Medan Perlombaan

Al Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullahu berkata :
“Wahai anak Adam, jika engkau melihat manusia berada dalam kebaikan maka berlombalah dengan mereka. Dan apabila engkau melihat mereka dalam kebinasaan, tinggalkanlah mereka beserta apa yang telah mereka pilih bagi diri-diri mereka sendiri. Sungguh, telah kita saksikan kaum demi kaum yang lebih mengutamakan dunia daripada kehidupan akhiratnya. Akhirnya mereka menjadi hina, binasa, dan tercela.” Continue reading

Advertisements

Pakaian Wanita dalam Shalât


Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah

Pakaian wanita saat mengerjakan shalat memiliki aturan tersendiri. Tiap wanita hendaknya memperhatikan pakaiannya ketika shalat, tidak boleh seenaknya, meski shalatnya dilakukan sendirian.

Di masa jahiliyah, kata Ibnu ‘Abbas, wanita biasa thawaf di Ka`bah dalam keadaan tanpa busana. Yang tertutupi hanyalah bagian kemaluannya. Mereka thawaf seraya bersyair:

Pada hari ini tampak tubuhku sebagiannya atau pun seluruhnya
Maka apa yang nampak darinya tidaklah daku halalkan

Maka turunlah ayat:

“Wahai anak Adam kenakanlah zinah1 kalian setiap kali menuju masjid”.
(Al-A`raf: 31) [Shahih, HR. Muslim no. 3028] Continue reading

Mutiara Kata Ulama Salaf

“Sungguh aku benar-benar dapat mengenali kecintaan seseorang terhadap dunia dari (cara) penghormatannya kepada ahli dunia.”
(Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 120)

Wahai saudaraku, jika engkau menerima sesuatu dari manusia maka engkaupun memotong lisanmu (tidak berani bicara di saat wajib menegur mereka). Dan engkau memuliakan sebagian orang kemudian merendahkan sebagian yang lain, padahal ada balasan yang akan menimpamu di hari kiamat. Maka harta yang diberikan oleh seseorang kepadamu hakikatnya adalah kotoran dia, dan tafsir dari kotoran dia adalah pembersihan amalannya dari dosa-dosa.
Jika engkau menerima sesuatu dari manusia, maka saat mereka mengajakmu kepada kemungkaran engkaupun menyambutnya. Sehingga, sungguh orang yang memakan kotoran manusia bagaikan orang yang memiliki sekutu-sekutu dalam suatu perkara yang mau tidak mau dia akan menjadi bagian dari mereka.
(kitab Mawa’izh Lil Imam Sufyan Ats-Tsaury, hal. 82-84) Continue reading

Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana


Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak?

Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak? Continue reading

Ternyata Dia Seorang Pendeta


Pembelajaran buat kita bisa menjawab syubhatnya perkataan orang nasrani, bacalah… !!!

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Tak seperti biasanya, pada malam hari itu aku naik kendaraan umum untuk pulang ke rumah, sekitar jam sembilan malam. Aku menunggu di pinggir jalan daerah Jakarta Utara. Ternyata tak berlangsung lama tiba-tiba terlihat dari kejauhan ada angkutan umum yang datang, aku pun naik ke mobil tersebut dan memilih duduk di samping pak supir. Tiba-tiba pak supir bertanya kepadaku, “Mau ke masjid Al Fudhala..?”
Jawabku ringan, “Tidak pak.”
Pak supir pun kembali bertanya, “Mau ke maqam mbah priuk..?”
Jawabku, “Tidak pak.”
Terbesit di hati ini wajar kalau dia bertanya seperti itu dengan penampilanku memakai busana muslim dan memang jalur angkutan yang aku naiki melewati maqam mbah priuk. Mobil pun terus melaju hingga sampai di RSUD Koja yang tepat bersebrangan dengan jalan arah masuk ke maqam mbah priuk, pak supir itu tiba-tiba kembali bertanya, “Maaf mas, saya mau tanya menurut mas bagaimana orang-orang yang datang ke mbah priuk..?”
Mendengar pertanyaan seperti itu saya pun semangat untuk menjawabnya, saya jawab, “Saya tidak suka dengan apa yang mereka lakukan pak, karena hal itu dilarang agama…” Continue reading

Adzab Yang Disegerakan Bagi Pengejek Sunnah Nabi


Sesungguhnya keyakinan yang menyatakan bahwa Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Islam dan bahwasanya Islam yang murni adalah Sunnahnya, merupakan keyakinan yang shahih, yang selamat dan lurus.

