Catatan Ta’lim Ummahat: Kebersihan Jiwa Menjelang Ramadhan

buku11
Bersama Ustadzah Zulfa Ummu Ishaq al-Atsariyyah

Wahai Muslimah, persiapkanlah dirimu sebaik mungkin dalam menghadapi Bulan suci Ramadhan. Karena bisa jadi Bulan Ramadhan kali ini adalah Bulan Ramadhan terakhir yang kita ketemui. 

Kalbu, yang biasa diartikan sebagai hati, padahal hakekatnya ia adalah Jantung. Kalbu (Jantung) itu memiliki tempat atau kedudukan yang tinggi didalam Islam.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه

قَالَ رَسُولُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa-rupa dan harta benda kalian, akan tetapi melihat kepada kalbu dan amal kalian.”
(Shahih, HR. Muslim)

Amalan seseorang itu berbeda-beda tergantung Kalbu tiap manusia.

Dari Nu’man Ibnu Basyir رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika dia baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kalbu itu adalah pimpinan seluruh tubuh. Ia akan mengajak pada kebaikan ataukah mengajak kepada keburukan.

Kalbu itu terbagi menjadi 3 bagian:

1. QALBUN SALIIM

Yaitu kalbu yang selamat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Janganlah Engkau hinakan aku pada hari ketika mereka dibangkitkan. (Yaitu) di hari dimana harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara’: 87-89)

Qalbun Saliim menurut Ibnu Katsir adalah Selamat dari Kotoran dan kesyirikan dan selamat dari kotoran-kotoran dosa.

Qalbun Saliim menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah adalah hati yang bersih atau selamat dari segala sesuatu yang menjadikan selain Allah سبحانه وتعالى (dalam segala bentuknya) sebagai sekutu. Karenanya, hati yang bersih adalah yang memurnikan segala bentuk peribadatan hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata. Iradah (kehendak), mahabbah (cinta), tawakal, taubat, ikhbatan (khusyu’) tawadhu’, (berendah diri), khasyyah (takut), dan raja` (harapan) semuanya murni diamalkan karena Allah سبحانه وتعالى semata.
(Ighatsatul Lahafan min Mashayidi Asy-Syaithan hal. 41)

Ialah Qalbu yang selamat dari ketundukan kepada selain Allah سبحانه وتعالى tetapi ia mengikhlaskan penghambaannya hanya kepada Allah سبحانه وتعالى. Amalnya tulus untuk Allah سبحانه وتعالى sehingga ketika ia mencintai, maka cintanya karena Allah سبحانه وتعالى. Kalau ia membenci, maka bencinya karena Allah سبحانه وتعالى. Kalau ia memberi, maka memberinya karena Allah سبحانه وتعالى. Kalau ia menahan, maka ia menahan karena Allah سبحانه وتعالى. Qalbunya selamat dari kedengkian, selamat dari sifat pelit atau kikir, sombong, cinta dunia dan cinta kepemimpinan.

Perbanyak bersyukur atas nikmat yang telah Allah سبحانه وتعالى berikan kepadamu. Janganlah engkau menganggap itu adalah usahamu semata. Sebab hakekatnya ia adalah atas Ridha Allah سبحانه وتعالى.

Karena Allah سبحانه وتعالى berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
“Dan nikmat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)

Wahai Muslimah, Jagalah qalbumu!
Bentengi Qalbumu agar jangan ada rasa hasad, iri dan dengki.
Jauhi pula sifat kikir, bakhil, merendahkan Al-Haq ataupun merendahkan manusia.
Sombong bukan semata tinggi hati, karena hakekat orang yang sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ketika disampaikan kebenaran padanya ia menolak, seakan ia mengetahui segalanya dan merasa diatas kebenaran yang sesungguhnya ia berada di atas jalan kesesatan.
Makhluk Allah سبحانه وتعالى yang pertama kali melakukan kesombongan adalah Iblis. Tatkala seluruh makhluk diperintah Allah سبحانه وتعالى untuk sujud kepada Adam  عليه السلام, hanya Iblis yang menolak sujud kepada Adam عليه السلام, karena merasa ia lebih baik dari Adam عليه السلام. Ia menolak dengan pikirannya bahwa dia yang diciptakan dari api lebih baik dan lebih mulia dari Adam عليه السلام yang diciptakan dari tanah.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ. (الأعراف: 12)

 “Apa yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
(QS. al-A’raaf: 12)

Ketahuilah wahai Muslimah….

