Agama Itu Nasehat : Silahkan di Download Daurah Para Asatidz ya akhwatifillah !!!


1. Daurah Al Ustadz Muhammad Afifuddin “Menyimpang Tanpa Sadar” mp3 di Masjid Itisham, 26 feb 2012

a. Download File Kajian 2 Al Ustadz Muhammad Afifuddin Menyimpang Tanpa Sadar mp3

1. Menyimpang Tanpa Sadar Ust. Affifudin Sesi 1
2. Menyimpang Tanpa Sadar Ust. Affifudin Sesi 2

sumber:  http://ash-shohihain.blogspot.com/2012/02/kajian-dauroh.html

b. Download File Kajian Al Ustadz Muhammad Afifuddin Bagaimana Meninggalkan Penyimpangan mp3

http://statics.ilmoe.com/kajian/users/jakarta/MANHAJ-AHLUSSUNNAH-WAL-JAMAAH/USTADZ-MUHAMMAD-AFIFUDDIN/Tanya-Jawab/Al-Ustadz-Muhammad-Afifuddin-Bagaimana-Meninggalkan-Penyimpangan.mp3

sumber:

http://www.ilmoe.com/5390/al-ustadz-muhammad-afifuddin-bagaimana-meninggalkan-penyimpangan-mp3.html

==================================================

2. Download kajian “Daurah sehari Bogor”

====================================================

3.  Dauroh Fikih Muamalah Sururiyah Hizbiyah

Download rekaman dauroh Fikih Muamalah Sururiyyah Hizbiyyah di Masjid Al-I’thisom, Sudirman, Jakarta pada hari Sabtu tanggal 04 Februari 2012 bersama Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi -hafizhahullaah- (Pengasuh Ma’had As-Sunnah Makassar).

 Sesi Tanya Jawab Hide Player | Play in Popup | Download
============================================================================

4. Link Download Dauroh Ustadz Luqman Ba’abduh di Tangerang Lengkap

1.Mengenal lebih Dekat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Nasehat
terkait Facebook:

http://statics.ilmoe.com/kajian/users/bandung/File-Titipan/Dauroh-Tangerang/Lebi\
h-Dekat-Mengenal-Rasulullah-Oleh-Ustadz-Luqman-Ba_abduh-Dauroh-Tangerang.mp3

2.Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Jam’iyyah Ihya’ At
Turats:

http://www.ilmoe.com/4144/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-1-mp3.html

http://www.ilmoe.com/4148/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-2-mp3.html

dari http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/5804
http://tauhiddansyirik.wordpress.com/2011/12/29/link-download-dauroh-ustadz-lukman-di-tangerang-lengkap/ 


===============================================================================

5. Download Kajian Dauroh Cileungsi ” Nasehat Untuk Ahlu Sunnah ” Ust.Affifudin

1 .Muqaddimah
2. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 1
3. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 2
4. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 3
5. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 4
6. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 5
7. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 6
7. Nasehat Untuk Ahlu Sunnah 7
8. Tanya Jawab 1, Ulama Sunnah Hadir di Majlis Hizbiyyah ?
9. Tanya Jawab 2

sumber:

 http://ash-shohihain.blogspot.com/2012/02/kajian-dauroh.html

==========================================================================

6. Berikut adalah kajian bersama Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy bertemakan Hajr Mubtadi’ Prinsip Mulia yang Ternoda yang diambil dari kitab al ‘Arba’una Haditsan fi Madzhabis Salaf karya Syaikh Ali Al Haddady, pada hari Senin 6 Februari 2012 di Ma’had Al Anshor Sleman.

 

Berikut link untuk mendowload kajiannya :

– Hajr Mubtadi’ Prinsip Mulia yang Ternoda_01 (9,00MB)

– Hajr Mubtadi’ Prinsip Mulia yang Ternoda_02  (7,90MB)

– Hajr Mubtadi’ Prinsip Mulia yang Ternoda_Tanya Jawab (1,90MB)

Barokallahu Fiikum

Sumber dari : atstsurayya.wordpress.com
http://taalim.wordpress.com/

==========================================================================

7. Rekaman dauroh Nasehat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Kematian di Masjid At-Taqwa Kauman, Matesih, Karanganyar pada hari Ahad tanggal 12 Februari 2012bersama Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i –hafizhahullaah– (Pengajar Ma’had Darussalaf, Sukoharjo).