Sebagaimana perkataannya Al-Imam Al-Barbahariy dan disepakati oleh ‘ulama Ahlus Sunnah:
“Ketahuilah, bahwasanya Islam adalah Sunnah dan Sunnah adalah Islam, dan tidak akan berdiri salah satu dari keduanya kecuali dengan yang lainnya.” (Syarhus Sunnah hal.65).

Setiap apa saja yang menyelisihi keyakinan tersebut, maka itu merupakan keyakinan yang rusak, yang salah, jahiliyyah dan kebinasaan.

Dan kewajiban kita, kaum muslimin adalah mengagungkan Sunnah tersebut, menghidupkannya, mendakwahkannya dan membelanya dari orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Continue reading

Kisah Orang Yang Mengejek Sunnah (Siwak)


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy hafidzahullah berkata:
“Telah disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah didalam Al-Bidayah wan Nihayah tentang kejadian-kejadian pada tahun 665, beliau rahimahullah berkata Asy-Syaikh Qathbuddin Al-Yunani berkata:
“Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Salamah dari daerah Bushra, dia suka bercanda dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Disebutkan disisinya tentang siwak dan keutamaannya, maka dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur, kemudian dia mengambil sebatang siwak dan memasukkannya keduburnya kemudian dikeluarkan kembali.”

Berkata Qathbuddin Al-Yunani:
“Setelah melakukan perbuatan tersebut, ia tinggal selama sembilan bulan dalam keadaan mengeluh sakit perut dan dubur.
Berkata Qathbuddin Al-Yunani:
“Lalu ia melahirkan anak seperti tikus yang pendek dan besar, memiliki empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan, memiliki empat taring yang menonjol, panjang ekornya satu jengkal empat jari dan duburnya seperti dubur kelinci. Ketika lelaki itu melahirkannya, hewan tersebut menjerit tiga kali, maka bangkitlah putrinya laki-laki tadi dan memecahkan kepalanya sehingga matilah hewan tersebut. Laki-laki itu hidup setelah melahirkan selama dua hari, dan meninggal pada hari yang ketiga. Dan ia sebelum meninggal berkata “Hewan itu telah membunuhku dan merobek-robek ususku.” Sungguh kejadian tersebut telah disaksikan oleh sekelompok penduduk daerah tersebut dan para khotib tempat tersebut. diantara mereka ada yang menyaksikan hewan itu ketika masih hidup dan ada pula yang menyaksikan ketika hewan itu sudah mati.”
(Al-Qaulul Mufid, hal. 106-107). Continue reading

Nasihat Buat Muslimah Yang Berhias Ala Jahiliyyah (Tabarruj)


Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul.

Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.” Continue reading

♥ WANITA SHALIHAH LEBIH BAIK DARIPADA BIDADARI YANG BERMATA JELITA ♥


Thabrani berkata kepada kami Bakr bin sahl addimyathi yg berkata bhw berkata kpd kami Amr bin hisyam al bairuni yg berkata kpd kami Sulaiman bin abu karimah dari Hisyam bin hassan dari hassan dari ayahnya

Dari ummu salamah rodhiyallahu anha yg berkata,
saya pernah bertanya kepada Rosulullah shollallohu alaihi wasallam,
terangkan kepadaku mengenai firman Allah azza wa jalla huurun ‘in [bidadari yg bermata jelita] Continue reading

Seputar Bank Syariah


PENDAHULUAN :

Pada asalnya pengadaan Bank Islam yang terhindar dari praktek riba dan peminjaman secara riba adalah sesuatu yang baik. Akan tetapi kenyataannya bahwa Bank-bank Islam yang ada diberbagai Negeri tidak memenuhi apa yang dijanjikannya kepada kaum muslimin, bahkan mereka terseret kedalam berbagai muamalah yang rusak dan haram.
Muamalah yang dipraktekkan Bank-bank Islam pada saat ini mayoritasnya adalah apa yang dinamakan (menurut mereka) “Bai’ Al-Murobahah” (jual beli yang menguntungkan).

