Hukum Menghilangkan Rambut di Tangan dan Kaki

 

 

 

Bolehkah seseorang menghilangkan rambut yang tumbuh di kedua lengan dan kakinya?

Jawab:

 

Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin  menjawab, Continue reading

Advertisements

Masalah Seorang yang Meninggalkan Sholat tanpa Udzur/Alasan yang benar Apakah Disyariatkan Baginya untuk Mengganti

As Sunnah Madiun

بسم الله الرحمن الرحيم

(sebagian besar dari pembahasan ini diambil dari kitab Imam Ibnul Qoyyim الصلاة)
Masalah ini diperselisihkan oleh para ulama.
Pendapat I : wajib baginya mengganti/meng –qodho sholat yang ditinggalkannya dan apa yang dia lakukan untuk mengganti ini tidak menghilangkan dosanya ketika meninggalkan sholat kecuali kalau Allah subhanahu wa ta’ala mengampuninya. Ini adalah pendapat Malik, Syafi’I, Ahmad, dan Abu Hanifah.
Pendapat II : tidak bisa diganti. Ini adalah pendapat Hasan Al Basri, Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah, dll.
Ibnul Qoyyim berkata bahwa mereka (kedua pendapat di atas) tidak berselisih tentang wajibnya ¬taubat yang jujur/nashuh namun yang diperselisihkan disini adalah apakah termasuk dari kesempurnaan taubat dengan mengganti sholat yang telah ditinggalkan atau tidak perlu dan tidak bisa diganti.
Diantara dalil pendapat I
1. Hadits shahih yang menjelaskan bahwa orang yang tertidur atau terlupa dari suatu sholat maka waktu sholat bagi mereka adalah ketika terjaga atau teringat.. Kedua jenis orang ini…

View original post 1,098 more words

Menundukkan Pandangan

As Sunnah Madiun

بسم اله الرحمن الرحيم

Kita semua mengetahui bahwa semakin hari kerusakan moral dan kemaksiatan semakin parah. Diantara yang menonjol adalah perzinaan. Diantara sebab terbesar terjadinya zina adalah ditinggalkannya salah satu ajaran Islam yang mulia yaitu menundukkan pandangan.

Beberapa dalil perintah menundukkan pandangan
Firman Allah (artinya) : “Katakanlah (wahai nabi)kepada orang –orang beriman laki – laki agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan agar mereka menjaga kemaluan mereka karena yang demikian lebih menyucikan (qalbu dan agama mereka). Sesungguhnya Allah tahu apa yang mereka lakukan” (An Nur 30). Dalam ayat berikutnya Allah juga memerintahkan kepada kaum wanita yang beriman untuk menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.
Ibnu Katsir,seorang ahli tafsir besar yang bermadzhab Syafi’i,menjelaskan bahwa pandangan mata merupakan sebab besar bagi rusaknya qalbu sebagaimana mutiara kata dari kaum salaf ‘Pandangan mata adalah panah beracun yang menghujam ke dalam qalbu’. Beliau juga mengatakan bahwa perintah di atas sebagai bentuk kecemburuan Allah…

View original post 1,264 more words

Bolehkah Bekerja Dengan Orang kafir dan Bolehkah Menjadi Pembantu / Pelayan Mereka?

Pertanyaan:

Apakah dibolehkan bagi seorang muslim untuk menjadi pembantu orang non-muslim? Dan bila dibolehkan, bolehkah menyajikan makanan untuk mereka pada siang hari bulan Ramadhan?

Al-Lajnah menjawab:

Islam adalah agama yang toleran dan mudah. Bersamaan dengan itu, Islam adalah agama yang adil. Hukum seorang muslim menjadi pembantu bagi orang kafir, berbeda sesuai dengan tujuannya. Bila tujuannya adalah syar’i, dengan mewujudkan hubungan baik antara dia dengan orang kafir itu sehingga dia bisa mendakwahinya kepada Islam dan menyelamatkannya dari kekafiran dan kesesatan, ini adalah tujuan yang mulia. Dan di antara kaidah yang telah tetap dalam syariat ini: “Sarana-sarana hukumnya seperti hukum tujuannya.” Continue reading

Seputar Wanita: Hukum Wanita Bekerja Diluar Rumah, Harus Berhijab didepan Majikannya, Pekerjaan Apa saja Yang Boleh Ditekuni Seorang Wanita.