Berikut adalah Link download kajiannya:

Nasehat Tentang Kematian | 17 mb

Sesi Tanya Jawab | 4,5 mb

Semoga Bermanfaat Barokallahu Fiikum

sumber dari : media salaf
http://taalim.wordpress.com/

Merenungi Kandungan Surat Al-`Ashr


Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar – benar dalam kerugian.Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran.”
(Qs. Al -`Ashr 1- 3 )

Surat Al -`Ashr ini adalah surat pendek yang terdiri dari tiga ayat, akan tetapi merupakan surat yang agung disebabkan kandungan makna yang sangat mendalam di dalamnya.Oleh karena itu Imam Asy Syafi`i Rahimahullahu Ta`aala pernah mengatakan berkaitan dengan surat ini ; “ Kalau seandainya manusia mentadaburi surat ini niscaya surat ini cukup bagi mereka.“
Maksud ucapan beliau adalah bahwa surat Al -`Ashr ini, cukup untuk mendorong manusia agar berpegang teguh kepada agama Allah . Bukan berarti mencukupi bagi mereka terhadap seluruh syariat-Nya akan tetapi dengan surat ini akan cukup menjadikan orang yang berakal ketika mendengar atau membacanya, akan berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari golongan yang merugi dengan cara menghiasai dirinya dengan sifat-sifatnya seperti yang tersebut didalamnya. Lebih daripada itu, surat ini juga merangkum sebab-sebab kebahagiaan secara menyeluruh dan mengandung pula peringatan dari Allah Ta`aala. Continue reading

Etika Memberi Nama Anak Dalam Islam

Pengantar;

Menanggapi e-mail dari seorang ikhwan tentang etika memberi nama dalam Islam, maka berikut kami susun makalah yang berkenaan dengan masalah yang dimaksud.

Kami mengira permasalahan ini sangat penting untuk diketahui oleh kaum muslimin dikarenakan banyaknya kaum muslimin yang masih asal-asalan atau salah dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka.

Akhirnya semoga makalah yang ringkas ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amiin.

Continue reading

Daurah di Masjid Itisham Jakarta, 26 februari 2012

Bismillaah…

Istiqomah diatas Al- Haq adalah jalan keselamatan…

Syaithan tidak akan membiarkan manusia berada dalam jalan kebenaran…

Segala makar dan tipudaya dikerahkan…

Dari cara yang kasar hingga halus yang melenakan…

Hingga tanpa sadar sekian dari umat ini telah menyimpang dari kebenaran

YANG HALAL JADI HARAM YANG SUBHAT JADI MASHLAHAT.

Dengan Mengharap RidhaNYA Serta Sebagai Nasehat bagi diri dan Umat

Hadirilah Daurah Ilmiyah !!!!

Tema: MENYIMPANG TANPA SADAR

Pemateri:  Ust Muhammad Afiffudin As Sidawy

Waktu: Ahad, 26 februari 2012. pukul 09.00 sd dzuhur

Tempat: Masjid Al-I’tisham, Jl. Jend Sudirman Jakarta Pusat

contact person: ridha 081316322048

Mau Tahu Kenapa Maulid Tidak Disyariatkan….?!


Perayaan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang anda ketahui adalah perayaan yang …

1.      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengamalkannya, begitu pula Al-Khulafa’ Ar-Rasiydun, para shahabat secara keseluruhan, tidak pula  para tabi’in sepeninggal mereka. Sedangkan mereka adalah orang yang paling mengerti dengan sunnah nabi-Nya, paling cinta kepada beliau, paling tunduk dan patuh terhadap syari’at yang dibawanya, dibandingkan generasi setelahnya. Kalau seandainya perayaan maulid termasuk dari kebaikan tentunya mereka akan mendahului kita dalam amalan ini. Continue reading

Kita Ikut Maulid atau Tidak yaa??