Sebagian Ulama membela bank-bank ini, walaupun terjatuh pada kesalahan-kesalahan, maka tidak ada satupun yang ma’shum, sementara Bank itu ingin meletakkan bangunan Islam secara nyata. Continue reading

Tahlilan Dalam Timbangan Islam

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki.

Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Secara bersama-sama, berkumpul sanak keluarga, handai taulan, beserta masyarakat sekitarnya, membaca beberapa ayat Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan disertai do’a-do’a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit. Karena dari sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil yang diulang-ulang (ratusan kali bahkan ada yang sampai ribuan kali), maka acara tersebut dikenal dengan istilah “Tahlilan”. Continue reading

Permasalahan Seputar Riba


Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin

Masalah 1: Hukum Menyimpan Uang di Bank

Al-Lajnah Ad-Da`imah menjawab (13/345):

“Menyimpan uang di bank dan semisalnya dengan permintaan atau tempo tertentu untuk mendapatkan bunga sebagai kompensasi dari uang yang dia tabung adalah haram.

(Demikian juga) menyimpan uang tanpa bunga di bank-bank yang bermuamalah dengan riba adalah haram, sebab ada unsur membantu bank tersebut bermuamalah dengan riba dan menguatkan mereka untuk memperluas jaringan riba. Kecuali bila sangat terpaksa karena khawatir hilang atau dicuri, sementara tidak ada cara lain kecuali disimpan di bank riba. Bisa jadi dia mendapatkan rukhshah (keringanan) dalam kondisi seperti ini karena darurat…”

Jawaban senada juga disampaikan secara khusus oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Lihat Fatawa Ibn Baz (2/194) dan Fatawa Buyu’ (hal. 127). Periksa pula Fatawa Al-Lajnah (13/346-347, dan 13/376-377). Continue reading

Hukum Berhias Dan Berpakaian Mewah

Syaikh Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah ditanya :

“Wahai Syaikh yang mulia, apakah berhias dan memakai pakaian mewah, dan memakai berbagai jenis wangi-wangian menghilangkan sikap zuhud?”

Beliau menjawab:

يتوسط الإنسان ، الإنسان يتوسط ، إذا أعطاه الله نعمة يتوسط ما يسرف في اللباس والطيب والمراكب ، ولا يكون كهيئة الفقراء ؛ فيجحد نعمة الله عليه. فليتوسط في أمره ، وخير الأمور الوسط ، بين البخل والتبذير ، (وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا) [الفرقان: 67] ، وسط بين الإقتار والبخل وبين الإسراف . نعم

“Seseorang bersikap pertengahan, bersikap pertengahan. Jika Allah Ta’ala memberikan kepadanya sebuah kenikmatan maka hendaknya dia bersikap pertengahan, tidak boros dalam berpakaian, memakai wangi-wangian dan berkendaraan, dan tidak pula berpenampilan seperti orang-orang miskin, sehingga dia mengingkari nikmat Allah atasnya. Maka hendaknya dia bersikap pertengahan dalam urusannya, dan sebaik-baik perkara adalah bersikap pertengahan, antara kikir dan pemborosan. Allah Ta’ala berfirman:

(وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا) [الفرقان: 67]

“Dan orang- orang yang berinfak dalam keadaan mereka tidak berlebihan dan tidak pula terlalu menahan(bakhil)” (QS.Al-Furqan: 67)

Maka bersikap pertengahan antara kikir dan bakhil, dengan sikap berlebihan.”

http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/13287.mp3

http://salafybpp.com/fataawa/180-hukum-berhias-dan-berpakaian-mewah.html

 

Khutbah: Adakah Perayaan Tahun Baru Dalam Islam?

(ditulis oleh: Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.)

Segala puji bagi Allah yang menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ketentuan atas seluruh makhluk-Nya. Dialah satu-satunya yang menguasai serta mengatur seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah n, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejaknya hingga akhir zaman.

Saudara-saudaraku yang semoga dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah kapan dan di manapun kita berada. Karena dengan bertakwalah seseorang akan mendapatkan pertolongan-Nya untuk bisa menghadapi berbagai problema dan kesulitan yang menghadangnya. Begitu pula, marilah kita senantiasa merenungkan betapa cepatnya waktu berjalan serta mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang kita saksikan. Continue reading