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. (رواه مسلم)

“Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan. “
(HR. Muslim)

Seorang shahabat رضي الله عنه bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم: “Wahai Rasulullah, kami suka memakai pakaian dan sandal yang bagus”. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab:

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ. (رواه مسلم)

“Sesungguhnya Allah indah dan suka keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim)

Manfaat yang dimiliki oleh manusia yang memiliki Qalbu yang selamat adalah:

1. Jiwa yang tenang

Firman Allah سبحانه وتعالى:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. an-Nahl:97)

Yang namanya kehidupan yang baik adalah jiwa itu merasa tenang dan tentram dalam setiap keadaan, meskipun ketika ditimpa musibah.
Ketahuilah, kita bisa masuk surga itu karena rahmat dari Allah سبحانه وتعالى. Allahسبحانه وتعالى  maafkan segala kesalahan dan dengannya Allah سبحانه وتعالى masukkan kita kedalam surgaNya.

Syaithon itu selalu menggoda manusia, dengan mengiming-imingi manusia dengan segala keindahan duniawi, baik syaithon dari jenis manusia maupun dari jenis Jin.

 Rasulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضْرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَ اتَّقُوا النِّسَاءَ فَإنَّ أَوَّلِ فِتْنَةِ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan Allah subhanahu wata’ala menjadikan kalian berketurunan di atasnya. Allah melihat apa yang kalian perbuat. Takutlah kepada (fitnah) dunia dan takutlah kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Isra’il dari wanitanya.”
(HR. Muslim)

2. Qalbu akan bersinar/terang

 Firman Allah سبحانه وتعالى :

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nur:35)

3. Dapat membedakan antara al-haq dan al-Bathil dan bisa mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang ada.

Jika kebenaran itu sudah datang lalu ia menolaknya, berhati-hatilah jangan sampai Allah سبحانه وتعالى tutup kebenaran itu dari dalam hati kita. Terimalah kebenaran itu  baik yang berasal dari Allah سبحانه وتعالى maupun dari Rasulullah  صلى الله عليه وسلم .

Orang yang bahagia itu justru ujiannya paling banyak. Sebagaimana engkau ketahui, bermula dari manusia yang paling mulia-lah yang paling berat  menghadapi musibah, ia adalah para rasul, para shahabat lalu para ulama dan seterusnya. Sebagai contoh musibah yang dialami Nabi Ayyub yaitu Allah سبحانه وتعالى matikan anak-anaknya, diambil hartanya dan diberi penyakit yang berat. dan hanyalah istrinya yang setia menemani hingga akhirnya Allah سبحانه وتعالى berikan nabi Ayyub kesembuhan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”
(QS. al-Ankabut:2)

Ada beberapa tanda Qalbu itu sehat:

a. Selalu berusaha memperbaiki amalan disertai perasaan kurang. (Mengganggap besar suatu dosa dan merasa kurang sempurna amalannya)
b. Dia merasakan ketentraman ketika membaca san mendengarkan Kalamullah.
c. Bersabar ketika menghadapi kesulitan dan bersyukur ketika mendapat kelapangan (Selalu berhusnudzan kepada Allah سبحانه وتعالى)
d. Tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah سبحانه وتعالى. Bila ia lupa maka ia akan bersegera kembali kepada Allah سبحانه وتعالى atau memaksa Qalbunya untuk kembali kepada Allah سبحانه وتعالى.
e. Ketika masuk sholat, ia akan menghilangkan seluruh pikiran-pikiran duniawi dan godaan syaithan yang berusaha untuk selalu mengganggu kekhusyuannya.