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?

Sesungguhnya di antara sesuatu yang paling wajib untuk diyakini oleh seorang mukmin adalah keimanan yang kuat dan pasti bahwa Allah subhanahu wata’ala sudah menyempurnakan syari’at ini dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, serta Allah ‘azza wajalla telah menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya kepada kita dengan diutusnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tidak boleh bagi seorang pun setelah meninggalnya Al-Musthafa (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) untuk menambah dan mengurangi tuntunan dan risalah yang sudah ditetapkan dalam syari’at agama ini. Continue reading

Adab-Adab Seorang Tholib Terhadap Dirinya Sendiri

بسم الله الرّحمان الرّحيم
‎آدَابُ الطَّالِبِ فِي نَفسِهِ

1. تطهيرُ القلبِ مِن كلِّ غشٍ و غلٍ و حسدٍ و سوءِ معتقدٍ أو خلقٍ ليصلُحَ بذالك لقبولِ العلمِ و حفظِه.

“Membersihkan hati dari kedengkian, dendam dan hasad serta jeleknya keyakinan atau akhlak agar dengan itu dapat menerima ilmu dan menghafalnya dengan baik.”

2. حسنُ النّيّةِ في طلبِ العلمِ بأن يقصدَ به وجهَ اللهِ تعالى و العملَ به و إحياءَ السّنّةِ و تنويرَ قلبِه و تحلِيَةَ باطنِه.
“Memiliki niat yang baik dalam tholabul ilmi dengan bertujuan meraih keridhoan Alloh Ta’ala dan mengamalkanya serta menghidupkan sunnah, menerangi hatinya dan mengisi batinnya.”

3. المبادرةُ إلى تحصيلِ العلمِ في وقتِ الشّبابِ, و لايغتر بخدعِ التّسويفِ و التَّأمِيلِ, فإنّ كلَّ ساعةٍ تُمضِي مِن عمرِه لا بَدَلَ لها و لا عِوَضَ.
“Bersegera untuk mencapai ilmu di waktu muda, jangan terpengaruh dengan tipuan orang-orang yang mengulur-ngulur (waktunya) karena setiap waktu yang telah lewat dari umur tidak ada penggantinya.”

4. أن يقنعَ مِن الوقتِ بما تيسّر و مِن اللِّباسِ بما تيسّر مثله و إن كان خَلِقًا, فبالصّبرِ على ضيقِ العيشِ ينالُ سعةَ العلمِ.
“Merasa cukup dengan makanan yang didapat dan pakaian yang dimiliki meski telah usang.
Kesabaran atas kesulitan hidup akan meraih keluasaan ilmu.”

5. أن يقسّمَ أوقاتِ ليلِه و نهارِه, و يغتنم ما بقي مِن عُمرِه فإنّ بقيةَ العُمرِ لا قيمةَ له. و أجوَدُ الأوقاتِ للحفظِ الأسحارُ و للبحثِ الأبكارُ و للكتابةِ وسطُ النّهارِ و للمطالعةِ و المذاكرةِ اللّيلُ.
“Membagi waktu malamnya dan siangnya, serta memanfaatkan sisa umurnya, sebab umur yang tersisa itu tiada taranya.
Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur (menjelang subuh), dan untuk mempelajari sesuatu adalah pagi-pagi, adapun untuk menulis adalah pertengahan siang sedang untuk menela’ah dan mengulang pelajaraan adalah malam hari.”

6. أن يقلّلَ مِن نومِه مالم يلحقه ضررٌ في بدنِه و ذِهنِه لا يزيد في نومِه في اليومِ و اللّيلةِ عن ثمانِ ساعاتٍ.
“Mengurangi waktu tidur selama tidak membahayakan badan dan pikirannya, (hendaknya) waktu tidur tidak lebih dari delapan jam sehari dan semalam.”

