Bunda, Relakan Kepergian Anakmu (Risalah Pelipur Lara bagi Orang yang Kehilangan Buah Hati)

ย 

Seorang ibu duduk bersimpuh di dalam rumahnya dengan perasaan pecah oleh deraian air mata. Tikโ€ฆtikโ€ฆtik, kucuran air mata tidak terasa jatuh satu demi satu. Kepergian putranya ke sisi Allah Pemilik alam semesta. Sang ibu tidak mampu membuka mulutnya, kecuali sepatah-dua kata yang lirih hampir tidak terdengar saat ditanya.

Kala itu hancur perasaannya melihat buah hatinya kini tidak berdaya lagi dan malaikat maut telah menggenggam nyawanya. Hari-hari bersama si kecil menjadi memori yang susah terhapus dari benaknya. Senyum dan tangisan si bocah terasa terngiang-ngiang di telinganya. Semua membisu dengan duka yang merambah dalam sanubari. Seakan-akan semut-semut yang merayap ikut merasakan pilu hati sang bunda.

Bunda, relakan kepergian anakmu. Hapuslah air matamu. Bunda, tabahkan hatimu bunda; Iringi ia dengan panjatan doa dan munajatmu yang tulus di hari-harimu; semoga di suatu saat nanti ia akan bersamamu dalam bahagia yang berhias canda dan ria.

Bunda, hapus luka hatimu. Ingatlah bahwa tidak ada sehelai daun yang jatuh di bumi, kecuali dengan izin-Nya. Demikianlah tidak ada jiwa yang lepas dari kandung badan, melainkan dengan ketetapan Rabb-mu. Bunda, pujilah Allah -Azza wa Jalla-, Rabb Yang Menciptakan segala sesuatu.

Yakinlah Bunda bahwa tidak sesuatu Dia tetapkan, sedang engkau ridho dan rela dengan ketentuannya, kecuali engkau akan disayangi. Bunda, relakanlah kepergian kasihmu dan buah hatimu. tidak ada kesedihan yang diiringi sabar, melainkan Allah ganti dengan kebahagiaan abadi nan indah.

Bunda, ketahuilah bahwa anakmu yang pergi akan menjadi tabungan kebaikan bagi di akhirat. Suka-duka yang engkau lalui akan terganti dengan bahagia yang berkepanjangan.

Ketahuilah bahwa Rabb-mu Yang Maha Mulia, Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุจู’ู„ููˆูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ูˆูŽุงู„ู’ุฌููˆุนู ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ุตู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ููุณู ูˆูŽุงู„ุซูŽู‘ู…ูŽุฑูŽุงุชู ูˆูŽุจูŽุดูู‘ุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุงุจูุฑููŠู†ูŽ (155) ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุฉูŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ (156) ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชูŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ (157) [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ/156ุŒ 157]

โ€œDan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: โ€œInna lillaahi wa innaa ilaihi raajiโ€™uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali)โ€œ. Mereka itulah yang mendapat sholawat (pujian) dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjukโ€. (QS. Al-Baqoroh : 156-157)

Al-Imam Abu Fidaโ€™ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna sholawat dalam ayat ini, โ€œMaknanya, pujian dari Allah atas mereka dan rahmat (kasih sayang)โ€. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/468)]

Ayat ini mengurai dua keutamaan yang akan engkau raih โ€“wahai Bunda- bila dikau bersabar dan yakin atas ketentuan Rabb-mu. Besarkanlah Rabb-mu, niscaya Dia akan membesarkan semangatmu dan lapangkanlah hatimu yang sempit. Pujilah Robb-mu Allah -Azza wa Jalla- atas segala kondisi, niscaya akan memujimu dan menolongmu di saat kau butuh kepada-Nya. Raga dan jiwamu, kasih dan cintamu adalah milik-Nya.

Di kala tidak dinyana olehmu, Dia mengambil milik-Nya yang selama ini menjadi impian dan buah hatimu, maka tabahkanlah hatimu dan sadarkan dirimu bahwa ia memang milik Rabb.

Bunda, sadarilah dari hati kecilmu bahwa Rabb masih menyayangimu. Kepergian si kecil bukanlah siksaan, akan tetapi kasih sayang datang menhampirimu. Bundaku sayang, disana ada suatu keutamaan yang agung sedang menanti dirimu sebagai buah kasih dari Allah Sang Maha Pencipta lagi Maha Pemurah.