2. QALBU YANG MATI

Yaitu Qalbu yang tidak ada kehidupan, tidak kenal Allah سبحانه وتعالى, tidak beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى dan tidak cinta kepada Allah سبحانه وتعالى.
Ini adalah Qalbu yang dihuni oleh syaithan.
Berteman dengan Qalbu yang mati adalah keburukan bagi kita. Karena ia mendahulukan hawa nafsu.

maka berhati-hatilah wahai Muslimah, jagalah Qalbumu!!

3. QALBU YANG SAKIT

Yaitu qalbu yang ada penyakit padanya.
Bila qalbunya dominan kepada kebaikan maka ia aka sehat. Bila qalbunya dominan kepada keburukan maka ia akan sakit.
Pemilik hati yang sakit ini, sebaiknya ia berusaha sekuat tenaga untuk mengobatinya. Setiap insan pasti khawatir bila ada satu dari anggota tubuhnya yang sakit. Ia akan berusaha untuk mengobatinya, mencaritahu penyebab dan obatnya dari berbagai referensi, mencari dokter yang ahli hingga mendatangi dokter-dokter spesialis diluar negri. Namun sayang ketika Qalbunya yang sakit, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya dan terkesan santai saja, padahal ia lebih utama untuk diobati.

Beberapa tanda Qalbu yang sakit:

a. Tidak merasa takut berbuat dosa.
b. Mengganggap Allah Maha Pengampun, sehingga memudahkan ia untuk berbuat maksiat (Terlalu berharap ampunan-Nya namun sedikit rasa takutnya kepada Allah)

Beberapa penyakit yang menghinggapi qalbu:

a. SOMBONG

Adalah salah satu dosa yang dilakukan oleh makhluk Allah سبحانه وتعالى, yaitu Syaithan ketika ia melecehkan Adam  عليه السلام. karena sombongnya Iblis, maka ia diusir oleh Allah سبحانه وتعالى dari surga-Nya. Hingga akhirnya Iblispun bersumpah untuk menggoda anak keturunan Nabi Adam  عليه السلام hingga akhir zaman.

b. UJUB

Merasa bangga dari apa yang ada pada dirinya, sehingga ia tanpa sadar menyimpang.

c. HASAD/IRI/DENGKI

Penyakit ini pula yang menimpa iblis ketika disuruh sujud kepada Adam  عليه السلام. Sujud disini maksudnya bukanlah penghambaan kepada Adam  عليه السلام  melainkan hanya sebagai bentuk mentaati perintah Allah سبحانه وتعالى.
Iblis iri, iblis merasa Allah tidak adil dan menganggap Allah salah. na’udzubillah min dzalik…

Wahai Muslimah, jagalah qalbumu dan persiapkanlah dirimu menghadapi bulan suci ramadhan. Lewatilah dengan penuh keimanan..
Semoga kita semua dapat menemui Bulan suci ramadhan kali ini dan berikutnya dengan keimanan dan istiqomah diata manhaj salaf,
amiin Allahumm aamiin

Demikianlah catatan Ta’lim Khusus Ummahat dengan ustadzah Zulfa Ummu Ishaq al-Atsariyyah, pada hari kamis, 20 juni 2013 di jalan Kerinci, Mayestik, kebayoran Baru.

Semoga Bermanfaat, biidznillah…

Jazaakumullahu khairan katsiro

..uar..

5 respons untuk ‘Catatan Ta’lim Ummahat: Kebersihan Jiwa Menjelang Ramadhan

    • catatanmms berkata:

      wa’alaykumussalam warahmatullahi wabaraktuh
      na’am umm, tafadhdhally. ana buat ini salah satunya kan karena permintaan anty. Alhamdulillah Allahu ta’ala mudahkan ana mempostingnya.
      Afwan jiddan dengan segala kukurangannya yaa umm…
      wajazaakillaahu khair..

  1. indah berkata:

    Assalaamualaykum..

    ‘Afwan um,mau nanya ta’limnya setiap hari apa?
    Dan apakah tempatnya sama yaitu didaerah mayestik?

    Jazaakillahu khairan,
    Baarakallah fiyk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s