-Jakarty

(http://nikahmudayuk.wordpress.com/2010/04/04/)

 

💕muslimah mengenal manhaj salaf💕

 



ASAL KEMAKSIATAN

catatanmms105

 

Al Imam Ibnul Qoyim rahimahullah menyatakan: “Asal semua kemaksiatan baik yang besar ataupun yang kecil ada tiga:

 

Keterkaitan hati kepada selain Allah

Ketaatan terhadap kekuatan amarah

Ketaatan terhadap kekuatan  syahwat

 

Dan ketiga hal itu adalah kesyirikan, kedholiman, dan kekejian.

Continue reading

Waktu-waktu Shalat

catatanmms102

Waktu-waktu Shalat

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

 

“Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin.” (An-Nisa`: 103) Continue reading

SESUNGGUHNYA BERSAMA KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN

images-138

☑ KISAH-KISAH SHOHIHAH DARI SUNNAH AN-NABAWIYYAH 🔗

 

” SESUNGGUHNYA BERSAMA KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN ”

 

Dari Jabir_radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus kami dengan Abu ‘Ubaidah sebagai pemimpinnya, untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Beliau membekali kami dengan sekarung kurma, karena tidak mendapatkan yang lainnya, maka Abu Ubaidah membagi-bagikannya kepada kami sebuah demi sebuah.” Continue reading

BERBUAT BAIK LAH DISISA USIA YANG ADA, UNTUK MERAIH HUSNUL KHATIMAH

images-166

Oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahulloh

 

بسم الله الرحمن الرحيم..

قال الحافظ ابن ر.جب رحمه الله تعالى:

قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى في تفسير إنا لله و إنا إليه راجعون:

فمن عرف أنه لله عبد و أنه إليه راجع فليعلم أنه موقوف

ومن علم أنه موقوف فليعلم أنه مسؤول

ومن علم أنه مسؤول فليعد للسؤال جوابا..

فقا رجل: فما الحيلة؟

قال الفضيل؛ يسيرة..

قال الرجل؛ ما هي؟

قال تحسن فيما بقي يغفر لك ما مضي. فإنك إن أسأت فيما بقي أخذت بما مضي وما بقي..” Continue reading

Larangan Menghisap Rokok

2014-01-23-10-05-42-1421627953

💭💭شرب الدخان💭💭

Isap Rokok

 

Telah menjelaskan para ulama tentang pengharamannya; disebabkan diantaranya:

 

 Termasuk khoba’its (yang jelek/buruk).

Firman-Nya:

{ويحرم عليهم الخبائث}

Artinya:

“Dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”. (surat al-a’raaf: 157).

 

 Kandungan dan efeknya yang membahayakan.

Rokok bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti jantung, paru, impotensi, stroke, darah tinggi, kanker dan lainnya, yang berujung membunuh sang penghirupnya.

Firman-Nya:

{ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكه}

Artinya:

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan”.

(surat al-baqarah:195).

 

Firman-Nya:

{ولا تقتلوا أنفسكم}

Artinya:

“Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian”. (surat an-nisa’:29).

 

 

 Membahayakan dan mengganggu orang disekitarnya.

 

Disebutkan para dokter bahwa perokok pasif (penghirup asap rokok) lebih berbahaya dampaknya dibanding para perokok aktif.

Padahal nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda dalam hadits yang shahih:

((لا ضرر ولا ضرار)) أي لا ضرر لنفسه ولا ضرر لغيره.

Artinya:

“Janganlah membahayakan(diri sendiri) dan janganlah membahayakan (orang lain).

Begitu pula bau khas yang disebabkan perokok, baik bau mulutnya, badannya, keringatnya, tangannya, dan pakaiannya. Adalah perkara yang mengganggu orang disekitarnya termasuk para malaikat.

Sabdanya:

((فاءن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه الإنس))متفق عليه

Artinya:

“Dan sesungguhnya para malaikat merasa terganggu sebagaimana manusia merasa terganggu darinya”.

Muttafaqun ‘alaih.

 

 

 Allah Ta’ala tidaklah mengharamkan sesuai kecuali untuk kebaikan hamba-Nya dan karena mudharat (bahaya) dari sesuatu tersebut.

 

Cobalah menghayati:

 

1. Setiap pabrik makanan, minuman, obat dan semisalnya diwajibkan untuk mencantumkan tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa.

Tapi ROKOK !!!!

Memang dari awal dibikin memang sudah rusak dan merusakkan.

 

2. Peringatan resmi di setiap kotak rokok bahwa:

“ROKOK MEMBAHAYAKAN KESEHATAN ANDA….”

Apakah sesuatu yang membahayakan itu adalah termasuk yang thoyyib (yang bagus).

Kalau dijawab: iya. Maka dia si penjawab adalah orang yang sombong yang tidak mau menerima kebenaran.

 

3. Sebagian kantor, dan kebanyakan media transportasi melarang untuk merokok. Lantas di mana mereka akan melakukan AKSINYA MEROKOK !!!!!

Di kamar mandi/toilet.

Seandaikan seseorang disuruh makan dan minum di toilet/kamar mandi tidak akan mau (jika fitrahnya masih lurus), apakah tega dan berani?

Sedangkan dia berada di kursi toilet.

Atau mungkin merokok di ruang khusus para perokok.

 

Padahal dalam firman-Nya:

{الخبيثات للخبيثين والخبيثون للخبيثات}

Artinya:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula)”. (surat an-nuur:26).