Kali ini aku akan mengajakmu -wahai Bunda- untuk menelusuri taman-taman ilmu yang penuh keindahan dan kenyamanan demi melipur lara yang mendera kalbumu sayang. Taman-taman indah itu berupa hadits-hadits Nabimu -Shallallahu alaihi wa sallam-, Nabi yang amat penyayang kepadamu dan seluruh umatnya. Kini aku hadirkan di hadapanmu seuntai kumpulan hadits-hadits pelipur laramu, wahai Bunda.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุชูู‚ูŽุฏูู‘ู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ุชูŽุญู’ุชูŽุณูุจูู‡ูู†ูŽู‘ุŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ โ€ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู†ูŽู‘: ุฃูŽูˆู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ุฃูŽูˆู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู

Tidak ada seorang perempuan yang merelakan tiga orang anaknya, sedang ia mengharap pahala (di balik hal itu), kecuali ia akan ke dalam surga. Seorang wanita bertanya, โ€œApakah dua orang juga?โ€ Beliau bersabda, โ€œYa, dua orang jugaโ€. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/246). Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad (7357)]

Ulama Negeri Syam, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah- berkata,

โ€œBarangsiapa yang meninggal dua orang anaknya, maka ia akan masuk surga dan kedua anak itu akan melindunginya dari neraka. Hal itu tidaklah khusus bagi wanita, baik orang tua, mau pun anak. Karena adanya hadits-hadits yang banyak mencakup kedua jenis kelaminโ€. [Lihat Ash-Shohihah (6/399/no. 2680)]

Bunda, lihatlah keutamaan besar yang menanti dirimu. Adakah keutamaan yang kau idamkan selama ini melebihi surga? Tentunya tidak, wahai bunda. Karenanya, raihlah keutamaan besar ini dengan keikhlasan dan sikap tabahmu. Hapuslah air matamu dan senyumlah menatap janji yang agung ini.

Semua ini engkau dapatkan dari sisi Allah sebagai bentuk kasihnya kepadamu. Anak yang selama ini kau rawat dan kau kasihi, kini telah pergi agar ia menjadi tangga bagimu dalam meraih kasih sayang Allah.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูŠูŽู…ููˆุชู ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ุงู„ู’ุญูู†ู’ุซูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุจูููŽุถู’ู„ู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ูู…ู’

โ€œTak seorang muslim yang meninggal tiga orang anaknya yang belum mencapai masa baligh, kecuali Allah akan memasukkannya (yakni, orang tua) ke dalam surga dengan berkat rahmat-Nya (sayang-Nya) kepada mereka (yakni, anak-anak)โ€. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1381), An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (1873)Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1605)]

Saking sayangnya Allah kepada anakmu โ€“wahai Bunda- sampai anda pun sebagai orang tua dan perawatnya akan di masukkan bersama mereka dalam surga yang indah dan luas, insya Allah.

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hambaliy -rahimahullah- berkata, โ€œAllah menyayangi anak-anak kecil kaum muslimin dengan rahmat (kasih sayang) yang sempurna sampai Allah memberikan keutamaan kepada anak-anak itu, lalu orang-orang tua mereka masuk surga, karena keutamaan rahmat Allah iniโ€. [Lihat Tasliyah Nufus An-Nisaa’ wa Ar-Rijaal inda Faqd Al-Athfaal (hal. 18), karya Ibnu Rajab, cet. Mathobi’ Al-Humaishiy, 1420 H]

Anak-anak muslim yang meninggalkan orang tuanya menuju Allah, akan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya, sebab anak-anak itu akan Allah masukkan ke surga. Mereka siap menyambut orang tuanya dengan penuh kebahagiaan di depan surga.

