Indahnya Sebuah Kekecewaan

Catatanmms 59

💖Indahnya Sebuah Kekecewaan💖

(Rinai-rinai Episode Keempat)

 

Selepas sahur…

menjelang adzan Shubuh berkumandang.

 

Kami delapan sekawan masih menikmati gelas-gelas mungil berisi teh hangat, penutup acara sahur. Sambil berbincang-bincang, jari jemari ini bermain menyusun kata-kata untuk istri melalui email,

“Apa yang Allah takdirkan pastilah yang terbaik. Tadi, Hakam Fuyus sms : kesepuluh pendaftar umroh tidak satu pun yang keluar visanya (termasuk Hakam sendiri)..  Continue reading

SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU

Catatanmms 58

SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU

 

Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc.

 

💥Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, bebarapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.

 

Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.

 

Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda

:إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. ”

[Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]

 

Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih].

 

Di samping majusi, ternyata orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.

 

Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki keyakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]

 

Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyembah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

 

💥Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?

 

Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, bukankah anda ingat hadits di atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha.

 

Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam?

 

Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahu wata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (mengganti) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang mengganti dan yang digantikan.

 

Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, sungguh benar berita kenabian Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam

 

« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

 

“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.”

[shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]

 

Kaum muslimin…

 

Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakang dengan ajaran agama. Kalau anda dari jenis orang yang pobhia dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.

 

Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.

 

Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita mengingkari terjadinya hal itu?

 

Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru. Miris, yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama?

 

💥Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahu wata’ala ??

 

Nabi shallahu alaihi asallam bersabda :

aإذا ظهر الزنا و الربافي قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله

”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka”

[Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]

 

Juga, …

لم تظهر الفاحشة في قوم قط حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهم

“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya”

[Shahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh Asy Syaikh al Albani]

 

Saudaraku muslim…

Saudariku muslimah…

Masihkan anda akan menodai diri anda….

 

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahu wata’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

[QS :al Hadid:16]

 

💥Ingat, liang lahat menunggu kita semua…

Wassalamu alaikum…

 

Dikutip dari http://salafy.or.id/blog/2013/12/26/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru-2/

💖

BAGAIMANAKAH KITA BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN ILMU AL-JARH WAT TA’DIL?

 MUTIARA NASEHAT INDAH, BACALAH 

Catatanmms 48

💥BAGAIMANAKAH KITA BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN ILMU AL-JARH WAT TA’DIL?

 

Asy-Syaikh Al Muhaddits Al Mujahid Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhaly hafizhahullahu ta’ala

 

Pertanyaan:

 

“Hafizhakumullah (semoga Allah menjaga Anda). Bagaimanakah kita beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla dengan ilmu al-Jarh wat Ta’dil yang merupakan salah satu ilmu yang paling mulia?  Continue reading

Hadits: Bertanya Tentang Kejelekan

images-229

Dari Shahabat Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata :“Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku” .

 

Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang  

kejelekan ?”.

Continue reading

Diam Belum Tentu Emas

Catatanmms 46

⊙ Diam Belum Tentu Emas ⊙

~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت .

المجموع280/14

  

 

“Anda memperbanyak golongan ahlud dholaal (orang² yg sesat) jika anda melihat mereka sedang anda diam saja dari mereka. Anda termasuk pendukung dan penyemangat bagi mereka jika anda melihat mereka berbuat kerusakan di bumi sedang anda diam saja”

 

 alMajmu’: 14/280

Continue reading

Semangat Thalabul Ilmi

images-170

Semangat Thalabul Ilmi

 

Salam kangen dalam semangat Thalabul Ilmi . . .

 

Kef haaluk?

Smoga selalu dalam rahmat dan berkah dari Nya.

 

Ana ingin berbagi cerita dengan Antum. Mungkin hanya sebatas kata-kata saja. Namun, bagi Ana sendiri, kata-kata justru senjata yang sangat hebat. Di dalam sejarah anak manusia, kata-kata bisa menjadi sebab perubahan besar pada diri seseorang. Bahkan mampu merubah arah dunia. Continue reading

Ku Temukan Cinta di Dalam Manhaj Salaf

Catatanmms 44

Ku Temukan Cinta di Dalam Manhaj Salaf

(Abu Nasiim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz)

 

 

Judul tulisan di atas sengaja saya ambil dari sebuah tema Daurah SMA se Eks Karesidenan Surakarta. Ketika itu, mulai dari 25 Desember sampai dengan 28 Desember 2009, Pesantren kami mengadakan kegiatan Daurah untuk yang ke-empat kalinya bagi siswa-siswi SMA/SMK, memanfaatkan musim liburan.

 

Ketika sebagian muslimin ikut terlena dalam perayaan Natal atau persiapan malam tahun baru, anak-anak muda itu justru semangat-semangatnya mengkaji Islam berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan pemahaman Salaf. Rindu dan kangen rasanya dengan momen-momen seperti itu. Sudah ratusan anak muda yang pernah mengecap manisnya Daurah SMA/SMK tersebut. Entah di mana mereka sekarang?

 

Semoga saja mereka tetap istiqomah!

Continue reading

JADILAH PEMAAF..

images-32

JADILAH PEMAAF..