7. من أعظمِ الأسبابِ العينةِ على الإشتغالِ بالعلمِ و الفهمِ و عدمِ الملالِ, أكلُ القدرِ اليَسِيرِ مِن الحلالِ لأنّ كثرةَ الأكلِ جالبةٌ لكثرةِ الشُّربِ و كثرتِه جا‎ ‎لبةٌ للنّومِ و البَلادَةِ.
“Diantara sebab terbesar yang dapat membantu agar (selalu) sibuk dengan ilmu dan tidak bosan ialah makan dengan kadar yang ringan dari yang halal, karena banyak makan dapat mendorong untuk banyak minum kemudian menyebabkan banyak tidur dan kebodohan.”

8. أن يأخدَ نفسَه بالو‎ ‎ر‎ ‎عِ في جميعِ شأنِه و يتحرّى الحلالَ في طعامِهشرابِه و لباسِه و مَسكَنِه.
“Menumbuhkan sikap waro’ dalam segenap urusannya dan berusaha agar makanannya, minumannya, pakaiannya dan tempatnya (senantiasa) halal.”

9. يَنبَغِي لطالبِ العلمِ أن لا يُخالِطَ إلا مَن يُفِيدُه أو يَستَفِيدُ مِنه.
“Seorang tholabul ilmi sepatutnya tidak bergaul kecuali dengan orang yang dapat memberinya faedah atau dapat mengambil faedah darinya.”

10. أن يجتنبَ اللَّعِبَ و العَبَثَ و التَّبَذُّلَ في المجالسِ بالسُّخفِ و الضَّحكِ. و لا بأس أن يريحَ نفسَه و قلبَه و بصرَه بتَنَزُّهٍ في المُتَنَز‎ ‎ِّهاتِ, و لابأس بمعاناةِ المشيِ و رياضَةِ البدنِ به.
“Menjauhi perkara yang sia-sia dan main-main serta majlis-majlis yang dipenuhi dengan tertawa dan hal yang tiada guna. Tidak mengapa untuk menghibur jiwa,hati dan pandangannya dengan bertamasya ke suatu tempat, tidak mengapa pula menyegarkan kaki dan berolah raga badan.”

{( مِن هديِ السّلفِ فِي طلبِ العلمِ, بصفحة 47– 55 )}‎

Disusun oleh: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary (Ahad, 05-Agustus-2007)

http://www.adhwaus-salaf.or.id/ dicopy dari darussalaf.or.id

http://belajarmanhajsalaf.wordpress.com/2011/09/24/adab-adab-seorang-tholib-terhadap-dirinya/

Keluarnya Wanita dan Kemungkaran dalam Pemilu

Oleh: Ummu ‘Abdillah bintu Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iyyah

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu berkata (337/9):

Farwah bin Abil Maghra’ telah mengabarkan kepada kami, dia berkata: ‘Ali bin Mushir telah mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari bapaknya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

خرجت سودة بنت زمعه ليلا، فرآها عمر؛ فعرفها فقال: إنَّك والله يا سودة ما تخفين علينا؛ فرجعت إلى النَّبيِّ صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم فذكرت ذلك له وهو في حجرتي يتعشّى، وإنَّ في يده لعرقًا؛ فأنزل الله عليه فرفع عنه وهو يقول: قَدْ أَذِنَ اللهُ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَوَائِجِكُنَّ

Pada suatu malam Saudah bin Zam’ah keluar. ‘Umar melihatnya dan mengenalinya. Dia berkata: ‘Demi Allah, sesungguhnya engkau wahai Saudah tidak tersamar bagi kami.’ Maka Saudah kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menyebutkan hal itu kepada beliau yang sedang makan malam di kamarku. Di tangan beliau ada tulang yang sebagian besar dagingnya telah diambil. Maka turunlah wahyu kepada beliau, lalu diangkatlah wahyu itu dari beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sungguh kalian telah diizinkan untuk keluar karena hajat kalian.’” Continue reading