Abu Sinan Kholid bin Ghollaq Al-Qoisiy -rahimahullah- berkata,

ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ: ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽุงุชูŽ ู„ููŠูŽ ุงุจู’ู†ูŽุงู†ู ููŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูุญูŽุฏูู‘ุซููŠ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจูุญูŽุฏููŠุซู ุชูุทูŽูŠูู‘ุจู ุจูู‡ู ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ุนูŽู†ู’ ู…ูŽูˆู’ุชูŽุงู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ุตูุบูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุฏูŽุนูŽุงู…ููŠุตู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ูŽู‘ู‰ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจูŽูˆูŽูŠู’ู‡ู ููŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุจูุซูŽูˆู’ุจูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ุขุฎูุฐู ุฃูŽู†ูŽุง ุจูุตูŽู†ูููŽุฉู ุซูŽูˆู’ุจููƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงู‡ูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฏู’ุฎูู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ

โ€œAku pernah katakan kepada Abu Hurairah, โ€œSesungguhnya ada dua orang anakku telah meninggal. Apakah anda bisa menceritakan kepadaku tentang sebuah hadits yang dapat membuat hati senang tentang orang-orang yang telah meninggalโ€. Beliau berkata, โ€œYa, ada. Anak-anak kecil mereka adalah jentik-jentik surga. Seorang diantara mereka akan menyambut bapaknya atau kedua orang tuanya seraya memegang pakaiannya atau tangannya sebagaimana aku memegang ujung pakaianmu ini. Anak itu tidak berhenti (dari memegangnya) sampai Allah memasukkannya ke dalam surga bersama ayahnyaโ€. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (no. 2635)]

Al-Imam Abu Zakariyya An-Nawawiy -rahimahullah- berkata,

โ€œAsalnya jentik-jentik itu adalah binatang kecil di dalam air yang tidak meninggalkan air. Maksud hadits ini, bahwa anak kecil itu akan berada dalam surga, sedang ia tidak meninggalkannyaโ€. [Lihat Al-Minhaj (16/182)]

Sebuah keistimewaan yang amat besar bagimu kaum ibu, jika engkau bersabar dan merelakan anakmu diambil oleh Pemiliknya ke alam baqa. Anak itu akan menyambutmu dari semua pintu-pintu surga yang mereka inginkan.

Syarohbil bin Syufโ€™ah -rahimahullah- berkata,

โ€œUtbah bin Abd As-Sulamiy -radhiyallahu anhu- berkata, โ€œAku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

(ู…ุง ู…ู† ู…ุณู„ู… ูŠู…ูˆุช ู„ู‡ ุซู„ุงุซุฉ ู…ู† ุงู„ูˆู„ุฏ ู„ู… ูŠุจู„ุบูˆุง ุงู„ุญู†ุซ ุฅู„ุง ุชู„ู‚ูˆู‡ ู…ู† ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฌู†ุฉ ุงู„ุซู…ุงู†ูŠุฉ ู…ู† ุฃูŠู‡ุง ุดุงุก ุฏุฎู„)

โ€œTidaklah seorang muslim meninggal tiga orang anaknya yang belum mencapai baligh, kecuali mereka (anak-anak itu) akan menyambutnya dari pintu-pintu surga yang delapan, dari pintu mana saja ia hendak masukโ€. [Ibnu Majah dalam As-Sunan (1604) dan Ahmad dalam Al-Musnad (4/183). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 17639)]

Perhatikanlah baik-baik bahwa anak kesayanganmu โ€“wahai bunda- tidak merelakan dirimu masuk ke dalam neraka sampai mereka memberikan syafaat bagi di sisi Allah. Mereka tidak mau masuk surga sampai kalian menyertainya ke surga sebagaimana kalian dahulu bersusah payah di dunia menyertainya semasa kecil, tanpa kenal capek dan penat. Wahai kaum ibu, kalianlah di dunia yang bersabar mengandung mereka dan membawanya kesana-kemari.

Tiba saatnya Allah memanggil mereka dan mencabut nyawanya, maka bersabarlah, karena anak-anakmu yang mendahuluimu tidak akan sia-sia di sisi Allah. Mereka akan menyertai dan mengantar kalian ke surga dengan penuh rasa kasih dan sayang.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูู„ู’ูˆูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู: ุงุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ โ€ . ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ: ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูŽ ุขุจูŽุงุคูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชูู†ูŽุง โ€œุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ููŽูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ โ€œุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘: ู…ูŽุง ู„ููŠ ุฃูŽุฑูŽุงู‡ูู…ู’ ู…ูุญู’ุจูŽู†ู’ุทูุฆููŠู†ูŽ ุŒ ุงุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ โ€œุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ย โ€ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ: ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ุขุจูŽุงุคูู†ูŽุง (3) โ€œุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุงุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุขุจูŽุงุคููƒูู…ู’ โ€œ