 

Suatu ketika Rasulullah sedang duduk, tiba-tiba beliau tertawa sehingga tampaklah gigi-gigi serinya.

Maka sahabat beliau, Umar bin Khathab kebingungan dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, apakah yang membuatmu tertawa?”  Continue reading

Solusi Syar’i Menghadapi Istri Yang Membangkangi Suami (Nusyuz)

Catatanmms 42

SOLUSI SYAR’I MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANGKANG SUAMI (NUSYUZ)

 

(Al Ustadz Abu Umar Ibrohim Hafizhahullah)

 

Bagaimana solusi dalam menghadapi istri yang nusyuz?

 

Solusinya ada di dalam kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, nasihatilah mereka, boikotlah/diamkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.”

[an-Nisa: 34]  Continue reading

Kecerdasan Iyas bin Mu’awiyah (Hakim negeri Bashrah)

 

(Al Ustadz Muhammad Shalehudin Hafizhahulloh)

 

 

Seseorang pernah bertanya kepada Iyas bin Mu’awiyah: “jika sekiranya aku makan kurma apakah haram?”

 

Beliau menjawab: “tidak.”

 

Orang itu berkata lagi: “jika sekiranya aku minum satu periuk air apakah haram?”

 

Beliau menjawab: “tidak.”

 

Orang tersebut bertanya kembali: “minuman (yang terbuat dari sari) kurma yang telah bercampur diletakkan di (bawah terik) matahari kemudian menjadi nabidz, mengapa menjadi haram?”

 

Berkata Iyas:

“jika sekiranya aku lempar kamu dengan tanah apakah akan menyakitimu?”

 

Orang tersebut menjawab: “tidak.”

 

Iyas berkata: “jika sekiranya aku tuangkan air satu periuk air kepadamu apakah menyakitimu?”

 

Orang tersebut menjawab: “tidak.”

 

Iyas berkata: “jika sekiranya aku campur aduk antara air dengan tanah,dan aku buat darinya wajan penggorengan,dan aku keringkan ia di (bawah terik) matahari,kemudian aku pukulkan ia ke kepalamu,apakah menyakitkanmu?”

 

Orang tersebut menjawab: “bisa pecah kepalaku.”

 

Berkata Iyas: “demikianlah hal itu serupa dengan ini! ”

 

[Dikutip dari “al-Imla al-muyassar”. Hal. 21]

 

ذكاء القاضي إياس بن معاوية (قاضي البصرة)

قال رجل لإياس: لو أكلت تمراً أهو حرامٌ؟ قال: لا، قال: لو شربت قدراً من ماءٍ أهو حرامٌ؟ قال: لا، قال: شراب التمر أخلاطٌ منها توضع في الشمس فتصير نبيذاً، فكيف يكون حراماً؟

قال إياس: لو رميتك بترابٍ أيضر بك؟ قال: لا، قال: لو صببت عليك قدراً من ماءٍ أيضر بك؟ قال: لا، قال: لو خلطت الماء والتراب وصنعت منه طويةً، وجففتها في الشمس، فضربت بها رأسك، أتضر بك؟ قال: ينكسر رأسي، قال إياس: ذلك مثل هذا!

 

📁WhatsApp Salafy Indonesia📁

Memenuhi Hak Suami Dalam Urusan Ranjang

Catatanmms 40

 

MEMENUHI HAK SUAMI DALAM URUSAN RANJANG

 

✏(Al Ustadz Abu Umar Ibrohim Hafizhahulloh)

 

Asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah Ta’ala berkata di dalam kitabnya, Manhajus Salikin:

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila suami menyuruh istrinya agar datang ke ranjang (untuk jimak), namun dia enggan (menolak), para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.”

(Muttafaqun ‘alaihi)  Continue reading

Gadis Kecilmu? (catatan untuk kaum Ayah)

 

Catatanmms 38

💞 Gadis Kecilmu? 💞

(catatan untuk kaum Ayah)

 

Oleh : Abu Nasiim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz

 

Miris dan mengerikan!!!

Naudzu billah min dzalik.

 

Ingin menutup telinga dari kenyataan, tidak mungkin bisa kita lakukan. Telinga, mata dan perasaan kita telah tercabik-cabik hingga tak berbentuk lagi (bagi yang masih memiliki hati). Dan saya yakin, dari sekian banyak kaum muslimin, masih ada di antara mereka yang masih memiliki hati. Bagaimana dengan Anda?     Continue reading

Bagaimana Mencapai Husnul khotimah

Catatanmms 31

💞 BAGAIMANA MENCAPAI HUSNUL KHOTIMAH 💞

 

Catatan kajian Ummahat bersama Ustadzah Zulfa Ummu Ishaq

di Bintaro pekan ke 4, okt

 

 

Allah sudah menetapkan umur masing-masing hamba di dunia. Semua hal di dunia akan berakhir, tidak ada yang kekal. Jika kita penuhi umur kita dengan keburukan, maksiat maka tentunya kita akan memetik keburukan. Sebaliknya jika kita penuhi umur kita dengan kebaikan maka ia akan menemui kebaikan di sisi Allah.

 

Dalam QS Ali Imran : 102

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” Continue reading