Nasihat Guru kami untuk Kaum Salafiyin Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) Rabbil ‘alamin, shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad yang merupakan sebaik-baik makhluk dan yang paling mulianya serta yang sangat indah akhlaknya diantara mereka, Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menyanjung Beliau dengan firmanNya:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ (4)
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berada diatas akhlak yang agung”.
Dan juga berfirman:
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حولك (159)
“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. Continue reading
Advertisements

Pondasi Aqidah Pertama yang Wajib dipelajari setiap Muslim (mengenal Rabbnya)

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji hanya bagi Allah, dan shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Amma ba’du.

Jika ditanyakan kepadamu siapakah Rabbmu?, maka jawablah; Rabbku adalah Allah dzat yang memeliharaku dan seluruh alam, dzat yang melimpahkan berbagai nikmat kepada seluruh makhluk. Dia lah yang aku ibadahi, tiada bagiku sesembahan kecuali hanya Dia. Sebagaimana firman Allah :

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“segala puji hanya bagi Allah Rabb seluruh alam”. [alfatihah:1]

dan segala sesuatu selain daripada Allah maka dia adalah alam, dan kita termasuk kedalam kategori alam tersebut. Continue reading

“Sebelum Anak Terlanjur Cerdas”

Abu Khaulah Zainal Abidin

Terlanjur cerdas ? Cerdas koq bisa terlanjur ? Bukankah setiap orang mendambakan anaknya cerdas ? Apalagi kata “terlanjur”   konotasinya jelek . -suatu yang tidak diharapkan-,  seperti;  terlanjur basahterlanjur jatuh, atauterlanjur menjadi bubur,

Anak cerdas, siapa tak mau ? Tetapi itu bukan segala-galanya. Terlebih kalau ia dijadikan dasar bagi segala pertimbangan, mengalahkan bekal-bekal hidup lainnya yang mutlak dimiliki setiap manusia. Apalagi jika yang dimaksud cerdas itu tak lebih dari sebentuk kemampuan menalar, memahami, dan menarik kesimpulan, atau sekedar mampu berpikir logis , menemukan dan memecahkan jawaban-jawaban matematis. Continue reading

[info] Daurah di Gatak, Sukoharjo (4 Nov 2012)

Dengan Mengharap Ridho Allah,

HADIRILAH Pengajian Islam Ilmiah

Dengan Tema: “ISTIQOMAH DI ATAS AL HAQ”

Bersama
Al Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al Maidaniy
(Alumni Yaman, Murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i)
Hari : Ahad
Tanggal : 19 Dzulhijjah 1433 / 4 November 2012
Waktu : Jam 08.30 WIB – Selesai
Tempat : Masjid Agung Gatak (Timur Stasiun Gawok)
.
Kajian ini UMUM, untuk Putra dan Putri
.
Penyelenggara:
Majelis Ta’im Difa’us Sunnah
Blimbing, Gtak, Sukoharjo
HP. 0856 4245 9588
.

InsyaAllah disiarkan secara langsung di http://radioahlussunnah.com 

sumber: http://alklateniy.wordpress.com/

Agar Engkau Tahu, Bahwa Istrimu Adalah Kenikmatan Yang Allah Karuniakan Kepadamu.

Ada seorang pemuda dari sebuah kabilah mencari seorang wanita untuk ia nikahi maka mereka (keluarganya) menyebutkan bahwa fulan dari kabilah fulan mempunyai anak-anak gadis yang cantik. Lalu pergilah sang pemuda itu ke sana untuk meminang salah satu gadis-gadis itu.  Maka keponakkan perempuan orang itu yang juga hidup di bawah pengasuhannya karena ayahnya meninggal, dia berkata kepada pamannya itu : “Wahai paman, saya berharap pemuda ini adalah bagian saya, karena di sini saya yang paling besar.” Maka pamannya memenuhi permintaan gadis ini.

Setelah menikah, ketika suaminya masuk menemuinya, ternyata gadis ini bukanlah seperti yang digambarkan kepadanya. Ia gadis yang tidak cantik dan pendek. Maka suaminya berketetapan hati untuk menceraikannya besok hari. Ia (sang suami) tidur di atas ranjang pengantin dengan menelantarkan istrinya dan membelakanginya. Ini merupakan ungkapan bahwa ia merasa tidak puas dengan istrinya. Continue reading

Meluruskan Pemahaman Tentang Puasa di Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Merupakan suatu kenikmatan yang besar yang telah Allah subhanahu wata’ala karuniakan kepada kaum muslimin, yaitu diberikan kesempatan untuk mendapatkan hari-hari yang telah dinyatakan oleh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai hari-hari yang terbaik jikalau seorang hamba melakukan amalan-amalan keta’atan didalamnya. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam at- Tirmidzi dari sahabat yang mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah disana terdapat hari-hari yang didalamnya dikerjakan amalan-amalan shalih, lebih dicintai di sisi Allah ta’ala melainkan sepuluh hari ini. Maka para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak pula jika seorang berjihad di jalan Allah?”, maka beliau menjawab : “Walaupun dia berjihad di jalan Allah, kecuali jika seorang yang pergi untuk berjihad dengan membawa jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan sesuatu apapun darinya.” Continue reading

Pelajaran Surat At Takatsur ( Bermegah – Megahan)