โ€œDikatakan kepada anak-anak kecil pada hari kiamat, โ€œMasuklah kalian ke surgaโ€. Beliau bersabda, โ€œMereka pun berkata, โ€œWahai Rabb-ku, (saya tidak mau) sampai bapak dan ibu kami masuk surgaโ€. Beliau bersabda, โ€œLalu mereka (para orang tua) datangโ€. Beliau bersabda, โ€œAllah -Azza wa Jalla- berfirman, โ€œKenapa aku lihat mereka (anak-anak kecil itu) itu ngambek? Masuklah kalian (anak-anak kecil) ke dalam surgaโ€. Beliau bersabda, โ€œMereka pun berkata, โ€œWahai Rab-ku, orang tua kami?โ€ Beliau bersabda, โ€œAllah berfirman, โ€œMasuklah kalian bersama orang tua kalian!!โ€ [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/105). Hadits ini dikatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 16971), “Sanadnya jayyid (baik)”.]

Bunda yang tersayang, masa-masa indah bersama si kecil memang susah dilupakan. Bagaimana tidak, sedang mereka adalah buah hati seorang ibu yang menantikan suasana yang terindah dalam hidupnya. tidak kenangan bersama si kecil, kecualia ia akan muncul di saat-saat kesendirian. Ia bagaikan permata indah penghias sanubari.

Kali ini aku akan mengajak bunda untuk menelusuri sebuah kisah yang pernah terjadi di zaman kenabian sebagaimana hal itu terjadi bagimu. Cobalah mengambil pelajaran darinya, niscaya engkau akan mendapati kesejukan di balik bimbingan Nabimu yang mulia, Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Qurroh bin Iyas Al-Muzaniy -radhiyallahu anhu- berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู†ูŽููŽุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽูููŠู‡ูู…ู’ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู„ูŽู‡ู ุงุจู’ู†ูŒ ุตูŽุบููŠุฑูŒ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ูู ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ู ููŽูŠูู‚ู’ุนูุฏูู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ููŽู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ููŽุงู…ู’ุชูŽู†ูŽุนูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุถูุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ู’ู‚ูŽุฉูŽ ู„ูุฐููƒู’ุฑู ุงุจู’ู†ูู‡ู ููŽุญูŽุฒูู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽููŽู‚ูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุงู„ููŠ ู„ูŽุง ุฃูŽุฑูŽู‰ ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู†ูŽูŠูู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ููŽู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุจูู†ูŽูŠูู‘ู‡ู ููŽุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ููŽุนูŽุฒูŽู‘ุงู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ููู„ูŽุงู†ู ุฃูŽูŠูู‘ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู…ูŽุชูŽู‘ุนูŽ ุจูู‡ู ุนูู…ูุฑูŽูƒูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ุชููŠ ุบูŽุฏู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽุงุจู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽุจูŽู‚ูŽูƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽูู’ุชูŽุญูู‡ู ู„ูŽูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู†ูŽุจููŠูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูŽู„ู’ ูŠูŽุณู’ุจูู‚ูู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ููŽูŠูŽูู’ุชูŽุญูู‡ูŽุง ู„ููŠ ู„ูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฐูŽุงูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ

โ€œNabi -Shallallahu alaihi wa sallam- jika duduk, biasanya ada beberapa orang diantara sahabatnya yang duduk bersamanya. Diantara mereka ada seorang lelaki yang memiliki anak kecil yang ia bawa di balik punggungnya, lalu ia pun mendudukkannya di depannya.

Kemudian anak itu mati. Akhirnya, lelaki itu enggan hadir dalam halaqoh (majelis), karena mengingat anaknya; ia bersedih (atas kematian) anaknya.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mencari-cari lelaki itu seraya bersabda, โ€œMengapa aku tidak pernah melihat fulan?โ€

Mereka (para sahabat) menjawab, โ€œWahai Rasulullah, anak kesayangannya yang pernah anda lihat, telah meninggal duniaโ€.