 

4. Janganlah penuhi perut dan badan kita dengan sesuatu yang haram. Bahkan perkara tersebut termasuk sebab tidak terkabulnya doa.

 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

bersabda,

» ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺇِﻻَّ ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﻣَﺮَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ) ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞُ ﻛُﻠُﻮﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﺍﻋْﻤَﻠُﻮﺍ

ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﺇِﻧِّﻰ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ( ﻭَﻗَﺎﻝَ ) ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻛُﻠُﻮﺍ ﻣِﻦْ

ﻃَﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻛُﻢْ( .« ﺛُﻢَّ ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻳُﻄِﻴﻞُ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَ ﺃَﺷْﻌَﺚَ ﺃَﻏْﺒَﺮَ ﻳَﻤُﺪُّ

ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﻭَﻣَﻄْﻌَﻤُﻪُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻣَﺸْﺮَﺑُﻪُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻣَﻠْﺒَﺴُﻪُ

ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻏُﺬِﻯَ ﺑِﺎﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﻓَﺄَﻧَّﻰ ﻳُﺴْﺘَﺠَﺎﺏُ ﻟِﺬَﻟِﻚَ .«

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib

(baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari

yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah

memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang

diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai

para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan

kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha

Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga

berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah

rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan

kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah

menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut,

masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke

langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.”

Padahal, makanannya dari barang yang haram,

minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram

dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah

Allah akan memperkenankan do’anya? ”

(HR. Muslim no.

1015).

 

5. Sebagai bentuk tabdzir (pemborosan).

Firman-Nya:

{ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻟِﺮَﺑِّﻪِ ﻛَﻔُﻮﺭﺍً }ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ : 27

Artinya : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah

saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat

ingkar kepada Rabbnya”. (surat al-isra’:27).

🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦

 

Wallahu a’lam.

 

✏Abu ahmad abdurrahman ar-ramadhani

Sheher-hadromaut.

 

 Wa Salafy Lintas Negara Grup 📚

JAGALAH HIDAYAH wahai sahabatku…

catatamms72

Bismillahirrahmanirrahiim

JAGALAH HIDAYAH wahai sahabatku…

 

Al Imam Ibnu Katsir meriwayatkan sebuah kisah di dalam Al Bidayah wan Nihayah tentang seorang

‘alim minal ‘ulama, zahidi minal zuhad, ‘abidun minal ‘ibad. Seorang yang sudah merasakan nikmatnya

Al Quran dan lezatnya hadits nabi. Ibadah berpuasa, sholat malam, akhirnya dia terfitnah dengan

sebuah dosa. Continue reading

BERPISAH SETELAH KHULU’ (bag 4)

WSI-khulu-1024x718

📍BERPISAH SETELAH KHULU’

(Bagian Keempat dari Pembahasan Khulu’ dalam Islam)

(Al Ustadz Abu Umar Ibrahim Hafizhahullah)

 

Pembaca rahimakumullah…

Kali ini, pembahasan ini mungkin agak/sulit dipahami oleh sebagian pembaca dikarenakan keterbatasan kemampuan penulis untuk membahasakannya, dan terdapat istilah yang mungkin baru dikenal oleh sebagian pembaca.

Semoga dengan keseriusan dalam membaca, Allah bukakan pemahaman yang baik dan benar kepada para pembaca.

Bagi yang masih kesulitan, bisa bertanya kepada asatidzah di sana.

Barakallahu fiikum. Continue reading

JUJUR DALAM MENERIMA KEBENARAN

Jujurdalammenerimakebenaran-jpg-150x150

 JUJUR DALAM MENERIMA KEBENARAN

 

 

Suatu hari di masjid raya negeri Fusthat, wilayah Mesir. Seorang ulama terkenal bernama Abul Fadhl Al Jauhari menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjatuhkan talak, mengucapkan zhihar (ucapan seorang suami kepada istrinya,”Punggungmu seperti punggung ibuku, maksudnya mengharamkan istrinya untk dijima’i) dan melakukan ila’ (sumpah seorang suami untuk tdk mendekati istrinya). Continue reading

Resolusi Kaum Thalib untuk Berkarya

catatanmms68

 

💥Resolusi Kaum Thalib untuk Berkarya

(Abu Nasiim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz)

 

Awalnya saya ingin menggunakan frasa “kaum santri”. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika memilih istilah lain untuk menggelari kaum santri Salafy. Pikir demi pikir, yang langsung terlintas di benak adalah frasa ‘kaum thalib’. Dalam bahasa Arab, thalib mengandung makna seorang pelajar, penuntut ilmu, siswa bahkan mahasiswa pun tidak jarang disebut thalib. Continue reading

Kaidah-kaidah Fiqh Pilihan

201401051646

بسم الله الرحمن الرحيم

 

🌼KAIDAH-KAIDAH FIQH PILIHAN🌼

 

Kaidah:

 

“من ترك المأمور جهلا أو نسيانًا لم تبرء ذمته إلا بفعله، ومن فعل المحظور جهلا أو نسيانًا برئت ذمته وتمت عبادته”

 

“Barang siapa meninggalkan perkara yang diperintahkan dalam keadaan tidak tahu atau lupa, tidaklah terlepas tanggungannya kecuali dengan mengerjakannya. Dan barang siapa mengerjakan perkara yang dilarang dalam keadaan tidak tahu atau lupa terlepas tanggungannya dan sempurna ibadahnya.” Continue reading