بسم الله الرحمن الرحيم

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
1. Bermegah – megah telah melalaikan kalian.
2. sampai kalian masuk kedalam kabur.
3. janganlah begitu!! Kelak kalian akan menhetahui.
4. dan janganlah begitu!! Kelak akan mengetahui ( akibat perbuatanmu itu).
5. Janganlah begitu !! jika kalia mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6. niscaya kalian benar – benar akan melihat neraka jahim
7. dan sesungguhnya kalian benar benar akan melihatnya dengan ‘ainul yakin
8. kemudian kalian pasti akan di tanyai pada hari itu tentang kenikmatan. Continue reading

Shalawat Nabi Antara Sunnah dan Bid’ah

Reblog dari http://kaahil.wordpress.com/2012/05/03/bagus-bacaan-teks-sholawat-nabi-cara-sholawatan-keutamaanfaedah-shalawat-nabi-yang-benardicontohkan-rosulullah-fitnah-sufi-tarekat-yang-mengatakan-bahwa-salafy-wahaby-anti-sho/

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal al-Bugisi)

 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!”
(al-Ahzab: 56) Continue reading

Hukum Dan Sejarah Tahlilan (Lengkap)

Reblog dari   http://kaahil.wordpress.com/2012/10/20/bagus-teks-doa-cara-bacaan-tahliltahlilan-sejarah-tahlilan-hukum-acara-tahlilan-hari-ke-7-40-100-dan-1000-bidah-tahlilan-dalam-islam-tahlilan-menurut-imam-syafii/

TEKS, DO’A, CARA BACAAN TAHLIL/TAHLILAN: Sejarah Tahlilan, Hukum Acara Tahlilan hari ke 7, 40, 100 dan 1000, Bid’ah Tahlilan dalam Islam, Tahlilan menurut Imam Syafi’i

Tahlilan adalah ritual/upacara selamatan yang dilakukan sebagian umat Islam, kebanyakan di Indonesia dan kemungkinan di Malaysia, untuk memperingati dan mendoakan orang yang telah meninggal yang biasanya dilakukan pada hari pertama kematian hingga hari ketujuh, dan selanjutnya dilakukan pada hari ke-40, ke-100, kesatu tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Ada pula yang melakukan tahlilan pada hari ke-1000.

Kata “Tahlil” sendiri secara harafiah berarti berizikir dengan mengucap kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” (tiada yang patut disembah kecuali Allah), yang sesungguhnya bukan zikir yang dikhususkan bagi upacara memperingati kematian seseorang.

Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata dalam salah satu kitabnya yang terkenal yaitu ‘Al Um’ (1/248):
“Aku membenci acara berkumpulnya orang (di rumah keluarga mayit –pent) meskipun tidak disertai dengan tangisan. Karena hal itu akan menambah kesedihan dan memberatkan urusan mereka.”
(Lihat Ahkamul Jana-iz karya Asy Syaikh Al Albani hal. 211) Continue reading

Apabilah Hari ‘Ied Bertepatan Dengan Hari Jum’at

oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan : Jika datang ‘Idul Fithri pada hari Jum’at apakah boleh bagiku untuk shalat ‘Id namun aku tidak shalat Jum’at, atau sebaliknya?

Jawab : Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘id berjama’ah bersama imam gugur darinya kewajiban menghadiri shalat Jum’at, dan hukumnya bagi dia menjadi sunnah saja. Apabila dia tidak menghadiri shalat Jum’at maka tetap wajib atasnya shalat zhuhur. Ini berlaku bagi selain imam. Continue reading

Apa Saja Doa yang Bisa Dibaca Dalam Tasyahud Akhir ?

 

Soal no 3: Apa saja doa yang bisa dibaca dalam tasyahud akhir ?

Ustadz Imam Syuhada Al Iskandar menjawab:

Doa-doa yang bisa dibaca di penghujung Tasyahhud Akhir Sebelum Salam, diantaranya:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya hidup dan mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (berbuat) dosa dan (terlilit) hutang.”

 (HR. Al-Bukhari 1/202 no.832 dan Muslim 1/412 no.589 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) Continue reading

Rekaman Daurah: Dengan Cinta Menepis Petaka

Dengan Cinta Menepis Petaka reblog dari http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/10/15/dengan-cinta-menepis-petaka/#more-2501

Berikut ini adalah rekaman daurah yang telah terselenggara pada:
– Hari : Sabtu – Ahad
– Tanggal : 29-30 September 2012
– Tempat : Masjid Zaadul Ma’ad, Ma’had Ibnul Qoyyim, Balikpapan
– Tema : Awas, Noda-Noda Hitam Menghapiri Ahlul Haq dan Dengan Cinta Menepis Petaka
– Pemateri : Al Ustadz ‘Abdurrahman Lombok dan Al Ustadz Ayip Syafruddin

Hukum – Hukum Yang Berkaitan Dengan Haid

Ada lebih dari dua puluh hukum yang terkait dengan haid ini. Kami sebutkan di antaranya yang kami pandang paling banyak di butuhkan, yaitu :

1. Shalat

Shalat diharamkan bagi wanita yang sedang haid  baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Demikian juga tidak wajib baginya (mengqadha) shalat, kecuali jika ada (sebelum haid) mendapati waktu untuk melakukannya seukurannya satu raka’at sempurna.

Contoh : seorang wanita mengalami haid sekitar waktu satu rakaat sesudah terbenam matahari. Maka wajib baginya jika sudah suci untuk mengqadha’ shalat magrib,karena di mendapati waktu shalat magrib seukuran satu rakaat sempurna sebelum dia mengalami haid. Continue reading