Kemudian orang itu pun ditemui oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- seraya menanyainya tentang anak kesayangannya. Lelaki itu mengabarkannya kepada beliau bahwa ia telah meninggal dunia. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pun menghiburnya seraya bersabda,

โ€œWahai fulan, Manakah yang lebih engkau senangi: engkau bersenang-senang dengannya sepanjang umurmu ataukah esok hari engkau tidak mendatangi sebuah pintu diantara pintu-pintu surga, kecuali engkau akan mendapatinya; anakmu telah mendahuluimu ke pintu itu, siap membukakan pintu bagimuโ€

Orang itu berkata, โ€œWahai Nabi Allah, bahkan ia mendahuluiku ke pintu surga, lalu ia membukakan surga untukku adalah aku lebih senangโ€.

Beliau bersabda, โ€œItulah untukmuโ€. [HR. An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (2088). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ahkam Al-Jana’iz (hal. 205)]

Di dalam hadits ini terdapat sebuah permata faedah yang amat berharga bahwa seorang yang memiliki satu orang anak kecil yang meninggal akan mendapatkan syafaat dari anaknya untuk masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู‹ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ุงู„ู’ุญูู†ู’ุซูŽ ุŒ ูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู‡ู ุญูุตู’ู†ู‹ุง ุญูŽุตููŠู†ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑู’ุฏูŽุงุกู : ู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ู’ุชู ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูุจูŽูŠูู‘ ุจู’ู†ู ูƒูŽุนู’ุจู ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฐูุฑู ุณูŽูŠูู‘ุฏู ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽู‘ุงุกู : ู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ู’ุชู ูˆูŽุงุญูุฏู‹ุง ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽูˆูŽุงุญูุฏูŒ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุฐูŽุงูƒูŽ ูููŠ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุตูŽุฏู’ู…ูŽุฉู.

โ€œBarangsiapa yang merelakan tiga orang anaknya yang belum mencapai masa baligh, maka mereka (anak-anak yang mati) itu akan menjadi benteng yang kokoh baginya dari api nerakaโ€.

Abud Dardaโ€™, โ€œAku telah merelakan dua orang anakkuโ€. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, โ€œDua orang jugaโ€.

Ubay bin Kaโ€™ab Abul Mundzir Penghulu para qurroโ€™ berkata, โ€œAku telah merelakan satu orang anakkuโ€. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, โ€œSatu orang juga. Namun itu semua di awal guncangan (musibah)โ€. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (1/429), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (1061) dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1606). Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (4077)]

Ketahuilah bahwa semua janji dan keutamaan yang disebutkan dalam hadits-hadits ini akan didapatkan oleh seseorang bila ia bersabar dan mencari pahala di awal ia mengalami musibah itu. Bunda, bersabarlah dan haraplah rahmat Rab-mu Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Hapuslah duka laramu dengan menanti kebahagiaan abadi di sisi Rabb-mu. Buah hati yang telah tiada, kini menjadi kebaikan bagimu di sisi Allah. Ia akan menyambutmu dan membimbingmu ke dalam taman-taman surga.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

โ€œู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽุฑูŽุทูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชููŠุŒ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ โ€ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู: ุจูุฃูŽุจููŠุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽุฑูŽุทูŒ ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽุฑูŽุทูŒ ูŠูŽุง ู…ููˆูŽููŽู‘ู‚ูŽุฉู โ€œ

โ€œBarangsiapa yang memiliki dua pendahulu (yakni, anak kecil yang meninggal) dari kalangan umatku, maka ia akan masuk surgaโ€. Aโ€™isyah berkata, โ€œBapakku sebagai tebusanmu, apakah orang yang memiliki seorang pendahulu (yakni, seorang anak yang mati mendahuluinya) juga (akan masuk surga)?

Beliau bersabda,. โ€œOrang yang memiliki seorang pendahulu (yakni, seorang anak yang mati mendahuluinya) juga (akan masuk surga), wahai wanita yang diberi taufiqโ€. [HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (1062) dan Ahmad dalam Al-Musnad (1/334) dari Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma-. Hadits ini dinilai hasan li ghoirih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (3098)]

Sang ayah pun tidak perlu bersedih kala ditinggal mati oleh sang kekasih (istri) yang mati bersama buah hatinya saat melahirkan. Ketahuilah bahwa mereka akan mendapatkan tempat kemuliaan di sisi Allah. Bersabarlah โ€“wahai sang bapak- di saat mereka meninggalkan untuk menghadap Rabb-nya.