Pertanyaan:

Saya bekerja dari pukul 07.00-13.00 WIB dan saya biasa berangkat kerja sendiri. Suami saya bekerja mulai pukul 08.00 WIB. Yang ingin saya tanyakan:
a.    Selama 1 jam setelah saya berangkat kerja, di rumah hanya ada suami dan pembantu yang ditemani anak-anak saya yang masih kecil. Apakah hal ini dibolehkan oleh syariat?
b.    Apakah dengan menitipkan anak selama saya bekerja termasuk menyia-nyiakan tanggung jawab saya sebagai seorang ibu?
c.    Apakah benar tindakan suami saya yang membiarkan saya bekerja di luar rumah?
Saya sangat mengharapkan jawaban agar saya tidak terlampau jauh terjerumus dalam kemaksiatan.
(Ummu Fulan – Jakarta) Continue reading

Bolehkah Menggabungkan Dua Niat Dalam Satu Shalat?

Bolehkah memadukan dua shalat dengan satu niat, seperti sunnah wudhu dan tahiyyatul masjid?

 

Jawab:

Fatwa Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Yang lebih baik adalah masing-masing niat diberi haknya dari shalat, tahiyyatul masjid 2 rakaat dan sunnah wudhu 2 rakaat. Adapun ketika melakukan satu ibadah dengan diringi tambahan satu niat (yang lain), yakni menjadi dua niat, maka ini ditulis baginya niat amal selebihnya. Dan amal kebaikannya ini dilipatgandakan 10 kali lipat (bahkan) sampai 100 hingga 700 kali lipat. Allah subhanahu wata’ala melipatgandakan bagi siapa yang Allah subhanahu wata’ala kehendaki. Continue reading

Fatwa Ulama Tentang Boneka Berbentuk Makhluk Hidup: Hukum membeli Boneka, Hukum Menggunakan Kartu Bergambar, Adakah Perbedaan Antara Membeli dengan Membuat Boneka, Adakah Pengecualian Untuk Anak-anak.

1. Ada beragam boneka, di antaranya yang terbuat dari kapas yang memiliki kepala, dua tangan, dan dua kaki. Ada pula yang sempurna menyerupai manusia. Ada yang bisa bicara, menangis, atau berjalan. Lalu apa hukum membuat atau membeli boneka semacam itu untuk anak-anak perempuan dalam rangka pengajaran sekaligus hiburan?

 

Jawab:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin menjawab:

“Boneka yang tidak detail bentuknya menyerupai manusia/ makhluk hidup (secara sempurna) namun hanya berbentuk anggota tubuh dan kepala yang tidak begitu jelas maka tidak diragukan kebolehannya dan ini termasuk jenis anak-anakan yang dimainkan Aisyah. Continue reading

Hukum Wanita Mengobati Laki-Laki dan Sebaliknya

Apakah di dalam Islam dibolehkan seorang wanita mengobati laki-laki yang bukan mahramnya? Bagaimana pula sebaliknya, seorang wanita berobat kepada dokter laki-laki?
(Akhawat, Jateng)

Jawab:

Bila memang keadaannya darurat dan di sana tidak ada orang lain yang dapat mengobati laki-laki tersebut, maka dibolehkan bagi seorang wanita untuk mengobatinya, dengan dalil hadits ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, ia berkata,
كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللهِ n نَسْقِي وَنُدَاوِي الْجَرْحَى وَنَرُدُّ الْقَتْلَى إِلَى الْمَدِيْنَةِ
“Kami (para wanita) pernah ikut dalam satu peperangan bersama Nabi. Tugas kami adalah memberi minum kepada mujahidin, mengobati orang-orang yang luka, dan mengembalikan orang-orang yang terbunuh ke Madinah.”
(Sahih, HR. al-Bukhari no. 2882, 2883)

Continue reading

Pakaian Panjang Wanita yang Terkena Najis, Bolehkah Dipakai shalat?

Termasuk kebiasaan para wanita (yang berpegang dengan aturan syariat), mereka mengenakan pakaian yang panjang sehingga dimungkinkan bagian bawah pakaiannya terkena najis atau kotoran ketika si wanita berjalan di jalanan. Bila demikian keadaannya apakah mereka boleh shalat mengenakan pakaian tersebut?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Continue reading

Hukum Seputar Kuburan: Haruskah Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan, Hukum Membangun Kuburan, Hukum Membaca Al-Qur’an Di Kuburan, Hukum Berdo’a Jama’ah Kuburan, Hukum adzan Dan Iqomat Ketika Meletakkan Jenazah ke Liang Kubur, Hukum Shalat Di Masjid yang Ada Kuburan

Apakah melepas sandal waktu di kuburan itu sunnah atau bid’ah?

 

Jawab:

 

Disyariatkan bagi yang masuk kuburan untuk melepas kedua sandalnya, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Basyir bin Al-Khashashiyyah, ia mengatakan:

Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

يَا صَاحِبَ السَبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِ سَبْتِيَّتَيْكَ

“Hai pemakai dua sandal tanggalkan kedua sandal kamu!” Continue reading