Disinilah seorang ibu tidak perlu merasa takut mati saat melahirkan anaknya.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda saat menyebutkan salah satu diantara orang-orang yang mati syahid, beliau menyebutkan wanita yang meninggal bersama bayinya saat melahirkan, dalam sabdanya,

ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ููŽุณูŽุงุกู ูŠูŽุฌูุฑูู‘ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ูŽุง ุจูุณูุฑูŽุฑูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

โ€œWanita nifas akan ditarik oleh anaknya (yang meninggal bersamanya) dengan tali pusarnya ke dalam surgaโ€. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/489) & (5/328). Dinilai hasan-shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (1396)]

Surga adalah sebuah janji bagi para ibu yang merelakan anaknya pergi, tanpa keluh kesah. Bahkan ia berbaik sangka kepada Allah bahwa pasti Allah akan memberikan balasan yang terbaik.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

โ€ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุซู’ูƒูŽู„ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุตูู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ููŽุงุญู’ุชูŽุณูŽุจูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูย  ูˆูŽุฌูŽุจูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู โ€œ

โ€œBarangsiapa yang kematian tiga orang anak kandungnya, lalu ia pun mengharapkan pahalanya kepada Allah -Azza wa Jalla-, maka telah pasti baginya surgaโ€. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/144) Syu’aib Al-Arna’uth menyatakan hadits ini shohih dalam Takhrij Al-Musnad (17298)]

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ุงู„ู’ุญูู†ู’ุซูŽ ุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุฏู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุนูŽุงุจูุฑูŽ ุณูŽุจููŠู„ู ูŠุนู†ูŠ ุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฒูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ุตุฑุงุทู

โ€œBarangsiapa yang kematian tiga orang anaknya yang belum mencapai masa baligh, maka ia tidak akan mendatangi neraka, kecuali sekedar melintasi jalan, yakni melewati shirot (jembatan)โ€. [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir sebagaimana dalam Majma’ Az-Zawa’id (3/7) dari Abdur Rahman bin Basyir Al-Anshoriy -radhiyallahu anhu-. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Shohih At-Targhib (2001)]

Anak kecil yang meninggal semasa belum baligh akan menjadi perisai (pelindung) bagi orang tuanya dari sengatan api neraka. Subhanallah, sungguh sebuah kemuliaan bagi para orang tua yang ditinggal mati oleh anaknya yang tercinta.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ยซู„ุง ูŠู…ูˆุชู ู„ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุซู„ุงุซุฉูŒ ู…ู† ุงู„ูˆูŽู„ูŽุฏ ููŠุญุชุณูุจูู‡ู… ุŒ ุฅู„ุง ูƒุงู†ูˆุง ู„ู‡ ุฌูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑูุŒ ูู‚ุงู„ุช ุงู…ุฑุฃุฉ ุนู†ุฏ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ุฃูˆ ุงุซู†ุงู† ุŸ ู‚ุงู„ : ุฃูˆ ุงุซู†ุงู†ูยป

โ€œTidaklah seorang diantara kaum muslimin kematian tiga orang anaknya, lalu ia mengharapkan pahala dengannya, kecuali mereka (anak-anak) itu akan menjadi perisai (pelindung) baginya dari api nerakaโ€. Seorang wanita di sisi Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bertanya, โ€œApakah dua orang juga?โ€ Beliau jawab, โ€œYa, dua orang anak jugaโ€. [Malik dalam Al-Muwaththo’ (no. 162) dari Abun Nadhr As-Sulamiy -radhiyallahu anhu-. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Abdul Qodir Al-Arna’uth –rahimahullah– dalam Takhrij Jami’ Al-Ushul (no. 7364)]

Bunda, mungkin engkau bersedih karena memikirkan anakmu di akhirat. Siapakah yang akan memeliharanya? Ketahuilah anakmu tidak akan di sia-siakan oleh Allah -Azza wa Jalla-. Dia akan dipelihara oleh Kholilullah (Kekasih Allah), Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽุฑูŽุงุฑููŠูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ูŠูŽูƒู’ููู„ูู‡ูู…ู’ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู.

โ€œSesungguhnya anak-anak kaum mukminin akan dipelihara oleh Nabi Ibrahim โ€“alaihis salam- di dalam surgaโ€. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/326), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (1826), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2/370/no. 3399) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqo (40/414). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (603)]

Bunda, itulah berbagai keutamaan yang menanti dirimu yang telah merelakan si buah hati menghadap kepada Allah, Pemilik hakiki baginya. Anak itu hanyalah titipan bagimu di dunia sekaligus ujian bagimu apakah engkau bersabar atau tidak dalam menjalani takdir dan ketetapan Rabb-mu. Bunda, hapuslah air matamu, hapus lara hatimu. Semoga Allah mengumpulkanmu kembali bersama buah hatimu yang tersayang. Tabahkan hatimu โ€“wahai Bunda-, niscaya engkau akan meraih kebaikan yang banyak di sisi Allah, insya Allah -Taโ€™ala-.

Rabb-mu telah berfirman dalam memberikan janji kepadamu,

ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุจู’ู„ููˆูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ูˆูŽุงู„ู’ุฌููˆุนู ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ุตู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ููุณู ูˆูŽุงู„ุซูŽู‘ู…ูŽุฑูŽุงุชู ูˆูŽุจูŽุดูู‘ุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุงุจูุฑููŠู†ูŽ (155) ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุฉูŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ (156) ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชูŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ (157) [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ/156ุŒ 157]

โ€œDan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: โ€œInna lillaahi wa innaa ilaihi raajiโ€™uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali)โ€œ. Mereka itulah yang mendapat sholawat (pujian) dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjukโ€. (QS. Al-Baqoroh : 156-157)

Semoga risalah ringkas menjadi penyejuk hati di kala susah dan pelipur lara bagimu wahai kaum ibu yang ditinggal buah hatinya. Wa shollallahu ala nabiyyina wa ash-habihi ajmaโ€™in. Wassalam alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

[Dari Saudaramu yang sayang dan prihatin, Al-Ustadz Abu Fa’izah Al-Bughisiy, Pengajar di Pesantren Al-Ihsan, Gowa Sulsel serta Penulis dan Penasihat di http://www.pesantren-alihsan.com][1]


[1] Tulisan dan risalah ini kami tulis terinspirasi saat usai mendengarkan sebuah nasihat ringkas yang disampaikan Ustadz dan Guru kami, Al-Ustadz Ibnu Yunus โ€“hafizhohullah- saat menguburkan keponakan kami, Ubaidur Rahman. Di dalamnya beliau membawakan sejumlah hadits yang kami bawakan sebagiannya di dalam risalah ini.

http://salafybpp.com/index.php/nasehat/150-bunda-relakan-kepergian-anakmu

Oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Faโ€™izah โ€“hafizhahullah-

2 respons untuk โ€˜Bunda, Relakan Kepergian Anakmu (Risalah Pelipur Lara bagi Orang yang Kehilangan Buah Hati)โ€™

  1. 'Aisyah ummu ibrohim berkata:

    Bismillah
    serasa nasehat ini ditujukan kepada ana, betapa pedih rasanya saat ‘Aisyah as sughro meninggalkan kehidupan kami ketika usianya masih bayi..
    semoga kami benar-benar mendapat balasan indah seperti yang telah diuraikan di artikel di atas.^berkaca-kaca^
    amin…

    • catatanmms berkata:

      Aamiin,.. Allahuma Aamiin,..
      sabar yaa umm,..
      semoga Allah menggantikannya yang lebih indah,.
      Ingatlah bahwa tidak ada sehelai daun yang jatuh di bumi, kecuali dengan izin-Nya. Demikianlah tidak ada jiwa yang lepas dari kandung badan, melainkan dengan ketetapan Rabb. pujilah Allah -Azza wa Jalla-, Rabb Yang Menciptakan segala sesuatu.

      bahwa tidak sesuatu Dia tetapkan, sedang engkau ridho dan rela dengan ketentuannya, kecuali engkau akan disayangi. relakanlah kepergian kasihmu dan buah hatimu. tidak ada kesedihan yang diiringi sabar, melainkan Allah ganti dengan kebahagiaan abadi nan indah.

      Baarakallahu fiik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s